Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Identification of Bacterial Symbiont Sponge with Antibacterial Activity against Multi Drug Resistant Organism (MDRO) Bacteria from Sea Waters in Sibolga, North Sumatra Indonesia Gultom, Endang Sulistyarini; Hasruddin, Hasruddin; Sitompul, Aida Fitriani; Situmorang, Albert D; Prasetya, Eko
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 12 No 2 (2021): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v12i2.10138

Abstract

This research employed the experimental method with descriptive data analysis. It aimed to isolate and identify sponge symbiont bacteria with antibacterial potential against Multi-Drug Resistance Organisms (MDRO) with the 16S rRNA gene marker. Based on the study results, two sponges were obtained, namely Clathrina sp and Agelas sp, each having 11 and 7 isolates of symbiont bacteria, respectively. Based on the antibacterial activity test results, out of 18 isolates of symbiont bacteria, only 4 had antibacterial potential against MDRO (Klebsiella pneumoniae ESBL, Pseudomonas aeruginosa ESBL, or Staphylococcus lugdunensis MRSA) with inhibition zones of 9.3 mm, 8.3 mm, and 8.1 mm, respectively. The results of bacterial identification using the 16S rRNA gene sequence isolate S1I3, S1I9, and A1I3 belong to the Bacillus cereus and Bacillus paramycoides types. This research is expected to provide important information about sponge symbiont bacteria with antibacterial potential against MDRO.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT LOKAL SEBAGAI PENGOBATAN TRADISIONAL DI ERA MODERN Aida Fitriani Sitompul; Rahmad H. Gultom; Imelda Wardani Rambe; Martina Restuati; Nanda Pratiwi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan obat sebagai bagian dari pengobatan tradisional telah lama menjadi warisan budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, di era modern ini, pengetahuan dan pemanfaatan tanaman obat cenderung menurun seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada obat-obatan kimia . Masalah yang dihadapi mitra adalah banyak masyarakat lokal yang tidak sepenuhnya memahami nilai ekonomi dari tumbuhan obat yang tersedia di sekitar mereka, pemanfaatan tumbuhan obat masih didominasi oleh cara tradisional tanpa pengolahan lebih lanjut yang bernilai tambah. Kegiatan PKM FMIPA UNIMED ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan tumbuhan obat lokal sebagai produk bernilai ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan kelompok masyarakat “Minyak Karo Mulawari” yang produktif di bidang obat tradisional di desa mulawari, Tigapanah, Kabupaten Karo. Hasil pelaksanaan PKM terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang manfaat tumbuhan obat, Teknologi Tepat Guna sehingga kelompok mitra dapat mengoptimalkan produksi pemanfaatan tumbuhan obat lokal sebagai pengobatan tradisional di era modern yang memiliki peningkatan nilai jual. Hasil penilaian peserta terhadap keterlaksanaan kegiatan PKM menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dan memberikan dampak positif bagi mitra untuk mengembangkan pengelolaan dan peningkatan usaha minyak karo di desa mulawari, Tigapanah, Kabupaten Karo.
STUDI ETNOBOTANI TANAMAN OBAT BERBASIS PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT DI KARO, MEDAN, DAN SIMALUNGUN Handayani, Dina; Sanimah, Sanimah; Haniyyah, Ummu; Sitompul, Aida Fitriani; Gultom, Rahmad H.; Pratiwi, Nanda
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 5 (2025): Nusantara Hasana Journal, October 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i5.1722

Abstract

This study aims to describe local plant species used as traditional medicine by communities in North Sumatra. The research method employed in-depth interviews with communities in three locations including Karo, Medan and Simalungun. The research results identified 81 species of local medicinal plants from 39 botanical families, with the Zingiberaceae family dominating (13 species, 16.05%), followed by Asteraceae (7 species, 8.64%), Piperaceae and Fabaceae (5 species each, 6.17%). Ginger (Zingiber officinale) was the most commonly used plant across three different locations. The most utilized plant parts were leaves (48.15%), rhizomes (22.22%), and fruits (13.58%). The primary processing methods were boiling (40.7%) and pounding (22.2%). This study demonstrates that North Sumatran communities possess diverse traditional knowledge in utilizing local medicinal plants that needs to be documented and preserved.