Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur

SEKOLAH ISLAM TERPADU DI KOTA BATU, TEMA GREEN ARCHITECTURE Moh. Syahru Romadhon Sholeh; Didiek Suharjanto; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 02 (2017): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah adalah tempat utama dimana individu mengikuti proses pendidikan formal untuk menambah pengetahuan dan mengasah keterampilan sebagai bekal kehidupannya di kemudian hari. Dari kurikulum yang ditetapkan dan diterapkan diseluruh Indonesia, pastinya tidak semata langsung berjalan dengan baik, tentunya ada permasalahan di daerah-daerah, baik berpengaruh dengan budaya di daerah, penerapan metode belajarnya, dan dampak yang terjadi terhadap siswa dan guru. Sekolah Islam Terpadu menjadi sebuah solusi yang dapat mendukung program ataupun kebijakan pemerintah tentang pendidikan. Sekolah Islam Terpadu dapat dikatakan sebagai solusi tentang masalah pendidikan, karena Sekolah Islam Terpadu mencoba mengkolaborasikan model pembelajaran yang lebih melihat pada potensi dan apa yang disuka oleh peserta didik dengan tidak meninggalkan apa yang sudah dirancang dan ditetapkan pemerintah melalui kurikulum pembelajaran yang ditetapkan dan harus diterapkan. Selain itu Sekolah Islama Terpadu juga memiliki model pembelajaran yang tidak hanya tentang pendidikan umum, tetapi juga menyeimbangkan dengan pendidikan karakter dan agama yang menjadi penyeimbang pada proses belajar disetiap harinya. Dengan gagasan utama “Rahmatan lil Alamin” yang diterapkan di Sekolah Islam Terpadu, keberadaan Sekolah Islam Terpadu di Kota Batu sangat diperlukan dan tentunya memiliki potensi yang besar untuk maju kembangnya daya didik guru dan kekreatifitasan anak dengan belajar tidak hanya dalam ruang namun juga diluar ruang, menyatu langsung dengan alam.
KONSEP PERANCANGAN PERMUKIMAN SEMENTARA BAGI PENGUNGSI DAN PENCARI SUAKA DI DAERAH KHUSUS JAKARTA TEMA: ARSITEKTUR KEBERLANJUTAN Dika Ridlwansyah; Hamka; Moh. Syahru Romadhon Sholeh
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Khusus Jakarta sebagai kota terpadat di Indonesia telah menjadi tuan rumah bagi ribuan pengungsi dan pencari suaka. Mereka menjadikan Indonesia sebagai negara transit bagi mereka untuk ke negara ketiga. Saat ini mereka tinggal di penampungan sementara berupa rumah detensi imigrasi, dan community house. Namun ada permasalahan yang muncul yaitu terjadinya overload kapasitas dan tidak layak untuk dihuni. Kondisi kehidupan pengungsi dan pencari suaka merupakan permasalahan yang membutuhkan solusi kreatif. Sehingga dibutuhkan suatu rancangan yang menerapkan tema keberlanjutan dengan desain yang teritegrasi dengan lingkungan sekitar dan kondisi sosial ekonomi. Metode yang digunakan dalam merancang dimulai dari tahapan perancangan dan tahapan penelitian. Hasil dari konsep perancangan permukiman sementara bagi pengungsi dan pencari suaka ini adalah hunian sementara yang menggunakan sistem perancangan struktur modular dilengkapi dengan fasilitas dan layanan yang memenuhi kebutuhan dasar serta meningkatkan kesejahteraan penghuninya dengan tujuan menciptakan permukiman yang dapat layak huni dan dapat menampung para pengungsi dan pencari suaka yang sedang menanti proses resettlement atau reunifikasi ke negara penampung, sehingga dapat mengurangi angka para pengungsi dan pencari suaka di Indonesia.
VERTICAL SPORT CENTER TEMA: ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI Hawwa Shaira Az Zahra Syam; Bayu Teguh Ujianto; Sholeh, Moh Syahru Romadhon
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama dalam prestasi olahraga tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas maupun kuantitas fasilitas yang memadai. Fasilitas olahraga memiliki peranan penting dalam mendukung pencapaian prestasi, Namun Keterbatasan ruang terbuka untuk kegiatan olahraga menjadi hambatan dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan prestasi tersebut. Pendekatan Arsitektur dekonstruksi menghasilkan desain fasilitas olahraga dengan menumpuk lapangan secara vertikal sebagai respon keterbatasan ruang terbuka. sehingga menciptakan desain bangunan inovatif dengan kesan ketidakstabilan visual. Metode perancangan menggunakan metode Concept-based framework berfokus pada prestasi olahraga, sehingga menghasilkan desain bangunan secara vertical yang mencerminkan identitas maupun capaian prestasi olahraga.
PUSAT KREATIF BAGI KAUM MUSLIMAH DI KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Elia Rahmawati; Gatot Adi Susilo; Sholeh, Moh Syahru Romadhon
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam hal produktivitas, seorang muslimah hanya berperan sebagai ibu rumah tangga sehingga produktivitas seorang muslimah sangat kecil. Di Kabupaten Malang banyak dari kalangan remaja memutuskan untuk menikah muda sehingga membuat mereka kurang produktif dan kurang memiliki pengalaman dibidang industri maupun ekonomi kreatif. sehingga perancangan pusat kreatif bagi kaum Muslimah dapat membantu dan menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Dalam hal ini pendekatan arsitektur perilaku yang digunakan dalam perancangan pusat kreatif, dikarenakan pendekatan yang menggabungkan perilaku manusia dan lingkungan sekitarnya. Metode perancangan menggunakan force-based framework yang mana desain arsitektur dilihat secara formal berdasarkan pendekatan arsitektur perilaku. Pusat kreatif bagi kaum muslimah merupakan fasilitas publik yang dirancang di Kabupaten Malang yang dikhususkan untuk kaum muslimah yang mana akses untuk laki-laki dipisah sebagaimana perilaku perempuan yang harus menjaga batasan. Desain dibuat untuk akses laki-laki berada di depan dan dibatasi oleh bangunan. Akses masuk ke dalam bangunan yang dikhususkan untuk perempuan melalui area resepsionis.
STADION SEPAK BOLA KATEGORI SATU DENGAN PENCEGAHAN PERILAKU ANARKISME DI KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Miftah Haula Nu’marul Haq; Adhi Widyarthara; Sholeh, Moh Syahru Romadhon
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak bola adalah salah satu olahraga yang paling di gemari oleh semua kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Banyaknya peminat sepak bola juga tidak lepas dari kerusuhan yang dapat terjadi, terlebih di dalam bangunan yang berisi hingga puluhan ribu orang. Seperti yang terjadi pada Oktober 2022 lalu, yaitu terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan hingga 135 orang. Hal ini dapat terjadi jika stadion tidak mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna beserta perilakunya, maka dari itu sebuah stadion harus memiliki sistem pencegahan perilaku anarkisme. Kerusuhan dapat terjadi karena penonton dapat saling bertemu serta dapat turun ke area lapangan, sehingga sirkulasi dari penonton harus dibuat tidak mampu bertemu satu sama lain dari masuk stadion, menonton pertandingan, hingga keluar dari area stadion. Pemisahan tersebut menggunakan metode “force based-framework” yang mengutamakan fungsi dan mengakhirkan bentuk, sehingga dari metode tersebut dapat terealisasikan bahwa dengan pendekatan perilaku, maka stadion yang dirancang memiliki “landscape” dengan arah sirkulasi yang mampu memisahkan semua jenis pengguna stadion dan dapat mencegah perilaku anarkisme.
PELABUHAN ANGKUTAN PENUMPANG DOMESTIK DI AIMERE TEMA: ARSITEKTUR REKREATIF Dafriandra Dwikurniawan Sose; Debby Budi Susanti; Sholeh, Moh Syahru Romadhon
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NTT merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terdiri dari banyak pulau kecil, memerlukan transportasi antar pulau melalui akses maritim seperti pelabuhan penumpang. Kabupaten Ngada, khususnya Kecamatan Aimere, menjadi daerah strategis yang membutuhkan pelabuhan penumpang karena letaknya yang dekat dengan laut dan berada dalam kawasan pengembangan pariwisata pantai. Aimere juga menjadi titik penting untuk transportasi laut bagi Kabupaten Manggarai Timur di sebelah barat Ngada. Perencanaan pelabuhan di Aimere bertujuan untuk meningkatkan aktivitas di sekitar kawasan pelabuhan, menjadikannya tidak hanya sebagai tempat bongkar muat barang dan penumpang, tetapi juga sebagai area rekreasi publik. Desain pelabuhan ini menggunakan pendekatan Arsitektur Rekreatif, yang berfokus pada bentuk dinamis, unik, dan atraktif, dengan orientasi pada lanskap yang menarik dan penggunaan unsur-unsur alam. Diharapkan, desain ini akan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi pengguna, serta mengintegrasikan kawasan pelabuhan dengan kawasan pariwisata pantai.
INTERKONEKSI: HUNIAN VERTIKAL MASYARAKAT SEMPADAN SUNGAI TEMA: ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Heickal Muhammad Aqil Biladt; Hamka; Sholeh, Moh Syahru Romadhon
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak urbanisasi yang tidak terencana dengan baik menimbulkan kemacetan lalu lintas, tingginya kepadatan penduduk, serta munculnya beberapa daerah kumuh. Tantangan dalam sektor permukiman di Indonesia, khususnya di Surabaya, yaitu permukiman kumuh yang disebabkan ketimpangan akses pemukiman yang tidak merata serta kurangnya pemukiman terjangkau. Hal ini menyebabkan masyarakat berpenghasilan rendah cenderung membangun tempat tinggal di lokasi ilegal, seperti di sepanjang sungai, yang menimbulkan masalah ekonomi, kesehatan, hingga tindak kriminal. Pendekatan desain bangunan berkelanjutan bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan manusia serta meningkatkan efisiensi sumber daya sepanjang siklus hidup bangunan. Pendekatan yang dilakukan dengan konsep pemukiman berkelanjutan yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.