Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

SEJARAH LAHIRNYA BUDI UTOMO Hani Nazliyatul Mudhiah; Sapna Azzahra; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budi Utomo merupakan organisasi pergerakan nasional pertama di Indonesia yang didirikan pada 20 Mei 1908 oleh Dr. Sutomo bersama mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA). Organisasi ini berfokus pada peningkatan pendidikan, budaya, dan kesejahteraan rakyat pribumi, khususnya kaum terpelajar. Meskipun awalnya bersifat sosial dan budaya, Budi Utomo menjadi pelopor kebangkitan nasional yang mendorong lahirnya berbagai organisasi lain dengan orientasi politik dan perjuangan kemerdekaan. Budi Utomo didirikan sebagai respons terhadap keterbelakangan masyarakat pribumi akibat sistem kolonialisme Belanda yang membatasi akses pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Organisasi ini berupaya membangun kesadaran nasional melalui pendidikan, diskusi intelektual, dan penguatan identitas budaya. Kongres pertama Budi Utomo pada tahun 1908 di Yogyakarta menetapkan bahwa organisasi ini akan berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meskipun tidak secara langsung terlibat dalam politik. Peran Budi Utomo dalam sejarah Indonesia sangat penting karena menjadi awal dari pergerakan nasional yang terorganisir. Organisasi ini membuka jalan bagi munculnya organisasi lain seperti Sarekat Islam dan Indische Partij yang lebih tegas dalam perjuangan politik. Pada akhirnya, semangat yang ditanamkan Budi Utomo turut berkontribusi dalam membangun kesadaran nasional yang berujung pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Oleh karena itu, 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional untuk mengenang peran penting Budi Utomo dalam sejarah perjuangan bangsa.
KAJIAN HISTORIS: SUMBANGSI DAN GERAKAN SOSIAL MUHAMADIYYAH DI INDONESIA ABAD KE 20 TAHUN 1912 Siti Muinah; Syadila Auliyah Al-Muzakiyah; Hamliyah Syariati; Audrey Febriani Isnanto; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhamadiyyah merupakan salah satu organisasi Islam yang dibentuk pada tanggal 18 November 1912 yang bertempat di Yogyakarta, yang didirikan oleh seorang tokoh ulama yaitu KH. Ahmad Dahlan. Organisasi ini didirikan sebagai suatu jawaban atas perjuangan dan bantahan yang dihadapi kaum Muslim pada abad ke 20 dengan tujuan untuk memurnikan ajaran Islam dengan menghilangkan praktik-praktik yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip-prinsip tauhid.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji Bagaimana konteks historis lahirnya Muhammadiyah, dan bagaimana sumbangsih Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan sosial politik di Indonesia. Riset  ini  menggunakan  metode  penelitian  study pustaka sebagai pendekatan utama dalam mengkaji konteks historis dan sumbangsih Muhammadiyah di Indonesia. Metode ini melibatkan pengumpulan dan analisis berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, artikel, serta dokumen resmi yang relevan dengan topik penelitian. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi kajian historis dan sumbangsih gerakan sosial Muhammadiyah terhadap perkembangan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah memberikan sumbangsih di berbagai bidang: dalam pendidikan dengan mendirikan sekolah, universitas, dan pesantren; di bidang sosial melalui layanan kesehatan, panti asuhan, dan tanggap bencana (MDMC); di sektor ekonomi dengan koperasi, UKM, dan keuangan syariah; serta di politik sebagai kekuatan moral yang mengawal kebijakan tanpa terlibat politik praktis.
DINAMIKA NASIONALISME DI INDONESIA: DARI KOLONIALISME KE ERA DIGITAL M. Abdul Bustomi; Rahmaniya Ananda Nisa; Syerli Nurdiani; Dian Auliani; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasionalisme di Indonesia merupakan suatu konsep yang berperan sangat penting dalam pembentukan suatu identias dan persatuan bangsa. Nasionalisme Indonesia telah berkembang dari zaman kolonial hingga zaman modern. Nasionalisme berkembang sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan selama masa kolonial, dan ditandai dengan munculnya organisasi pergerakan dan semangat kemerdekaan. Nasionalisme berfungsi sebagai dasar untuk membangun identitas bangsa yang bersatu setelah Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Namun, nasionalisme menghadapi tantangan baru di era digital dan internet, terutama karena globalisasi, media sosial, dan penyebaran informasi yang tidak terkendali. Artikel ini menyelidiki perkembangan nasionalisme Indonesia melalui lensa sosial dan sejarah. Fokus penelitian adalah perubahan makna nasionalisme sepanjang sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun digitalisasi memungkinkan penyebaran nilai-nilai kebangsaan, masalah seperti disinformasi dan pengaruh budaya asing dapat mengurangi rasa nasionalisme, terutama di kalangan remaja. Oleh karena itu, strategi yang fleksibel diperlukan untuk mempertahankan nasionalisme di tengah kemajuan teknologi.
KONSEP MA'RIFAH DALAM TASAWUF: JALAN MENUJU MAKRIFATULLAH Isabela Isabela; N. Leli Kh; Maftuh Ajmain; Siti Rihadatul Aisy
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konsep Ma'rifah dalam tasawuf sebagai jalan untuk mengenal Sang Pencipta melalui Al-Qur'an dan As-Sunnah. Ma'rifah, yang berasal dari kata "arafa," memiliki makna yang dalam dan berhubungan dengan kesadaran ruhani serta pengalaman spiritual. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengeksplorasi pengertian Ma'rifah secara etimologis dan terminologis, serta untuk memahami peran Ma'rifah dalam meningkatkan hubungan manusia dengan Allah SWT dan kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma'rifah merupakan pengetahuan hakiki tentang Tuhan yang dicapai melalui pengalaman spiritual, bukan sekadar akal atau logika.
PERHIMPUNAN INDONESIA Fauzan Nurhidayat Ismail; Fabi Fauzul Alim; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhimpunan Indonesia (PI) didirikan oleh mahasiswa Indonesia di Belanda pada tahun 1908 dengan nama awal Indische Vereeniging. Ini adalah organisasi pergerakan nasional. Perhimpunan ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran nasional dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui pemikiran politik dan diplomasi. Berbeda dengan kelompok-kelompok sebelumnya, PI menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki kemerdekaan penuh dan menolak kompromi dengan pemerintah kolonial Belanda. Organisasi ini menawarkan tempat bagi kaum muda Indonesia untuk berkumpul dan berbicara tentang hak asasi manusia, demokrasi, dan kebangsaan. Perjuangan kemerdekaan berubah ke arah yang lebih ekstrim ketika namanya diubah menjadi Perhimpunan Indonesia pada tahun 1925. PI berhasil memberi tahu dunia tentang perjuangan Indonesia melalui publikasi seperti Indonesia Merdeka dan partisipasinya dalam forum internasional. Banyak tokoh pergerakan nasional yang berkontribusi pada kemerdekaan Indonesia juga berasal dari Perhimpunan Indonesia.
SEJARAH DAN PERJUANGAN ORGANISASI MUHAMMADIYAH DALAM KEMAJUAN INDONESIA Abdul Rozak Zumhur; Khairul Anwar; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran Muhammadiyah dalam sejarah Indonesia telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kemajuan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Tulisan ini membahas peran signifikan Muhammadiyah dalam mendorong perkembangan Indonesia dari masa ke masa. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis untuk menganalisis peran Muhammadiyah dalam memperjuangkan kemerdekaan. membangun infrastruktur pendidikan, serta mempromosikan nilai-nilai keadilan sosial dan kesejahteraan. Kata kunci seperti "Muhammadiyah", "sejarah", "peran", dan "kemajuan" menjadi fokus utama dalam pembahasan ini.. Temuan menunjukkan bahwa Muhammadiyah bukan hanya sebuah gerakan keagamaan, tetapi juga sebuah kekuatan sosial yang telah berperan dalam mengubah wajah Indonesia. Melalui pendidikan yang inklusif. pemberdayaan masyarakat, dan upaya-upaya keadilan, Muhammadiyah terus berkontribusi dalam memajukan bangsa ini. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana organisasi keagamaan dapat menjadi agen perubahan positif dalam membangun masyarakat yang lebih beradab dan maju.
Humanistic Islamic Leadership: A Thematic Hadith Study on the Prohibition of Tyranny in Political and State Governance Contexts Devita Maharani, Nadia; Maftuh Ajmain; Muhammad Alif; Hikmatul Luthfi
el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu Vol. 6 No. 2 (2025): el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu
Publisher : The Hadith Department, Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought, State Islamic University of Raden Fatah Palembang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/elsunnah.v6i2.30008

Abstract

This study examines the virtue of knowledge (fadl al-‘ilm) in Islam through a comparative analysis of two major Hadith compilations: Jami’ at-Tirmidhi by Imam at-Tirmidhi and Riyadhus Shalihin by Imam an-Nawawi. In Islamic teachings, knowledge occupies a central position in shaping character, building civilization, and serving as a spiritual means of drawing closer to Allah ﷻ. The first revelation commanding humankind to “read” underscores the fundamental importance of knowledge in Islam. Both Hadith collections selected for this research present narrations on the excellence of knowledge with distinct approaches and structures, making them particularly interesting to explore thematically.This study employs a qualitative methodology using a library research approach and thematic (maudhu’i) analysis. The research procedures include identifying Hadiths related to knowledge, classifying them into subthemes, conducting a comparative analysis of their wording, meaning, and context, and drawing conclusions on the similarities and differences in their presentation. The findings are expected to enrich the understanding of the methodological characteristics of both works in addressing the theme of knowledge, as well as to contribute to the development of thematic Hadith studies and Islamic thought in general.
MAKNA SABAR DALAM HADIS: Studi Tematik dengan Pendekatan Grounded Theory Nuriyah; Maftuh Ajmain; Muhammad Alif
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v6i2.707

Abstract

Penelitian ini membahas makna sabar dalam hadis Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan pendekatan tematik yang dikombinasikan dengan metode Grounded Theory yang dikembangkan oleh Strauss dan Glaser. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan menemukan makna sabar secara lebih mendalam sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis Nabi. Dalam prosesnya, pendekatan tematik digunakan untuk mengelompokkan hadis-hadis yang berkaitan dengan sabar ke dalam beberapa tema utama. Setelah tema-tema tersebut terbentuk, metode Grounded Theory diterapkan dengan tahapan analisis berupa coding terbuka, coding aksial, dan coding selektif guna mengkaji keterkaitan antarmakna dan menyusun suatu teori atau model pemahaman tentang sabar berdasarkan data hadis. Penelitian ini menemukan bahwa sabar dalam hadis bukan hanya dimaknai sebagai sikap menahan diri, melainkan juga sebagai kekuatan spiritual dan akhlak aktif yang mencerminkan keteguhan hati, ketekunan dalam berbuat baik, serta kemampuan untuk tetap tenang dan percaya kepada Allah dalam berbagai kondisi kehidupan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sabar adalah nilai yang bersifat dinamis dan memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian serta ketahanan spiritual seorang Muslim. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang utuh dan mendalam mengenai sabar dalam perspektif Islam, khususnya bagi kalangan pelajar dan mahasiswa, agar nilai sabar tidak hanya dimaknai secara pasif, tetapi juga dapat diaplikasikan secara aktif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa metode ilmiah modern seperti Grounded Theory dapat digunakan secara efektif untuk mengkaji dan mengembangkan pemahaman terhadap nilai-nilai ajaran Islam secara sistematis.
TRADISI BAYAR LIUR DI KAMPUNG CISASAH CIJAKU KAB. LEBAK Burhanuddin; Muhamad Kosim; Aditya Firmansyah; Haidar Syadad; Muhamad Zainal Arifin; Yunan Fahri R; Aidil Fitra L; Raditya Pangestu; Maftuh Ajmain; Ahmad Maftuh Sujana
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6649

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena tradisi Bayar Liur yang dipraktikkan oleh masyarakat di Desa Cisasah, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tradisi Bayar Liur merupakan bentuk kearifan lokal yang bermanifestasi sebagai ritual atau kompensasi simbolis terkait interaksi sosial, khususnya dalam konteks pemenuhan janji, penyembuhan penyakit psikologis atau fisik ringan yang diyakini akibat "kabuhulan" (gangguan yang disebabkan oleh kata-kata atau keinginan yang tidak terpenuhi), serta sebagai bentuk penebusan atas kegelisahan sosial dalam hubungan tetangga. ​Fokus utama penelitian ini adalah mendeskripsikan prosedur pelaksanaan tradisi Bayar Liur dan menganalisis makna simbolis serta fungsi sosial yang terkandung di dalamnya bagi keberlangsungan masyarakat agraris di Lebak. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, sesepuh desa, dan praktisi tradisi, serta studi dokumentasi terkait sejarah lokal Cijaku. ​Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bayar Liur bukan sekadar transaksi material, melainkan sebuah mekanisme untuk memulihkan keseimbangan sosial dan spiritual. Secara prosedural, tradisi ini melibatkan pemberian barang-barang tertentu atau sejumlah kecil uang sebagai simbol "pembersihan" atau pencucian dampak negatif dari ucapan yang tidak terpenuhi. Masyarakat Cisasah percaya bahwa kata-kata atau keinginan yang tertunda dapat mendatangkan kesialan jika tidak segera "dibayar" melalui ritual ini. ​Lebih lanjut, tradisi Bayar Liur berfungsi sebagai instrumen resolusi konflik tingkat rendah dan penguat ikatan komunal (solidaritas mekanik). Di tengah arus modernisasi dan pengaruh nilai-nilai eksternal, masyarakat Desa Cisasah tetap mempertahankan tradisi ini sebagai identitas budaya yang membedakan mereka dengan wilayah lain. Studi ini menyimpulkan bahwa tradisi Bayar Liur mengandung nilai pendidikan moral mengenai pentingnya integritas antara ucapan dan tindakan. Keberadaan tradisi ini membuktikan bahwa komunitas lokal memiliki mekanisme mandiri dalam menjaga harmoni psikis dan sosial tanpa selalu bergantung pada pendekatan medis formal maupun modern.