Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERAN SAREKAT ISLAM DALAM PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA Arini Nurlaili izzati; Ihlasul Amal; Mohammad Romli Hidayatullah; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarekat Islam (SI) merupakan salah satu organisasi yang memiliki peran penting dalam perkembangan pergerakan nasional Indonesia. Didirikan pada awal abad ke-20, Sarekat Islam muncul sebagai respons terhadap penjajahan kolonial Belanda yang semakin menindas rakyat Indonesia. Organisasi ini tidak hanya berfokus pada masalah keagamaan, tetapi juga aktif dalam memperjuangkan hak-hak sosial, politik, dan ekonomi masyarakat pribumi. Dalam perjalanannya, Sarekat Islam turut berperan dalam membangkitkan kesadaran nasional, melawan ketidakadilan kolonial, serta menjadi pelopor dalam mempersatukan berbagai golongan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Melalui berbagai aktivitasnya, seperti pendidikan, pengorganisasian massa, dan pengaruh dalam politik, Sarekat Islam berkontribusi besar dalam membentuk dasar dari pergerakan kemerdekaan Indonesia yang lebih luas. Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan peran strategis Sarekat Islam dalam konteks pergerakan nasional Indonesia, serta dampaknya terhadap proses kemerdekaan yang terjadi pada awal abad ke-20.
NASIONALISME: ARTI DAN PERKEMBANGANNYA Putri Rizqiyatul Fadilah; Muhammad Mutasimbillah; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasionalisme merupakan konsep yang berkaitan dengan identitas, loyalitas, dan kebanggaan terhadap suatu bangsa. Artikel ini membahas arti nasionalisme dari berbagai perspektif serta perkembangan historisnya dari masa ke masa. Meskipun nasionalisme awalnya muncul sebagai gerakan politik yang menekankan kedaulatan dan persatuan nasional, itu telah berkembang seiring dengan dinamika sosial, politik, dan ekonomi di seluruh dunia. Kemajuan nasionalisme juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi, revolusi, kolonialisme, dan globalisasi. Nasionalisme modern mencakup banyak hal selain kedaulatan negara; itu juga mencakup identitas budaya, solidaritas sosial, dan kesulitan mempertahankan kesatuan di tengah perbedaan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kita tentang arti nasionalisme dan bagaimana hal itu memengaruhi masyarakat modern.
WAHDATUL WUJUD: PENGERTIAN, SEJARAH, DAN CABANG ILMUNYA DALAM TASAWUF Aam Amalia; Muhamad Rizki; Maftuh Ajmain; Angga Pusaka Hidayat
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konsep Wahdatul Wujud, sebuah doktrin metafisika yang dikembangkan oleh Ibn Arabi. Wahdatul Wujud, yang berarti "kesatuan wujud," adalah doktrin sentral dalam tasawuf yang menyatakan bahwa hanya ada satu Wujud hakiki, yaitu Allah SWT. Pemikiran Ibn Arabi membuka jalan bagi pemahaman bahwa perbedaan agama dan bentuk keyakinan hanyalah manifestasi dari satu realitas spiritual yang lebih tinggi. Selain itu, artikel ini membahas sejarah perkembangan konsep ini, termasuk tokoh-tokoh kunci yang berperan dalam formulasi dan penyebarannya, spesifikasi cabang ilmu Wahdatul Wujud serta perdebatan yang muncul seputar interpretasinya. Bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Ibn Arabi memahami manifestasi ketuhanan dalam berbagai aspek eksistensi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menelusuri akar sejarah dan perkembangan konsep ini.
TAREKAT: PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA Muhamad Chaerul Rahman; Muhamad Wifqil Hikam; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis mengkaji makna tarekat dan sejarah perkembangannya. Dari berbagai referensi tentang pengertian tarekat itu, diperoleh dua makna dari tarekat itu, yaitu tarekat bermakna jalan yang ditempuh oleh seorang sufi untuk untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan tarekat bermakna semacam organisasi atau perkumpulan yang di dalamnya terdapat syekh, upacara ritual dan zikir-zikir tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Sumber data yang digunakan seutuhnya berasal dari kepustakaan, yakni mengkaji literatur-literatur yang terkait dengan Tarekat, pengertian tarekat dan sejarah perkembangannya.
PENGERTIAN DAN SEJARAH TASAWUF: SEBUAH PERJALANAN SPIRITUAL MENUJU KEDEKATAN DENGAN ALLAH SWT. Via Dwi Efendi; Alya Sabrina; Maftuh Ajmain; Siti Humayroh
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai umat Islam, mempelajari tasawuf sangat penting karena keberadaannya tidak terlepas dari konteks sosial dan sejarah masyarakat. Secara historis, tasawuf pertama kali muncul di istana Bani Umayyah yang pada saat itu dianggap oleh para sahabat telah menyimpang jauh dari ajaran yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Tasawuf sendiri merupakan ilmu yang berisi ajaran-ajaran tentang kehidupan rohani, penyucian jiwa, dan cara-cara membersihkan hati dari penyakit jiwa, godaan hawa nafsu, dan kehidupan duniawi. Selain itu, tasawuf juga mengajarkan tentang bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah dan mencapai fana' dalam keabadian-Nya, yang pada akhirnya akan mengantarkan seseorang pada pengenalan diri yang lebih dalam, yang pada akhirnya akan mengantarkannya mengenal Allah. Penulisan ini menggunakan metode Library Research, yaitu dengan mengumpulkan data dan informasi yang relevan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengajak pembaca memahami ajaran tasawuf dari berbagai sudut pandang, baik dari segi makna, sejarah kemunculannya, maupun implementasi ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Semua mazhab sepakat bahwa tujuan utama tasawuf adalah untuk membersihkan jiwa dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Berbagai pemikiran dan praktik dalam tasawuf sendiri bersumber pada Al-Qur'an dan Hadits yang menjadi dasar utama ajarannya.
URGENSI AKHLAK ISLAMI DI KEHIDUPAN SEHARI-HARI Zacky Sarsa Thofani; Fadlun Fadlun; Jidan Mildan; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhlak Islami adalah perilaku, sikap, dan tata cara hidup yang sesuai dengan ajaran Islam, mencakup aspek batiniah (hati dan niat) serta lahiriah (perilaku). Rasulullah SAW menjadi teladan utama dalam menjalani kehidupan dengan akhlak mulia, seperti jujur, sabar, amanah, rendah hati, dan kasih sayang. Nilai-nilai akhlak beliau relevan tidak hanya pada zaman beliau, tetapi juga dalam kehidupan modern saat ini, sebagai dasar dalam membangun masyarakat yang harmonis dan adil. Di era yang penuh dengan kemajuan teknologi, konsumerisme, dan individualisme, ajaran Rasulullah tentang kesederhanaan, kejujuran, dan hubungan antar sesama menjadi solusi atas permasalahan sosial dan etika. Penerapan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari sangat penting untuk menciptakan peradaban yang damai dan sejahtera, baik di tingkat individu maupun masyarakat global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang berfokus pada literatur terkait akhlak Islami dan akhlak Rasulullah sebagai pedoman hidup.
PPPKI: MEMBANGUN KERJASAMA POLITIK UNTUK INDONESIA MERDEKA Nurholisoh Nurholisoh; Syariati insan Kamil; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengulas peran Persatuan Politik Kebangsaan Indonesia (Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) dalam membangun partisipasi politik menuju otonomi Indonesia. Melalui penyelidikan otentik. Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia merupakan organisasi pergerakan yang didirikan oleh Soekarno dan dr. Soekiman, pada 17 Desember 1927. Artikel ini menggambarkan bagaimana organisasi ini secara efektif memobilisasi kekuatan politik, memperkuat solidaritas antar kelompok, dan memperjuangkan otonomi Indonesia dari pemerintahan kolonial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah yang berbentuk jurnal, artikel, buku dan surat kabar. Inti dari artikel ini adalah pentingnya partisipasi antar kelompok politik yang berbeda dalam mencapai tujuan bersama. Artikel ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam memobilisasi dukungan politik untuk otonomi Indonesia.
PEMUFAKATAN PERHIMPUNAN POLITIK KEBANGSAAN INDONESIA SEBAGAI WADAH PERGERAKAN NASIONAL TAHUN 1927-1935 Tafrikhatul Amalia; Putri Melani; Naila Nurrohmah; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) merupakan wadah persatuan organisasi politik di Indonesia pada masa pergerakan nasional yang dibentuk pada tahun 1927. PPPKI bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi yang memiliki visi perjuangan kemerdekaan, seperti Partai Nasional Indonesia (PNI), Budi Utomo, dan Sarekat Islam, guna memperkuat upaya melawan kolonialisme Belanda. Organisasi ini menjadi sarana koordinasi dalam mengharmonisasikan strategi perjuangan nasional, termasuk dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan ideologi dan tekanan dari pemerintah kolonial, PPPKI berhasil menunjukkan pentingnya kerja sama antarorganisasi dalam pergerakan kebangsaan. Keberadaan PPPKI menjadi tonggak awal pembentukan kesadaran nasional yang lebih terorganisir, yang kemudian mengarah pada upaya-upaya yang lebih konkret menuju kemerdekaan Indonesia.
SEJARAH LAHIRNYA BUDI UTOMO Hani Nazliyatul Mudhiah; Sapna Azzahra; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budi Utomo merupakan organisasi pergerakan nasional pertama di Indonesia yang didirikan pada 20 Mei 1908 oleh Dr. Sutomo bersama mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA). Organisasi ini berfokus pada peningkatan pendidikan, budaya, dan kesejahteraan rakyat pribumi, khususnya kaum terpelajar. Meskipun awalnya bersifat sosial dan budaya, Budi Utomo menjadi pelopor kebangkitan nasional yang mendorong lahirnya berbagai organisasi lain dengan orientasi politik dan perjuangan kemerdekaan. Budi Utomo didirikan sebagai respons terhadap keterbelakangan masyarakat pribumi akibat sistem kolonialisme Belanda yang membatasi akses pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Organisasi ini berupaya membangun kesadaran nasional melalui pendidikan, diskusi intelektual, dan penguatan identitas budaya. Kongres pertama Budi Utomo pada tahun 1908 di Yogyakarta menetapkan bahwa organisasi ini akan berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meskipun tidak secara langsung terlibat dalam politik. Peran Budi Utomo dalam sejarah Indonesia sangat penting karena menjadi awal dari pergerakan nasional yang terorganisir. Organisasi ini membuka jalan bagi munculnya organisasi lain seperti Sarekat Islam dan Indische Partij yang lebih tegas dalam perjuangan politik. Pada akhirnya, semangat yang ditanamkan Budi Utomo turut berkontribusi dalam membangun kesadaran nasional yang berujung pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Oleh karena itu, 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional untuk mengenang peran penting Budi Utomo dalam sejarah perjuangan bangsa.
KAJIAN HISTORIS: SUMBANGSI DAN GERAKAN SOSIAL MUHAMADIYYAH DI INDONESIA ABAD KE 20 TAHUN 1912 Siti Muinah; Syadila Auliyah Al-Muzakiyah; Hamliyah Syariati; Audrey Febriani Isnanto; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhamadiyyah merupakan salah satu organisasi Islam yang dibentuk pada tanggal 18 November 1912 yang bertempat di Yogyakarta, yang didirikan oleh seorang tokoh ulama yaitu KH. Ahmad Dahlan. Organisasi ini didirikan sebagai suatu jawaban atas perjuangan dan bantahan yang dihadapi kaum Muslim pada abad ke 20 dengan tujuan untuk memurnikan ajaran Islam dengan menghilangkan praktik-praktik yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip-prinsip tauhid.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji Bagaimana konteks historis lahirnya Muhammadiyah, dan bagaimana sumbangsih Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan sosial politik di Indonesia. Riset  ini  menggunakan  metode  penelitian  study pustaka sebagai pendekatan utama dalam mengkaji konteks historis dan sumbangsih Muhammadiyah di Indonesia. Metode ini melibatkan pengumpulan dan analisis berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, artikel, serta dokumen resmi yang relevan dengan topik penelitian. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi kajian historis dan sumbangsih gerakan sosial Muhammadiyah terhadap perkembangan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah memberikan sumbangsih di berbagai bidang: dalam pendidikan dengan mendirikan sekolah, universitas, dan pesantren; di bidang sosial melalui layanan kesehatan, panti asuhan, dan tanggap bencana (MDMC); di sektor ekonomi dengan koperasi, UKM, dan keuangan syariah; serta di politik sebagai kekuatan moral yang mengawal kebijakan tanpa terlibat politik praktis.