FITRIAH ARTINA, FITRIAH
Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penguatan Kearifan Lokal (Local Wisdom) dan Watak Kewarganegaraan (Civic Disposition) Melalui Sabtu Budaya di SMP Negeri Se-Kota Mataram Sawaludin Sawaludin; Muh. Zubair; I Nengah Agus Tripayana; Basariah Basariah; Fitriah Artina; Sirrul Auvia; Khairil Khanim
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sabtu Budaya dalam memperkuat kearifan lokal (local wisdom) dan membentuk watak kewarganegaraan (civic disposition) siswa SMP Negeri di Kota Mataram. Urgensi penelitian ini berangkat dari kebutuhan pendidikan di Indonesia untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, holistik, dan berakar pada nilai budaya lokal, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus (case study design). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan Sabtu Budaya di beberapa sekolah negeri di Kota Mataram. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sabtu Budaya berfungsi sebagai media pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman (experiential learning) yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Sasambo ke dalam pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Kegiatan seperti begibung, pertunjukan seni, dan permainan tradisional menumbuhkan rasa kebanggaan budaya, kedisiplinan, tanggung jawab sosial, gotong royong, serta toleransi di kalangan siswa. Lebih jauh, praktik ini memperkuat civic disposition melalui keterlibatan aktif dan refleksi sosial budaya yang menumbuhkan sikap partisipatif, empati, dan kesadaran demokratis. Implementasi Sabtu Budaya juga memperlihatkan keterpaduan antara nilai lokal dan visi Global Citizenship Education, di mana siswa belajar menjadi warga global tanpa kehilangan akar budaya lokalnya. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan variasi dukungan kebijakan, kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan komunitas budaya mampu menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, Sabtu Budaya menjadi model pembelajaran transformatif yang tidak hanya melestarikan tradisi Sasambo, tetapi juga membentuk generasi muda yang kritis, kreatif, toleran, dan berkarakter Pancasila.
Analisis Prinsip Green Constitution Pada Awig-Awig dalam Pembentukan Civic Virtue dan Ecological Citizenship I Nengah Agus Tripayana; Fitriah Artina; I Wayan Eka Santika
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4434

Abstract

Penelitian ini mengkaji awig-awig sebagai bentuk green konstitusi pada masyarakat adat Sasak dalam perspektif ecological citizenship. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya krisis lingkungan global yang menuntut penguatan prinsip perlindungan lingkungan dalam kerangka konstitusional, termasuk pada sistem hukum non-negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis substansi awig-awig sebagai konstitusi hijau sebagai wujud civic virtue yang mengatur relasi manusia dan lingkungan serta perannya dalam membentuk ecological citizenship masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (Library Research) dengan teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen awig-awig, artikel jurnal dan penelitian terdahulu. Analisis data dilakukan secara tematik dengan berpijak pada teori green konstitution dan ecological citizenship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awig-awig memuat prinsip-prinsip konstitusional ekologis, kewajiban ekologis warga adat, serta mekanisme penegakan norma lingkungan yang bersifat restoratif. Awig-awig tidak hanya berfungsi sebagai hukum adat, tetapi juga sebagai konstitusi hijau yang hidup dan efektif dalam membentuk kesadaran kewargaan ekologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa awig-awig dapat diposisikan sebagai model green konstitusi berbasis kearifan lokal yang relevan bagi pengembangan kajian PPKn dan pendidikan kewarganegaraan ekologis.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Etika dan Tanggung Jawab Digital: Studi pada Mahasiswa PPKn Universitas Mataram Fitriah Artina; I Nengah Agus Tripayana; Muhammad Amin
Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/konstruksisosial.v5i3.3998

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan etika dan tanggung jawab digital mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Mataram (n = 135), menggunakan desain kuantitatif survei dan analisis regresi bootstrapping. Hasil menunjukkan pengaruh positif sedang antara penggunaan media sosial dengan etika digital (R² = 0,206) dan tanggung jawab digital (R² = 0,183), menandakan sekitar 18–20% variasi kedua konstruk dapat dijelaskan oleh interaksi daring. Etika digital berperan sebagai mediator kritis, sedangkan tanggung jawab digital melibatkan aspek moral, kesadaran sosial, dan refleksi pribadi, yang dimoderasi oleh karakter individu. Mahasiswa PPKn menunjukkan orientasi personally responsible, dengan potensi partisipatif yang dapat diperkuat melalui pengalaman praktik digital. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan perlu mengintegrasikan praktik digital reflektif seperti studi kasus, simulasi, dan diskusi daring untuk membangun internalisasi nilai, kesadaran etis, dan tanggung jawab digital.
STUDI TENTANG TINDAK PIDANA PENCURIAN YANG DILAKUKAN OLEH GENG MOTOR DI KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS PADA KANTOR POLRESTABES MAKASSAR) FITRIAH ARTINA; LUKMAN ILHAM
Jurnal Tomalebbi Volume II, Nomor 2, September 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.019 KB) | DOI: 10.56680/jt.v2i2.1707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui motif pelaku geng motor dalam melakukan Tindak Pidana Pencurian di Kota Makassar, (2) Mengetahui upaya preventif dan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh geng motor di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, populasi dalam penelitian ini semua kasus tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh Geng Motor di Kota Makassar Tahun 2013 yang selesai ditangani di Kantor Polrestabes Makassar yakni berjumlah 13 kasus, penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel populasi yaitu sebanyak 13 kasus Tindak Pidana Pencurian yang dilakukan oleh Geng Motor di Kota Makassar Tahun 2013 yang selesai ditangani di Kantor Polrestabes Makassar. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dan dokumentasi yang selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik  analisis deskrptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Motif pelaku geng motor di Kota Makassar dalam melakukan tindak pidana pencurian yakni didorong oleh keinginan untuk mencari kesenangan dan popularitas, serta adanya perebutan posisi kepemimpinan dalam geng motor tersebut. (2) Upaya yang dilakukan oleh aparat kepolisian  terhadap tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh geng motor di Kota Makassar yakni: (a) Upaya preventif atau pencegahan (1) Melalui penyuluhan terhadap anak-anak sekolah dengan mengirimkan perwakilan dari pihak kepolisian untuk menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah yang ada di Kota Makassar secara bergantian, (2) Menyatukan persepsi dengan masyarakat, tokoh agama, toko pemuda, dan anggota TNI untuk sepakat melarang keras terhadap keberadaan geng motor di kota makassar berupa pemasangan spanduk yang dipasang di daerah rawan geng motor, (3) Melakukan patroli blok pada tempat-tempat yang dianggap rawan terjadinya kejahatan yang dilakukan oleh geng motor. (b) Upaya reprsif atau penindakan yang dilakukan oleh kepolisian polrestabes makassar terhadap tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh geng motor harus sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku yakni dalam hal ini harus berdasar pada KUHP dan KUHAP.Kata Kunci : Tindak pidana, pencurian, geng motor
SIAPAKAH WARGA NEGARA IDEAL DI ERA DEMOKRASI? SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS TENTANG GOOD CITIZENSHIP TAHUN 2019–2025 FITRIAH ARTINA; I Nengah Agus Tripayana
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.557

Abstract

Good citizenship merupakan pilar fundamental dalam sistem demokrasi. Penelitian ini bertujuan melakukan tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap artikel-artikel ilmiah yang mengkaji hubungan antara good citizenship dan demokrasi yang dipublikasikan pada periode 2019–2025. Menggunakan protokol PRISMA, sebanyak 312 artikel diidentifikasi dari basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan ERIC, dan setelah proses penyaringan, 20 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis secara mendalam. Hasil analisis menunjukkan lima tema utama yang muncul dari literatur: (1) konsep dan karakteristik good citizenship dalam konteks demokrasi; (2) norma kewarganegaraan dan pengaruhnya terhadap partisipasi politik; (3) peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk warga negara yang demokratis; (4) dimensi kewarganegaraan digital dalam demokrasi kontemporer; dan (5) kebajikan sipil sebagai fondasi demokrasi yang berkelanjutan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa good citizenship bersifat multidimensi, mencakup partisipasi aktif, toleransi, tanggung jawab sosial, dan kompetensi digital, serta bahwa pendidikan kewarganegaraan yang efektif berperan krusial dalam membentuk warga negara demokratis. Penelitian ini memberikan kontribusi sintesis konseptual yang komprehensif bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Kata Kunci: good citizenship; demokrasi; partisipasi politik; pendidikan kewarganegaraan; tinjauan literatur sistematis
ECOLOGICAL NORM CITIZENSHIP: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS TENTANG NORMA KEWARGANEGARAAN EKOLOGIS TAHUN 2019–2025 I Nengah Agus Tripayana; Fitriah Artina
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.558

Abstract

Ecological norm citizenship atau norma kewarganegaraan ekologis merupakan konsep yang mengintegrasikan hak, kewajiban, dan kebajikan warga negara dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan melakukan tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap artikel-artikel ilmiah yang mengkaji konsep, implementasi, dan norma kewarganegaraan ekologis yang dipublikasikan pada periode 2019–2025. Menggunakan protokol PRISMA, sebanyak 287 artikel diidentifikasi dari basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan ERIC, dan setelah proses penyaringan, 20 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis secara mendalam. Hasil analisis menunjukkan lima tema utama: (1) konsep dan karakteristik ecological norm citizenship; (2) norma ekologis dan perilaku pro-lingkungan; (3) pendidikan kewarganegaraan ekologis; (4) kewarganegaraan digital dan keterlibatan pemuda dalam isu ekologi; dan (5) kebajikan ekologis dan keadilan lingkungan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa norma kewarganegaraan ekologis bersifat multidimensi, mencakup tanggung jawab moral terhadap lingkungan, keterlibatan sipil aktif, dan kompetensi ekologis yang dibangun melalui pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi sintesis konseptual yang komprehensif bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan ekologis di Indonesia. Kata Kunci: Ecological norm citizenship; norma ekologis; perilaku pro-lingkungan; pendidikan kewarganegaraan; tinjauan literatur sistematis