Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perbanding Dua Metode Regresi Robust yakni Metode Least Trimmed Squares (LTS) dengan metode Estimator-MM (Estmasi-MM) (Studi Kasus Data Ujian Tulis Masuk Terhadap Hasil IPK Mahasiswa UPGRIS) Ali Shodiqin; Aurora Nur Aini; Maya Rini Rubowo
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 4, No 1 (2018): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.606 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v4i1.2403

Abstract

Regresi linear ganda merupakan salah satu metode statistik yang dugunakan untuk memodelkan dan menyelidiki hubungan antar satu variabel dependen dengan dua atau lebih variabel inedependen. Ordinary Least Squares (OLS) merupakan metode yang sering digunakan untuk mengestimasi   parameter   model   regresi.   Namun   metode   ini   mempunyai kelemahan ketika outlier hadir dalam data. Estimator OLS bukan merupakan prosedur  regresi  yang robust  terhadap  adanya  outlier,  sehingga  estimasinya menjadi tidak sesuai meskipun hanya satu kehadiran outlier. Regresi robust merupakan alat yang penting untuk menganalisis data yang terdeteksi sebagai data outlier. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Pencilan (outlier) mengganggu persamaan regresi linier, mengetahui hasil penaksir  regresi  robust  dengaan metode penaksir LTS (Least Trimmed Squares), mengetahui hasil penaksir  regresi  robust  dengaan metode penaksir MM (MM–Estimator), serta mengetahui perbandingan  antara  dua  penaksir  regresi  robust tersebut dengan melihat nilai  dan residual masing-masing metode. Data yang digunakan dalam penelitian ini dari nilai ujian penerimaan mahasiswa baru dari Prodi Pendidikan Matematika di Universitas PGRI Semarang. Data ini terdiri  merupakan data diskrit yang meliputi 3 (tiga) variabel yaitu nilai Tes (X1), Tes Psikologi (X2)  sebagai variabel independen dan IPK (Y) sebagai variabel dependent. Sebelum dilakukan analisis dengan regresi robust, dilakukan pendeteksian outlier untuk mengindetifikasi adanya oulier atau tidak. Metode pendeteksian oulier dilakukan dengan beberapa, antara lain metode boxplot, Cook’s Distance, dan metode DfFIT (Difference In fit Standardized). Pada metode yang pertama dalam regresi robust Least Trimmed square (LTS) dihasilkan model regresi  dan 0,127. Untuk persamaan regresi rebust dengan metode MM-Estimation diperoleh persamaan, yaitu  dan =0,89304. Regresi robust merupakan metode yang sesuai untuk pendugaan parameter Penduga Least Trimmed Square (LTS) lebih efisien daripada metode MM-estimation. Hal ini didasarkan pada kriteria nilai  dan residualnya, hal ini disebabakan adanya pemangkasan (trimmed) terhadap data yang mempunyai residual besar.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME BERBASIS BERPIKIR ANALISIS PADA MATERI ANALISIS KOMPLEKS Rasiman Rasiman; FX. Didik Purwosetiyono; MAYA RINI RUBOWO
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v4i1/MARET.747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran dengan Pendekatan Konstruktivisme Berbasis Berpikir Analisis Pada Materi Analisis Kompleks Semester VII terhadap prestasi belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasy Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester gasal 2012/2013 Semester VII IKIP PGRI Semarang yang terdiri dari sembilan kelas. Dengan teknik purposive sampling dipilih dua kelas, kelas VIIG sebagai kelas eksperimen dan kelas VIID sebagai kelas kontrol. Variabel penelitian dalam penelitian ini yaitu aktivitas mahamahasiswa (X) sebagai variabel bebas dan prestasi belajar (Y) sebagai variabel terikat. Cara pengambilan data dengan observasi dan tes hasil belajar. Olah data dengan uji banding dan uji pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran?é?á mencapai efektif yang ditandai oleh: a) Rataan aktivitas dan nilai akhir mahasiswa secara individu melebihi KKM=70, dan secara klasikal lebih dari 85% mahasiswa memperoleh nilai 65, diperoleh rataan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa mencapai ketuntasan, b) Pengaruh aktivitas terhadap nilai akhir dengan persamaan ?é?áartinya variable aktivitas (X) memberikan pengaruh positif terhadap nilai akhir (Y) juga dengan R Square 1,000 artinya variable aktivitas (X) memberikan kontribusi terhadap nilai akhir (Y) sebesar 67,4 %, c) Rataan kelas eksperimen sebesar 75,33 dan kelas kontrol sebesar?é?á 72,56, maka kelas eksperimen memiliki rataan nilai akhir lebih baik secara signifikan dari pada rataan kelas kontrol. Kata Kunci : Konstruktivisme, Berpikir Analisis, Analisis Kompleks,?é?á Efektif
Pengembangan E-Book Pembelajaran Kreatif Materi Analisis Kompleks untuk Peserta Didik Semester V FX. Didik Purwosetiyono; M. Saifuddin Zuhri; Theodora Indriati Wardani; Maya Rini Rubowo
Jurnal Kualita Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Kualita Pendidikan
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51651/jkp.v4i2.385

Abstract

The aim of the research was to find out how the development of e-book media for creative learning of complex analysis material for students in the fifth semester of Mathematics Education students at PGRI Semarang University was feasible according to expert judgment, knowing the development of e-books for creative learning of complex analysis material for practical fifth semester students used in learning and knowing effective e-book learning creative learning on complex analysis material in fifth semester students in Mathematics Education students at PGRI University Semarang. Research development using the 4-D Thiagarajan model. The defining and planning stages were carried out so that draft I was obtained. Then at the development stage validation was carried out by two experts/experts using the learning tool validation sheet, so that suggestions were obtained to revise draft I to draft II so that it was feasible and could be used in learning. Furthermore, a limited trial was carried out to obtain input that was used to revise draft II to draft III. The research instrument is a test instrument. From the development of creative learning e-books on complex analysis material it was declared feasible, and from data analysis using the right-sided t test, it was found that learning outcomes using creative e-books on complex analysis material for fifth semester students were better than conventional classes.
Learning Design of Sphere using Realistic Mathematics Education Assisted by Interactive Video Farida Nursyahidah; Irkham Ulil Albab; Maya Rini Rubowo
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jpm.17.3.20040.297-312

Abstract

Numerous studies, particularly in sphere material, have highlighted students' challenges in grasping the notion of geometry. Typically, the teacher only teaches the subject using the formula, omitting the notion altogether. Moreover, this study intends to create a hypothetical learning trajectory for the sphere material by incorporating the Syawalan tradition from Pekalongan into the learning process through the Indonesian Realistic Mathematics Education approach, or PMRI. The methodology employed is design research, divided into three stages: preliminary design, design experiment, and retrospective analysis. As a result, this study focuses exclusively on the outcomes of the design experiment process, namely the pilot experiment. Video recordings,  photographs, observations, deep interviews, documentation, field memos, and student activity sheets were all used to collect and analyze data to improve HLT. The outcome of this study is a hypothetical learning trajectory for sphere material in the context of the Syawalan tradition. The student learning sequence comprises four series, which include observing an interactive video of the syawalan tradition context to characterize sphere elements, utilizing orange fruit to find the sphere's surface area, discovering the sphere's volume through the cylinder and magic seeds, and resolving sphere-related contextual problems. Additionally, the activities devised in this study can potentially develop students' interest and conception of sphere material in the ninth grade.
Efektifitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Komik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Sukowati, Dyah Intan; Supandi, Supandi; Rubowo, Maya Rini
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 5 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v4i5.11399

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan komik untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Sepuluh Nopember 2 Semarang. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Sepuluh Nopember 2 Semarang Tahun Pelajaran 2021/2022 sebanyak 4 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling diperoleh kelas VIII C, VIII A, dan VIII B SMP Sepuluh Nopember 2 Semarang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantifatif. Hasil penelitian ini adalah: 1) Terdapat perbedaan efektifitas model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan komik, model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video pembelajaran, dan model pembelajaran konvensional untuk meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Efektifitas model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan komik lebih baik dibanding dengan model pembelajaran konvensional. 3) Efektifitas model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video pembelajaran lebih baik dibanding dengan model pembelajaran konvensional. 4) ) Efektifitas model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan komik lebih baik dibanding dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video pembelajaran. 5) Terdapat pengaruh sikap dan keterampilan siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan komik dan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video pembelajaran. 6) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan komik dapat mencapai ketuntasan individu dan klasikal, sedangkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video pembelajaran belum dapat mencapai ketuntasan individu dan klasikal.
Profil Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika pada Materi SPLTV Ditinjau dari Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif Sari, Icha; Zuhri, M. Saifuddin; Rubowo, Maya Rini
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 5 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i5.6548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah matematika pada materi SPLTV ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Juwana. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 5. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil tes gaya kognitif yaitu 1 siswa dengan gaya kognitif reflektif dan 1 siswa dengan gaya kognitif impulsif. Selain dari hasil tes gaya kognitif, subjek dipilih berdasarkan saran dari guru pengampu matematika dan siswa telah memperoleh materi-materi SPLTV. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes MFFT (Matching Familiar Figure Test), tes pemecahan masalah untuk memunculkan berpikir kreatif, dan pedoman wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, artinya membandingkan hasil informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Hasil tes dan wawancara yang dihasilkan antara lain 1) siswa dengan gaya kognitif reflektif memenuhi 3 indikator kemampuan berpikir kreatif yaitu kefasihan (fluency) yang ditandai dengan kemampuan memahami masalah dan dapat membuat rencana penyelesaian masalah, fleksibilitas (flexibility) ditandai dengan kemampuan melaksanakan penyelesaian, dan kebaruan (novelty) ditandai dengan kemampuan menguji kembali jawaban yang diperoleh, 2) siswa dengan gaya kognitif impulsif hanya memenuhi 2 indikator kemampuan berpikir kreatif yaitu kefasihan (fluency) yang ditandai dengan kemampuan memahami masalah dan dapat membuat rencana penyelesaian masalah, dan indikator fleksibilitas (flexibility) ditandai dengan kemampuan melaksanakan penyelesaian.
Profil Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Menyelesaikan Soal HOTS Ditinjau dari Kemampuan Koneksi Matematis Sedang Septiani, Pipit Eka; Sugiyanti, Sugiyanti; Rubowo, Maya Rini
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 5 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v3i5.7744

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan faktor penting bagi peserta didik Indonesia saat ini. Kemampuan berpikir kreatif ini dibutuhkan pada pendidikan abad 21 yang menuntut peserta didik untuk berkarya sehingga dapat menentukan kemajuan Indonesia. Pendidikan abad 21 diterapkan dengan menerapkan kurikulum 2013 berbasis HOTS, namun peserta didik maish kesulitan dalam mengikutinya. Hal ini disebabkan rendahnya kemampuan berpikir tinggi peserta didik Indonesia yang ditunjukkan dalam PISA serta kurangnya kemampuan koneksi matematis siswa yaitu sebagai kemampuan pemahaman konsep matematika. kurangnya kemampuan koneksi matematika akan memperngaruhi kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data tes tertulis dan wawancara, serta menggunakan 4 tahap analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan, kemudian dilanjutkan dengan teknik keabsahan data yaitu dengan triangulasi sumber. Dalam artikel ini ditunjukkan kemampuan berpikir kreatif dalam kemampuan koneksi matematis sedang. Subjek dengan kemampuan koneksi sedang ini memenuhi indikator berpikir kreatif kelancaran dan fleksibilitas yang ditunjukkan oleh hasil tes tertulis subjek dan wawancara mendalam subjek.
Developing engaging STEAM-geometry activities: Fostering mathematical creativity through the engineering design process using Indonesian cuisine context Pramasdyahsari, Agnita Siska; Rubowo, Maya Rini; Nindita, Velma; Astutik, Iin Dwi; Pant, Binod Prasad; Dahal, Niroj; Luitel, Bal Chandra
Jurnal Infinity Vol 14 No 1 (2025): VOLUME 14, NUMBER 1, INFINITY
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v14i1.p213-234

Abstract

Enhancing mathematical creativity requires more learning activities that foster creative thinking. However, teachers need more resources and activities to nurture students' creativity in mathematics effectively. Therefore, this study aimed to design STEAM-based geometry activities using the Engineering Design Process (EDP) to explore how such projects can enhance students' mathematical creativity. In this study, creativity focuses on how students use geometric principles to design Wingko Babat as an Indonesian cuisine, making culturally meaningful connections and solving design challenges. The study involved research and development using the analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE) model, continuing with a descriptive qualitative approach. The activities designed for the STEAM-Geometry projects allow students to think creatively and elaborate on the engineering design process. Through expert reviews that involved multiple educators, the design activities on the STEAM-Geometry project are reliable and valid. The findings show that the EDP on Geometry project enables students to think creatively. The findings imply that teaching geometry can develop the students' mathematical creativity through the engineering design process in STEAM activities. Furthermore, it indicates that the design activities encompass more than just understanding geometry; they also nurture creativity by applying STEAM principles in the engineering design process. Integrating STEAM principles within culturally meaningful, geometry-based tasks enhances students' critical thinking, creativity, collaboration, and real-world problem-solving skills, preparing them to tackle complex challenges beyond the scope of mathematics.
Designing Learning Trajectory of Curved 3D Shapes using RME with The Context of Sesaji Rewanda Semarang Tuni'mah, Lattifah; Nursyahidah, Farida; Albab, Irkham Ulil; Rubowo, Maya Rini
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 8 No 3 (2024): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v8i3.3097

Abstract

Curved 3D shapes are one of the essential materials in geometry, but students have difficulty learning the material. Thus, this study aimed to describe a learning trajectory to aid students in comprehending curved 3D shapes in the context of the Sesaji Rewanda tradition. The method used is design research with the RME learning approach as developed by McKenney and Akker. The subject in this research is the 9th grade of SMP Negeri 6 Semarang. The resulting learning trajectory comprised 5 sets of activities, namely: (1) identifying the types and characteristics of curved 3D shapes, (2) determining the beginning of the formulas for cylinder surface area and volume, (3) determining the beginning of the formulas for cone surface area and volume, (4) determining the beginning of the formulas for sphere surface area and volume, and (5) resolve contextual problems associated to curved shapes. The 5 activities produced in this study are hopefully to encourage students to learn and become an inspiration for teachers in implementing learning.
Development Hypothetical Learning Trajectory on Statistics Material in Grade VIII Using Realistic Mathematics Education at the Preliminary Stage with Pranata Mangsa Context Nursyahidah, Farida; Albab, Irkham Ulil; Rubowo, Maya Rini; Tuni’mah, Lattifah; Febriansyah, Muhammad Aldo; Hardiyanto, Dwi; Atmaja, Satriya Adika Arif
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus) Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.29180

Abstract

Statistics is a staple in the curriculum because it is considered necessary in everyday life. However, students often find statistics challenging. Students' difficulties in learning statistics are caused by several factors, including a lack of understanding of mathematical concepts and principles in solving problems. This study aimed to design and develop a Hypothetical Learning Trajectory (HLT) for grade VIII statistics using the Realistic Mathematics Education (RME) approach, with Pranata Mangsa as the learning context. The method used in this research was validation-type design research. This research produced an HLT of statistics material using pranata mangsa context consisting of 3 activities to help students understand and master the material. The activities of the HLT are 1) collecting, presenting, and analyzing data, 2) measuring centralized data, and 3) measuring data distribution. The results showed an HLT for teaching statistics using RME that can effectively support students of all ability levels. This HLT allows students to rediscover statistics concepts through horizontal and vertical mathematical processes. Finally, the HLT facilitates students to create their models from informal to formal and increases the interaction between students and teachers. Statistika menjadi materi pokok dalam kurikulum karena dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataannya statistika merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa. Kesulitan siswa dalam belajar statistika disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya pemahaman konsep dan prinsip-prinsip matematika dalam menyelesaikan soal. Tujuan penelitian untuk mendesain dan mengembangkan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada materi statistika kelas VIII menggunakan konteks Pranata Mangsa yang menjadi starting point dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah design research tipe validasi. Penelitian ini menghasilkan HLT materi statistika menggunakan konteks pranata mangsa yang terdiri dari 3 iceberg untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai materi. Adapun iceberg dari HLT tersebut adalah 1) mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisi data; 2) ukuran pemusatan data; dan 3) ukuran penyebaran data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa HLT mampu membantu siswa menemukan kembali konsep statistika melalui proses matematika horizontal dan vertikal. HLT memfasilitasi siswa untuk membuat model mereka sendiri dari informal ke formal dan meningkatkan interaksi antara siswa dan guru.