Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemberdayaan KWT Mekar Sari Kelurahan Kefa Selatan melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Biochar untuk Budidaya Tanaman Hortikultura Deseriana Bria; Natalia Desy Djata Ndua; Hyldegardis Naisali; Jefrianus Nino; Wilda Lumban Tobing; Faustinus Kadha; Bernardinus Kolo
Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PKM Manajemen Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/pkmb.v6i1.1691

Abstract

The issue of declining soil fertility and limited access to sustainable agricultural inputs is a major challenge for smallholder farmers in Kefa Selatan, Timor Tengah Utara Regency, East Nusa Tenggara Province. In response, a community service program was initiated under the title Empowerment of KWT Mekar Sari in Kefa Selatan Subdistrict through Biochar Compost Training for Horticultural Cultivation. The objective of this activity was to enhance the capacity of local farmers, particularly members of the Mekar Sari Women Farmers Group (KWT), in producing and utilizing biochar compost to improve soil quality and increase horticultural crop productivity. The activity was carried out from July to September 2024 in Kefa Selatan and involved 15 local farmers as participants, facilitated by a team of 7 lecturers and students from the University of Timor. The methods employed included educational sessions on the benefits of compost, hands-on training in biochar compost production, and demonstration of its application in horticultural crop cultivation. As a result, participants gained practical knowledge and skills in sustainable composting techniques and showed increased awareness of organic farming benefits. The training also stimulated greater community engagement and environmental awareness. This program is expected to serve as a model for similar initiatives in other rural communities.
Pelatihan Pupuk Kompos Biochar Untuk Mewujudkan Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Femnasi Taena, Werenfridus; Nino, Jefrianus; Binsasi, Yeremias; Delviana Klau, Anggelina; Djata Ndua, Natalia Desy; Taena, Emanuael Tati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7309

Abstract

Pertanian ekstensif dan penggunaan pupuk organik berdampak negatif terhadap lingkungan termasuk menyebabkan peningkatan terhadap efek gas rumah kaca, sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan praktek pertanian ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani tentang pembuatan dan aplikasi penggunaan kompos-biochar guna meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan pertanian ramah lingkungan di Desa Femnasi. Kegiatan pengabdian melibatkan aparat desa, anggota kelompok tani, perwakilan masyarakat umum, dan aparatur desa. Hasilnya partisipasi masyarakat tergolong tinggi dalam kegiatan sosialisasi dan praktek pembuatan kompos-biochar; sehingga peserta pelatihan memperoleh peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tentang pembuatan kompos-biochar dan aplikasi pada usaha pertanian yang akan berdampak pada terwujudnya pertanian ramah lingkungan. Dibutuhkan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ini, dengan mengaplikasikannya pada kebun percontohan milik desa ataupun masyarakat agar mempercepat terwujudnya pertanian ramah lingkungan
PENERAPAN MEDIA TANAM LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM DAN KOMPOS BIOCHAR TERHADAP TANAMAN PAKCOY Bria, Deseriana; Naisali, Hyldegardis; Tobing, Wilda Lumban; Ndua, Natalia Desy Djata; Mali, Dementrius Dedi
AGRICA Vol. 18 No. 2 (2025): December
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v18i2.5621

Abstract

Pakcoy cultivation in horticultura, organic material in the form of waste such as white oyster mushroom baglog waste. Baglog waste compost contains 2.03% N, 0.61% P and 1.78% K, this nutrient content is able to meet the nutrient needs of plants. Another organic material that can be used as a planting medium is biochar compost. Biochar compost can increase plant growth and yield. The aim of this research was to determine the comparative effect of white oyster mushroom baglog waste and biochar compost as a planting medium on the growth and yield of pak choy plants. The research used a randomized factorial design. White oyster mushroom baglog waste is the factor I have of three levels: baglog waste 0.625 kg/polybag (L1), baglog waste 1.25 kg/polybag (L2), baglog waste 1.875 kg/polybag (L3). Biochar compost is the second factor have of three levels: 0.625 kg biochar compost/polybag (B1), 1.25 kg biochar compost/polybag (B2), 1.875 kg biochar compost/polybag (B3). Each treatment was repeated 3 times so that there were 27 experimental units. The results of the was an interaction between white oyster mushroom baglog waste and biochar compost on the parameters of plant height 14-35 DAP, number of leaves 14-35 DAP, root dry weight, shoot dry weight with the best treatment of baglog waste 0.625 kg/polybag and biochar compost 0.625 kg/polybag. Providing white oyster mushroom baglog waste fertilizer had a significant effect on all observation parameters with the best treatment being baglog waste 0.625 kg/polybag.
Peran Kelompok Tani Usapi Mnasi dalam Pembibitan Tanaman Kehutanan untuk Rehabilitasi Hutan dan Lahan Yeremias Binsasi; Natalia Desy Djata Ndua; Emanuel Maria Yosef Hanoe; Redemptus De Ferento Nino
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7536

Abstract

Kawasan Hutan Lindung Bifemnasi Sonmahole di Desa Banain C, Kabupaten Timor Tengah Utara, menghadapi tekanan serius akibat alih fungsi lahan, praktik tebas bakar, dan kekeringan berkepanjangan. Kondisi tersebut menyebabkan degradasi lingkungan, krisis air bersih, serta peningkatan risiko erosi dan longsor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran Kelompok Tani Usapi Mnasi dalam pembibitan tanaman kehutanan guna mendukung rehabilitasi hutan dan lahan berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi melalui focus group discussion, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta meningkat dari rata-rata 55% menjadi 85% (peningkatan 30%). Selain itu, sekitar 80% peserta telah mampu menerapkan teknik pembibitan tanaman kehutanan secara mandiri, dan 75% peserta mampu memproduksi pupuk kompos berbasis biochar. T emuan ini menegaskan efektivitas intervensi peningkatan kapasitas berbasis komunitas sebagai pendekatan yang dapat direplikasi dalam meningkatkan partisipasi lokal serta mendorong rehabilitasi hutan dan lahan yang berkelanjutan.
Pengaruh Kedalaman Serta Tempat Aplikasi Kompos Biochar Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Pada Lahan Kering Entisol Maria Angela Mediatri Elu; Eduardus Yosef Neonbeni; Deseriana Bria; Natalia Desy Djata Ndua
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 10 No 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v10i1.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh kedalaman dan tempat aplikasi kompos biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) di lahan kering entisol. Percobaan ini menggunakan desain faktorial dengan dua faktor, yaitu kedalaman (5 cm, 15 cm, dan 25 cm) serta tempat aplikasi (olah lubang dan olah alur). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total, bobot segar tajuk, bobot segar akar, panjang akar, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Hasil analisiss varians menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara kedalaman dan tempat aplikasi pada seluruh parameter yang diamati. Namun, perlakuan tunggal memberikan pengaruh signifikan pada beberapa parameter. Kedalaman 5 cm dan 25 cm memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah daun (21 HST) serta bobot segar akar. Pada perlakuan tempat aplikasi, pengolahan olah lubang secara konsisten menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pengolahan olah alur, terutama pada tinggi tanaman (14-28 HST), jumlah daun, bobot segar total tanaman, bobot segar tajuk, bobot segar akar, panjang akar, dan bobot kering tajuk. Hal ini disebabkan olah konsentrasi kompos biochar pada pengolahan olah lubang lebih dekat dengan zona perakaran sehingga ketersediaan hara lebih optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya penentuan kedalaman dan metode aplikasi biochar untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi pada tanah marginal. Aplikasi biochar pada kedalaman 5 cm atau 25 cm serta pengolahan olah lubang dapat menjadi strategi efektif untuk memperbaiki sifat tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, dan meningkatkan produktivitas tanaman pakcoy di lahan kering entisol.
STUDY OF THE PHYSICAL-CHEMICAL PROPERTIES OF DRY LAND IN CHILI (Capsicum annum) GARDENS IN THE TARUNA JABALFARM FARMERS GROUP, NORTH CENTRAL TIMOR REGENCY Maria Angelina Tuas; Natalia Desy Djata Ndua; Deseriana Bria; Bernadinus Bria Naifio
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v10i2.8017

Abstract

Red chili (Capsicum annuum L.) is one of the most important vegetable commodities in the food industry and has many benefits. As a member of the Solanaceae family, red chili has high economic value and attractive market prospects. In addition to being consumed fresh as a mixture of cooking spices, chili fruit can also be preserved in various forms, such as pickles, sauces, chili flour, and dried fruit. This study aims to analyze the physical-chemical properties of soil in dry land used for chili cultivation (Capsicum annum L.) by the Taruna Jabalfarm Farmer Group in North Central Timor Regency. The parameters analyzed include soil texture, water content, organic matter, soil pH, and nutrient content such as nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K). The results of the analysis showed that the soil has a sandy clay texture with a dominant sand content of 76.16%. The water content reaches 20.45%, organic matter is classified as low at 1.19%, slightly alkaline pH at 7.65%, and phosphorus content is very high at 62.26%, and potassium is quite good at 0.76%. Based on the results of this analysis, the soil requires additional processing in the form of organic matter and proper fertilization to support optimal growth of chili plants.
Upaya Diversifikasi pangan Sumber Protein pada Kelomppok Wanita Tani Oematfanu, Desa tapenpah Melalui Pelatihan Pembuatan tempe Kedelai Hyldegardis Naisali; Deseriana Bria; Natalia Desy Djata Ndua; Yeremias Binsasi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1014

Abstract

Selama ini hampir semua KWT hanya melakukan kegiatan budidaya tanaman hortikultura maupun tanaman pangan namun belum melakukan kegiatan pengolahan produk. Hal ini yang menyebabkan jumlah stunting di Desa Tapenpah 21 orang. Untuk mengatasi hal demikian perlu adanya pangan sumber protein. Tempe merupakan sumber protein nabati yang cukup penting bagi masyarakat Indonesia yang difermentasi. Keunggulan tempe diantaranya daya cerna protein, karbohidrat dan lemaknya lebih baik; beberapa kandungan vitamin lebih tinggi, ketersediaan (bioavailabilitas) mineral menjadi lebih baik. Pelatihan pembuatan tempe dengan tujuan untuk menurunkan angka stunting. Selain itu, diharapkan menjadi nilai tambah bagi masyarakat Desa Tapenpah yaitu membuat tempe sendiri untuk dikonsumsi dan juga dapat dijual. Hal ini akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Melalui KWT diharapkan wanita-wanita yang umumnya adalah ibu rumah tangga bukan saja dapat produktif dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya tetapi juga produktif dan mandiri dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.  Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi dan pelatihan pembuatan tempe kepada KWT sebagai penyedia makanan dalam rumah tangga. Sehingga dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk (Stunting) akan menurun dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kacang kedelai  menjadi tempe dapat menurunkan kadar raffinosa dan stakoisa yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (perut kembung).