Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGGUNAAN TANAMAN KENIKIR SEBAGAI OBAT HERBAL DALAM MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PENYAKIT DIABETES MELITUS Sri Rahayu Amandari; Samsi Burhan; Agusrinal Agusrinal; Armadi Chairunnas; Aqmal Khaery; Wandy Murti Prasetya
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 1 (2024): TERBITAN JANUARI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang disebabkan karena tubuh mengalami gangguan dalam mengontrol kadar gula, serta hormon insulin mengalami gangguan atau tidak memenuhi syarat dan menjadi penyebab kematian terbesar ke-2 penduduk perkotaan usia 45-54 tahun. Bagian tanaman kenikir merupakan tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan sebagai salah satu obat penyakit diabetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan tanaman kenikir sebagai obat herbal dalam menurunkan kadar gula darah pada penyakit diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain experimental simple random sampling Sampel dalam penelitian ini adalah tikus mencit. Hasil penelitian menunjukkan tanaman kenikir dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit dengan nilai p value = 0,033 < 0,05. Ekstrak daun kenikir efektif digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penyakit diabetes melitus
TINGKAT KEKRITISAN LAHAN MANGROVE DI PULAU DARAWA, TAMAN NASIONAL WAKATOBI Agusrinal Agusrinal; Samsi Burhan; Armadi Chairunnas
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 1 (2024): TERBITAN JANUARI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian sistem penyangga kehidupan, ekosistem mangrove di Pulau Darawa mempunyai fungsi ekologis sebagai tempat pemijahan ikan-ikan di perairan, penyaring intrusi air laut ke daratan, dan penjerap kandungan logam berat yang berbahaya bagi kehidupan, habitat satwa liar dan tempat singgah burung migran; serta penahan abrasi pantai, amukan angin topan dan tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat kekritisan mangrove dengan metode teristris (survei lapang) serta merumuskan faktor-faktor penyebab terjadinya kekritisan lahan mangrove di Pulau Darawa. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis vegetasi dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat famili yang terbagi menjadi delapan jenis mangrove. Empat famili mangrove tersebut meliputi Meliaceae, Rhizophoraceae, Avicenniaceae dan Combretacea dengan famili Rhizophoraceae yang mendominasi. Delapan jenis mangrove yang ditemukan adalah Xylocarpus granatum K., Bruguiera gymnorrhiza L., Rhizophora mucronata Bl., Rhizophora apiculata L., Ceriops decandra, Ceriops tagal, Avicennia alba dan Lumnitzera racemosa. Indeks keanekaragaman jenis mangrove yang tertinggi dan terendah di Pulau Darawa masing-masing ditunjukkan oleh strata semai dan pohon dengan nilai secaraberturut-turut adalah 1,733 dan 1,570. Faktor penyebab kekritisan lahan mangrove di Pulau Darawa meliputi faktor ekonomi, faktor pendidikan dan keterampilan yang rendah dan lemahnya pengawasan dari otoritas yang berwenang
INVENTARISASI JENIS-JENIS LUMUT (BRYOPHYTA) DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA Sitti Hajar; Murni Nurpuspita; Nurul Muallimah; Herjat Oki Jain; Agusrinal Agusrinal; Samsi Burhan
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): TERBITAN JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69972/biokatalis.v1i2.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasikan atau mengumpulkan data dari jenis dan keragaman lumut (bryophyta) yang tumbuh di sekitaran kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan kegiatan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode jelajah (eksplorasi). Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil inventarisasi jenis-jenis tanaman lumut yang ditemukan di sekitar Kampus, terdapat 10 jenis/spesies yang terdiri dari (1) Mnium hornum, (2) Bryum argenteum, (3) Rosulabryum capillare, (4) Ulota crispa, (5) Mstzgeria furcate, (6) Fissidens taxifolius, (7) Ceratodon purpureus, (8) Riccia fluitans, dan (9) Anemodon attenuates. Kumpulan lumut yang ditemukan tumbuh pada substrat yang berbeda, berupa celah batu, selokan air, dan di atas permukaan batu.
Analysis of criticality level of mangrove land in Rawa Aopa Watumohai National Park, Southeast Sulawesi Province Agusrinal
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.7.2.169-173

Abstract

As part of the life support system, the mangrove ecosystem in the Rawa Aopa Watumohai National Park (TNRAW) has an ecological function as a spawning ground for fish in the waters, a filter for sea water intrusion into the mainland, and an absorber of heavy metals that are harmful to life, habitat for wildlife. migratory bird shelters; as well as barrier to coastal abrasion, hurricane winds and tsunamis. Aim of this study were to determine the critical level of mangroves using the terrestrial method (field survey) and to formulate the factors causing the criticality of mangroves in TNRAW. This research uses  vegetation and descriptive analysis. The results of this study indicate that there are four families and eight species of mangroves in the research location. The four families are Meliaceae, Rhizophoraceae, Avicenniaceae and Combretacea with the dominating family was Rhizophoracea. Mangroves species found were Xylocarpus granatum K., Bruguiera gymnorrhiza L., Rhizophora mucronata Bl., Rhizophora apiculata L., Ceriops decandra, Ceriops tagal, Avicennia alba and Lumnitzera racemosa.  The highest and lowest mangrove species diversity indexes in TNRAW were the seedling and tree strata, respectively with values 1,733 and 1,570. For the critical level of mangrove land measured at the four research stations, it shows that the mangrove ecosystem at the four research station is in a damaged condition. Causal factors of mangrove land critical in TNRAW were economic factors, education and skills, and weak of supervision of the authorities.
Stok Karbon dan Status Kondisi Komunitas Mangrove Pulau Simuang Kepulauan Tiworo Sulawesi Tenggara Maharani, Maharani; Kharisma, Gaby Nanda; Hasidu, La Ode Abdul Fajar; Ardiansyah, Indra; Prasetya, Arif; Riska, Riska; Agusrinal, Agusrinal; Rosalina, Dwi; Ansar, Soehardiman
Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i4.41024

Abstract

Pulau Simuang merupakan salah satu pulau kecil yang ada di guguan Kepulauan Tiworo dengan potensi mangrove yang cukup besar. Sayangnya, studi mengenai status kondisi komunitas dan stok karbon mangrove di Kepulauan Tiworo masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kondisi komunitas mangrove, biomassa, stok karbon, dan penyerapan CO2 oleh vegetasi mangrove. Penelitian ini dilakukan di Pulau Simuang, Kepulauan Tiworo, dengan total empat stasiun penelitian. Analisis struktur komunitas mangrove menggunakan metode transek kuadrat. Garis transek dibentangkan tegak lurus dengan garis pantai. Disetiap transek diletakkan empat plot berukuran 100m2. Data yang dikoleksi berupa jenis, jumlah jenis, dan diameter batang (dbh). Analisis data dilakukan untuk menentukan kerapatan, status kondisi, biomassa, stok karbon, dan penyerapan CO2 oleh vegetasi mangrove. Hasil penelitian ini yaitu status kondisi komunitas mangrove di Pulau Simuang masih dalam kategori baik/padat (kerapatan berkisar antara 1825-2775 ind/ha2). Biomassa mangrove diperoleh berkisar antara 213,26 ton/ha2 sampai 506,24 ton/ha2. Stok karbon dan penyerapan CO2 di setiap stasiunberbanding lurus dengan data biomassanya. Stok karbon diperoleh berkisar antara 100,23 ton C/ha2 sampai 237,84 ton C/ha2. Selain itu, penyerapan CO2 oleh vegetasi mangrove berkisar antara 367,51 ton CO2/ha2 sampai 872,08 ton CO2/ha2. Meskipun kondisi mangrove masih dalam kategori baik/padat, masih terdapat sisa aktivitas penebangan mangrove di beberapa lokasi. Untuk itu diperlukan upaya perlindungan kawasan untuk menjaga fungsi ekosistem mangrove di kawasan tersebut. 
Analysis of criticality level of mangrove land in Rawa Aopa Watumohai National Park, Southeast Sulawesi Province Agusrinal, Agusrinal
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.7.2.169-173

Abstract

As part of the life support system, the mangrove ecosystem in the Rawa Aopa Watumohai National Park (TNRAW) has an ecological function as a spawning ground for fish in the waters, a filter for sea water intrusion into the mainland, and an absorber of heavy metals that are harmful to life, habitat for wildlife. migratory bird shelters; as well as barrier to coastal abrasion, hurricane winds and tsunamis. Aim of this study were to determine the critical level of mangroves using the terrestrial method (field survey) and to formulate the factors causing the criticality of mangroves in TNRAW. This research uses  vegetation and descriptive analysis. The results of this study indicate that there are four families and eight species of mangroves in the research location. The four families are Meliaceae, Rhizophoraceae, Avicenniaceae and Combretacea with the dominating family was Rhizophoracea. Mangroves species found were Xylocarpus granatum K., Bruguiera gymnorrhiza L., Rhizophora mucronata Bl., Rhizophora apiculata L., Ceriops decandra, Ceriops tagal, Avicennia alba and Lumnitzera racemosa.  The highest and lowest mangrove species diversity indexes in TNRAW were the seedling and tree strata, respectively with values 1,733 and 1,570. For the critical level of mangrove land measured at the four research stations, it shows that the mangrove ecosystem at the four research station is in a damaged condition. Causal factors of mangrove land critical in TNRAW were economic factors, education and skills, and weak of supervision of the authorities.
Learning Environmental Education to Students in Reducing Plastic Use Towards Zero Waste Indonesia Yasin, Asramid; Putri, Amelia Retno Eka; Agustina, Dinda Tri; Agusrinal, Agusrinal; Gandri, La
MSJ : Majority Science Journal Vol. 2 No. 4 (2024): MSJ-November
Publisher : PT. Hafasy Dwi Nawasena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61942/msj.v2i4.249

Abstract

All sectors have realized that waste, especially plastic waste, has become a complex and serious environmental problem, not only in Indonesia, but also around the world. Plastic waste has a major impact on public health and environmental sustainability. In Indonesia, this negative impact is increasingly felt, with an increase in the amount of plastic waste that is not properly managed, polluting nature and damaging ecosystems. For this reason, there needs to be strategic efforts to reduce the use of plastic, one of which is through environmental education. This research explores the role of environmental education as a strategy to instill environmental awareness in students, so that they are more concerned about the impact of plastic waste. The method used in this study is library research, by analyzing various literature and previous research. The results show that environmental education can increase students' awareness of the dangers of plastic waste and the importance of better waste management. In addition, environmental education can also motivate students to apply the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) principles in their daily lives. Practice-based learning and real actions have proven to be effective in arousing students' enthusiasm to reduce plastic waste. By involving students in activities directly related to waste management, they can feel the benefits and be motivated to participate in preserving the environment. Sustainable environmental education has great potential in shaping student behavior as agents of change towards a waste-free Indonesia in the future.
Distribusi Telescopium Telescopium Pada Vegetasi Mangrove di Desa Ollo, Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi Agusrinal, Agusrinal; Muhsimin, Muhsimin; Khaery, Aqmal; Izal, Izal
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 2 No. 1 (2025): TERBITAN JANUARI (On Process)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69972/biokatalis.v2i1.347

Abstract

Penelitian ini menganalisis distribusi dan kelimpahan Telescopium telescopium pada vegetasi mangrove di Desa Ollo, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi. Dengan menggunakan metode survei kuadrat acak, parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, kandungan organik tanah (KOT), dan jenis substrat diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. telescopium memiliki kelimpahan tertinggi pada tegakan Bruguiera gymnorrhiza, mencapai 1,571 individu per meter persegi, dengan pola distribusi seragam yang mengindikasikan adanya kompetisi antarindividu. Studi ini mengidentifikasi faktor utama yang mempengaruhi distribusi, termasuk suhu (30-34°C), salinitas (35-39‰), dan KOT tinggi pada substrat berlumpur (23,83%-24,52%). Kondisi ini menyediakan habitat optimal bagi T. telescopium, spesies detritivor yang bergantung pada bahan organik. Namun, degradasi habitat akibat aktivitas manusia, seperti deforestasi mangrove dan polusi, menjadi ancaman signifikan bagi spesies ini. Temuan ini menekankan pentingnya inisiatif konservasi mangrove untuk mendukung populasi T. telescopium dan keanekaragaman hayati ekosistem pesisir. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk merumuskan strategi pengelolaan mangrove yang berkelanjutan di Wakatobi, terutama dalam mitigasi kehilangan keanekaragaman hayati.
Pemanfaatan Pupuk Organik Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian Di Desa Paku Jaya Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Gandri, La; Indriyani, Lies; Fahidu, Wa Ode Hastiani; Manan, Abdul; Hasani, Umar Ode; Bana, Sahindomi; Teke, Junartin; Muhsimin, Muhsimin; Agusrinal, Agusrinal; Fitriani, Vivi; Sudia, La Baco; Mutmainnah, Laily
AKSILAR: Akselerasi Luaran Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Vol 2 Nomor 2, 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/aksilar.v2i2.5421

Abstract

Paku Jaya Village is a village where the majority of the population depends on the agricultural sector for their living. The main products are the cultivation of rambutan, dragon fruit, and oranges. The problems faced by partners relate to the application of organic fertilizer, not only providing necessary nutrients for plants, but also improving soil health and reducing the risk of environmental degradation. The aim of the community service program (PKM) is to solve the problems faced by partners by conducting outreach, FGD (Focus group discussion), and training. The expected impact of this program is that partners will have community knowledge regarding environmentally friendly agricultural practices. The methods for implementing the PKM program are socialization, FGD, and training. The expected target of PKM is to be able to provide practical recommendations for farmers and stakeholders in developing agricultural strategies that are more environmentally friendly and economical