Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK n-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN ETANOLBIJI SALAK (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) Vriezka Mierza; Yessi Febriani; Sumardi Sumardi; Ayu Atikah Ramadhani; Rahma Julita; Florence Devina Telaumbanua; Eva Zuhra
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.18914

Abstract

Salak termasuk famili Arecaceae yang merupakan tanaman asli Indonesia, salak dapat diolah menjadi produk makanan seperti keripik salak, kopi biji salak, dan obat tradisional. Berdasarkan penelitian sebelumnya, salak mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, steroid/triterpenoid dan tanin. Kebaruan dalam penelitian ini karena menganalisis kromatografi lapis tipis dan aktivitas antimikroba ekstra n-heksana, etil asetat dan etanol biji salak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa antimikroba dan potensi aktivitas antimikroba dari ekstrak hasil maserasi menggunakan pelarut n- Heksana. etil asetat dan etanol pada biji buah salak terhadap jamur Candida albicans, Candida albicans ATCC 14053, bakteri Escherichia coli ATCC 25922, Klebsiella pneumoniae, Proteus mirabilis, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, Dermacoccus nishinomiyaensis, Micrococcus luteus, Staphylococcus aureus ATCC 6538 dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini dilakukan meliputi penyiapan bahan tumbuhan uji, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan etanol, uji aktivitas antimikroba ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol biji buah salak menggunakan metode difusi agar sumur dan analisis golongan senyawa kimia menggunakan kromatografi lapis tipis. Berdasarkan proses ekstraksi 900 g simplisia, diperoleh ekstrak n-heksana sebanyak 3,22g, ekstrak etil asetat sebanyak 7,26g dan ekstrak etanol sebanyak 7,17g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol biji salak memiliki aktivitas antimikroba. Berdasarkan hasil analisis kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa biji salak mengandung senyawa alkaloid, polifenol, steroid dan triterpenoid. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak biji salak mengandung senyawa alkaloid, steroid dan triterpenoid serta memiliki aktivitas antimikroba.   
Research Article: Isolasi dan Identifikasi Senyawa Terpenoid: Research Article: Isolation and Identification of Terpenoid Compounds Vriezka Mierza; Antolin Antolin; Audi Ichsani; Nurma Dwi; Sridevi Sridevi; Syfa Dwi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i2.5681

Abstract

Terpenoids are a group of hydrocarbons that are produced in large quantities by plants and are mainly contained in the sap and cell vacuoles. In plants, terpene compounds and their modifications, terpenoids, are secondary metabolites. Terpenoids make up many of the essential oils produced by plants. The content of essential oils influences the use of spice products, both as seasonings, as fragrances, as well as ingredients for medicine, health, etc. The terpenoid-steroid test was carried out using the Lieberman-Buchard reagent which yielded positive results for terpenoids for all fractions. The results obtained for the n-hexane and ethyl acetate fractions on the addition of lieberman-buchard yielded positive results for steroids as indicated by the formation of a green color in the fractions. The purpose of this research article is to provide information to find out what methods are used in isolation in identifying terpenoid compounds and knowing the types of terpenoid compounds obtained from the results of previous research journals.
FORMULASI SEDIAAN LOTIO EKSTRAK ETANOL DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Sudewi Sudewi; Vriezka Mierza; Silvia Primastuti Daeli
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i4.21296

Abstract

Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm.) dikenal sebagai tanaman kecombrang merupakan salah satu jenis tumbuhan di Indonesia dipergunakan oleh penduduk setempat sebagai obat tradisional. Daun kecombrang memiliki metabolit sekunder antara lain alkaloid, glikosida, tanin, dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antibakteri. Kebaruan penelitian ini difokuskan untuk memformulasikan sediaan lotio dengan bahan aktif ekstrak etanol yang ditujukan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kecombrang dapat digunakan untuk membuat sediaan lotion yang pada dosis tertentu memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli. Daun kecombrang digunakan sebagai bahan uji dalam penelitian ini yang dimaserasi dengan pelarut etanol p.a. Penelitian meliputi identifikasi tumbuhan, preparat ekstrak etanol sampel, skrining fitokimia, formulasi sediaan lotio, meliputi pemilihan formula untuk formula standar dan penentuan formula untuk formula modifikasi, formulasi sediaan losion dengan konsentrasi 2%, 2,5%, dan 3%, dan evaluasi kualitas fisik sediaan lotio. Sediaan lotio dan ekstrak dilakukan pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Eschericia coli dengan menggunakan variasi konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kecombrang (Etlinger elatior (Jack) R.M. Sm.) dalam bentuk ekstrak etanol dapat diformulasikan menjadi lotion, merupakan sediaan yang homogen, memiliki pH 6,5 dengan viskositas 199,8mPa's, volume pengendapan. kisaran 0,41 ml hingga 0,48 ml, rentang redispersi 80% hingga 85%, rentang densitas 1,391 g/cm3 hingga 1,394 g/cm3. Hasil pelembab terbaik adalah 61,3%, yang termasuk dalam kategori "sangat lembab", dan dihasilkan oleh lotion yang mengandung 3% (F3) ekstrak. Kesimpulannya ekstrak etanol daun kecombrang memiliki aktivitas antibakteri Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli
Studi Literatur : Standarisasi Senyawa Alfa Mangostin Vriezka Mierza; Irene Virda Sakinah; Putri Mutiara Iskandar; Silvana Lestari Irwansyah; Adella Aisiyah; Regita Nailuvar
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 3 No. 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.7977

Abstract

Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu tanaman senyawa golongan xanton yang memiliki aktivitas antijamur, antibakteri, antitumor, antiinflamasi dan antioksidan. Derivat xanton yang merupakan senyawa bioaktif utama dan menjadi mayor compound dalam tanaman manggis yaitu α – Mangostin. Selain pada buah manggis α – mangostin terdapat juga pada tanaman lain salah satunya asam kandis (Garcinia cowa Roxb. ex Choisy) yang termasuk senyawa paling banyak terdapat genus Garcinia. Tujuan dari review artikel ini yaitu dengan memberikan informasi dan wawasan mengenai α – mangostin serta ingin melakukan penelesuran mengenai penetapan kadar α – Mangostin dengan metode ekstraksi menggunakan beberapa metode dan identifikasi pemurnian. Metode yang digunakan dalam review ini berdasarkan hasil studi literatur menggunakan artikel yang telah dicari pada google scholar dengan rentang 2012 – 2022. Setiap jurnal yang digunakan memiliki hasil dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode dan jenis sample yang berbeda namun tetap mengandung α – mangostin namun dalam kadar yang berbeda. Kata kunci : α – mangostin, Garcinia mangostana L, xanton, ektraksi, isolasi.
Analisis Rhodamin B pada Kerupuk Seblak Prasmanan di Sekitar Universitas Singaperbangsa Karawang Kampus 1 Chalisya Vanya Advaita; Vriezka Mierza; Hadi Sudarjat
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.19358

Abstract

Rhodamin B merupakan pewarna yang tidak boleh digunakan sebagai bahan tambahan pangan (BTP).  Konsumsi Rhodamin B dapat menimbulkan efek racun, gangguan fungsi organ hingga kanker. Seblak prasmanan merupakan seblak dengan variasi kerupuk berwarna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifkasi Rhodamin B pada kerupuk seblak prasmanan yang dijual di sekitar Universitas Singaperbangsa Karawang kampus 1. Analisis kualitatif dan kuantitatif pada penelitian ini menggunakan metode KLT dengan eluen N-butanol, etil asetat dan ammonia 10% (10:4:5) dan spektrofotometri UV-Vis dengan diawali validasi metode. Hasil uji kualitatif menunjukkan 1 dari 12 sampel positif mengandung Rhodamin B dengan nilai Rf 0,94 dan nilai Rf baku Rhodamin B 0,80. Hasil uji validasi menunjukkan bahwa metode ini baik untuk mengidentifikasi Rhodamin B pada kerupuk dengan nilai parameter korelasi (r) = 0,9999; LOQ 0,2748 mg/L; LOD 0,0842 mg/L; %RSD 0,233%; % recovery 114,725% (konsentrasi 4 mg/L), 108,76% (konsentrasi 5 mg/L) dan 100,117% (konsentrasi 6 mg/L). Berdasarkan hasil analisis diketahui 12 sampel positif mengandung Rhodamin B dengan % kadar (b/b) yang relatif kecil yaitu 0,000476% (A1); 0,000883% (B1); 0,00126% (C1); 0,000277% (A2); 0,00045% (B2); 0,00069% (C2); 0,000577% (A3); 0,0013% (B3); 0,001141% (C3); 0,000377% (A4); 0,000347% (B4) dan 0,00142% (C4).
Studi Literatur : Potensi Antikanker Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Najwa Adiva Faiza Setyawan; Vriezka Mierza
Jurnal Sehat Mandiri Vol 21 No 1 (2026): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 21, No.1 Juni 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v21i1.2571

Abstract

Cancer is a leading cause of death worldwide. Cancer therapy methods such as surgery, radiotherapy, and chemotherapy often cause serious side effects. Active compounds derived from natural sources are considered a promising alternative in the search for new anticancer agents because they are believed to have minimal adverse effects. This study aims to scientifically examine the anticancer potential of mangosteen peel extract. A systematic literature review was conducted using the PubMed database. The search was restricted to articles published between 2015 and 2025, and article selection followed predefined inclusion and exclusion criteria. The inclusion criteria consisted of original full-text research articles written in English that investigated mangosteen peel extract or xanthone compounds in relation to anticancer activity. Articles were excluded if they were not original studies, not full text, not written in English, published before 2015, or did not examine the anticancer activity of mangosteen peel. A total of 440 articles were identified, and 9 studies met the inclusion criteria. The results of the literature review show that mangosteen peel extract has demonstrated anticancer potential against cervical, ovarian, liver, lung, tongue, oral cavity, and glioma cancer cells. Conclusion: Mangosteen peel extract contains xanthones with strong anticancer potential via apoptosis induction, proliferation inhibition, and promising development as natural therapy.
Uji Aktivitas Penyembuhan Luka Sayat Menggunakan Gel Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Dalam Sediaan Topikal Pada Mencit (Mus musculus) Jantan Putih Naila Fathna Nurul Hamidah; Vriezka Mierza; Ahsanal Kasasiah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1264

Abstract

Luka sayat merupakan salah satu jenis luka terbuka yang memerlukan penanganan yang tepat agar proses penyembuhan berlangsung optimal dan terhindar dari infeksi. Proses ini berlangsung melalui empat fase utama, yaitu fase hemostasis, fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi, yang secara berurutan berperan dalam menghentikan perdarahan, membersihkan jaringan yang rusak, membentuk jaringan baru, dan memperkuat jaringan hasil regenerasi. Daun sukun diketahui mengandung golongan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin, steroid, alkaloid, dan glikosida yang berpotensi sebagai antiinflamasi, antibakteri, serta mempercepat proses regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sayat dengan menggunakan gel ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dalam sediaan topikal pada mencit (Mus musculus) jantan putih. Penelitian ini menggunakan lima kelompok perlakuan: kontrol positif (Gel Bioplacenton), kontrol negatif (basis gel), gel ekstrak daun sukun konsentrasi 2,5%, 5%, dan 7,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sukun konsentrasi 7,5% secara signifikan dapat mempercepat penyembuhan luka sayat. Data dianalisis terlebih dahulu dengan uji normalitas dan homogenitas. Jika data terdistribusi normal dan homogen digunakan uji One Way ANOVA untuk menguji interaksi antara waktu dan perlakuan. Jika data tidak memenuhi asumsi tersebut, digunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitneyy untuk mengidentifikasi pasangan kelompok yang berbeda signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sukun berpengaruh terhadap percepatan penyembuhan luka sayat.
Molecular identification and antibacterial activity of endophytic bacteria from Bambusa vulgaris leaves as antibacterial potential against phatogenic microoganism Jekmal Malau; Vriezka Mierza; Munir Alinu Mulki; Lestari Mahardika Urbaningrum; Vina Luthfiana Hasna; Priscinya Christiana Debora
JURNAL INDONESIA DARI ILMU LABORATORIUM MEDIS DAN TEKNOLOGI Vol 7 No 2 (2025): From Natural Compounds to Disease Mechanisms: An Integrated Research Outlook
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ijmlst.v7i2.6538

Abstract

The increasing prevalence of antibiotic-resistant bacteria poses a critical global health concern, necessitating the exploration of novel antibacterial solutions. Endophytic bacteria, which colonize plant tissues without causing harm, have gained attention as potential sources of bioactive metabolites. This study aimed to isolate and characterize endophytic bacteria from Bambusa vulgaris leaves and evaluate their antibacterial potential against pathogenic microorganisms. Leaf samples were collected from Bekasi, West Java, and subjected to a surface sterilization process prior to bacterial isolation. A total of 12 bacterial strains were successfully obtained and screened for antibacterial activity against Bacillus subtilis, Propionibacterium acnes, Pseudomonas aeruginosa, and Staphylococcus epidermidis using the agar well diffusion assay. Three isolates exhibited notable inhibitory activity, with P8 demonstrating the strongest antibacterial effects against B. subtilis, P. acnes, and S. epidermidis. The two most potent isolates, P8 and K3, were characterized via 16S rRNA gene sequencing. Genomic DNA extraction was performed, followed by Polymerase Chain Reaction (PCR) amplification using the universal primers 27F (5′-AGAGTTTGATYMTGGCTCAG-3′) and 1492R (5′-GGTTACCTTGTTACGACTT-3′). Sequencing and The Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) analysis confirmed that isolate P8 exhibited 100% similarity to B. subtilis strain LZH-H1, whereas isolate K3 shared 99.85% similarity with Pantoea stewartii subsp. indologenes strain SR2-12. These findings suggest that endophytic bacteria from B. vulgaris endohytic bacteria hold promise as potential sources of antibacterial compounds. Further research is necessary to purify and characterize these bioactive metabolites for potential pharmaceutical applications.
Tinjauan Literatur : Potensi Senyawa Bioaktif Senggugu (Clerodendrum Serratum) sebagai Tanaman Obat Tradisional Ihsan Alfi Andri; Vriezka Mierza
Jurnal Sehat Mandiri Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 20 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v20i1.1734

Abstract

This study aims to explore in depth the potential of bioactive compounds contained in the Senggugu plant (Clerodendrum serratum) as a traditional medicinal plant useful in traditional medicine. This research is a systematic review of the literature with data search using PubMed and Google Scholar databases. Inclusion criteria included research related to Clerodendrum serratum, research articles, and published in the last 10 years. From the initial search results of 61 articles, 8 relevant articles were selected for further analysis and it was found that various parts of the plant, especially roots and leaves, contain active compounds such as ursolic acid, flavonoids, saponins, and silver nanoparticles, which exhibit significant anti-inflammatory, antioxidant, antimicrobial, and antarthritic properties. Laboratory and in silico studies support the effectiveness of the compound in inhibiting the activity of inflammatory enzymes and proinflammatory cytokines, such as COX-2 and TNF-α, which are involved in inflammatory processes and other chronic diseases. This therapeutic potential suggests that Senggugu can be a safe and natural alternative in the treatment of various diseases, while supporting efforts to utilize local plant resources to improve public health.
Kajian Literatur: Efektivitas Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon Stamineus) sebagai Alternatif Obat Anti-Diabetik Intan Ardhita; Vriezka Mierza
Jurnal Sehat Mandiri Vol 20 No 2 (2025): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 20, No.2 Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v20i2.1735

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the degenerative diseases that requires long-term management to maintain stable blood glucose levels. The side effects of conventional antidiabetic drugs have prompted the search for alternative therapies that are safer and more effective. Orthosiphon stamineus (commonly known as Java tea or cat’s whiskers), a herbal plant well-known in Indonesia, contains active compounds such as flavonoids, tannins, and saponins that have potential antidiabetic properties. This article aims to review the potential of Orthosiphon stamineus in lowering blood glucose levels through a literature review of previous research findings. The method used is a literature review by searching databases such as Google Scholar and PubMed using keywords like "Orthosiphon stamineus", "antidiabetic", and "blood glucose." A total of seven relevant scientific journals published between 2015 and 2023 were selected based on topic relevance, full-text accessibility, and the use of both in vitro and in vivo tests. The study results show that Orthosiphon stamineus leaf extract significantly reduces blood glucose levels, inhibits the α-glucosidase enzyme, and enhances GLUT4 translocation and insulin secretion. Conclusion: Cat’s whisker extract (Orthosiphon stamineus) has been proven to significantly reduce blood glucose levels through mechanisms of GLUT4 enhancement, insulin secretion, and α-glucosidase inhibition in diabetic animal models. Further research is recommended to confirm its effectiveness and safety in humans.