Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PENYANDANG DISABILITAS FISIK TERHADAP AKSES PEKERJAAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SOSIAL EKONOMI (Studi Pada Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Provinsi Sulawesi Tenggara) Wahyuningsi, Pirda; Moita, Sulsalman; Tanzil, Tanzil
WELL-BEING: Journal of Social Welfare Vol 2, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.419 KB) | DOI: 10.52423/well-being.v2i1.20001

Abstract

Persons with disabilities are every person who experiences physical, intellectual, mental and or sensory limitations for a long period of time who in interacting with the environment experiences obstacles and difficulties to participate fully and effectively with other citizens based on equal rights, a physical disability is someone who has body abnormalities in the locomotion which include bones, muscles and joints that prevent them from doing proper activities. The purpose of this research is to find out the efforts of persons with physical disabilities and the challenges experienced by persons with physical disabilities in accessing jobs in meeting socio-economic needs. This research method is descriptive qualitative. The results showed that first, the efforts made by members of PPDI Sultra in meeting their socio-economic needs, namely increasing self-confidence by working and also joining an environment that has conditions like them so that they can encourage each other and also by participating in training for people with disabilities. gain knowledge and skills to equip them to open and get jobs as well as entrepreneurship, entrepreneurship, namely sewing, welding workshops, and selling groceries. Second, the challenges experienced by PPDI Sultra members with regard to access to jobs in meeting socio-economic needs, namely employment opportunities that are not disability friendly, shame, job opportunities, education and skills. With the efforts made by persons with physical disabilities to access work in meeting their socioeconomic needs, they get recognition from the community that they are able to have a job and fulfill their needs.
FUNGSI RITUAL MONAHU NDAU’ PADA ORANG TOLAKI DI DESA PARAUNA KECAMATAN ANGGABERI KABUPATEN KONAWE AJEMAIN, AJEMAIN; MOITA, SULSALMAN; ALIM, ABDUL
Jurnal Penelitian Budaya Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.715 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v4i1.6614

Abstract

Penelitian ini berjudul “Fungsi Ritual Monahu Ndau’ Pada Orang Tolaki Di Desa Parauna Kecamatan Anggaberi Kabupaten Konawe. merupakan penelitian kualitatif, sebagaimana dikemukakan oleh Levis Strauss dan Corbin (2003:9), bahwa model penelitian ini memiliki tiga unsur yaitu data berasal dari berbagai sumber, prosedur analisis dan interpretative digunakan untuk memperoleh temuan, laporan hasil penelitian dibuat dalam bentuk tertulis maupun lisan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa PArauna, Kecamatan Anggaberi. Data dan sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Sedangkan informan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan teknik purposive. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif dan interpretative yang mengacu pada empat langka yang dilakukan peneliti yaitu mengurutkan data ke dalam pola  sesuai dengan permasalahan, mengelompokan data dalam kategori yang sesuai dengan interpretasi peneliti,  sesuai dengan data, dan sejalan dengan pemahaman yang akan diperoleh, serta penilaian atas data  hingga memperoleh simpulan.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Monahu Nda’u memiliki fungsi sebagai sarana kerukunan hidup dan fungsi kegotongroyongan.Kata Kunci: Ritual, Monahu Nda’u, Fungsi, Orang Tolaki
MAKNA SIMBOLIK KALOSARA DALAM KEHIDUPAN SUKU TOLAKI DI KABUPATEN KONAWE Munir, Munir; Suardika, I Ketut; Moita, Sulsalman
Jurnal Penelitian Budaya Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.552 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v4i1.6610

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untul menganalisis makna simbolik kalosara dalam kehidupan suku Tolaki di Kabupaten Konawe. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan wawancara dengan informan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna simbolik kalosara yang dipilin tiga dengan mempertemukan pada satu simpul, melambangkan adanya unsur pemerintahan, unsur agama, dan unsur adat. Ketiga unsur tersebut tersalut menjadi satu dalam simbol kalo sara. Ketiga komponen yang terdiri dari unsur pemerintahan, agama, dan adat itu saling dukung mendukung dalam upaya menciptakan tingkat kesejahteraan masyarakat pada umumnya.Kata kunci: kalosara, makna, simbolik, suku Tolaki
PERAN KEPEMIMPINAN INFORMAL PU’UTOBU DALAM PENYELESAIAN SENGKETA SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SUKU TOLAKI Suarni, Suarni; Moita, Sulsalman; Syahrun, Syahrun
Jurnal Penelitian Budaya Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.413 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v4i1.6612

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui peran informal Pu’utobu dalam peneyelesaian sengketa sosial budaya masyarakat Suku Tolaki di Kecamatan Meluhu kabuapaten konawe. Peran informal kepemimpinan Pu’utobuadalah sebagaipemerintahan wilayah yang masing-masing  wilayah ini dikuasai dan bertanggung jawab kepada pemerintahan Siwole Mbatohu yaitu empat penjuru pemerintahan daerah yang telah diuraikan sebelumnya. Pemerintahan Pu’utobu ini merupakan pemerintahan perantara antara pemerintahan wonua melalui Siwole Mbatohu kemudian diteruskan kepada pemerintahan desa (napo) yang disebut o’napo. Pemerintahan Pu’utobu berkewajiban menyambaikan segala perintah dari pemerintahan wonua kepada pemerintahan o’napo yang berada di wilayah kekuasaannya.Pu’utobu mempunyai kewajiban untuk meneruskan segala usul permintaan dari pemerintahan napo kepada pemerintahan siwole mbatohu, dan diteruskan lagi kepada pemerintahan wonua yang dipimpin oleh seorang mokole (kepala negeri).Seorang Pu’utobu sebagai kepala wilayah mempunyai aparat pemerintahan di tingkat wilayahnya, yaitu tingkat pabitara, tolea, posudo dan tamalaki yang ditunjuk dan diangkat dari salah seorang yang menonjol prestasinya dari aparat pemerintahan di bawahnya.Tugas-tugas yang dilaksanakan aparat pemerintahan Pu’utobu ini adalah segala masalah perselisihan yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintahan onapo, dan atau segala perselisihan yang terjadi antara pemerintahan o’napo dalam wilayah kekuasaannya.Kata kunci: kepemimpinan, Pu’utobu, sengketa, sosial budaya, masyarakat
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ETNIS TOLAKI DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA PESISIR DI KECAMATAN LALONGGASUMEETO KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULTRA Sulsalman Moita
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.725 KB)

Abstract

Penelitian dengan lokus di Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, bertujuan untuk: (1) menganalisis pola pengelolaan sumber daya pesisir berbasis nilai-nilai kearifan lokal etnis Tolaki; (2) mengkaji perubahan nilai-nilai kearifan lokal sebagai dampak dari modernisasi dan kapitalisme; dan (3) menganalisis konsekuensi perubahan nilai-nilai kearifan lokal terhadap kebertahanan masyarakat sebagai sistem sosial. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam pengumpulan data, peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pola pengelolaan sumber daya pesisir yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal etnis Tolaki seperti tradisi mondonduri, mepuka, meboso, mearano, dan melupai,; menjadi katup pengaman entitas ekosistem perairan dari eksploitasi yang berlebihan; (2) Dinamika dan perubahan nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya perairan, menyasarpada kelompok-kelompok penangkap dan budi daya perikanan yang berorientasi pada akumulasi modal dan spirit kapitalisme. Mereka adalah jaringan nelayan yang berafiliasi dengan kelompok pemodal kuat sehingga mengabaikan realitas kearifan lokal; (3) konsekuensi perubahan nilai-nilai kearifan lokal, secara faktual tidak terjadi secara holistik, karena sistem pranata perikanan etnis lokal mampu menjaga kebertahanan sistem sosial masyarakat. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um021v2i12017p016
Penyuluhan Strategi Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 Sulsalman Moita; Sarmadan Sarmadan; Syaifuddin S Kasim; Bahtiar Bahtiar
Jurnal Abdidas Vol. 1 No. 6 (2020): Vol 1 No 6 December 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v1i6.109

Abstract

Wabah virus corona yang terjadi selama 6 bulan terakhir, telah menimbulkan berbagai krisis, seperti krisis ekonomi, kesehatan, sosial, dan kesehatan. Penanganan pandemi COVID-19, tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, namun membutuhkan peran serta masyarakat. Atas dasar tersebut, maka tujuan dari kegiatan Program Kreativitas Masyarakat (PKM) ini adalah penyuluhan strategi penguatan partisipasi masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka metode yang dilakukan adalah pelatihan dengan memfokuskan pada pendekatan Focus Group Discussion (FGD). Pendekatan FGD menekankan pada strategi dan implementasi bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam penanganan pandemi COVID-19. Hasil Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menunjukkan bahwa peserta dapat memahami bentuk-bentuk dan strategi partisipasi yang paling relevan dalam menghadapi pandemi COVID-19. Peserta juga melalui forum FGD dan aksi, menerapkan partisipasi tersebut melalui kegiatan seperti penyemprotan cairan disinfektan, distribusi masker, penyiapan sarana cuci tangan, pembersihan lingkungan, dan sebagainya.
Pelatihan Kewirausahaan bagi Perempuan Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Terdampak Pandemi Covid-19 Sulsalman Moita; La Ode Monto; Syaifuddin S Kasim; Sarmadan Sarmadan
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 2 (2021): April, Pages 161-458
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i2.253

Abstract

Wabah virus corona yang berlangsung sejak penghujung tahun 2019, tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan global yang menyebabkan jutaan manusia terpapar dan ratusan ribu meninggal dunia; namun juga menyebabkan krisis lain seperti krisis ekonomi, sosial, dan politik. Salah satu kelompok yang paling merasakan dampak pandemi Covid-19 adalah kelompok perempuan yang menjalankan usaha kecil menengah. Mereka adalah perempuan single parents (orang tua tunggal), perempuan yang bekerja membantu ekonomi rumah tangga, dan perempuan yang menanggung beban ekonomi orang tua. Tujuan dari kegiatan ini adalah: 1) dipahaminya prinsip-prinsip dan strategi berwirausaha yang baik dan inovatif bagi kaum perempuan dalam mendukung usaha kecil menengah; dan (2) meningkatnya keterampilan, etos kerja, tanggungjawab, disiplin, dan kemandirian perempuan pelaku ekonomi. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka metode yang dilakukan adalah pelatihan dengan memfokuskan pada penyuluhan, diskusi kelompok, dan tanya jawab. Hasil program kemitraan masyarakat, menunjukkan bahwa peserta pelatihan dapat memahami prinsip dan strategi berwirusaha yang baik, serta melalui diskusi dan tanya jawab peserta mampu memahami dan melakukan praktek tentang kemampuan membangun jaringan, pemanfaatan teknologi dan media informasi, serta penguasaan pasar.
ANALISIS PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM DI KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Sulsalman Moita
Journal Publicuho Vol 3, No 2 (2020): May - July
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.772 KB) | DOI: 10.35817/jpu.v3i2.12351

Abstract

The purpose of this study is to find out and study the analysis of the implementation of land acquisition for public use in Konawe Kepulauan Regency. The method in this research is descriptive qualitative with a case study approach. Research locus in Langara City, with research informants namely parties involved in land acquisition. Data collection is done by in-depth interview techniques, observations, and document studies, while data analysis techniques are done qualitatively and quantitatively. The results of the study show that: analysis of the implementation of land acquisition for the construction of public facilities in Konawe Kepulauan Regency uses eight stages of procedures, where at each stage the authority of the regional government working together National Land Agency is quite dominant in policy making, such as location determination, socialization, land measurement, land survey, announcements the results of land survey and compensation. Whereas the community or landowner is the party that has suffered a lot from land acquisition policies, due to inadequate types of compensation, low compensation, and delays in fulfilling the rights of landowners. Other findings also indicate the occurrence of a conflict of interest between the land owner and the land acquisition (local government) related to the status and claim on the land so that it impacts on the legality of the land, whether including land owned or state land
The Socio-Economic Impacts After Relocation of Pasar Panjang Traders to the Wua-Wua Central Market Kendari City Nur Asiah; Sulsalman Moita; Ratna Supiyah
Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Vol. 1 No. 1 (2020): April
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.509 KB) | DOI: 10.47540/ijsei.v1i1.6

Abstract

This study aims to determine the process of relocation of the Pasar Panjang traders to the Central Market of Wua-Wua Kendari City and to determine the impact caused after the relocation. This research uses a qualitative approach, where data is collected through observation, interview, and documentation techniques. The results of this study indicate that the relocation of Pasar Panjang traders to the Wua-Wua Central Market of Kendari City is intended for fire victims. The government provides approximately 1,200 stalls with adequate facilities. The impact caused by the relocation of the Pasar Panjang traders to the Central Market of Wua-Wua, Kendari City, includes social impacts, namely the interaction between traders is well established, some locations are not given much attention to cleanliness. While the economic impact of the lack of merchant income due to lack of visitors, most traders take capital in the bank to open a business so they do not have savings, the volume of business traders to decline.
Strategy for Prevention and Quality Improvement of Urban Slumps Based on Community Empowerment Sulsalman Moita; Darmin Tuwu; Allan Darmawan
Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Vol. 2 No. 2 (2021): August
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.899 KB) | DOI: 10.47540/ijsei.v2i2.123

Abstract

The purpose of this study was to examine the characteristics of slum areas and to analyze strategies for preventing and improving the quality of community empowerment-based slum settlements in Langara City, Konawe Islands Regency. This research method is descriptive qualitative with a case study approach, while the research informants are individuals and groups who are involved in the slum prevention and quality improvement program. The data were collected using in-depth interviews, observation, and document studies, while the data analysis techniques were carried out qualitatively. The results show that the indicators of a slum in Langara City are: the condition and quality of houses are generally less regular, dense, with minimal air and light circulation, environmental sanitation is not supported by wastewater disposal, access to settlements is relatively good, the garbage disposal system is not supported by landfills. Finally, limited distribution of net water, and the unavailability of fire protection. Furthermore, the strategy for preventing and improving the quality of slum based on community empowerment shows 1) slum prevention strategies with indicators: the high rate of community participation in attending counseling on the importance of maintaining environmental health and the high involvement of residents in preventing slums through cooperation, community service, and helping out; 2) slum quality improvement strategy with indicators: high capacity and community involvement in the renovation and restoration of slum shelters; and the low level of public awareness of joining the relocation program in slum pockets.