Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENCEGAHAN DEMENSIA PADA LANSIA MELALUI TERAPI BILABONG DI BANJAR PUCAK SARI DENPASAR UTARA Ni Luh Diah Pradnya Kerthiari; Ni Putu Juliadewi Eka Gunawati; Ni Luh Gede Padma Peratiwi; Putu Ayu Sani Utami
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 4 No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The elderly are more vulnerable to health problems due to a decline in physiological, cognitive and brain function, especially in the case of dementia. One therapy that can to cope with dementia is a brain exercise that consists of an adaptation of local culture through collaberation between drama gong (Bilabong) and Balinese gamelan. Objective: To prevent the incidence of dementia in the elderly with "Bilabong", increasing the willingness and ability of the elderly in participating in therapy and becoming an innovative program in Banjar Pucak Sari. Method: Dementia prevention can be done through community service by using “Bilabong” method that begins by defining the elderly who will follow brain gym activities, continued with manufacture of brain gym movements that combined “gamelan drama gong” as well as the implementation of activities. Results: After participation in the "Bilabong" program for 4 weeks there was a positive influence on stress levels , with a decrease in pre-test post-test significance (P = 0.000) of 25%. The participation rate of the elderly sample group was 100% and all participants were enthusiastic about the Bilabong. To ensure continuity, a Brain Gym training team will return to retrain the leaders of the Elderly association to 100% capacity. Conclusion: "Bilabong" Brain Gym Therapy exercises are activities incorporating Balinese gamelan accompaniment that serve to improve the knowledge of the elderly about how to prevent dementia, lower their stress levels, and innovation activities in Banjar Sari. Suggestion: Training and empowerment by the leader of elderly’s association and cadres will give a better impact in reducing the number of elderly dementia. Keywords: Bilabong, brain gym, dementia, drama gong, gamelan Bali.
Pemberdayaan Keluarga Melalui Pemberian Pendidikan Kesehatan Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Ni Made Dian Sulistiowati; Ni Ketut Guru Prapti; Ni Komang Ari Sawitri; Putu Ayu Sani Utami; Ika Widi Astuti; Kadek Saputra
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.516 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.2.2015.57-60

Abstract

Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, memiliki koping yang efektif, konsep diri positif dan emosi yang stabil. Kurangnya pemahaman keluarga tentang bagaimana cara merawat akan menjadi salah satu masalah nantinya dalam memberikan support kepada pasien saat berada dirumah. Kesembuhan pasien salah satunya adalah dari support keluarga dimana dengan adanya pemahaman keluarga bahwa orang dengan gangguan jiwa dapat hidup dengan baik asalkan pasien dapat mengontrol perilaku dan emosinya dengan baik maka pasien dapat menjalani hidup dengan baik dan produktif ketika di masyarakat. Pemberian pendidikan kesehatan pada keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dirumah dengan menjelaskan kepada masing-masing keluarga tentang bagaimana cara merawat pasien dirumah serta mengidentifikasi kesulitan keluarga dalam melakukan perawatan pasien dirumah dapat memberikan pengetahuan sehingga kemampuan keluarga dalam merawat menjadi baik. Hasil yang didapatkan kemampuan keluarga mengalami peningkatan sebesar 10.01 pada kognitif dan 8.12 pada psikomotor keluarga setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan tentang bagaimana cara merawat keluarga dengan gangguan jiwa dirumah. Diharapkan kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat memberikan motivasi dan pengetahuan sehingga keluarga dapat membantu menjaga kondisi pasien dan mensupport pasien agar dapat menggunakan sumber daya dilingkungan sekitar tempat tinggalnya agar tetap stabil dan tidak terjadi kekambuhan.
Pengendalian Faktor Risiko Hipertensi Pada Agregat Lansia Melalui Kunjungan Rumah Putu Ayu Sani Utami; Junaiti Sahar; Widyatuti Widyatuti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v16i1.14

Abstract

Kunjungan rumah merupakan bentuk pelayanan keperawatan yang dilakukan di rumah lansia, berfungsi untuk mengendalikan faktor risiko hipertensi pada agregat lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengendalian faktor risiko hipertensi pada agregat lansia yang sudah dan belum mendapatkan kunjungan rumah di sebuah Kelurahan di Depok. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif dengan pendekatan cross sectional. Melalui teknik cluster random sampling diperoleh 176 lansia yang terbagi dalam kelompok yang mendapatkan kunjungan rumah dan yang tidak. Data dianalisis dengan chi square, independent t-test dan Mann Withney test. Hasil penelitian membuktikan bahwa pengaturan diet, pembatasan perilaku merokok, manajemen stres, pengendalian tekanan darah, pengaturan perilaku berolahraga dan status gizi lansia yang mendapatkan kunjungan rumah lebih baik dibandingkan lansia yang tidak. Tingkat stress, tekanan darah sistolik dan diastolik pada agregat lansia dengan hipertensi yang belum mendapatkan kunjungan rumah lebih tinggi dibandingkan lansia yang mendapatkan kunjungan rumah. Upaya promotif dan preventif yang dilakukan perawat komunitas melalui kunjungan rumah dapat mengendalikan faktor risiko hipertensi pada agregat lansia.
Pengaruh Senam Otak Terhadap Tingkat Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Singaraja Ni Putu Aniek Ratna Sari; Putu Ayu Sani Utami
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Menua adalah proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri. Salah satu masalah kesehatan yang dialami lansia adalah stres. Jika stres tidak diatasi maka dapat mempengaruhi sistem tubuh. Salah satu cara mengatasi stres adalah dengan senam otak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh senam otak terhadap tingkat stres lansia di PSTW Jara Mara Pati Singaraja. Metode: Desain yang digunakan adalah one group pretest posttest design dengan jumlah sampel 36 responden yang mengalami tingkat stres ringan dan sedang. Kuisioner yang digunakan adalah PSS-10. Hasil: Hasil analisa data yang diperoleh dengan uji Wilcoxon (tingkat kepercayaan 95%) adalah p=0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh senam otak terhadap tingkat stres lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Singaraja. Simpulan: Senam otak baik untuk menurunkan stres pada lanisa dan dapat diterapkan di PSTW Jara Mara Pati Singaraja secara bergantian dengan senam kesegaran jasmani. Kata kunci: lansia, tingkat stres, senam otak
Pengaruh Terapi Reminiscence Terhadap Stres Lansia di Banjar Luwus Baturiti Tabanan Bali Ni Putu Nariska Rahayuni; Putu Ayu Sani Utami; Kadek Eka Swedarma
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Stres pada lansia adalah perasaan tertekan, cemas dan tegang yang diakibatkan oleh stresor berupa perubahan fisik, mental, dan sosial lansia yang mempengaruhi status emosional dan menimbulkan penyakit. Pengelolaan stres lansia dapat dilakukan dengan terapi reminiscence yang menggunakan memori dan kenangan masa lalu untuk menjaga kesehatan mental lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi reminiscence terhadap stres lansia.   Metode: Desain pada penelitian ini adalah quasi-experimental yaitu nonequivalent control group design. Sampel terdiri dari 34 lansia yang dipilih secara purposive sampling, dibagi menjadi 17 lansia kelompok perlakuan dan 17 lansia kelompok kontrol dan pengumpulan data dilakukan menggunakan Stress Assessment Questionnaire (SAQ).   Hasil: Hasil analisis uji independent sample t-test dengan tingkat kemaknaan 95% menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terapi reminiscence terhadap stres pada lansia.   Simpulan: Kegiatan bercerita kenangan masa lalu dapat membantu lansia berinteraksi dan mengungkapkan perasaannya kepada keluarga dan teman sehingga lansia mampu beradaptasi terhadap stres.   Kata kunci: lansia, stres, terapi reminiscence
Effect Of Cellular Phone SMS As Health Education Media About HIV And AIDS On Health Service Search Behavior Of Women Sex Workers Gusti Ayu Kade Dewi Mahayani; Made Rini Damayanti S; Putu Ayu Sani Utami
Journal of A Sustainable Global South Vol 6 No 1 (2022): February 2022
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jsgs.2022.v06.i01.p02

Abstract

Abstract Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that attacks white blood cells (lymphocytes) that cause the decline of human immune. High risk groups such as Female Sex Workers (FSWs) tend not to access health services because of the decrimination they face in society. Health promotion is still an important strategy in increasing self-awareness of FSWs to perform Voluntary Counseling and Testing (VCT) examination, one of them is through the utilization of cellular phone technology. This study aims to determine the effect of cell phone Short Message Service (SMS) as a media health education about HIV and Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) to health seeking behavior of FSWs. Pre-experimental design one group pre-test pos-ttest design was conducted at 33 FSWs at Terminal Pesiapan, Tabanan District. The results of pre-test and post-test showed an influence on behavior (knowledge, attitude and action) after SMS based health promotion intervention (p <0,05), knowledge (p = 0,039), attitude (p = 0,003), and action (p = 0,000). After the intervention there was an increase in behavior that is on knowledge 30,3%, 36,4% attitude and 63,6% action. Mobile phone SMS media proves to be effective in conveying health information so as to raise awareness of FSWs in conducting HIV and Sexually Transmitted Infections (STIs). An innovative, short, easy-to-understand message on HIV and AIDS should be provided with simple language and regular use of cellular-based information technology by healthcare workers. Keywords: Behavior, FSWs, Health Education, Mobile Phone SMS
The Effect of Creative Arts Therapy on Stress Level and Blood Pressure of The Elderly With Hypertension Putu Ayu Sani Utami; Ni Made Dian Sulistiowati; Putu Ayu Emmy Savitri Karin
Journal of A Sustainable Global South Vol 5 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jsgs.2021.v05.i02.p03

Abstract

The elderly are vulnerable to hypertension due to the accumulation of unhealthy lifestyles for a long time and can be exacerbated by the stress due to the inability to adapt to the decline in physical conditions, changes in roles and social relations, economic ability, degenerative diseases and treatment in the long term. Risk factors for hypertension can caused by stress. Stress management can be done with a combination of creative arts therapy that is singing, drawing, and storytelling which has a relaxing effect. This study aims to determine the effect of creative arts therapy on stress levels and blood pressure of the elderly with hypertension in Kesiman Kertalangu Village, East Denpasar City, Bali, Indonesia. This research was a quasy experiment with pre-test and post-test design. Samples used were 63 elderly with hypertension who experience mild and moderate stress using simple random sampling technique divided into three groups of treatment with the amount 21 elderly of each groups. Stres level of of hypertension were evaluated using The Stress Assessment Questionnaire and blood pressure measurement using manometer. The main results of this study indicated that creative art therapy can reduce stress of the elderly significantly with p value 0.000<0.05. An average of blood pressure in creative art therapy has decreased. Wilcoxon test results showed the p value of blood pressure (sistole;diastole) for singing (0.002;0.014), storytelling (0.009;0.008) and drawing (0.016;0.011) <0.05 which means that there is an effect of those therapy on elderly blood pressure. The results of the Ancova analysis showed no difference in blood pressure results after each intervention was given to the elderly (p value 0.244>0.05 for systole dan p value 0.738>0.05 for diastole). That means that each intervention has a similar effect on reducing blood pressure. Creative arts therapy provides a relaxing effect while performing art activities so that feeling calms down and stimulates the healing process. Further research with a larger population needs to be done to increase public awareness of the benefits of creative art therapy to reduce stress and blood pressure in the elderly with hypertension. Index Terms— : elderly, creative arts therapy, singing, drawing, story telling, hypertension
Recreational Activities and Travel Choices of the Elderly Putu Ayu Sani Utami; Ni Ketut Guru Prapti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 2 No 2 (2020): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.093 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v2i2.135

Abstract

Recreation is a way to get consolation for the elderly. The aim of this study is to analyze recreational activities and travel choices of the elderly who live in Denpasar city, Bali, Indonesia. The study used a descriptive method. The sample consisted of 100 elderly selected by convenience sampling technique. The data was collected by questionare and analyzed using frequency distribution. The results show that even though Bali is a tourist destination and there is an easy access for the elderly who live in the cities, it does not guarantee they come to every tourist spot, seen from most of the elderly (64%) had never done any recreational activities after entering old age. The main obstacle that prevented the elderly from doing recreational activities was taking care of grandchildren (46%). Characteristics of destination locations for elderly travel choices especially have a calm environment (26.9%). The favorite recreation destination is places of worship (63.9%). After recreation, they felt happy and refreshed (88.8%). Recreation can be a fun entertainment for the elderly in their daily routines activities to reduce boredom, but in recreation they should be accompanied by family and pay attention to the characteristics of their favorite tourist spot.
Pengaruh Senam Otak Terhadap Tingkat Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Singaraja Ni Putu Aniek Ratna Sari; Putu Ayu Sani Utami; I Ketut Suarnata
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Menua adalah proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri. Salah satu masalah kesehatan yang dialami lansia adalah stres. Jika stres tidak diatasi maka dapat mempengaruhi sistem tubuh. Salah satu cara mengatasi stres adalah dengan senam otak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh senam otak terhadap tingkat stres lansia di PSTW Jara Mara Pati Singaraja. Metode: Desain yang digunakan adalah one group pretest posttest design dengan jumlah sampel 36 responden yang mengalami tingkat stres ringan dan sedang. Kuisioner yang digunakan adalah PSS-10. Hasil: Hasil analisa data yang diperoleh dengan uji Wilcoxon (tingkat kepercayaan 95%) adalah p=0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh senam otak terhadap tingkat stres lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Singaraja. Simpulan: Senam otak baik untuk menurunkan stres pada lanisa dan dapat diterapkan di PSTW Jara Mara Pati Singaraja secara bergantian dengan senam kesegaran jasmani.
Pengaruh Terapi Reminiscence Terhadap Stres Lansia di Banjar Luwus Baturiti Tabanan Bali Ni Putu Nariska Rahayuni; Putu Ayu Sani Utami; Kadek Eka Swedarma
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 2 No. 2 (2015): Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Stres pada lansia adalah perasaan tertekan, cemas dan tegang yang diakibatkan oleh stresor berupa perubahan fisik, mental, dan sosial lansia yang mempengaruhi status emosional dan menimbulkan penyakit. Pengelolaan stres lansia dapat dilakukan dengan terapi reminiscence yang menggunakan memori dan kenangan masa lalu untuk menjaga kesehatan mental lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi reminiscence terhadap stres lansia.Metode: Desain pada penelitian ini adalah quasi-experimental yaitu nonequivalent control group design. Sampel terdiri dari 34 lansia yang dipilih secara purposive sampling, dibagi menjadi 17 lansia kelompok perlakuan dan 17 lansia kelompok kontrol dan pengumpulan data dilakukan menggunakan Stress Assessment Questionnaire (SAQ). Hasil: Hasil analisis uji independent sample t-test dengan tingkat kemaknaan 95% menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terapi reminiscence terhadap stres pada lansia. Simpulan: Kegiatan bercerita kenangan masa lalu dapat membantu lansia berinteraksi dan mengungkapkan perasaannya kepada keluarga dan teman sehingga lansia mampu beradaptasi terhadap stres.