Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN SERTA PENGELOLAAN POTENSI KAMPUNG SUKASENANG MELALUI KEGIATAN PENGOLAHAN PERMEN JELLY DAN KERIPIK DARI WORTEL Masripah Masripah; Ade Holis; Nurul Fatonah
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3258

Abstract

Desa Cidatar merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. Mayoritas masyarakat desanya terdapat pada sektor pertanian. Salah satu Kampung yang masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani adalah Desa Sukasenang, yaitu mayoritas petani wortel. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan perekonomian keluarga di Kampung Sukasenang, Desa Cidatar, Kabupaten Garut dengan cara memberdayakan perempuan melalui kediatan pengolahan permen jelly dan keripik yang terbuat dari wortel agar petani di sana tidak terjerat oleh Bank Emok (Rentenir) yang semakin merajalela di daerah perkampungan. Berdasarkan hasil observasi dari kegiatan pengabdian ini masyarakat atau petani di Kampung Sukasenang merasa senang dan cukup puas dengan adanya pengabdian yang dilaksanakan oleh Dosen dan Mahasiswanya. Petani di sana dirasa mendapatkan ilmu baru tentang pemanfaatan tanaman wortel. Wortel tidak hanya dijadikan sebagai makanan hewan ternak saja, namun dapat diolah menjadi makanan yang bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai peluang dalam berkegiatan wirausaha dengan mengolahnya menjadi permen jelly dan keripik wortel. Berdasarkan analisa, dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat merasa teredukasi dan memiliki peluang bisnis yang bagus untuk ke depannya. 
Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Terhadap Kinerja Guru Untuk Mewujudkan Prestasi Belajar Siswa (Penelitian Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Garut) Nenden Astriyani; Gugun Geusan Akbar; Masripah Masripah
Khazanah Akademia Vol. 8 No. 01 (2024): Khazanah Akademia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jurnalkhazanahakademia.v8i01.311

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis adanya pengaruh dari pelaksanaan kebijakan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi terhadap kinerja guru untuk mewujudkan pencapaian prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini digunakan metode deskripsi analisis dengan teknik survey didukung dengan wawancara dan juga studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini untuk menguji hipotesis adalah statistik melalui model analisis jalur (path analysis). Penelitian ini mengambil populasi sekaligus sampel responden adalah seluruh guru di Madrasah Aliyah Negeri 2 Garut yang berjumlah 60 guru. Hasil dari pengujian hipotesis utama dari penelitian ini yakni “terdapat pengaruh pelaksanaan kebijakan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi terhadap kinerja guru untuk mewujudkan prestasi belajar siswa” hal ini didasarkan dari hasil perhitungan yang didapat yaitu nilai Fhitung lebih besar dari pada nilai Fhitung yaitu Fhitung = 44,9907 > Ftabel = 8,5566. Dari nilai tersebut maka kaidah keputusan statistik yang diambil adalah Ho ditolak, artinya pelaksanaan kebijakan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (X) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru (Y) untuk mewujudkan prestasi belajar siswa (Z) di Madrasah Aliyah Negeri 2 Garut. Hasil pengujian pada sub-sub hipotesis menempatkan pelaksanaan kebijakan-pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja guru, kemudian kinerja guru mempunyai pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa dan pelaksanaan kebijakan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi memiliki pengaruh signifikan untuk perwujudan prestasi belajar siswa.
Membangun Solidaritas Sosial dalam Perspektif Al-Qur’an Prinsip Ukhuwah Islamiyah Masripah Masripah; Akbar Al Firdaus; Herdi Firmansyah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.283

Abstract

Kehidupan sosial menurut perspektif Al-Qur'an menekankan nilai-nilai penting seperti keadilan, kasih sayang, kerja sama, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai dasar untuk menciptakan harmoni dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip kehidupan sosial yang terdapat dalam Al-Qur'an serta relevansinya dalam menghadapi tantangan sosial yang ada saat ini. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Studi ini diambil dari kajian literatur yang mencakup tujuh jurnal yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2014-2024. Data dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip sosial dalam Al-Qur'an beserta implikasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menyediakan panduan komprehensif mengenai kehidupan sosial, mencakup konsep keadilan sosial, kesejahteraan holistik, ukhuwah Islamiyah, musyawarah, serta resolusi konflik. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai sosial Islam dalam pendidikan, kebijakan publik, dan kehidupan sehari-hari dapat menjadi solusi bagi ketimpangan sosial dan konflik budaya di era modern. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan nilai-nilai sosial Islam sebagai langkah untuk membangun masyarakat yang harmonis, adil, dan sejahtera. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai sosial Islam dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, kebijakan publik, dan interaksi sosial, dapat berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera. Prinsip-prinsip sosial dalam Al-Qur'an, seperti keadilan, toleransi, dan musyawarah, berpotensi menjadi solusi dalam mengatasi ketimpangan sosial serta konflik budaya di era modern.
Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Era Digitalisasi Menurut Perspektif Al-Qur’an Masripah Masripah; Latifah Latifah; Rani Nurani Dewi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.284

Abstract

Era digital membawa dampak signifikan terhadap pola asuh dan pendidikan anak, baik dalam aspek positif maupun negatif. Orang tua memiliki peran utama dalam membimbing anak agar tetap berpegang pada nilai-nilai Islam di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam mendidik anak di era digital berdasarkan perspektif Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap berbagai literatur yang relevan. Data ini diambil dari scholar dan sebanyak 10 jurnal yang dikaji. Data yang dikumpulkan dengan mengidentifikasi, memilah, mengorganisasikan data, dan menganalisis isi dari sumber tersebut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi, mendampingi, dan memberikan teladan kepada anak dalam penggunaan teknologi agar tidak terjerumus pada konten yang bertentangan dengan ajaran Islam. Al-Qur’an menekankan pentingnya pendidikan berbasis tauhid dan akhlak, sebagaimana tercantum dalam Q.S. At-Tahrim ayat 6, Q.S. Luqman ayat 13–19, serta Q.S. Al-Anfal ayat 28. Untuk itu, orang tua perlu menerapkan pola pengasuhan yang efektif, seperti responding (menanggapi), monitoring (mengawasi), mentoring (mendampingi), dan modelling (menjadi teladan). Dengan pemahaman yang baik terhadap prinsip-prinsip pendidikan dalam Islam, orang tua dapat mengembangkan strategi yang tepat dalam membimbing anak agar tetap berakhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan era digital secara bijak. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua memegang peran kunci dalam membimbing anak agar terhindar dari dampak negatif teknologi, terutama yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Kemampuan Menyimak sebagai Pondasi Pengembangan Keterampilan Berbahasa Siswa Kelas Rendah pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Muhamad Irsad Ubaidillah; Masripah Masripah; Ade Holis
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.1404

Abstract

Kemampuan menyimak merupakan keterampilan dasar yang bertindak sebagai pengembangan keterampilan berbahasa siswa. Namun, observasi di MI Arrohmaniah menunjukkan bahwa siswa kelas rendah memiliki kemampuan menyimak yang rendah, yang berdampak pada keterampilan berbahasa mereka secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1. Menganalisis karakteristik serta faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan menyimak siswa. 2. Mengkaji hubungan antara keterampilan menyimak dan keterampilan berbahasa siswa. 3. Mengidentifikasi strategi yang efektif untuk mengembangkan keterampilan menyimak siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data dilakukan reduksi data untuk menyaring informasi yang relevan, penyajian data dalam bentuk narasi serta penarikan kesimpulan Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya keterampilan menyimak disebabkan oleh kurangnya variasi metode pembelajaran, minimnya penggunaan media interaktif, serta kurangnya kebiasaan membaca dan mendengarkan cerita di lingkungan rumah. Untuk mengatasi masalah ini, disarankan penggunaan media berbasis audio-visual, penerapan metode pembelajaran interaktif, peningkatan peran guru sebagai fasilitator, serta kolaborasi dengan orang tua dalam membangun kebiasaan menyimak di rumah. Dengan penerapan strategi ini, diharapkan keterampilan menyimak siswa dapat meningkat secara signifikan, sehingga mendukung perkembangan keterampilan berbahasa mereka secara keseluruhan.