Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

DINAMIKA NASIONALISME DI INDONESIA: DARI KOLONIALISME KE ERA DIGITAL M. Abdul Bustomi; Rahmaniya Ananda Nisa; Syerli Nurdiani; Dian Auliani; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasionalisme di Indonesia merupakan suatu konsep yang berperan sangat penting dalam pembentukan suatu identias dan persatuan bangsa. Nasionalisme Indonesia telah berkembang dari zaman kolonial hingga zaman modern. Nasionalisme berkembang sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan selama masa kolonial, dan ditandai dengan munculnya organisasi pergerakan dan semangat kemerdekaan. Nasionalisme berfungsi sebagai dasar untuk membangun identitas bangsa yang bersatu setelah Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Namun, nasionalisme menghadapi tantangan baru di era digital dan internet, terutama karena globalisasi, media sosial, dan penyebaran informasi yang tidak terkendali. Artikel ini menyelidiki perkembangan nasionalisme Indonesia melalui lensa sosial dan sejarah. Fokus penelitian adalah perubahan makna nasionalisme sepanjang sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun digitalisasi memungkinkan penyebaran nilai-nilai kebangsaan, masalah seperti disinformasi dan pengaruh budaya asing dapat mengurangi rasa nasionalisme, terutama di kalangan remaja. Oleh karena itu, strategi yang fleksibel diperlukan untuk mempertahankan nasionalisme di tengah kemajuan teknologi.
KONSEP MA'RIFAH DALAM TASAWUF: JALAN MENUJU MAKRIFATULLAH Isabela Isabela; N. Leli Kh; Maftuh Ajmain; Siti Rihadatul Aisy
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konsep Ma'rifah dalam tasawuf sebagai jalan untuk mengenal Sang Pencipta melalui Al-Qur'an dan As-Sunnah. Ma'rifah, yang berasal dari kata "arafa," memiliki makna yang dalam dan berhubungan dengan kesadaran ruhani serta pengalaman spiritual. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengeksplorasi pengertian Ma'rifah secara etimologis dan terminologis, serta untuk memahami peran Ma'rifah dalam meningkatkan hubungan manusia dengan Allah SWT dan kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma'rifah merupakan pengetahuan hakiki tentang Tuhan yang dicapai melalui pengalaman spiritual, bukan sekadar akal atau logika.
PERHIMPUNAN INDONESIA Fauzan Nurhidayat Ismail; Fabi Fauzul Alim; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhimpunan Indonesia (PI) didirikan oleh mahasiswa Indonesia di Belanda pada tahun 1908 dengan nama awal Indische Vereeniging. Ini adalah organisasi pergerakan nasional. Perhimpunan ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran nasional dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui pemikiran politik dan diplomasi. Berbeda dengan kelompok-kelompok sebelumnya, PI menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki kemerdekaan penuh dan menolak kompromi dengan pemerintah kolonial Belanda. Organisasi ini menawarkan tempat bagi kaum muda Indonesia untuk berkumpul dan berbicara tentang hak asasi manusia, demokrasi, dan kebangsaan. Perjuangan kemerdekaan berubah ke arah yang lebih ekstrim ketika namanya diubah menjadi Perhimpunan Indonesia pada tahun 1925. PI berhasil memberi tahu dunia tentang perjuangan Indonesia melalui publikasi seperti Indonesia Merdeka dan partisipasinya dalam forum internasional. Banyak tokoh pergerakan nasional yang berkontribusi pada kemerdekaan Indonesia juga berasal dari Perhimpunan Indonesia.
SEJARAH DAN PERJUANGAN ORGANISASI MUHAMMADIYAH DALAM KEMAJUAN INDONESIA Abdul Rozak Zumhur; Khairul Anwar; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran Muhammadiyah dalam sejarah Indonesia telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kemajuan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Tulisan ini membahas peran signifikan Muhammadiyah dalam mendorong perkembangan Indonesia dari masa ke masa. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis untuk menganalisis peran Muhammadiyah dalam memperjuangkan kemerdekaan. membangun infrastruktur pendidikan, serta mempromosikan nilai-nilai keadilan sosial dan kesejahteraan. Kata kunci seperti "Muhammadiyah", "sejarah", "peran", dan "kemajuan" menjadi fokus utama dalam pembahasan ini.. Temuan menunjukkan bahwa Muhammadiyah bukan hanya sebuah gerakan keagamaan, tetapi juga sebuah kekuatan sosial yang telah berperan dalam mengubah wajah Indonesia. Melalui pendidikan yang inklusif. pemberdayaan masyarakat, dan upaya-upaya keadilan, Muhammadiyah terus berkontribusi dalam memajukan bangsa ini. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana organisasi keagamaan dapat menjadi agen perubahan positif dalam membangun masyarakat yang lebih beradab dan maju.
Humanistic Islamic Leadership: A Thematic Hadith Study on the Prohibition of Tyranny in Political and State Governance Contexts Devita Maharani, Nadia; Maftuh Ajmain; Muhammad Alif; Hikmatul Luthfi
el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu Vol. 6 No. 2 (2025): el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu
Publisher : The Hadith Department, Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought, State Islamic University of Raden Fatah Palembang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/elsunnah.v6i2.30008

Abstract

This study examines the virtue of knowledge (fadl al-‘ilm) in Islam through a comparative analysis of two major Hadith compilations: Jami’ at-Tirmidhi by Imam at-Tirmidhi and Riyadhus Shalihin by Imam an-Nawawi. In Islamic teachings, knowledge occupies a central position in shaping character, building civilization, and serving as a spiritual means of drawing closer to Allah ﷻ. The first revelation commanding humankind to “read” underscores the fundamental importance of knowledge in Islam. Both Hadith collections selected for this research present narrations on the excellence of knowledge with distinct approaches and structures, making them particularly interesting to explore thematically.This study employs a qualitative methodology using a library research approach and thematic (maudhu’i) analysis. The research procedures include identifying Hadiths related to knowledge, classifying them into subthemes, conducting a comparative analysis of their wording, meaning, and context, and drawing conclusions on the similarities and differences in their presentation. The findings are expected to enrich the understanding of the methodological characteristics of both works in addressing the theme of knowledge, as well as to contribute to the development of thematic Hadith studies and Islamic thought in general.
MAKNA SABAR DALAM HADIS: Studi Tematik dengan Pendekatan Grounded Theory Nuriyah; Maftuh Ajmain; Muhammad Alif
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v6i2.707

Abstract

Penelitian ini membahas makna sabar dalam hadis Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan pendekatan tematik yang dikombinasikan dengan metode Grounded Theory yang dikembangkan oleh Strauss dan Glaser. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan menemukan makna sabar secara lebih mendalam sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis Nabi. Dalam prosesnya, pendekatan tematik digunakan untuk mengelompokkan hadis-hadis yang berkaitan dengan sabar ke dalam beberapa tema utama. Setelah tema-tema tersebut terbentuk, metode Grounded Theory diterapkan dengan tahapan analisis berupa coding terbuka, coding aksial, dan coding selektif guna mengkaji keterkaitan antarmakna dan menyusun suatu teori atau model pemahaman tentang sabar berdasarkan data hadis. Penelitian ini menemukan bahwa sabar dalam hadis bukan hanya dimaknai sebagai sikap menahan diri, melainkan juga sebagai kekuatan spiritual dan akhlak aktif yang mencerminkan keteguhan hati, ketekunan dalam berbuat baik, serta kemampuan untuk tetap tenang dan percaya kepada Allah dalam berbagai kondisi kehidupan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sabar adalah nilai yang bersifat dinamis dan memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian serta ketahanan spiritual seorang Muslim. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang utuh dan mendalam mengenai sabar dalam perspektif Islam, khususnya bagi kalangan pelajar dan mahasiswa, agar nilai sabar tidak hanya dimaknai secara pasif, tetapi juga dapat diaplikasikan secara aktif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa metode ilmiah modern seperti Grounded Theory dapat digunakan secara efektif untuk mengkaji dan mengembangkan pemahaman terhadap nilai-nilai ajaran Islam secara sistematis.
PENDEKATAN PENGKAJIAN AGAMA: SOSIOLOGI Haichal Napiz; Disya Amalana Anzalna; Maftuh Ajmain
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 4 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (April 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i4.347

Abstract

This study examines the sociological approach to the study of religion as an effort to understand religion not only as a theological doctrine but also as a dynamic social reality. The sociological perspective emphasizes how religion influences individual and group behavior, and how social conditions shape religious practices and interpretations. This research employs a library research method with a descriptive-analytical approach using relevant academic sources. The findings show that in classical sociology, religion is viewed as a source of social cohesion (Durkheim), a driver of economic change (Weber), and a tool of power legitimation (Marx). Meanwhile, modern sociology sees religion as a transforming phenomenon through secularization, rational choice, and social construction theories. This approach also applies empirical methods, both qualitative and quantitative, to objectively analyze religious phenomena. Thus, the sociological approach provides a comprehensive understanding of religion as both a force of social integration and an agent of change in modern society.
PENDEKATAN PEMIKIRAN AGAMA: BAYANI, IRFANI, DAN BURHANI Yaqdzon Fariduzaman; Kahla Assyifa; Maftuh Ajmain
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 4 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (April 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i4.348

Abstract

This study aims to analyze religious thought approaches in Islam through three main epistemological frameworks: Bayani, Irfani, and Burhani. These approaches represent different ways of understanding truth, namely through revealed texts, spiritual experience, and rational reasoning. The method used in this study is library research with a descriptive-qualitative approach, examining various literature related to Islamic epistemology and philosophy of religion. The results show that the Bayani approach plays a role in preserving the authenticity of religious teachings through textual authority, the Irfani approach provides spiritual depth through inner experience, while the Burhani approach offers a rational dimension capable of addressing modern challenges. The integration of these three approaches is essential to produce a comprehensive, balanced, and contextual understanding of religion. Therefore, this study is expected to contribute to the development of Islamic studies methodology that is more open, critical, and relevant to contemporary developments.
ISLAM MODERASI BERAGAMA: METODOLOGI STUDI ISLAM Eneng Irna Puspa Sari; Ahmad Fadlan; Maftuh Ajmain
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 4 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (April 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i4.351

Abstract

This study aims to provide a comprehensive understanding of a non-extremist religious attitude, covering both right-wing extremism (radical/rigid) and left-wing extremism (liberal/unrestrained), through the concept of religious moderation or wasathiyah in Islam. The diversity of ethnicities, cultures, and religions in Indonesia is a double-edged sword with the potential to trigger horizontal conflicts if religious understanding becomes rigid and exclusive. The phenomenon of polarization due to extremist movements has threatened social cohesion and national integration. Therefore, this study examines the definition of religious moderation as a just and balanced middle path, as well as the implementation of the wasathiyah concept through three main pillars: tawassut (moderation), i'tidal (proportionality), and tasamuh (tolerance). This implementation is applied in three practical domains: moderation in creed (aqidah), worship (ibadah), and morality (akhlaq). By understanding religious moderation, Muslims are expected to embody Islam as rahmatan lil 'alamin (mercy for all creation), maintain harmony, reject violence in the name of religion, and uphold the fundamental principles of creed and sharia within a pluralistic society.
Penguatan Pendekatan Filosofis dalam Metodologi Studi Islam Taufik Ramdhani; Desta Rafi Bagus Pratama; Maftuh Ajmain
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 5 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Mei 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i5.352

Abstract

The philosophical approach in Islamic studies is a methodological framework that emphasizes the role of reason in understanding Islamic teachings logically, critically, and reflectively. This article aims to elaborate on the basic concepts of the philosophical approach, explain its application across various Islamic disciplines, and identify the figures who have contributed to its development. This research employs a qualitative method with a library research approach. The findings indicate that the philosophical approach is capable of connecting revelation and reason proportionally, thereby producing an understanding of Islam that is not only normative but also contextual and relevant to contemporary developments. Furthermore, this approach encourages the emergence of a more open, moderate, and dialogical religious attitude.