Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

MANAJEMEN STOK KAJA KANGIN WARUNG BERBASIS WEBSITE Saraswati, Ni Wayan Sumartini; I Dewa Made Krishna Muku; Wayan Dharma Suryawan; Dewa Ayu Kadek Pramita; I Kadek Agus Bisena
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.143

Abstract

Kaja Kangin Warung adalah sebuah usaha kuliner di Desa Singakerta, Ubud, yang menyajikan menu khas seperti bakso balung babi serta aneka menu ayam. Meskipun menawarkan pengalaman kuliner yang unik dengan bahan baku berkualitas dari supplier lokal terpercaya, warung ini menghadapi tantangan dalam manajemen stok bahan baku, penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), dan penentuan harga jual yang selama ini dilakukan secara manual. Proses manual ini tidak hanya rawan kesalahan tetapi juga kurang efisien dan memakan waktu. Untuk mengatasi masalah ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem manajemen stok berbasis website yang dapat mendukung pengelolaan stok bahan baku, penghitungan HPP, dan penentuan harga jual secara otomatis. Sistem ini memungkinkan pemantauan stok secara real-time serta penyediaan HPP yang akurat. Dengan fitur otomatisasi, sistem ini mampu menyederhanakan proses yang kompleks, meningkatkan efisiensi waktu, dan meminimalkan kesalahan. Agar sistem dapat digunakan secara optimal, pelatihan khusus akan diberikan kepada pemilik dan karyawan warung, mencakup cara input data, monitoring stok, dan pemanfaatan fitur otomatisasi. Dengan implementasi sistem ini, diharapkan Kaja Kangin Warung dapat mengelola operasionalnya secara lebih efektif dan fokus pada pengembangan strategi bisnis untuk meningkatkan daya saing di pasar. Adapun hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dibangunnya aplikasi web manajemen stok yang telah sesuai dengan rancangan yang diajukan.
Optimizing Hotel Room Occupancy Prediction Using an Enhanced Linear Regression Algorithms Pramita, Dewa Ayu Kadek; Saraswati, Ni Wayan Sumartini; Sandana, I Putu Dedy; Pirozmand, Poria; Bisena, I Kadek Agus
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v24i1.4254

Abstract

Predicting the correct hotel occupancy rate is important in the tourism industry because it has a major impact on the level of revenue and maintenance of a hotel’s reputation. With accurate predictions, hotel performance can be optimized regarding resources, staff, and hotel facilities. The linear regression method has been proven to perform causal predictions well. However, this method has several weaknesses, such as the function of the relationship between dependent variables and independent variables that are not linear, overfitting, or underfitting in building the prediction model. The purpose of this study was to optimize the linear regression model in predicting hotel occupancy rates. The method used in this study was a Linear Regression method optimized with Polynomial Regression and regularization techniques to reduce overfitting using Ridge Regression and Lasso Regression. The results of the model evaluation showed that linear regression, which was optimized with Polynomial Regression and Ridge Regression in the model with the historical data of the Adiwana Unagi occupancy rate, historical data of the hotel occupancy rate in Bali, and the number of tourist visits in Bali, gave the best performance, with a mean absolute error score of 1.0648, root mean square error of 2.1036, and R-squared of 0.9953. The conclusion of this research was optimization using polynomial regression, achieving the best evaluation scores, where the prediction model performance indicates that variable X7 (tourist visit numbers) strongly influences the prediction of the occupancy rate.
Evaluation Analysis of the Necessity of Stemming and Lemmatization in Text Classification Saraswati, Ni Wayan Sumartini; Yanti, Christina Purnama; Muku, I Dewa Made Krishna; Dewi, Dewa Ayu Putu Rasmika
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v24i2.4833

Abstract

Stemming and lemmatization are text preprocessing methods that aim to convert words into their root and to the canonical or dictionary form. Some previous studies state that using stemming and lemmatization worsens the performance of text classification models. However, some other studies report the positive impact of using stemming and lemmatization in supporting the performance of text classification models. This study aims to analyze the impact of stemming and lemmatization in text classification work using the support vector machine method, in this case, devoted to English text datasets and Indonesian text datasets, and analyze when this method should be used. The analysis of the experimental results shows that the use of stemming will generally degrade the performance of the text classification model, especially on large and unbalanced datasets. The research process consisted of several stages: text preprocessing using stemming and lemmatization, feature extraction with Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF), classification using SVM, and model evaluation with 4 experiment scenarios. Stemming performed the best computation time, completing in 4 hours, 51 minutes, and 41.3 seconds on the largest dataset. While lemmatization positively impacts classification performance on small datasets, achieving 91.075% accuracy results in the worst computation time, especially for large datasets, which take 5 hours, 10 minutes, and 25.2 seconds. The Experimental results also show that stemming from the Indonesian balanced dataset yields a better text classification model performance, reaching 82.080% accuracy.
Pelatihan Penggunaan Teknologi Augmented Reality Pengenalan Tulang untuk Meningkatkan Pembelajaran Interaktif pada Sekolah Dasar Aditama, Putu Wirayudi; Saraswati, Ni Wayan Sumartini; Pramana, I Gusti Kadek Candra Adi Cahya
Jurnal KOMET Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Komet: Kolaborasi Masyarakat Berbasis Teknologi : Volume 1 Nomor 2, Oktobe
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70103/komet.v1i2.17

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak besar pada berbagai bidang, termasuk pendidikan. Teknologi memungkinkan metode dan alat pembelajaran yang lebih efisien, meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu contohnya adalah penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dalam pendidikan. Namun, tidak semua sekolah dasar dapat mengadopsi AR karena minimnya literasi digital, kenyamanan dengan metode konvensional, dan kurangnya infrastruktur. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada transfer knowledge kepada guru dan siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Bantas tentang penggunaan teknologi AR sebagai media pembelajaran digital, khususnya mengenai kerangka tulang manusia. Solusi yang diusulkan adalah merancang dan menerapkan teknologi AR untuk mendukung pembelajaran IPA, membuat materi tentang kerangka tulang manusia lebih menarik dan informatif. Selain itu, dilakukan pendampingan bagi guru dan siswa untuk memanfaatkan teknologi AR sebagai media pembelajaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya meningkatkan kemampuan mereka dalam menguasai teknologi terkini, serta memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam. Penggunaan teknologi AR memberikan pengalaman belajar yang baru dengan visualisasi 3D, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik.
PKM di Yayasan Lentera Anak Bali Untuk Anak Buruh “Suun” Peken Badung Saraswati, Ni Wayan Sumartini; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri; Sari, Ni Luh Pangestu Widya
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.363 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1371

Abstract

ABSTRAKLentera Anak Bali adalah organisasi nirlaba yang independen, bergerak dalam upaya perlindungan anak agar mendapatkan hak-haknya, terutama hak anak atas pendidikan (anak-anak marginal/kurang mampu), hak atas penguatan sistem hukum, kesehatan dan psikososial anak, dan penanganan korban kekerasan terhadap anak bangsa akibat seks pariwisata (paedofilia, psk dan trafficking), dengan lingkup wilayah Propinsi Bali yang sumber dananya berasal dari swadana, pemerintah maupun sumbangan lain yang tidak mengikat. Saat ini informasi mengenai keberadaan Yayasan LAB hanya melalui pemberitaan di media massa jika LAB mengadakan kegiatan. Untuk itu diperlukan adanya media yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai LAB itu sendiri dan kegiatan-kegiatannya maupun wadah jika masyarakat ingin melakukan pengaduan terkait pelanggaran hak anak. Website diyakini sebagai media yang tepat menjawab kebutuhan tersebut. Website digunakan sebagai media untuk menginformasikan company profile dari LAB kepada masyarakat. Web juga digunakan sebagai media informasi pertanggungjawaban kepada donatur yang menginformasikan kegiatan – kegiatan LAB. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dapat dibagi menjadi dua kegiatan yaitu pengembangan dan implementasi website Lentera Anak Bali dan kegiatan bantuan tenaga pengajar untuk memberikan materi membaca, menulis dan berhitung yang diselingi kegiatan mendongeng sehingga memberikan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak buruh suun Pasar Badung.Kata kunci : lentera anak bali, PKM, website, calistung, dongengABSTRACTLentera Anak Bali is an independent non-profit organization, engaged in efforts to protect children in order to obtain their rights, especially children's rights to education (marginal / underprivileged children), the right to strengthen the legal system, health and psychosocial children, and handling victims of violence against the nation's children due to sex tourism (pedophilia, prostitute and trafficking), with the scope of the province of Bali whose sources of funds come from self-financing, government and other non-binding donations. Presently, the information about the existence of LAB foundations is only through reporting in the mass media. For this reason, it is necessary to have a media that can provide information to the public about the LAB itself and its activities as well as a forum if the community wants to make complaints related to violations of children's rights. Website is believed to be the right media to answer those needs. The website is used as a medium to inform the company profile of LAB to the public. The web is also used as a medium of accountability information to donors who inform LAB activities. The method of carrying out PKM activities can be divided into two activities, namely the development and implementation of the Lentera Anak Bali’s website and the teaching aid activities to provide reading, writing and arithmetic materials interspersed with storytelling activities so as to provide a pleasant learning process for the children of Badung Market “sun” workers.Key words: lentera anak bali, PKM, website, calistung, fairy tales
PKM di IKM Akah Bali untuk Peningkatan Kualitas Pemasaran Produk Kerajinan Saraswati, Ni Wayan Sumartini; Indradewi, I Gusti Ayu Agung Diatri
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 1 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.828 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i1.1442

Abstract

ABSTRAKIndustri kerajinan memegang peranan cukup penting dalam mendukung perekonomian masyarakat kabupaten Bangli. Seperti halnya IKM Akah Bali. Kerajinan yang dihasilkan IKM Akah Bali adalah kerajinan yang berbahan baku dari akar bambu. Akar bambu yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi, bahkan karena keunikan dan keantikan yang dimilikinya, kerajinan limbah bambu IKM ini dapat menembus pasar ekspor sebagaimana halnya kerajinan kayu. Dalam mengikuti pameran pemilik IKM memiliki masalah karena tidak semua jenis produk tersedia untuk dipamerkan, bahkan cenderung produk-produk yang bagus telah laku terjual. Hal ini menyebabkan kendala pemasaran. Masalah kedua terkait dengan pemasaran bahwa penjualan IKM ini mengandalkan pengepul dimana pengerajin kurang diuntungkan terkait masalah harga yang ditekan oleh pihak pengepul. Pengerajin mengharapkan bisa terhubung langsung dengan konsumen yang memerlukan produk kerajinan tanpa harus melalui pengepul, sehingga margin keuntungan yang didapat pihak pengerajin menjadi lebih besar. Beberapa solusi yang dapat ditawarkan untuk menangani permasalah yang dialami oleh IKM adalah kegiatan dengan sentuhan ipteks, yaitu pendataan dan digitalisasi data produk kerajinan, pembuatan katalog produk kerajinan, pelatihan digitalisasi data produk kerajinan, pembuatan fasilitas online marketing produk kerajinan, serta pelatihan penggunaan online marketing untuk memperluas pemasaran. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah dihasilkannya data produk IKM Akah Bali berupa data digital, meningkatnya kemampuan pengerajin dalam menyiapkan data digital produk berupa foto, dihasilkannya buku katalog produk dan website sebagai sarana perluasan pemasaran.Kata kunci : kerajinan akar bambu, buku katalog, foto produk, website e-commerceABSTRACTThe handicraft industry (IKM) plays an important role in supporting the economy of the people in Bangli district, like the Akah Bali IKM. The handicrafts produced by the Akah Bali IKM are crafts made from bamboo roots. Bamboo roots that is considered as the waste can be processed into handicrafts that can be high economically valued, due to it’s uniqueness and it’s antiquity. These IKM bamboo waste crafts can penetrate the export market as well as wood crafts. IKM owners faces some obstacles during participating in the exhibition, because not all types of products are available for exhibition, even good products tend to be sold out. it causes marketing constraints. The second problem is related to marketing, that the sales of SMIs rely on collectors where the craftsmen are less profitable due to the price pressures by the collectors. The craftsmen expect to be able to connect directly with consumers who need handicraft products without having the help of middle man or so called the collectors, with hope that the craftmans’ profit margins are greater. Some solutions that can be offered to deal with problems experienced by IKM are activities with a touch of science and technology, namely data collection and digitization of handicraft product data, making handicraft product catalogs, training on digitizing craft product data, making online marketing facilities for craft products, and the use of online marketing to expand the businesses. The results of this PKM activity are the digital data form of IKM Akah Bali production, the increased ability of craftsmen in preparing digital product data through photos, the production of product catalog and websites as a means of expanding marketing.Keywords : bamboo root crafts; catalog books; product photo; e-commerce website
PKM SOSIALISASI PENGAJUAN HKI UNTUK INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN BANGLI Saraswati, Ni Wayan Sumartini; Setiawan, I Ketut; Dewi Natalia, Sang Ayu Made Krisna; Krishna Muku, I Dewa Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 5 No. 2 (2021): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.06 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v5i2.1569

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli Tahun 2020, Kabupaten Bangli memiliki 4402 buah Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang memerlukan bimbingan dan arahan dari dinas tersebut. Bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) sendiri salah satu masalah utama yang ditemui adalah masalah pemasaran produk, dalam hal ini IKM membutuhkan branding dan packaging. Sering sekali IKM dengan produk yang bagus telah membuat branding dan packaging yang bagus namun terkendala dengan kepengurusan pengajuan merek dagang yang sangat erat kaitannya dengan kepemilikan branding. Berdasarkan Hak Merek tersebut, para pemilik Merek akan mendapat perlindungan hukum sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan tenang tanpa takut mereknya diklaim oleh pihak lain. Dalam pengurusan merek dagang atau dalam hal ini kita kenal sebagai salah satu pengajuan HKI, IKM mengalami kendala kurangnya pengetahuan dalam pengajuan merek dagang tersebut. Walaupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah memfasilitasi dari hal pembiayaan namun hal itu masih menjadi kendala bagi IKM untuk mengajukan merek dagang terhadap produknya. Dalam PKM ini dilakukan kegiatan berupa pemberian materi sosialisasi mengenai pentingnya pengurusan HAKI dan tata cara pengajuan HAKI pada pelaku IKM di Kabupaten Bangli. Setelah dilakukan sosialisasi ini maka ada pemahaman baru mengenai tata cara pengajuan HAKI di lingkungan pelaku IKM di Kabupaten Bangli, bahkan ada beberapa yang secara intens meminta untuk berkunsultasi langsung dengan pembicara mengenai permasalahannya.Kata kunci : Sosialisasi, HKI, Merk Dagang, IKM, Disperindag BangliABSTRACTBased on data from the Bangli Regency Industry and Trade Service, Bangli Regency has 4402 Small and Medium Industries that require guidance and direction from the agency. For Small and Medium Industries themselves, one of the main problems encountered is the problem of product marketing, in this case, IKM requires branding and packaging. Oftentimes in Small and Medium Industries with good products that have made good branding and packaging but are constrained by the management of trademark submissions which are closely related to branding ownership. Based on the Trademark Rights, Mark owners will receive legal protection so that they can develop their business in peace without fear of having their Mark claimed by other parties. In managing trademarks or in this case, we know as one of the IPR filing, Small and Medium Industries experience problems with lack of knowledge in filing trademarks. Although the Department of Industry and Trade has facilitated financing, this is still an obstacle for Small and Medium Industries to apply for trademarks for their products. In this PKM, activities were carried out in the form of providing socialization materials regarding the importance of administering intellectual property rights and the procedures for applying for intellectual property rights to Small and Medium Industry players in Bangli Regency. After this socialization was carried out, there was a new understanding of the procedures for applying for intellectual property rights among Small and Medium Industry players in Bangli Regency, and some even asked them to consult directly with the speaker regarding the problem.Keywords: Socialization, IPR, Trademark, IKM, Bangli Industry and Trade Departement
Pengembangan Label Produk Sabun "Sekar Wangi" di Desa Apuan, Kecamatan Susut Bangli Saraswati, Ni Wayan Sumartini; Anggara, I Gede Adi Sudi; Muku, I Dewa Made Krishna; Setiawan, I Ketut; Natalia, Sang Ayu Made Krisna Dewi
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 2 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.878 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i2.2391

Abstract

ABSTRAKMengolah produk industri dan menjadikannya nilai tambah yang lebih tinggi merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan perekonomian nasional. Keberadaan Industri Kecil Menengah memberikan sumbangan terhadap ketahanan ekonomi nasional melalui produksi berbagai jenis kebutuhan masyarakat. Sabun merupakan salah satu kebutuhan manusia yang penting, karena fungsinya untuk membersihkan permukaan kulit dari dari kotoran yang menempel. IKM Sekar Wangi yang berlokasi di Desa Apuan, Susut, Bangli memproduksi sabun yang merupakan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Sabun yang diproduksi berbahan dasar minyak kelapa dan bahan-bahan organik. Dalam pemasarannya, sabun produksi IKM Sekar Wangi sudah dikemas dengan baik dan dilengkapi dengan desain label produk, namun belum menunjukkan identitas yang khas dari produk itu sendiri. Padahal ciri khas pada label produk merupakan salah satu faktor yang penting untuk menjual dan mempromosikan sebuah produk ke calon konsumen. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu mitra dalam mengembangkan desain label produk produk sabun menjadi lebih baik, memiliki ciri khas, serta diharapkan menambah nilai jual produk sabun herbal “Sekar Wangi”.Kata kunci: label produk, produk lokal, sabun herbal, industri kecil, desainABSTRACTProcessing industrial products and making them of higher added value is one of the efforts to drive the national economy. The existence of Small and Medium Industries contributes to national economic resilience through the production of various types of community needs. Soap is one of the most important human needs because its function is to clean the surface of the skin from dirt. IKM Sekar Wangi which is located in Apuan Village, Susut, Bangli produces soap which is a daily need for the community. Soap is made from coconut oil and organic ingredients. In marketing, the soap produced by IKM Sekar Wangi has been well packaged and equipped with a packaging label design but has not yet shown the distinctive identity of the product itself. Whereas the characteristic on the product label is one of the important factors to sell and promote a product to potential consumers. This service aims to assist partners in developing better packaging label designs for soap products, which have distinctive characteristics and are expected to add to the selling value of “Sekar Wangi” herbal soap products.Keywords: product label, local product, herbal soap, small industry, design
C2C Startup Model of Balinese Ceremony Ticketing System in Ubud Bali I Wayan Dharma Suryawan; Ni Wayan Sumartini Saraswati; Eddy Hartono
Lontar Komputer : Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol. 15 No. 03 (2024): Vol. 15, No. 03 December (2024)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/LKJITI.2024.v15.i03.p05

Abstract

Ubud is one of the tourist destinations in Bali. Ubud combines natural attractions, culture, and spiritual life harmoniously. One of the elements of cultural attraction in Ubud is the implementation of traditional and religious ceremonies that uphold ancestral customs. With this potential, Ubud can be a tourist destination supporting Balinese cultural tourism's progress. Currently, information regarding the implementation of traditional and religious ceremonies in Ubud is limited to tourists. Tourists can witness the traditional and religious ceremonies held through information from tour guides, who are ceremony organizers. The availability of a ceremony ticketing system that connects tourists with traditional village/banjar communities can directly address the problem of access to information and services for the implementation of traditional and religious ceremonies in Ubud. This study aims to develop a C2C e-commerce model that involves klian adat and tourists directly selling tickets for traditional and religious ceremonies in Singakerta Village, Ubud District. Given the limited time for system development, the RAD software development method was selected as the system development method. The user experience test's Likert scale results showed that the system's quality reached 84.13% for tourist satisfaction and 84.19% for klian adat satisfaction. This indicates that the system is at an excellent level based on the user.
Comparative Analysis of SVM and CNN for Pneumonia Detection in Chest X-Ray Ni Wayan Sumartini Saraswati; Dewa Ayu Putu Rasmika Dewi; Poria Pirozmand
Lontar Komputer : Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15, No. 01 April 2024
Publisher : Institute for Research and Community Services, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/LKJITI.2024.v15.i01.p04

Abstract

Recognizing pneumonia can be done by analyzing chest X-rays. Pneumonia sufferers experience pleural effusion, fluid between the lungs’ layers. It causes the lungs’ X-ray picture to be cloudy. It differs from the X-rays on normal lungs, which are dark. This difference is the characteristic of the data so that it can be classified. Support Vector Machines (SVM) and Convolutional Neural Networks (CNN) were employed in this study to identify pneumonia in X-ray images. SVM optimizes the hyperplane to separate data classes, while CNN uses convolution and pooling layers to learn patterns in the image. The data are obtained from General Hospital Ganesha Gianyar Bali and research by J.P. Cohen et al. CNN has several capabilities, such as automatic feature extraction, divided parameters, position invariance, and good generalization, so that it can classify limited data. This research applied Principal Component Analysis (PCA) and Wavelet Transformation to support both methods. The PCA-SVM model gave the best performance. The SVM model outperforms the CNN model in recognizing images; in this case, it could be due to the relatively small amount of training data.
Co-Authors Alvin Limawan Susanto Andika, I Gede Atmaja, Ketut Jaya Chatarina Umbul Wahyuni Christina Purnama Yanti Christina Purnama Yanti Dewa Ayu Putu Rasmika Dewi Dewa Ayu Putu Rasmika Dewi Dewa Ayu Putu Rasmika Dewi Dewi Natalia, Sang Ayu Made Krisna Dewi, Dewa Ayu Putu Rasmika Dewi, Yesi Ratna Eddy Hartono Eddy Hartono Eddy Hartono Eddy Hartono I Dewa Made Krishna Muku I Dewa Made Krishna Muku I Dewa Made Krishna Muku I Gede Adi Sudi Anggara I Gusti Ayu Agung Diatri Indradewi I Kadek Agus Bisena I Kadek Agus Bisena I Kadek Putra Agung Darmawan I Ketut Setiawan I Made Andi Kertha Yasa I Made Sukarsa I Nyoman Tri Anindia Putra I Nyoman Yudha Chandra Dinata I Putu Dedy Sandana I Putu Dedy Sandana I Putu Krisna Suarendra Putra I Wayan Agustya Saputra I Wayan Dharma Suryawan Ida Bagus Gede Sarasvananda Juniartini, Ni Komang Tri Kadek Budi Sandika Ketut Gede Darma Putra, I Ketut Laksmi Maswari Ketut Sepdyana Kartini Krisna, Gede Gana Eka Made Sudarma MADE WAHYU ADHIPUTRA Maria Osmunda Eawea Monny Melinia Hutari Natalia, Sang Ayu Made Krisna Dewi Ni Komang Tri Juniartini Ni Luh Pangestu Widya Sari NI LUH PUTU AGETANIA . NI LUH PUTU MERY MARLINDA Ni Made Lisma Martarini Ni Wayan Mirah Senja Pertiwi Ni Wayan Wardani Nirwana, Ni Kade Ayu Pirozmand, Poria Poria Pirozmand Poria Pirozmand Poria Pirozmand Poria Pirozmand Pramana, I Gusti Kadek Candra Adi Cahya Pramest, Ni Luh Gede Sintia Pramita, Dewa Ayu Kadek Pramitha, Gede Dana Putu Ananda Sitarasmi Putu Wirayudi Aditama Sandhiyasa, I Made Subrata Sari, Ni Luh Pangestu Widya Waas, Devi Valentino Wardani, Ni Wayan Weizhi Song