Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PAMALI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT KAMPUNG ADAT JALAWASTU Sulisthya Dewi; Ananda Cahya Camila; Siti Nurjanah; Decinta Nesa Karisma; Odien Rosidin; M. Rinzat Iriyansah; Robita Ika Annisa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52442

Abstract

This article discusses the taboos that exist in the lives of the community of the Jala wastu Traditional Village, Ciseureuh Village, Ketanggungan Subdistrict, Brebes Regency. This study aims to explain the various types of taboos and their function s in the lives of the locThis article discusses the taboos that exist in the lives of the community of the Jalawastu Traditional Village, Ciseureuh Village, Ketanggungan Subdistrict, Brebes Regency. This study aims to explain the various types of taboos and their functions in the lives of the local indigenous community. This study employs a descriptive qualitative method to collect data through various techniques such as interviews, observation, document collection, note-taking, recording, and listening. The findings of this study indicate that taboos in the Jalawastu Traditional Village encompass prohibitions related to infrastructure, animal husbandry, farming, playing musical instruments, dress codes, and entering areas considered sacred. Pamali are not only viewed as inherited traditions but also serve as mechanisms of social control, guidelines for behavior, and efforts to preserve culture and the environment. The community’s adherence to pamali signifies that traditional values and local wisdom are still preserved to this day amidst modern progress.
STUDI ETNOLINGUISTIK BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI PERNIKAHAN MASYARAKAT ETNIS BETAWI Destriana Ayuningtyas; Odien Rosidin; Tisnasari .
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali, menganalisis, dan memetakan bentuk serta makna simbolik dalam tradisi pernikahan masyarakat etnis Betawi melalui perspektif etnolinguistik dan semantik kultural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 data simbolik yang terbagi menjadi 12 data leksikon ritual/praktik pernikahan (RS/LK/MK) dan 5 data simbol kuliner/artefak visual (KN/RS/MK). Berdasarkan analisis komparatif antarwilayah, ditemukan konsistensi struktural pada pola Ritual/Simbol Adat–Leksikon–Makna Kultural (RS-LK-MK) dan Kuliner–Ritual/Simbol Adat–Makna Kultural (KN-RS-MK). Namun, terdapat variasi regional berupa simplifikasi, reduksi dimensi fisik, dan modernisasi gaya performatif di wilayah suburban (Makasar dan Margahayu) akibat arus urbanisasi, sementara wilayah pusat (Cilandak dan Palmerah) cenderung mempertahankan struktur tradisional yang rigid. Meskipun terjadi pergeseran bentuk fisik, makna kultural inti (core values) yang dikandung tetap setara dan adaptif. Implikasi penelitian ini berkontribusi sebagai materi ajar kontekstual berbasis kearifan lokal bagi guru, referensi empiris bagi penulis buku teks, serta landasan kritis bagi pelestarian budaya dan pengembangan ilmu etnolinguistik.