Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK n-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN ETANOLBIJI SALAK (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) Vriezka Mierza; Yessi Febriani; Sumardi Sumardi; Ayu Atikah Ramadhani; Rahma Julita; Florence Devina Telaumbanua; Eva Zuhra
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.18914

Abstract

Salak termasuk famili Arecaceae yang merupakan tanaman asli Indonesia, salak dapat diolah menjadi produk makanan seperti keripik salak, kopi biji salak, dan obat tradisional. Berdasarkan penelitian sebelumnya, salak mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, steroid/triterpenoid dan tanin. Kebaruan dalam penelitian ini karena menganalisis kromatografi lapis tipis dan aktivitas antimikroba ekstra n-heksana, etil asetat dan etanol biji salak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa antimikroba dan potensi aktivitas antimikroba dari ekstrak hasil maserasi menggunakan pelarut n- Heksana. etil asetat dan etanol pada biji buah salak terhadap jamur Candida albicans, Candida albicans ATCC 14053, bakteri Escherichia coli ATCC 25922, Klebsiella pneumoniae, Proteus mirabilis, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, Dermacoccus nishinomiyaensis, Micrococcus luteus, Staphylococcus aureus ATCC 6538 dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini dilakukan meliputi penyiapan bahan tumbuhan uji, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan etanol, uji aktivitas antimikroba ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol biji buah salak menggunakan metode difusi agar sumur dan analisis golongan senyawa kimia menggunakan kromatografi lapis tipis. Berdasarkan proses ekstraksi 900 g simplisia, diperoleh ekstrak n-heksana sebanyak 3,22g, ekstrak etil asetat sebanyak 7,26g dan ekstrak etanol sebanyak 7,17g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol biji salak memiliki aktivitas antimikroba. Berdasarkan hasil analisis kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa biji salak mengandung senyawa alkaloid, polifenol, steroid dan triterpenoid. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak biji salak mengandung senyawa alkaloid, steroid dan triterpenoid serta memiliki aktivitas antimikroba.   
Research Article: Isolasi dan Identifikasi Senyawa Terpenoid: Research Article: Isolation and Identification of Terpenoid Compounds Vriezka Mierza; Antolin Antolin; Audi Ichsani; Nurma Dwi; Sridevi Sridevi; Syfa Dwi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i2.5681

Abstract

Terpenoids are a group of hydrocarbons that are produced in large quantities by plants and are mainly contained in the sap and cell vacuoles. In plants, terpene compounds and their modifications, terpenoids, are secondary metabolites. Terpenoids make up many of the essential oils produced by plants. The content of essential oils influences the use of spice products, both as seasonings, as fragrances, as well as ingredients for medicine, health, etc. The terpenoid-steroid test was carried out using the Lieberman-Buchard reagent which yielded positive results for terpenoids for all fractions. The results obtained for the n-hexane and ethyl acetate fractions on the addition of lieberman-buchard yielded positive results for steroids as indicated by the formation of a green color in the fractions. The purpose of this research article is to provide information to find out what methods are used in isolation in identifying terpenoid compounds and knowing the types of terpenoid compounds obtained from the results of previous research journals.
FORMULASI SEDIAAN LOTIO EKSTRAK ETANOL DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Sudewi Sudewi; Vriezka Mierza; Silvia Primastuti Daeli
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i4.21296

Abstract

Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm.) dikenal sebagai tanaman kecombrang merupakan salah satu jenis tumbuhan di Indonesia dipergunakan oleh penduduk setempat sebagai obat tradisional. Daun kecombrang memiliki metabolit sekunder antara lain alkaloid, glikosida, tanin, dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antibakteri. Kebaruan penelitian ini difokuskan untuk memformulasikan sediaan lotio dengan bahan aktif ekstrak etanol yang ditujukan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kecombrang dapat digunakan untuk membuat sediaan lotion yang pada dosis tertentu memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli. Daun kecombrang digunakan sebagai bahan uji dalam penelitian ini yang dimaserasi dengan pelarut etanol p.a. Penelitian meliputi identifikasi tumbuhan, preparat ekstrak etanol sampel, skrining fitokimia, formulasi sediaan lotio, meliputi pemilihan formula untuk formula standar dan penentuan formula untuk formula modifikasi, formulasi sediaan losion dengan konsentrasi 2%, 2,5%, dan 3%, dan evaluasi kualitas fisik sediaan lotio. Sediaan lotio dan ekstrak dilakukan pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Eschericia coli dengan menggunakan variasi konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kecombrang (Etlinger elatior (Jack) R.M. Sm.) dalam bentuk ekstrak etanol dapat diformulasikan menjadi lotion, merupakan sediaan yang homogen, memiliki pH 6,5 dengan viskositas 199,8mPa's, volume pengendapan. kisaran 0,41 ml hingga 0,48 ml, rentang redispersi 80% hingga 85%, rentang densitas 1,391 g/cm3 hingga 1,394 g/cm3. Hasil pelembab terbaik adalah 61,3%, yang termasuk dalam kategori "sangat lembab", dan dihasilkan oleh lotion yang mengandung 3% (F3) ekstrak. Kesimpulannya ekstrak etanol daun kecombrang memiliki aktivitas antibakteri Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli