Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Guru SMP Kota Palu dalam Merancang Pembelajaran PBL Berbasis Understanding by Design Gamar Shamdas; Mohammad Jamhari; Mursito Bialangi; Nengah Kundera; Rizka Fardha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 6 No. 1 (2026): Februari - Juli 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v6i1.7372

Abstract

The community service program aims to use training and mentoring  to help teachers  at SMP Negeri 19 Palu, Central SSulawesi, become more adept at  creating UbD-based PBL classes. The main problem is teachers' low  competence in designing innovative learning, so interventions such as training, mentoring, and direct practice are needed. This activity is important in encouraging initiatives to raise the standard of education and teacher  pedagogy. This program employs interactive action research techniques in a qualitative manner. Data were collected from 15 teachers through product assessments and assessments of teacher involvement and skills. The results were analyzed descriptively and qualitatively. The activity’s outcomes demonstrate a  rise in teacher skills in designing learning using the UbD-based PBL model. 100% of the produced goods meet the "excellent" quality criteria . The findings from observations of teacher activities show that all teachers work well together, communicate, collaborate, help each other, take on a high level of responsibility in completing tasks, and play an active role in their groups. These findings indicate that training accompanied by mentoring helps teachers overcome obstacles to pedagogical competence. The logical consequence of this program has been a significant improvement in teachers' skills in designing innovative learning using UbD-based contextual problems. It is advised that this program be maintained and expanded to design contextual learning that prioritizes learning quality according to student needs.
Pemanfaatan Sampah Plastik menjadi Ecobrick sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat Rizka Fardha
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i1.160

Abstract

Permasalahan sampah plastik menjadi salah satu isu lingkungan yang masih dihadapi masyarakat, termasuk dalam pengelolaannya di tingkat komunitas. Meskipun Aliansi Palu Bersih telah aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan di Kota Palu, pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang bernilai guna masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi anggota Aliansi Palu Bersih dalam pengelolaan sampah plastik melalui pelatihan pembuatan ecobrick. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research yang meliputi tahap perencanaan, sosialisasi, pelatihan dan praktik pembuatan ecobrick, pendampingan, serta evaluasi. Keberhasilan program diukur menggunakan instrumen pretest, posttest, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 61,8 pada saat pretest menjadi 87,6 pada saat posttest, sedangkan persentase ketuntasan meningkat dari 38% menjadi 92%. Selain itu, peserta mampu membuat ecobrick sesuai dengan standar kepadatan yang ditetapkan serta menunjukkan peningkatan kepedulian dan partisipasi dalam pengelolaan sampah plastik di lingkungan komunitas. Program ini berhasil memperkuat kapasitas Aliansi Palu Bersih sebagai komunitas pemerhati lingkungan dalam mengembangkan edukasi dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan ecobrick dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus mendukung pengurangan sampah plastik secara berkelanjutan. Pengembangan program melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, serta komunitas lingkungan lainnya direkomendasikan untuk memperluas dampak program.
Pemanfaatan Sampah Plastik menjadi Ecobrick sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat Rizka Fardha
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i1.160

Abstract

Permasalahan sampah plastik menjadi salah satu isu lingkungan yang masih dihadapi masyarakat, termasuk dalam pengelolaannya di tingkat komunitas. Meskipun Aliansi Palu Bersih telah aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan di Kota Palu, pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang bernilai guna masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi anggota Aliansi Palu Bersih dalam pengelolaan sampah plastik melalui pelatihan pembuatan ecobrick. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research yang meliputi tahap perencanaan, sosialisasi, pelatihan dan praktik pembuatan ecobrick, pendampingan, serta evaluasi. Keberhasilan program diukur menggunakan instrumen pretest, posttest, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 61,8 pada saat pretest menjadi 87,6 pada saat posttest, sedangkan persentase ketuntasan meningkat dari 38% menjadi 92%. Selain itu, peserta mampu membuat ecobrick sesuai dengan standar kepadatan yang ditetapkan serta menunjukkan peningkatan kepedulian dan partisipasi dalam pengelolaan sampah plastik di lingkungan komunitas. Program ini berhasil memperkuat kapasitas Aliansi Palu Bersih sebagai komunitas pemerhati lingkungan dalam mengembangkan edukasi dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan ecobrick dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus mendukung pengurangan sampah plastik secara berkelanjutan. Pengembangan program melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, serta komunitas lingkungan lainnya direkomendasikan untuk memperluas dampak program.