Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PEMBERDAYAAN REMAJA PUTRI MELALUI EDUKASI ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE DAN PEMANFAATAN KUNYIT ASAM SEBAGAI UPAYA NONFARMAKOLOGIS MENGURANGI NYERI DISMENORE Wiqodatul Ummah; Woro Tri Utami; Eti Kuswandari
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.931

Abstract

 Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup. Di lingkungan pondok pesantren, keterbatasan akses informasi kesehatan dan kebiasaan penggunaan obat pereda nyeri tanpa pengawasan menjadi kendala dalam penanganan dismenore. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam mengelola nyeri dismenore melalui abdominal stretching exercise dan pemanfaatan kunyit asam. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan reproduksi, demonstrasi, dan praktik langsung abdominal stretching exercise serta pelatihan pembuatan kunyit asam. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Barokah Al-Islami Buring, Kota Malang dengan melibatkan 31 remaja putri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan praktik menggunakan checklist terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 47,4% (dari rata-rata 58,7 menjadi 86,5) dan 90,3% peserta mencapai skor ≥75. Sebanyak 90,8% peserta mampu mempraktikkan abdominal stretching exercise dengan benar dan 97,6% peserta mampu membuat minuman kunyit asam secara mandiri. Kegiatan ini juga berhasil membentuk 5 kader kesehatan reproduksi dan berpotensi menghemat pengeluaran santri untuk pembelian obat pereda nyeri sebesar 60-80% per siklus menstruasi. Kegiatan ini berkontribusi pada pemberdayaan remaja putri untuk mengelola nyeri haid secara sehat, mandiri, dan berbasis kearifan lokal.
Hubungan Pengetahuan Wanita Usia Subur dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Woro Tri Utami; Wiqodatul Ummah
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i02.159

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker terbesar kedua pada wanita dan menyebabkan 87% kematian pada wanita di negara berkembang. Rendahnya cakupan deteksi dini menjadi salah satu penyebab berkembangnya kanker serviks. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa lebih dari 50% wanita yang terdiagnosis kanker belum pernah menjalani deteksi dini sebelumnya. Beberapa metode yang digunakan untuk deteksi dini kanker serviks yaitu tes pap smear, IVA, kolposkopi, servikografi, sediaan tipis. Deteksi dini penting dilakukan guna melakukan pencegahan dini. Pentingnya upaya deteksi dini pada wanita sangatlah penting, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara pengetahuan wanita usia subur dengan pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker serviks di RT 05 RW 06 Desa Semanding Sumbersekar, Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain potong lintang dan 30 responden dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket yang digunakan untuk mengidentifikasi pengetahuan, sikap terhadap pelaksanaan IVA, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan berhubungan dengan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA (nilai p = 0,000). Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan untuk meningkatkan deteksi dini IVA pada Wanita usia subur (WUS) dan puskesmas dapat memberikan pengetahuan kepada WUS dalam skrining kanker serviks melalui IVA.
PERAN POLA ASUH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENDUKUNG STATUS GIZI BALITA DI KOMUNITAS PEDESAAN Ristamaya Danar Dewi; Wiqodatul Ummah
ASSYIFA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/ajk.v4i1.206

Abstract

Nutritional problems among children under five remain a major public health concern in Indonesia, including both undernutrition and the increasing prevalence of overweight and obesity in early childhood. Parenting practices influenced by local wisdom are still widely applied in rural communities and may affect children’s dietary patterns and nutritional outcomes. This study aimed to analyze the role of local wisdom-based parenting practices in supporting the nutritional status of children under five in rural communities. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The research was conducted in Sumbersekar Village, Dau District, Malang Regency, from November 2025 to February 2026. A total of 34 mothers with children aged 6-59 months were selected using stratified random sampling. Data were collected through structured questionnaires assessing local wisdom-based parenting practices and anthropometric measurements to determine children’s nutritional status. Data were analyzed using descriptive statistics, Chi-square tests, and multinomial logistic regression. The results showed that most respondents applied local wisdom-based parenting practices in the good category (55.9%). The majority of children had normal nutritional status (61.8%), while 14.7% were undernourished, 17.6% were overweight, and 5.9% were obese. Statistical analysis indicated a significant association between local wisdom-based parenting practices and children’s nutritional status (p = 0.032). In conclusion, local wisdom-based parenting practices play an important role in determining children’s nutritional status. Integrating cultural values with balanced nutrition education may improve healthy feeding practices in rural communities.
ANALISIS PERAN KADER KESEHATAN DALAM ACTIVE CASE FINDING TERHADAP PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS ANAK Gufron Wahyudi; Rahmawati Raharjo; Wiqodatul Ummah
ASSYIFA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/ajk.v4i1.208

Abstract

Pediatric tuberculosis remains a major public health concern in Indonesia, particularly due to low case detection rates and diagnostic challenges in children. One key strategy to improve pediatric TB case detection is active case finding (ACF) involving community health workers (cadres). This study aimed to analyze the role of health cadres in ACF implementation on pediatric tuberculosis case detection in Banyuwangi Regency. This study employed a quantitative cross-sectional design with a sample of 60 health cadres selected through stratified random sampling. Data were collected using structured questionnaires to assess cadre roles and secondary data from TB registers to identify pediatric TB cases. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of p < 0.05. The results showed that most cadres had a good role (41.7%), and pediatric TB cases were identified in 46.7% of their working areas. Statistical analysis revealed a significant association between the role of cadres in ACF and pediatric tuberculosis case detection (p = 0.003). Cadres with better roles demonstrated higher case detection proportions. The role of community health workers in ACF significantly influences pediatric tuberculosis case detection. Strengthening cadre capacity, particularly in early detection and household contact investigation, is essential to improve pediatric TB control efforts.
Efektivitas PROMAMA (Akupresur, Moksibusi, Aromaterapi) terhadap Hemoglobin, Berat Badan dan Kecemasan Ibu Hamil Trimester 1 Wiqodatul Ummah; Woro Tri Utami; Ristamaya Danar Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1594

Abstract

Mual dan muntah pada trimester pertama kehamilan dapat berdampak pada penurunan status gizi dan peningkatan kecemasan ibu hamil. Intervensi non farmakologis seperti akupresur, moksibusi, dan aromaterapi (PROMAMA) berpotensi menjadi alternatif dalam mengatasi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi PROMAMA terhadap kadar hemoglobin, berat badan, dan tingkat kecemasan ibu hamil trimester pertama. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 60 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kontrol (n=30) menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test/Wilcoxon dan independent t-test/Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan kadar hemoglobin (p=0,001) dan berat badan (p=0,002), serta penurunan signifikan tingkat kecemasan (p=0,000) pada kelompok intervensi. Perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang bermakna pada seluruh variabel (p<0,05). Disimpulkan bahwa intervensi PROMAMA efektif dalam meningkatkan kondisi fisiologis dan psikologis ibu hamil trimester pertama. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi non farmakologis dalam pelayanan antenatal.
Delayed Initiation of Antenatal Care among Pregnant Women in Indonesia: Findings from a Multi-Centered Cross-Sectional Study Wiqodatul Ummah; Yanti Rosdiana; Woro Tri Utami
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 4 (2026): July
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i4.1157

Abstract

Background: Early initiation of antenatal care (ANC) is critical for optimizing maternal and neonatal health outcomes, yet late initiation remains a persistent challenge in many low- and middle-income countries. Purpose: This study aimed to investigate the magnitude and factors associated with delayed initiation of antenatal care among pregnant women in Indonesia in Malang City and Malang Regency, Indonesia. Methods: A facility-based cross-sectional study was conducted from May to July 2025 among 309 pregnant women selected using systematic random sampling from one hospital and two health centers. Delayed ANC initiation was defined as the first ANC visit after 12 completed weeks of gestation. Data were collected using a structured interviewer-administered questionnaire and medical record review, then analyzed using bivariable and multivariable logistic regression. Results: The prevalence of delayed ANC initiation was 57.3% (95% CI: 51.7-62.9), indicating suboptimal utilization of maternal health services. Multivariable analysis revealed that low maternal education (AOR = 2.31; 95% CI: 1.42-3.76), unplanned pregnancy (AOR = 1.89; 95% CI: 1.12-3.19), lack of advice from health professionals (AOR = 2.67; 95% CI: 1.58-4.51), poor knowledge (AOR = 2.45; 95% CI: 1.51-3.98), longer distance to health facilities (AOR = 2.12; 95% CI: 1.18-3.81), and cultural beliefs discouraging early pregnancy disclosure (AOR = 1.87; 95% CI: 1.12-3.12) were significantly associated with delayed initiation. Conclusion: Delayed ANC initiation is influenced by multiple socio-demographic, cognitive, behavioral, health system, and cultural factors. These findings highlight the need for policies that strengthen early pregnancy counseling, improve maternal health literacy, and enhance timely ANC initiation in Indonesia.