This study was motivated by the low level of English vocabulary mastery among early childhood learners at RA Al Falah Pondok Lalang, particularly in their ability to remember and pronounce basic vocabulary such as color names. The limited variety of learning media used in the classroom was assumed to be a major factor contributing to the lack of stimulation received by the children, which consequently affected the slow development of their vocabulary skills. To address this issue, pom-pom media was introduced as an alternative learning tool considered appropriate for early childhood learners. Its bright colors and multisensory characteristics were believed to increase children’s learning enthusiasm while also facilitating vocabulary comprehension. The purpose of this study was to improve the English vocabulary mastery of children aged 4–5 years through the implementation of pom-pom media in classroom learning activities. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which consists of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. Data were collected through direct observation, assessment sheets, and documentation of learning activities. The findings revealed a significant improvement in children’s English vocabulary mastery, as indicated by the increase in achievement percentage from 48.9% in the pre-cycle stage to 88.6% at the end of Cycle I. These results indicate that pom-pom media is effective in enhancing English vocabulary acquisition among early childhood learners. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia dini di RA Al Falah Pondok Lalang, khususnya dalam kemampuan mengingat dan melafalkan kosakata dasar seperti nama-nama warna. Keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan stimulasi yang diterima anak kurang beragam, sehingga berdampak pada lambatnya perkembangan kosakata mereka. Guna mengatasi persoalan tersebut, media pom-pom diperkenalkan sebagai alternatif pembelajaran yang dianggap sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, mengingat karakteristiknya yang berwarna cerah dan bersifat multisensori dinilai mampu membangkitkan antusiasme belajar sekaligus mempermudah pemahaman kosakata. Penelitian ini bertujuan meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris anak kelompok usia 4–5 tahun melalui penerapan media pom-pom dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, lembar penilaian, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan yang signifikan, ditandai dengan naiknya persentase ketercapaian dari 48,9% pada tahap pra-siklus menjadi 88,6% pada akhir Siklus I. Temuan ini mengindikasikan bahwa media pom-pom efektif digunakan sebagai sarana peningkatan kosakata bahasa Inggris pada anak usia dini.