Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Therapeutic Communication in Schizophrenic Patients: A Systematic Literature Review Nompo, Rifki Sakinah
Scientia Psychiatrica Vol. 4 No. 3 (2023): Scientia Psychiatrica
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/scipsy.v4i3.158

Abstract

Introduction: Schizophrenia is a complex mental disorder that affects an individual's thoughts, perceptions, and behaviors. Therapeutic communication in schizophrenic patients refers to the communication approach used by health professionals or therapists to interact with schizophrenic patients with the aim of assisting them in recovery and improving their quality of life. This study aimed to explore forms of therapeutic communication that could be used to improve improvements in schizophrenia patients. Methods: The literature search process was carried out on various databases (PubMed, Web of Sciences, EMBASE, Cochrane Libraries, and Google Scholar) regarding therapeutic communication and schizophrenia. The search was performed using the terms "therapeutic communication" OR "psychoeducation" OR "psychotherapy" AND "schizophrenia”. Results: Among all studies included in the review, there were three qualitative studies and one observational study. In addition, the study did not provide information on whether there were deviations from the intervention data, bias in measuring outcomes, and bias in the selection of reported outcomes. Conclusion: Therapeutic communication can be adapted to the individual needs of schizophrenic patients. To build a strong therapeutic alliance, open conversation, trust, and respect play a fundamental role, with the ultimate goal of building a partnership to optimize patient outcomes.
Sosialisasi Pada Perawat tentang Restrain Pasien Perilaku Kekerasan di Klinik Jiwa Nur Illahi Hadiansyah, Tantan; Rusnaedi, Uce; Edyana, Asep; Anna. AS, A Nur; Nompo, Rifki Sakinah; Farkhah, Laeli; Hermiati, Dilfera; Pragholapati, Andria
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16187

Abstract

ABSTRAK Perilaku kekerasan pada pasien dengan gangguan jiwa adalah tantangan serius bagi perawat di klinik jiwa. Penggunaan restrain adalah salah satu metode yang digunakan untuk menangani perilaku kekerasan, namun banyak perawat belum menerima pelatihan yang memadai mengenai prosedur ini, yang berdampak pada rasa percaya diri dan kesiapan mereka dalam menghadapi situasi tersebut. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan perawat terhadap restrain pada pasien dengan perilaku kekerasan. Promosi Kesehatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Sebelum sosialisasi, tingkat pengetahuan perawat mengenai penggunaan restrain relatif rendah, dengan skor pengetahuan rata-rata 4,29 dari 10 soal pilihan ganda. Setelah sosialisasi, skor pengetahuan meningkat signifikan dengan rata-rata skor 8,29. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan kesiapan perawat setelah sosialisasi dilakukan. Kegiatan sosialisasi mengenai penggunaan restrain sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan perawat dalam menangani pasien dengan perilaku kekerasan. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya pelatihan berkelanjutan untuk memastikan penerapan restrain yang aman dan efektif. Kata Kunci: Pengetahuan Perawat, Restrain, Perilaku Kekerasan  ABSTRACT Violent behavior in psychiatric patients poses a significant challenge for nurses in mental health clinics. Restraint is one method used to manage violent behavior, but many nurses have not received adequate training in this procedure, impacting their confidence and preparedness in handling such situations. This socialization aims to enhance nurses' knowledge, understanding, and skills in restraining patients with violent behavior. Health promotion was carried out through several stages. Before the socialization, the nurses' knowledge of restraint use was relatively low, with an average knowledge score of 4.29 out of 10 multiple-choice questions. After the socialization, the knowledge scores significantly increased, with an average score of 8.29. This indicates a significant improvement in the knowledge and preparedness of the nurses after the socialization was conducted. Socialization activities regarding the use of restraint are crucial for enhancing nurses' knowledge in handling patients with violent behavior. This study's results emphasize the need for ongoing training to ensure the safe and effective application of restraints. Keywords: Nurses Knowledge, Restraint, Violent Behavior
The Effectiveness of Adaptive Coping Strategies for Work Stress: A Meta-Analysis Yoneta Wamea; Nompo, Rifki Sakinah
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 4 No. 3 (2024): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v4i3.591

Abstract

Work stress is a significant global health problem, negatively impacting employee physical and mental health as well as company productivity. Adaptive coping strategies can be an important intervention in reducing the negative effects of work stress. This research aims to evaluate the effectiveness of adaptive coping strategies in reducing work stress and improving employee well-being through meta-analysis. A systematic literature search was conducted on electronic databases (PubMed, PsycINFO, Scopus, Web of Science) to identify randomized controlled studies (RCTs) published between 2018 and 2024. Studies that met the inclusion criteria (working adult participants, adaptive coping strategy interventions, outcomes work stress and/or well-being) data were extracted and analyzed using a random effects model. Twenty-five RCTs involving 4,852 participants met the inclusion criteria. Meta-analysis showed that adaptive coping strategies significantly reduce work stress (pooled effect size = -0.45, 95% CI [-0.58, -0.32], p < 0.001) and improve well-being (pooled effect size = 0.38, 95% CI [0.25, 0.51], p < 0.001) compared with the control group. Subgroup analyzes revealed that adaptive coping strategies focused on problem-solving, social support, and relaxation had the greatest effectiveness. Adaptive coping strategies are effective in reducing work stress and improving employee well-being. These findings support the implementation of adaptive coping strategies as an occupational health intervention to reduce the negative impact of work stress.
Edukasi Gizi Seimbang dalam Upaya Mengurangi Stunting di Polindes Mikore, Kampung Maibo – Distrik Aimas Rifki Sakinah Nompo; Nurhidayah Amir; Arvia Arvia; Sakinah Sarnia Iriani Lihawa
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.661

Abstract

Malnutrisi merupakan istilah yang mengacu pada gangguan ketidakseimbangan nutrisi baik itu kekurangan atau kelebihan nutrisi salah satunya ialah stunting (pendek). Stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik, namun juga berdampak negatif pada perkembangan kognitif, kemampuan belajar, dan kesehatan jangka panjang. Pemberian edukasi sebagai proses pembelajaran dapat disampaikan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan tujuan agar mereka dapat mengubah perilaku yang tidak sehat ke perilaku yang lebih sehat. Intervensi edukasi tentang gizi seimbang merupakan upaya untuk mencegah stunting melalui pemberian informasi nutrisi yang adekuat. Pendekatan ini menekankan pada pemenuhan gizi ibu selama masa kehamilan, pemenuhan ASI eksklusif, dan makanan pendamping ASI. Kampung Maibo menjadi lokus area dalam upaya menurunan angka kejadian stunting karena setidaknya ditemukan 23 anak yang mengalami stunting. Berbagai upaya dari pemerintah dan tenaga kesehatan dalam proses menurunkan angka stunting ini. Metode edukasi ini menggunakan pre-post test dimana akan melihat tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dalam upaya mengurangi stunting. Terdapat 30 ibu yang hadir dalam kegiatan edukasi yang diberikan. Dari hasil evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan sebelum intervensi edukasi mayoritas dalam kategori pengetahuan kurang yaitu sebanyak 14 orang (46,7%) dan setelah intervensi edukasi mayoritas dalam kategori pengetahuan cukup sebanyak 17 orang (56,7%). Kegiatan berlangsung dengan sangat antusias dari ibu-ibu kampung, kebanyakan dari mereka memberikan pertanyaan makanan penggati dari karbohidrat dan protein.
Persepsi Perawat tentang Restrain Pada Pasien Perilaku Kekerasan di Klinik Jiwa Tantan Hadiansyah; Asep Edyana; A. Nur Anna AS; Rifki Sakinah Nompo; Laeli Farkhah; Andria Pragholapati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.16145

Abstract

ABSTRACT Psychiatric emergencies are often accompanied by violent behavior that requires immediate intervention. Nurses in psychiatric clinics frequently encounter patients exhibiting violent behavior, and restraint is one of the methods used. This study aims to understand nurses' perceptions of restraint on patients with violent behavior. The study aims to explore nurses' perceptions regarding the use of restraint on patients with violent behavior in psychiatric clinics and the factors influencing nurses' readiness and confidence in such situations. A qualitative descriptive approach with total sampling was used. Data were collected through in-depth interviews and participant observations of seven nurses at the Psychiatric Clinic. Data analysis was conducted using thematic analysis methods, including transcription, coding, categorization, identification of main themes, and data validation. Most nurses feel less confident in handling patients with violent behavior without restraint training. Longer work experience increases confidence but does not replace the need for formal training. Educational background influences nurses' theoretical knowledge but does not fully guarantee practical readiness in applying restraint. Restraint training is highly necessary to improve nurses' readiness and confidence in handling violent patients. Nurses with higher educational backgrounds still require practical training to ensure safe and effective application. Keywords: Nurse Perception, Restraint, Violent Behavior, Psychiatric Clinic  ABSTRAK  Kedaruratan psikiatri sering disertai perilaku kekerasan yang memerlukan intervensi segera. Perawat di klinik jiwa sering menghadapi pasien yang berperilaku kekerasan, dan restrain adalah salah satu metode yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan memahami persepsi perawat terhadap restrain pada pasien dengan perilaku kekerasan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi perawat mengenai penggunaan restrain pada pasien dengan perilaku kekerasan di klinik jiwa, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan dan kepercayaan diri perawat dalam situasi tersebut. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan total sampling digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan terhadap tujuh perawat di Klinik Jiwa. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik yang mencakup transkripsi, pengodean, kategorisasi, identifikasi tema utama, dan validasi data. Sebagian besar perawat merasa kurang percaya diri dalam menangani pasien dengan perilaku kekerasan tanpa pelatihan restrain. Pengalaman kerja yang lebih lama meningkatkan rasa percaya diri, namun tetap tidak menggantikan kebutuhan akan pelatihan formal. Latar belakang pendidikan mempengaruhi pengetahuan teoritis perawat, tetapi tidak sepenuhnya menjamin kesiapan praktis dalam penerapan restrain. Pelatihan restrain sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri perawat dalam menangani pasien kekerasan. Perawat dengan latar belakang pendidikan tinggi tetap memerlukan pelatihan praktis untuk penerapan yang aman dan efektif. Kata Kunci: Persepsi Perawat, Restrain, Perilaku Kekerasan, Klinik Jiwa
Deconstructing the Stigma: A Meta-Analysis of Peer-Led and Community-Based Psychosocial Support Interventions on Quality of Life and Stigma Reduction Among Tuberculosis Patients Rifki Sakinah Nompo; Wahyuni Maria Prasetyo Hutomo; Adellia Dinanda Setyawardani; Yuliana Baru
Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Vol. 8 No. 6 (2025): Open Access Indonesia Journal of Social Sciences
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijss.v8i6.312

Abstract

Peer-led psychosocial support interventions represent a potentially transformative approach to addressing the dual burden of diminished quality of life and enacted, anticipated, and internalized stigma among tuberculosis (TB) patients. Evidence from rigorous trials remains inconsistent, warranting a systematic synthesis. A systematic review and meta-analysis following PRISMA 2020 guidelines examined randomised controlled trials, quasi-experimental designs, and observational studies evaluating peer-led or community-based interventions in adults with TB. Searches covered PubMed, EMBASE, Global Health, CINAHL, and regional databases through March 2026. Risk of bias was assessed using study-design-specific tools (RoB 2.0 for RCTs, NOS for observational studies, MRAT for reviews). We conducted separate random-effects meta-analyses for two primary outcomes: quality of life and stigma reduction, using Hedges' standardised mean difference (SMD) with DerSimonian-Laird estimation. GRADE certainty assessment was performed. Twelve effect sizes from seven studies (N=1,449 across primary outcomes, with two contributing systematic reviews) were included. Quality of life improved significantly (k=6, SMD=0.3899, 95% confidence interval [0.2911, 0.4886], p<0.001, I²=0.00%, Tau²=0). Stigma reduction also reached statistical significance (k=6, SMD=−0.4175, 95% CI [−0.5208, −0.3142], p<0.001, I²=0.00%, Tau²=0). The overall pooled estimate across both outcomes was non-significant (SMD=−0.0273, 95% CI [−0.2925, 0.2379], p=0.8399), reflecting outcome-specific effects rather than universal benefit. Sensitivity analyses excluding systematic reviews and by study design confirmed directional consistency. Publication bias assessment (Egger's t=−0.26, p=0.80) revealed no evidence of small-study bias. GRADE ratings: moderate certainty for quality of life (due to design heterogeneity), moderate certainty for stigma reduction. In conclusion, peer-led psychosocial support interventions demonstrate efficacy for both quality of life enhancement and stigma reduction in TB patients. The zero heterogeneity finding (I²=0%) warrants cautious interpretation and suggests consistency despite implementation heterogeneity. Clinical integration requires standardised training, fidelity monitoring, and measurement protocols. Future research must employ larger, multi-country pragmatic trials with mechanistic substudies and long-term follow-up.
Deconstructing the Stigma: A Meta-Analysis of Peer-Led and Community-Based Psychosocial Support Interventions on Quality of Life and Stigma Reduction Among Tuberculosis Patients Rifki Sakinah Nompo; Wahyuni Maria Prasetyo Hutomo; Adellia Dinanda Setyawardani; Yuliana Baru
Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Vol. 8 No. 6 (2025): Open Access Indonesia Journal of Social Sciences
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijss.v8i6.312

Abstract

Peer-led psychosocial support interventions represent a potentially transformative approach to addressing the dual burden of diminished quality of life and enacted, anticipated, and internalized stigma among tuberculosis (TB) patients. Evidence from rigorous trials remains inconsistent, warranting a systematic synthesis. A systematic review and meta-analysis following PRISMA 2020 guidelines examined randomised controlled trials, quasi-experimental designs, and observational studies evaluating peer-led or community-based interventions in adults with TB. Searches covered PubMed, EMBASE, Global Health, CINAHL, and regional databases through March 2026. Risk of bias was assessed using study-design-specific tools (RoB 2.0 for RCTs, NOS for observational studies, MRAT for reviews). We conducted separate random-effects meta-analyses for two primary outcomes: quality of life and stigma reduction, using Hedges' standardised mean difference (SMD) with DerSimonian-Laird estimation. GRADE certainty assessment was performed. Twelve effect sizes from seven studies (N=1,449 across primary outcomes, with two contributing systematic reviews) were included. Quality of life improved significantly (k=6, SMD=0.3899, 95% confidence interval [0.2911, 0.4886], p<0.001, I²=0.00%, Tau²=0). Stigma reduction also reached statistical significance (k=6, SMD=−0.4175, 95% CI [−0.5208, −0.3142], p<0.001, I²=0.00%, Tau²=0). The overall pooled estimate across both outcomes was non-significant (SMD=−0.0273, 95% CI [−0.2925, 0.2379], p=0.8399), reflecting outcome-specific effects rather than universal benefit. Sensitivity analyses excluding systematic reviews and by study design confirmed directional consistency. Publication bias assessment (Egger's t=−0.26, p=0.80) revealed no evidence of small-study bias. GRADE ratings: moderate certainty for quality of life (due to design heterogeneity), moderate certainty for stigma reduction. In conclusion, peer-led psychosocial support interventions demonstrate efficacy for both quality of life enhancement and stigma reduction in TB patients. The zero heterogeneity finding (I²=0%) warrants cautious interpretation and suggests consistency despite implementation heterogeneity. Clinical integration requires standardised training, fidelity monitoring, and measurement protocols. Future research must employ larger, multi-country pragmatic trials with mechanistic substudies and long-term follow-up.
Edukasi Kesehatan tentang Teknik Meraba Nadi Sendiri sebagai Upaya Pengenalan Detak Jantung pada Anak Rifki Sakinah Nompo; Marthen Sagrim; Wahyuni Maria Prasetyo Hutomo; Fitriani Fitriani; Rina Hardiyanti
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v6i2.1670

Abstract

Edukasi kesehatan khususnya pada anak merupakan langkah penting dalam menumbuhkan kesadaran terhadap fungsi tubuh sejak dini, termasuk pemahaman tentang detak jantung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak dalam mengenali detak jantung melalui edukasi kesehatan tentang teknik meraba nadi sendiri. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan edukasi kesehatan dengan pendekatan ceramah interaktif, demonstrasi langsung, dan penggunaan media edukasi visual berupa poster. Materi yang disampaikan meliputi pengertian nadi, lokasi perabaan nadi, langkah-langkah meraba nadi dengan benar, serta pengenalan rentang nadi normal pada anak. Evaluasi dilakukan secara lisan melalui sesi tanya jawab dan observasi praktik untuk menilai pemahaman peserta setelah kegiatan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar anak mampu memahami konsep dasar nadi dan detak jantung serta dapat mempraktikkan teknik meraba nadi sendiri dengan benar. Dampak dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran anak terhadap kondisi tubuhnya serta terbentuknya pengetahuan dasar mengenai kesehatan jantung sejak dini. Edukasi meraba nadi sendiri menjadi media edukasi kesehatan yang sederhana, aplikatif, dan berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan anak.
Edukasi Kesehatan tentang Latihan Otot Progresif sebagai Upaya Mengatasi Kecemasan Pada Narapidana Rifki Sakinah Nompo; Merlis Simon; Fatimah; Josepha Mariana Tamaela; Muhammad Amas Hidayah; Kristian Alfian Su
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v6i2.1679

Abstract

Kondisi kehilangan kebebasan dan overkapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memicu tekanan psikologis berat bagi narapidana. Manifestasi klinis yang mendominasi adalah kecemasan yang berdampak pada gangguan tidur (insomnia) hingga ketegangan otot. Latihan Otot Progresif atau Progressive Muscle Relaxation (PMR) menjadi salah satu intervensi non-farmakologi mandiri yang efektif untuk memutus rantai kecemasan tersebut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengedukasi dan melatih narapidana menggunakan teknik PMR sebagai mekanisme koping adaptif untuk mengatasi kecemasan secara mandiri. Pendekatan yang digunakan adalah edukasi kesehatan interaktif melalui media presentasi PowerPoint (PPT), pembagian leaflet, serta metode demonstrasi langsung. Kegiatan ini melibatkan 25 narapidana (4 wanita dan 21 laki-laki) di Lapas. Tingkat penguasaan psikomotorik peserta diukur pada sesi akhir melalui metode redemonstrasi terhadap 7 gerakan inti PMR. Sesi tanya jawab awal mendeteksi bahwa 84% peserta mengeluhkan gejala fisik akibat kecemasan, namun 100% belum mengenal teknik PMR. Evaluasi pasca-intervensi menunjukkan keberhasilan transfer keterampilan yang sangat memuaskan, dengan rata-rata tingkat penguasaan gerakan berada di atas 88%. Peserta menunjukkan atensi visual, pemahaman kognitif, dan kemampuan motorik yang tinggi dalam mempraktikkan variasi gerakan wajah dan tubuh secara tepat. Edukasi kesehatan berbasis PMR terbukti efektif membekali warga binaan dengan keterampilan koping yang mandiri, murah, dan aplikatif untuk meredakan ketegangan fisik serta mengelola kecemasan selama masa pembinaan di Lapas.
Pengaruh Terapi Emotional Freedom Technique Terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Pengguna Gadget Rifki Sakinah Nompo; Haiderullah Sukma Jaya Ali; Fitriani Fitriani; Lusia Wahyuning Tyas
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v6i2.14235

Abstract

Sleep quality is an important aspect of physical, mental, and emotional health. Excessive gadget use may negatively affect university students' sleep quality. This study aimed to determine the effect of Emotional Freedom Technique (EFT) on the sleep quality of student gadget users. A pre-experimental study with a one-group pretest-posttest design was conducted among 30 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and analyzed using the McNemar test. The results showed that all respondents experienced improved sleep quality after receiving EFT, with a significant effect (p = 0.000). EFT may serve as a simple non-pharmacological intervention to improve sleep quality and support students' mental well-being.