Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengalaman Berwisata Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Putu Ayu Sani Utami
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v5i3.268

Abstract

Masa lansia rentan dengan kehidupan yang monoton yang disebabkan karena perubahan akibat penuaan, pensiun, menurunnya intensitas sosialisasi. Masa tua menyebabkan lansia memiliki banyak waktu luang dan seringkali tidak ada kegiatan berarti yang dapat dilakukan sehingga menimbulkan kepenatan pada lansia berdampak terhadap menurunkan kualitas hidup. Berwisata dapat menjadi solusi untuk menghilangkan kejenuhan karena memberikan efek relaksasi. Tujuan literature ini adalah mengetahui hubungan antara pengalaman berwisata terhadap kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic review. Pencarian literature (2010-2017) pada database artikel ilmiah yaitu Pubmed dan Google schoolar. Data dianalisis dengan kriteria yaitu terdapat nama penulis, tahun, kegiatan yang dilakukan dalam waktu luang, sampel adalah lansia yang pensiun, kualitas hidup yang dipengaruhi, perilaku berwisata. Selain itu pencarian juga dilakukan melalui daftar rujukan yang ada dalam literatur. Berwisata merupakan salah satu cara untuk menghilangkan stress dan memberikan relaksasi pada lansia. Hasil analisis menunjukkan berwisata dapat meningkatkan kualitas hidup lansia yang dilihat dari aspek kesehatan fisik, kesehatan mental, kemampuan sosialisasi, dan penurunan stress. Perjalanan wisata yang dicari lansia adalah aman, kenyamanan akomodasi, dan keindahan alam.selain itu lansia wanita lebih sering berwisata dibanding pria. Berwisata memberikan pengaruh yang positif terhadap kesehatan dan kualitas hidup lansia.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN RESILIENSI LANSIA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Putra, Gede Rionald Ariwahyu; Utami, Putu Ayu Sani; Pramitaresthi, I Gusti Ayu
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p02

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan situasi yang rentan menimbulkan berbagai permasalahan yang dapat memicu berkurangnya resiliensi lansia. Kerentanan lansia terhadap berbagai masalah seperti kecemasan dan penyakit selama pandemi menyebabkan lansia membutuhkan dukungan dari orang lain. Keluarga merupakan lingkungan yang paling dekat dengan lansia selama pandemi. Keluarga menjadi salah satu sumber dukungan penting yang dimiliki lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan resiliensi lansia selama pandemi Covid-19. Desain penelitian adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian berjumlah 33 orang yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Connor Davidson Resilience Scale 10 items. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai correlation coefficient = 0,776 dan p-value = 0,000 (? = 0,05), artinya terdapat hubungan positif dan kuat antara dukungan keluarga dengan resiliensi lansia selama masa pandemi Covid-19. Dukungan keluarga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan resiliensi lansia. Interaksi yang adekuat dan membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari lansia perlu dilakukan keluarga agar lansia tetap merasa diperhatikan dan resiliensi mereka terjaga selama pandemi Covid-19.
Differences in the Nutritional Status of the Elderly with Hypertension in Rural and Urban Areas Ni Kadek Novi Ansari; Ni Luh Putu Eva Yanti; Desak Made Widyanthari; Putu Ayu Sani Utami
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 6 No. 2 (2024): Caring: Indonesian Journal of Nursing Science
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v6i2.17318

Abstract

Individuals with excess weight are more likely to experience increased blood pressure compared to those with normal weight. Hypertension is particularly prevalent among the elderly population. Additionally, the living environment whether urban or rural can influence the nutritional status of elderly individuals with hypertension. This study aims to compare the nutritional status of elderly individuals with hypertension residing in rural and urban areas. A quantitative comparative cross-sectional design was employed, and purposive sampling was used to select 152 participants. Data collection included measurements of body weight using digital scales, height or knee height using a stadiometer, and blood pressure using a digital sphygmomanometer. The results, analyzed using an independent t-test, revealed a significant difference in the nutritional status of elderly individuals with hypertension between rural and urban areas (p-value = 0,007), with a mean difference of 1,476. The findings indicate that the nutritional status of elderly individuals in rural areas is better compared to their urban counterparts. This difference is influenced by food intake and physical activity levels. Elderly individuals with hypertension in rural areas tend to consume homegrown foods and agricultural products, contributing to their healthier status. They should continue engaging in physical activities like gardening or farming. In contrast, elderly individuals in urban areas face challenges due to the availability of ready-to-eat or processed foods. It is essential for them to adopt healthier dietary habits and increase physical activity through walking or participating in community-based health programs to improve their nutritional and overall health status.
Legal Protection of Medical Waste Management in Community Health Centers : An Environmental Sustainability Analysis. Arry Suarthawan, Made; Jayantari, I Gusti Agung Mas Rwa; Utami, Putu Ayu Sani; Arjawa, I Gst Pt Bagus Suka
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 4 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i4.1707

Abstract

This study aims to analyze the regulation of medical waste management in Community Health Centers and its impact on environmental displacement. This study uses a normative legal method with a regulatory approach (statutory approach), contextual (conceptual approach), and analysis (analytical approach). Data sources include regulations, scientific journals, and related literature. The results of the study indicate that although national regulations such as Law Number 18 of 2008 and Minister of Health Regulation Number 7 of 2019 have been implemented, their implementation still encounters obstacles. Factors such as lack of waste management infrastructure, minimal understanding of medical personnel, and weak supervision cause medical waste management to be suboptimal. The impacts include soil, air, and air pollution, as well as the risk of spreading diseases that endanger public health and the environment. Thus, it is necessary to strengthen regulations, improve facilities, and provide effective supervision and training to support environmental demand
The Effect of Puzzle as Health Education Media on Knowledge and Attitude of DHF Prevention Among Trash Warrior Community Aris Mudariani; Ni Komang Ari Sawitri; Indah Mei Rahajeng; Putu Ayu Sani Utami
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 5 No. 1 (2023): Caring: Indonesian Journal of Nursing Science
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v5i1.12447

Abstract

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is a significant public health threat that can be controlled by engaging all community groups in preventive measures. Interventions targeting early age are pivotal in improving knowledge and attitudes toward DHF prevention. This study proposes a health promotion strategy using a Puzzle as an educational media targeting the Trash Warrior Community members aged 9-12 years to enhance knowledge and attitudes towards DHF prevention. This was a pre-experimental study with a one-group pretest-posttest conducted from February to March 2023. All Trash Warrior Community members aged 9 – 12 (n=20) were included as respondents. They were given a questionnaire consisting of 13 questions of knowledge and ten statements of attitudes towards DHF prevention before and after the health education. The intervention in this study was health education using puzzles in 5 small groups, each consisting of 4 children. Each group was given 30 minutes to arrange the puzzle. This study shows an improvement of mean value on knowledge for 2.1 points and attitude for 0,75 points. Based on the result of bivariate analysis using the Wilcoxon test, it was found that there was a significant effect of education using puzzle media on knowledge (p=0.000, p<0.05) and attitudes (p=0.045, p<0.05) in preventing DHF among Trash Warrior Community members aged 9-12 years. Health education using puzzles effectively increases children’s knowledge and attitude toward DHF prevention.
ANALISIS BEBAN PENGASUHAN KELUARGA YANG MERAWAT LANSIA DENGAN DEMENSIA Nyoman Anggun Anggraini Sukma; Putu Ayu Sani Utami; Ni Luh Putu Eva Yanti; Ni Komang Ari Sawitri
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p10

Abstract

Keluarga merupakan pengasuh utama yang memberikan perawatan pada lansia demensia di rumah. Merawat penderita demensia dipandang sebagai salah satu bentuk perawatan yang sulit dan menegangkan, karena anggota keluarga yang merawat lansia dengan demensia sering mengalami kesulitan saat menghadapi perubahan besar dalam kepribadian dan perilaku lansia, hal tersebut dapat menimbulkan beban psikologis dan ketegangan fisik atau disebut sebagai beban pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran beban pengasuhan pada keluarga yang merawat lansia dengan demensia di Desa Lebih, Gianyar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga yang merawat lansia demensia, menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sejumlah 96 keluarga. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas beban pengasuhan yang dialami keluarga yang merawat lansia demensia berada pada kategori sedikit atau tidak ada sebanyak 53 orang (55,2%), ringan-sedang sebanyak 25 orang (26%), sedang-berat sebanyak 4 orang (4,2%) dan berat sebanyak 14 orang (14,6%). Lansia dengan kategori demensia berat, beban pengasuhan yang mayoritas dirasakan keluarga yaitu kategori berat (83,3%). Beban pengasuhan dapat dialami oleh keluarga, dimana demensia dengan kategori apapun dapat memberikan beban bagi keluarga. Skrining rutin perlu dilakukan bagi lansia untuk mendeteksi dini sebaran demensia, bagi keluarga dapat mencari kegiatan pengalihan peran dan mengoptimalkan dukungan anggota keluarga lain.
PERBEDAAN SUCCESSFUL AGING PADA LANSIA YANG TINGGAL DI PEDESAAN KAWASAN PARIWISATA DAN NON PARIWISATA Desak Made Novi Andayani; Ni Luh Putu Eva Yanti; Kadek Eka Swedarma; Putu Ayu Sani Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p09

Abstract

Indonesia memasuki periode aging population. Peningkatan pertumbuhan lansia secara kuantitas belum tentu diikuti dengan peningkatan kualitas hidup. Successful aging merupakan tujuan dari perkembangan tahap akhir pada lansia. Perbedaan pencapaian successful aging salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan successful aging pada lansia yang tinggal di pedesaan kawasan pariwisata dan non pariwisata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif pada 86 lansia yang tinggal di kawasan pariwisata dan 82 lansia yang tinggal di kawasan non pariwisata yang dipilih melalui proportionate random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner successful aging. Hasil penelitian yang diperoleh dengan uji t tidak berpasangan (tingkat kepercayaan 95%) adalah p-value = 0,004 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan successful aging pada lansia yang tinggal di pedesaan kawasan pariwisata dan non pariwisata. Perbedaan successful aging lansia disebabkan oleh kondisi lingkungan tempat tinggal lansia. Lansia yang tinggal di kawasan pariwisata lebih bersifat individu dibandingkan lansia yang tinggal di kawasan non pariwisata yang lebih berfokus pada aktivitas sosial bermasyarakat. Diharapkan lansia dapat meningkatkan hubungan sosialnya dan lingkungan tempat tinggal lansia dapat menciptakan lingkungan yang positif bagi lansia sehingga lansia mudah dalam beradaptasi.
GAMBARAN PENGETAHUAN PEMANDU WISATA TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN WISATA ALL-TERRAIN VEHICLES (ATV) DI WILAYAH DESA SINGAPADU KALER Ni Kadek Alya Damayanti; Ni Luh Putu Eva Yanti; Ni Komang Ari Sawitri; Putu Ayu Sani Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p04

Abstract

Ekowisata dengan menggunakan All-Terrain Vehicles (ATV) memiliki risiko kecelakaan bagi wisatawan seperti terguling, perdarahan, patah tulang, dan pingsan. Pemandu wisata ATV belum pernah mendapatkan pelatihan pertolongan pertama kecelakaan saat berwisata ATV. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pemandu wisata tentang pertolongan pertama pada kecelakaan pada wisata ATV di wilayah Desa Singapadu Kaler. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif yang melibatkan 36 responden berdasarkan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan konsep teori yang ada. Penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan wisata ATV berada pada ketegori baik 75%, kategori cukup 16,7%, dan kategori kurang 8,3%. Pengetahuan P3K pemandu wisata ATV ada beberapa aspek yang sudah baik dipahami seperti penanganan terjatuh, perdarahan, dan saat pingsan. Namun, ada pengetahuan pemandu wisata ATV yang masih kurang dalam menangani patah tulang. Seluruh pemandu wisata ATV menyatakan belum pernah mendapatkan pelatihan P3K dari petugas kesehatan. Peran perawat komunitas di puskemas diperlukan untuk membuat program promosi kesehatan bagi pelayanan upaya kesehatan kerja di wilayah Desa Singapadu Kaler.
GAMBARAN TINGKAT KEBAHAGIAAN LANSIA YANG TINGGAL PADA PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA DI PROVINSI BALI Octaviana Timorisa Aruan; Putu Ayu Sani Utami; Meril Valentine Manangkot; Putu Ayu Asri Damayanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p06

Abstract

Panti Werdha “merupakan” bentuk usaha dari pemerintah dalam memerangi permasalahan sosial seperti lansia yang terlantar. PSTW memberikan pelayanan jaminan hidup, pemeliharaan kesehatan, bimbingan mental, dan spiritual kepada lansia. Lansia merupakan fase akhir dalam kehidupan manusia. Hal ini membuat lansia mengalami banyak kemunduran yang mengakibatkan keluarga harus memberikan perawatan yang optimal kepada lansia. Namun, tidak semua lansia memiliki keluarga ataupun orang yang dapat merawat lansia pada masa tuanya sehingga PSTW menjadi tempat pilihan lansia untuk tinggal. Berbagai kemunduran yang dialami lansia memengaruhi aspek-aspek kehidupannya salah satunya adalah tingkat kebahagiaannya. “Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kebahagiaan lansia yang tinggal” pada PSTW “di” Provinsi Bali. “Metode penelitian” menggunakan desain kuantitatif “deskriptif”, dengan “pendekatan cross-sectional”. Populasi “penelitian ini” “adalah lansia” yang tinggal “di PSTW Wana Seraya dan” PSTW “Jara Mara Pati” menggunakan teknik pengambilan “sampel” purposive sampling sejumlah 40 lansia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Oxford Happiness Questionnaire. Sebagian besar lansia “merupakan lansia madya dengan rentang” usia “70-79 tahun” sebanyak 42,5%. “Lansia” paling banyak berjenis kelamin perempuan (62,5%). Sebagian besar lansia tidak bersekolah (45%), tidak memiliki penghasilan (65%), masih memiliki keluarga (52,5%), mayoritas beragama Hindu (75%), sehat (62,5%), serta merupakan janda/duda (67,5%). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas lansia tidak bahagia (52,5%) dan paling banyak berada di PSTW Jara Mara Pati (40%). Peran perawat yang dapat dilakukan terhadap penemuan penelitian ini adalah pemberian advokasi hasil untuk dapat meningkatkan tingkat kebahagiaan lansia secara keseluruhan di PSTW. Adapun juga rekomendasi peneliti untuk peneliti selanjutnya adalah mencari tahu tingkat kebahagiaan lansia berdasarkan spesifikasi penyakit yang diderita lansia.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MASALAH KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI SMP NEGERI 9 DENPASAR Ni Kadek Ayu Putriyani; Ni Komang Ari Sawitri; Komang Menik Sri Krisnawati; Putu Ayu Sani Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p02

Abstract

Pola asuh merujuk pada cara orang tua terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka, dengan tujuan mempromosikan kesejahteraan emosional dan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan masalah kesehatan mental emosional remaja di SMP Negeri 9 Denpasar. Jenis penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner pola asuh orang tua yang disusun oleh Najibah tahun 2017 dan kuesioner masalah kesehatan mental emosional (Strength and Difficulties Questionnaire). Penentuan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode proportionate stratified random sampling dari siswa dan siswi kelas VII, VIII dan IX (A sampai I) di SMP Negeri 9 Denpasar sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yaitu berjumlah 91 orang. Hasil uji spearman rank didapatkan nilai p=0,040 yang berarti (p-value < 0,05) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan masalah kesehatan mental emosional remaja di SMP Negeri 9 Denpasar. Hasil ini menguatkan hipotesis bahwa pengasuhan orang tua memiliki dampak pada kesehatan mental remaja. Dalam konteks ini, penting bagi anak-anak untuk dapat mencari dukungan dan membangun komunikasi yang efektif dengan orang tua mereka untuk meningkatkan serta menjaga kesejahteraan emosional remaja dengan cara yang lebih positif.