p-Index From 2021 - 2026
7.065
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Jurnal Simetris Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer) Jurnal Bina Praja JUTIK : Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer JURNAL ILMIAH INFORMATIKA JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Journal of Innovation and Future Technology (IFTECH) J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Indonesian Journal of Librarianship Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat EXPLORE Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah Knowbase : International Journal of Knowledge in Database Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Data Sciences Indonesia (DSI) Jurnal Media Birokrasi JEKP (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Publik) Jurnal Konstituen Innovative: Journal Of Social Science Research Civitas Consecratio: Journal of Community Service and Empowerment RENATA Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Majapahit Journal of Islamic Finance dan Management Majapahit Journal of Islamic Finance dan Management Jurnal Registratie Jurnal Kecerdasan Buatan dan Teknologi Informasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Explore Jurnal Studi Pemerintahan MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Journal of Social Growth and Development Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Aplikasi E-Government dalam Meningkatkan Efektivitas Pelayanan Publik di Pemerintahan Daerah (Studi Kasus pada Pemerintah Kabupaten Sleman) Ihcsan, Muhammad; Fahlevvi, Mohammad Rezza; Buding, Asri
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 4 (2025): EduTIK : Agustus 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/sjnnqt26

Abstract

The development of information technology drives digital transformation in government governance, one of which is through the implementation of e-Government applications at the regional level. This research aims to analyze the utilization of e-Government applications in improving the effectiveness of public services within the Sleman Regency Government. The research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies of applications such as E-Lapor, SIMPADU, and SiJempol. The research results show that e-Government implementation has a significant impact on service speed, accessibility, information transparency, and community participation. For example, population administration services that previously required 3-5 days can now be completed within 1-2 days. Nevertheless, there are still obstacles in the form of low digital literacy among the community, limited ICT infrastructure in peripheral areas, and insufficient human resource capacity among government officials. Therefore, sustainable strategies are needed in the form of digital training, infrastructure improvement, and user data protection. These findings confirm that e-Government success does not only depend on technology, but also on institutional and social readiness of the community.
Manajemen Aplikasi SIPD di Inspektorat Provinsi Riau Dalam Perspektif George R. Terry Kelana, Muhammad Azanil; Fahlevvi, Mohammad Rezza
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JPTI - Januari 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.379

Abstract

Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) disebutkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi perlu diterapkan sebagai bentuk dukungan dalam rangka pengembangan pelayanan kepada masyarakat Pada tanggal 14 Oktober 2019 Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah meluncurkan (launching) aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) melalui Sosialisasi Permendagri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah. Namun demikian, ternyata banyak sekali permasalahan yang diperoleh oleh Inspektorat Provinsi Riau dalam mengelola aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SPID) seperti Sistem SIPD yang sering kali error, Server tidak dapat diakses, dan waktu yang dibutuhkan dalam pengisian data di SIPD terbilang cukup singkat sehingga masih sulit dalam pengelolaanya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen aplikasi SIPD di Inspektorat Provinsi Riau, kendala-kendala yang dihadapi, serta solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada pemahaman holistik fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen aplikasi SIPD telah sudah berjalan sesuai yang diharapkan. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat kendala-kendala seperti ketidaksesuaian data antara RKPD dengan RENJA OPD, sistem error saat penggunaan SIPD secara bersamaan, dan integrasi yang belum optimal dengan laporan keuangan. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, Inspektorat Provinsi Riau telah melakukan berbagai upaya, termasuk advokasi aktif untuk alokasi sumber daya yang memadai, peningkatan kualitas data dan sinkronisasi antar sistem, serta kolaborasi dengan penyedia layanan teknologi. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan konsistensi dan keakuratan data, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan perencanaan dan keuangan di tingkat daerah.
PENGEMBANGAN EKOSISTEM EKONOMI DIGITAL DI YOGYAKARTA: PELUANG, TANTANGAN, DAN INISIATIF PEMERINTAH DAERAH Ratih Latifah Anggraini; Fahlevvi, Mohammad Rezza
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol. 11 No. 2 (2025): JUTIK : Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, Edisi Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jutik.v11i2.3896

Abstract

Digital technology is rapidly evolving, bringing changes to all aspects of life. Governments are required to be capable of responding to these technological changes through agile governance in order to meet public needs. The Special Region of Yogyakarta (DIY) has been designated as a national pilot project for a smart province. Its high internet penetration rate and strong digital literacy index make DIY a strategic area for developing a digital ecosystem, supported by its local potential in culture, tourism, and education. This research aims to analyze the development of the digital economy ecosystem by the DIY regional government and to identify the opportunities and challenges involved. The study employs a descriptive qualitative approach and uses De-Leon’s (2019) theory of digital ecosystem development as its analytical framework. The findings show that the DIY government has made significant efforts to develop the digital economy ecosystem through the establishment of the Sibakul Jogja digital MSME platform, the development of digital infrastructure, the implementation of the Jogja Smart Province roadmap policy, and cross-sectoral collaboration. Key opportunities for ecosystem development include the presence of digital communities, a strong talent pool in the IT sector from leading universities, and good digital accessibility. The main challenge lies in the unequal distribution of digital marketing skills among MSME actors. The study concludes that the development of the digital ecosystem in DIY has shown positive results and can serve as a model for adaptive and inclusive digital economy governance.
Sentiment Analysis And Topic Modeling on User Reviews of Online Tutoring Applications Using Support Vector Machine and Latent Dirichlet Allocation Fahlevvi, Mohammad Rezza
Knowbase : International Journal of Knowledge in Database Vol. 2 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/knowbase.v2i2.5906

Abstract

Ruangguru is an online non-formal education application in Indonesia. There are several appealing features that encourage students to study online. The app's release on the Google Play Store will assist app developers in receiving feedback through the review feature.Users submit various topics and comments about Ruangguru in the review feature of Ruangguru, making it difficult to manually identify public sentiments and topics of conversation. Opinions submitted by users on the review feature are interesting to research further. This study aims to classify user opinions into positive and negative classes and model topics in both classes. Topic modeling aims to find out the topics that are often discussed in each class. The stages of this study include data collection, data cleaning, data transformation, and data classification with the Support Vector Machine method and the Latent Dirichlet Allocation method for topic modeling. The results of topic modeling with the LDA method in each positive and negative class can be seen from the coherence value. Namely, the higher the coherence value of a topic, the easier the topic is interpreted by humans. The testing process in this study used Confusion Matrix and ROUGE. The results of model performance testing using the Confusion Matrix are shown with accuracy, precision, recall, and f-measure values of 0.9, 0.9, 0.9, and 0.89, respectively. The results of model performance testing using ROUGE resulted in the highest recall, precision, and f-measure of 1, 0.84, and 0.91. The highest coherence value is found in the 20th topic, with a value of 0.318. Using the Support Vector Machine and Latent Dirichlet Allocation algorithms are considered adequate for sentiment analysis and topic modeling for the Ruangguru application.
ANALISIS SENTIMEN TERHADAP ULASAN APLIKASI PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DI GOOGLE PLAYSTORE MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE Mohammad Rezza Fahlevvi
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v4i1.2701

Abstract

The Information and Documentation Management Officer (PPID) application was built as an application to meet the needs of information management and services by Public Bodies for the implementation of Law No. 14 of 2008 about Public Information Disclosure (UU KIP). This application assists public bodies in documenting and serving requests for information to the public. With the launch of the PPIPD application on the Google Play Store, it raises many opinions or responses from application users through the review feature. The reviews are quite many and unstructured and contain opinions from users about their satisfaction with the application. The feedback obtained from users is not only positive but also negative. Users often make complaints about applications that have been used or provide suggestions for features in the application. User reviews are of great interest to the owners of the application to decide the future. Sentiment analysis is an activity used to analyze a person's opinion or opinion on a topic. The Support Vector Machine (SVM) method is a text mining method that includes a classification method and the term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF) is a character weighting method. SVM and TF-IDF can be used to analyze sentiment based on user reviews of PPID apps on the Google Play Store. The purpose of this study was to classify user reviews of PPID apps on the Google Play Store using sentiment analysis that has been collected and filtered. The reviews totaled 700 data with labels of 85 positive and 615 negative. And the results of the analysis using SVM produced an average k-fold of 88%, precision of 94%, recall of 100%, f-measure of 97%, and accuracy of 97%. Keywords: PPID; Sentiment Analysis, Support Vector Machine, TF-IDF
Pengentasan Digital Divide dalam Penerapan E-Government di Kabupaten Sumbawa Muhamad Dimas; Mohammad Rezza Fahlevvi
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v6i2.4504

Abstract

Pemerintahan mengalami perkembangan yang pesat dalam bidang teknologi untuk mempermudah penyebaran informasi kepada masyarakat melalui media digital. Teknologi digunakan oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui implementasi E-Government. Namun, adanya digitalisasi yang digunakan pemerintah menemui hambatan dimana dalam masyarakat masih banyak yang mengalami digital divide terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan. Hal ini menjadi tantangan bagi Pemerintah agar persebaran informasi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menganalisis tipe digital divide yang dialami oleh masyarakat Kabupaten Sumbawa dengan menggunakan dimensi digital divide dari Szilard Molnar yang terdiri dari kesenjangan akses, kesenjangan penggunaan, serta kualitas dari penggunaan. Penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasikan bagaimana masyarakat menggunakan teknologi informasi dan hambatan apa yang dialami masyarakat selama menggunakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tujuan agar data yang diperoleh dapat ditelusuri lebih dalam. Informan berasal dari beberapa bidang di Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Sumbawa, dan masyarakat desa yang terdampak digital divide. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari dimensi digital divide yang digagas oleh Molnar diperoleh data bahwa masyarakat pedesaan cenderung mengalami access divide yang disebabkan oleh persebaran jaringan yang tidak merata, masyarakat mengalami masalah pada usage divide dikarenakan keterbatasan masyarakat dalam memiliki perangkat elektronik, masyarakat juga terkendala keterbatasan skill atau kemampuan dalam menggunakan perangkat elektronik sehingga tidak dapat memaksimalkan manfaat yang di dapat dari penggunaan perangkat elektronik. Dari beberapa kendala diatas, pemerintah memiliki peran dalam mengentaskan digital divide agar E-Government dapat berjalan dengan baik. Kata kunci: Digital Divide, E-Government, Masyarakat Desa.
Evaluasi Implementasi Government Chief Information Officer (GCIO) dalam Transformasi Digital Pemerintah Kota: Studi Kasus di Kota Batam Frezy Albertus Silaban; Mohammad Rezza Fahlevvi
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i1.4506

Abstract

Penelitian ini menganalisis peningkatan peran Government Chief Information Officer (GCIO) pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan kerangka teori enam dimensi GCIO menurut Supangkat (2008), penelitian ini mengevaluasi implementasi peran GCIO melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian mengungkap variasi pencapaian yang signifikan antar dimensi, dengan tingkat pencapaian tertinggi pada dimensi mengorganisasi (90%) dan terendah pada dimensi penyediaan (70%). Analisis mendalam mengidentifikasi tantangan kritis dalam koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dimana 65% OPD merespons permintaan informasi dalam waktu lebih dari tiga hari. Penelitian ini juga mengungkap disparitas antara keberhasilan pembangunan infrastruktur digital dengan optimalisasi tata kelola kelembagaan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur e-government dengan memberikan bukti empiris tentang implementasi GCIO di tingkat pemerintah kota. Secara praktis, temuan penelitian merekomendasikan penguatan model koordinasi GCIO-OPD, capacity building yang transformasional, dan pengembangan arsitektur governance yang adaptif untuk meningkatkan efektivitas transformasi digital pemerintah daerah. Kata Kunci: Government Chief Information Officer, Transformasi Digital, Tata Kelola Informasi, Pemerintah Daerah, E-Government
Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Promosi Pariwisata Melalui Media Sosial di Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada: (Studi Di Desa Lengkosambi Utara) Diana Romauli Tanggo Ledeng Mandala; Mohammad Rezza Fahlevvi
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v6i1.4514

Abstract

Penelitian ini berfokus pada permasalahan pemanfaatan teknologi informasi terutama media sosial dalam hal peningkatan promosi pariwisata di Kabupaten Ngada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor serta upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menghadapi era zaman sekarang dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam membantu mempromosikan potensi daerah khususnya bidang pariwisata yang menjadi unggulan dari Kabupaten Ngada. Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan menggunakan teori e-government Indrajit yang membuat penelitian ini berbeda dengan penelitian lainnya, teori tersebut mencakup 3 Dimensi yaitu support, capacity, dan value. Temuan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu masih ditemukan beberapa kendala seperti masih kurangnya infrastruktur jaringan yang mencukupi untuk daerah yang memiliki tempat wisata, masih kurangnya sumber daya manusia yang mengoperasikannya, dan yang ketiga adalah anggaran. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini menunjukan adanya upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah terlebih lagi dari Dinas Pariwisata untuk mempromosikan pariwisata namun dalam sejalannya waktu pemanfaatan teknologi informasi tersebut belum terlihat maksimal, sehingga tetap perlu adanya peningkatan baik itu dari SDM, infrstruktur, dan juga anggaran.
Kesenjangan Generasi dan Geografis dalam Literasi Digital: Implikasinya terhadap Kebijakan E-Government di Kabupaten Sorong Eduardus Julio Bastian Matutina; Mohammad Rezza Fahlevvi
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v7i2.5771

Abstract

Penelitian ini menganalisis paradoks literasi digital di Kabupaten Sorong, di mana skor indeks literasi yang relatif baik tidak sejalan dengan adopsi e-government yang rendah. Menggunakan pendekatan Mixed Methods dengan strategi Concurrent Embedded Design, penelitian ini menggabungkan survei terhadap 50 responden dan wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian mengungkap kesenjangan generasi yang asimetris: Generasi muda memiliki kecakapan tinggi (Skor 78) namun mengalami Frustrated Agency akibat blokade infrastruktur, sedangkan generasi dewasa menghadapi Double Jeopardy (keterbatasan skill dan akses) dengan kerentanan keamanan yang tinggi (Skor 60). Temuan baru menunjukkan bahwa resistensi digital bukan sekadar masalah teknis, melainkan akibat Institutional Trust Deficit dan benturan budaya komunikasi lokal (High-Touch Culture) yang memandang teknologi sebagai entitas yang mengasingkan. Penelitian ini merekomendasikan strategi intervensi asimetris: penyediaan infrastruktur sebagai hak dasar, fasilitasi kanal ekspresi bagi pemuda, serta pendekatan layanan hibrida dan proteksi keamanan bagi generasi dewasa.   Kata Kunci: Kesenjangan Digital, E-Government, High-Touch Culture, Kepercayaan Institusional, Kabupaten Sorong.  
Go Mandalika: Digital Innovation of the Central Lombok Regency Tourism Office in Implementing Smart Branding of Local Destinations Widiya Yuska; Mohammad Rezza Fahlevvi
Journal of Social Growth and Development Studies Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : CV. Abhinaya Indo Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64021/jsgds.1.2.74-80.2025

Abstract

Go Mandalika is a digital platform managed by the Central Lombok Regency Tourism Office to promote local tourist destinations. Despite its attractive features, Go Mandalika faces major challenges in terms of branding and content management due to the lack of human resources (HR) who are experts in digital marketing. This study aims to analyze the role of Go Mandalika as a digital promotion tool and how branding optimization can increase its visibility and effectiveness in promoting tourism in Central Lombok. Through literature review and content analysis, this study found that although Go Mandalika has great potential, problems in management and branding are the main obstacles. Therefore, recommendations from this study include strengthening branding, developing digital marketing HR, and more intense collaboration with external content to support regional promotion. This study is expected to contribute to improving the quality of government digital platform management in the tourism sector.
Co-Authors Abdurohim Abrory, Yudhistira Abubakar, Asti Astari Ade Setiawan, Farid Adiguna Ahlul Bai’at Ahmad Ali Zanki Ahmad Fikri Rahman AIRA SYATRA ULAYYA Aji Bayu Ramadhan Akbar, Mohammad Irham Alifkah, Muhammad Haerul Alwan Syarofi Anugerah, Muhammad Wahyu Anugrah, Lalu Reza Apriansya, Ari Aprina Putri Sanda Ari Apriyansa Ariandi, Wahyu Arif Abdul Rahman Sakhi Arya Pangestu Azhari SN Bahar, Ana Aulia Basnella, Rindu Belfin Aldriano Bonai Buding, Asri Deddy Zakarias Armando Ballu Devid Devid Dhita Satria Aprilliana Putra Diana Romauli Tanggo Ledeng Mandala Dimas, Muhamad Diminaka Tebai Diva Paradiba Eduardus Julio Bastian Matutina Faisal Akbar Faisal Akbar Nasution Fajar Nurmansyah Falah, Rifki Zainal Frezy Albertus Silaban Haiqal, Rif’at Dwiki Hardiansyah, Richo Hengki Andika Putra Ihcsan, Muhammad Ikhbaluddin Ikra Novar Rizqi Ikra Novar, Rizqi Ilham Pratama Irham Akbar, Mohammad Javanca Sem Brian Sinaga Joshua Faitri Ick Kastella, Tzarina Aaliyah Muzdalifah Kelana, Muhammad Azanil Kodrat Alkauzar Alda Kusuma, Kadek Agus Prasdya Indra Lalang Pratama Akhmad Putra Lelly Triatni Siregar Lina Marlina Lubis, Ahmad Rifki M.Y Divan Wanimbo Madiya, Rehuelli Mandala, Diana Romauli Tanggo Ledeng Manik, Irvan Alvharel Ginting Maulana, Achmat Megandaru Widhi Kawuryan Miyosi Nur Fajri Muaafii, Daffa Ammar Muhamad Dimas Muhammad Athaillah Akbar Iskandar Muhammad Ditra Madyatama Muhammad Reza Pahlevi Muhammad Tosan Bingamawa Munawwar, Rais Fakhri Noordeyana Tambi Nur Azizah Heriyani Putri Nurhikmah Dhita Sari Pandega, Laksmana Rajwa Pangemanan, Kristina Carlen Parhusip, Reynaldo Joy Christian Pratama, Daffa Aryasatya Pratama, Risnu Pratiwi, Annisa Dhea Purwowicaksono, Rizki Putri Berlian Aulia Rizkiyana Putrie Saridewi Ranang Zulfikram Ratih Latifah Anggraini Rezkiadi, Faqih Septiya Riris Prasetyo Rompas, Veronica Rozali Ilham Safitri, Khairunnisa Dian Salsabillah, Wanda Thalia Sekira, Selvi Septiandi Harhari, Nurfadhilah Sinaga, Eimanisura Tambi, Noordeyana Tebai, Norlince G Theresia Farica De Ganza Titis Sari Putri Tyas Wijaya, Luna Ayuning Vivi Dwi Ardiyanti Wahyu Ariandi Wenty Zahrati Widiya Yuska Wulan, Puspa Ira Dewi Candra Zahra Aqilah Dytihana Zahra Aqilah Dytihana Zahra Aqilah Dytihana Zahra Aqilah Dytihana Zahrati, Wenty Zikri Hadi Prawira