Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Pepadu

SIMULASI IMPLEMENTASI KESIAPSIAGAAN MODEL EMERGING-REEMERGING INFECTIOUS DISEASES (EREIDS) DI PELABUHAN LEMBAR Wardoyo, Eustachius Hagni; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Yudhanto, Didit; Susani, Yoga Pamungkas; Affarah, Wahyu Sulistya; Dirja, Bayu Tirta; Sari, Putu Suwita; Nuriastuti, Novera; GD, Ni Made Saithanya; Putri, Dyah Ayu; P, Novanda Dila
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5882

Abstract

Antisipasi dalam menghadapi ancaman EREIDs perlu dilakukan sebagai upaya pengurangan dampak buruk bagi penduduk. Sebagai tempat berkumpulnya orang banyak dalam jangka waktu lama, kapal penumpang merupakan salah satu tempat berisiko menjadi hotspot penularan EREIDs yang efektif. Simulasi kesiapsiagaan EREIDs bertujuan untuk penyajian model EREIDs dipelabuhan dan diskusi perbaikan model EREIDs. Pelaksanaan simulasi dilakukan secara hybrid mengundang Pelindo, KSOP, BKK dan operator kapal dengan materi: kesan data kesiapsiagaan EREIDs di Lembar, diskusi tupoksi masing-masing stakeholder dan menggali saran perbaikan kedepannya. Penyajian model EREIDs meliputi: 1) pengendalian teknis (1.1. fasilitas sarpras, 1.2. modifikasi sarpras dan 1.3 penyediaan instrument keselamatan), 2) pengendalian administratif (2.1. penyediaan SOP keselamatan, 2.2 Pelaksana SOP Keselamatan dan 2.3 Pengawasan pelaksanaan SOP keselamatan) dan 3) penggunaan alat pelindung diri (3.1. penyedia APD dan 3.2. Edukasi penggunaan APD). Secara kualitatif didapatkan bahwa peran utama stakeholder masing-masing: 1.1. Pelindo; 1.2. BKK; 1.3. Pelindo; 2.1. BKK; 2.2. Pelindo, Operator Kapal, KSOP; 2.3. BKK, KSOP; 3.1. Pelindo, BKK; 3.2. BKK. Adapun tantangan kesiapsiagaan EREIDs di Pelabuhan dan Kapal adalah koordinasi antar stakeholder, permintaan catatan kejadian, dan rekapitulasi insiden yang masih harus diselaraskan kembali. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kesiapsiagaan EREIDs dipelabuhan dan kapal merupakan penyiapan lintas sector dan lintas bidang intra dan inter stakeholder. Semua stakeholder memiliki peran krusial dalam mencegah masuknya wabah dari luar pulau dan mengirim wabah keluar pulau.
PENINGKATAN KAPASITAS TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS: PELATIHAN DOKTER DAN PERAWAT PUSKESMAS OLEH AKADEMISI FKIK UNRAM DAN PERDAMI NTB DALAM IMPLEMENTASI INTEGRATED PEOPLE-CENTERED EYE CARE (IPCEC) Nasrul, Monalisa; Nintyastuti, Isna Kusuma; Andari, Marie Yuni; Suparta, I Gede; Santyowibowo, Siti Farida; Rahmaniah, Harir; Artastra, I Ketut; Affarah, Wahyu Sulistya
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5912

Abstract

Tingginya angka kebutaan di Provinsi NTB (4%), membutuhkan program penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan melalui kerjasama dari berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, akademisi, organisasi profesi, non-government organization (NGO) dan lain-lain. Salah satu strategi untuk menurunkan angka kebutaan adalah melalui program integrated people- centered eye care (IPCEC). Untuk itu, Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama dengan The Fred Hollows Foundation sebagai donatur utama program, mengadakan pelatihan penanggulangan gangguan penglihatan (PGP) bagi dokter dan perawat di Puskesmas dengan merangkul partisipasi dari akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram serta organisasi profesi yaitu Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia (PERDAMI) Wilayah NTB. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nakes (tenaga kesehatan) dalam mendeteksi gangguan penglihatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di komunitas melalui kader. Pelatihan Penanggulangan Kebutaan dilakukan secara luring selama 7 hari dengan menggabungkan materi tentang gangguan penglihatan, teknik penyuluhan dan pelatihan untuk kader, praktek keterampilan pemeriksaan mata serta kunjungan lapangan ke Vision Center di beberapa wilayah di NTB. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan, dilakukan pre dan posttest. Selama tahun 2023 dan 2024 telah berhasil dilakukan pelatihan pada 135 dokter dan 135 perawat dari seluruh kabupaten dan kotamadya di Provinsi NTB. Pelatihan terlaksana dalam 8 angkatan terpisah. Terdapat peningkatan pengetahuan pada seluruh peserta. Saat kunjungan lapangan ke vision center, peserta mendapat kesempatan untuk melakukan pemeriksaan mata pada pasien secara langsung dan mendiagnosis kasus mata dengan pendampingan oleh dokter spesialis mata dan nakes setempat. Pelatihan Penanggulangan Gangguan Penglihatan (PGP) di Provinsi NTB terbukti dapat meningkatkan pengetahuan terkait deteksi dini gangguan penglihatan oleh dokter dan perawat Puskesmas. Perlu dilakukan penilaian lebih lanjut untuk keterampilan pemeriksaan mata.
SIMULASI IMPLEMENTASI KESIAPSIAGAAN MODEL EMERGING-REEMERGING INFECTIOUS DISEASES (EREIDS) DI PELABUHAN LEMBAR Wardoyo, Eustachius Hagni; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Yudhanto, Didit; Susani, Yoga Pamungkas; Affarah, Wahyu Sulistya; Dirja, Bayu Tirta; Sari, Putu Suwita; Nuriastuti, Novera; GD, Ni Made Saithanya; Putri, Dyah Ayu; P, Novanda Dila
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5882

Abstract

Antisipasi dalam menghadapi ancaman EREIDs perlu dilakukan sebagai upaya pengurangan dampak buruk bagi penduduk. Sebagai tempat berkumpulnya orang banyak dalam jangka waktu lama, kapal penumpang merupakan salah satu tempat berisiko menjadi hotspot penularan EREIDs yang efektif. Simulasi kesiapsiagaan EREIDs bertujuan untuk penyajian model EREIDs dipelabuhan dan diskusi perbaikan model EREIDs. Pelaksanaan simulasi dilakukan secara hybrid mengundang Pelindo, KSOP, BKK dan operator kapal dengan materi: kesan data kesiapsiagaan EREIDs di Lembar, diskusi tupoksi masing-masing stakeholder dan menggali saran perbaikan kedepannya. Penyajian model EREIDs meliputi: 1) pengendalian teknis (1.1. fasilitas sarpras, 1.2. modifikasi sarpras dan 1.3 penyediaan instrument keselamatan), 2) pengendalian administratif (2.1. penyediaan SOP keselamatan, 2.2 Pelaksana SOP Keselamatan dan 2.3 Pengawasan pelaksanaan SOP keselamatan) dan 3) penggunaan alat pelindung diri (3.1. penyedia APD dan 3.2. Edukasi penggunaan APD). Secara kualitatif didapatkan bahwa peran utama stakeholder masing-masing: 1.1. Pelindo; 1.2. BKK; 1.3. Pelindo; 2.1. BKK; 2.2. Pelindo, Operator Kapal, KSOP; 2.3. BKK, KSOP; 3.1. Pelindo, BKK; 3.2. BKK. Adapun tantangan kesiapsiagaan EREIDs di Pelabuhan dan Kapal adalah koordinasi antar stakeholder, permintaan catatan kejadian, dan rekapitulasi insiden yang masih harus diselaraskan kembali. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kesiapsiagaan EREIDs dipelabuhan dan kapal merupakan penyiapan lintas sector dan lintas bidang intra dan inter stakeholder. Semua stakeholder memiliki peran krusial dalam mencegah masuknya wabah dari luar pulau dan mengirim wabah keluar pulau.
PENINGKATAN KAPASITAS TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS: PELATIHAN DOKTER DAN PERAWAT PUSKESMAS OLEH AKADEMISI FKIK UNRAM DAN PERDAMI NTB DALAM IMPLEMENTASI INTEGRATED PEOPLE-CENTERED EYE CARE (IPCEC) Nasrul, Monalisa; Nintyastuti, Isna Kusuma; Andari, Marie Yuni; Suparta, I Gede; Santyowibowo, Siti Farida; Rahmaniah, Harir; Artastra, I Ketut; Affarah, Wahyu Sulistya
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5912

Abstract

Tingginya angka kebutaan di Provinsi NTB (4%), membutuhkan program penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan melalui kerjasama dari berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, akademisi, organisasi profesi, non-government organization (NGO) dan lain-lain. Salah satu strategi untuk menurunkan angka kebutaan adalah melalui program integrated people- centered eye care (IPCEC). Untuk itu, Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama dengan The Fred Hollows Foundation sebagai donatur utama program, mengadakan pelatihan penanggulangan gangguan penglihatan (PGP) bagi dokter dan perawat di Puskesmas dengan merangkul partisipasi dari akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram serta organisasi profesi yaitu Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia (PERDAMI) Wilayah NTB. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nakes (tenaga kesehatan) dalam mendeteksi gangguan penglihatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di komunitas melalui kader. Pelatihan Penanggulangan Kebutaan dilakukan secara luring selama 7 hari dengan menggabungkan materi tentang gangguan penglihatan, teknik penyuluhan dan pelatihan untuk kader, praktek keterampilan pemeriksaan mata serta kunjungan lapangan ke Vision Center di beberapa wilayah di NTB. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan, dilakukan pre dan posttest. Selama tahun 2023 dan 2024 telah berhasil dilakukan pelatihan pada 135 dokter dan 135 perawat dari seluruh kabupaten dan kotamadya di Provinsi NTB. Pelatihan terlaksana dalam 8 angkatan terpisah. Terdapat peningkatan pengetahuan pada seluruh peserta. Saat kunjungan lapangan ke vision center, peserta mendapat kesempatan untuk melakukan pemeriksaan mata pada pasien secara langsung dan mendiagnosis kasus mata dengan pendampingan oleh dokter spesialis mata dan nakes setempat. Pelatihan Penanggulangan Gangguan Penglihatan (PGP) di Provinsi NTB terbukti dapat meningkatkan pengetahuan terkait deteksi dini gangguan penglihatan oleh dokter dan perawat Puskesmas. Perlu dilakukan penilaian lebih lanjut untuk keterampilan pemeriksaan mata.