Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR KREATININ DENGAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH PADA TAHUN 2022 Muhammad Hilmi Falah; Setyawati, Tri; Walanda, Ryka Marina; Putrie, Intania Riska
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i1.1255

Abstract

Latar belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah keadaan kerusakan pada ginjal secara struktural ataupun fungsional yang telah terjadi selama tiga bulan atau lebih. Gagal ginjal kronik (GGK) ditandai gejala penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) mencapai kurang dari 60 ml/menit /1,73m2. Pada pasien GGK umumnya akan ditandai dengan hemoglobin yang rendah dan kadar kreatinin yang tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar kreatinin dengan hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2022. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional, data penelitian menggunakan rekam medis yang berisi hasil laboratorium dari kadar kreatinin dan hemoglobin pada pasien GGK. Sampel didapatkan menggunakan teknik Randoming sampling yang diambil secara acak dari total populasi 586 pasien. Sejumlah 100 pasien GGK stadium 5 didapatkan dari total populasi menggunakan rumus slovin yang disertai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Berdasarkan uji analisis yang telah dilakukan, uji analisis menggunakan uji Spearman diperoleh p=0,023 dengan nilai (p<0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar kreatinin dengan hemoglobin di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2022.
Peningkatan Pengetahuan dengan Kegiatan Praktikum Laboratorium IPA pada Siswa SMA Negeri 5 Palu Oktafiani, Devi; Putrie, Intania Riska; Setyawati, Tri; Walanda, Ryka Marina; Listawati, Listawati
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3164

Abstract

Kegiatan praktikum berperan penting memberikan pengalaman keterampilan, penerangan pengetahuan, dan memahami proses penemuan ilmiah. Praktikum dapat membantu mengembangkan sikap ilmiah, minat bakat, melatih keterampilan praktis, pemahaman konsep,  dan  meningkatkan kemampuan pemecahan masalah melalui eksperimen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan pendampingan praktikum mengenai tingkat keasaman atau pH, larutan penyangga dengan bahan dan alat yang sederhana. Metode pengabdian ini yang pertama adalah diskusi dan pendampingan pembuatan buku panduan praktikum dengan guru mata Pelajaran terkait, pelaksanaan praktikum yang mencakup pemberian pre-test pada siswa yang akan mengikuti praktikum, pemberian materi terkait prinsip dan langkah-langkah praktikum, pendampingan praktikum dan pelaksanaan post-test. Siswa-siswi yang mengikuti praktikum sebelumnya telah mendapat materi pelajaran terkait. Hasil yang diperoleh terdapat peningkatan nilai dari pre-test ke post test dihitung menggunakan nilai n-Gain yaitu 0,42 dengan kategori sedang. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan praktikum dapat meningkatkan pemahaman siswa SMA Negeri 5 Palu.
EDUKASI PENTINGNYA ALAT PELINDUNG DIRI DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA PETANI DI SIGI BIROMARU Putrie, Intania Riska; Setyawati, Tri; Oktafiani, Devi; Pratika, Mayabi; Walanda, Ryka Marina; Listawati, Listawati; Finomala, Finomala; Yulia, Yulia; Mus, Rosdiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36235

Abstract

Abstrak: Penggunaan pestisida oleh petani berisiko tinggi menyebabkan paparan bahan kimia secara langsung yang dapat memicu penyakit, salah satunya hipertensi. Hal ini disebabkan masih banyak petani memakai alat pelindung diri (APD) tidak secara lengkap. Implementasi penggunaan APD di lapangan pun kerap terabaikan karena beberapa faktor, salah satunya kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya APD dan cara pemakaiannya yang tepat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengedukasi pentingnya penggunaan APD bagi petani guna mencegah dampak negatif dari paparan pestisida jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung serta pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti pengukuran tensi darah, glukosa darah sewaktu, dan asam urat. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 29 Agustus 2025 dengan peserta sebanyak 35 petani. Evaluasi dalam kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan wawancara yang disertai edukasi oleh Tim Pengabdi. Hasilnya, masih cukup banyak petani yang menggunakan APD tidak lengkap bahkan tidak menggunakan APD saat bekerja. Hasil ini mendukung hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan mayoritas petani mengalami hipertensi (51,4%), meskipun kadar saturasi oksigen normal (100%), kadar GDS normal (91,4%) dan kadar asam urat normal (54,3%). Setelah diberikan edukasi dan melihat secara langsung hasil pemeriksaan kesehatan, para petani memahami pentingnya penggunaan APD bagi kesehatan serta akan menggunakan APD yang telah dibagikan saat bekerja di lahan pertanian.Abstract: The use of pesticides by farmers carries a high risk of direct exposure to chemical substances which can trigger diseases one of which is hypertension. This is because a large number of farmers still do not fully or appropriately wear personal protective equipment (PPE). One of the many reasons why PPE usage in the field is frequently overlooked is a lack of awareness regarding the significance of PPE and how to use it properly. This community service project aims to inform farmers on the value of personal protective equipment (PPE) in preventing the harmful effects of prolonged pesticide exposure. The methods used include direct education and basic health checks, such as blood pressure measurement, random blood glucose level testing, and uric acid level testing. This activity was conducted at Sigi Biromaru, Sigi Regency, Central Sulawesi, on August 29, 2025, with 35 participating farmers. The evaluation conducted during this activity, in addition to health checks, also included interviews and educational sessions by the Community Service Team. The results revealed that a significant number of farmers were still using incomplete or no PPE while working. This finding supports the health checks, which showed that the majority of farmers had hypertension (51.4%), despite normal oxygen saturation levels (100%), normal blood glucose levels (91.4%), and normal uric acid levels (54.3%). After being educated and seeing the results of the health checks firsthand, the farmers understood the importance of using PPE for their health and will use the PPE that has been distributed when working on agricultural land.