Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Potensi Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur:Tinjauan Berdasarkan Kondisi Geografis Dan Produksi Harmin Jandu, Inosensius; Donesius Budiman, Nikolaus; Santu, Lorensius
Agriculture Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, didukung oleh kondisi geografisyang beragam dan sumber daya alam yang melimpah. Namun, sektor ini juga menghadapi sejumlah tantanganyang menghambat pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pertanian diNTT dari sudut pandang geografis dan produksi, serta mengidentifikasi kendala dan tantangan yang dihadapi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis data sekunder dari berbagai sumber,seperti literatur, jurnal, dan data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan secaradeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTT memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, namunmenghadapi kendala seperti kondisi geografis yang ekstrim, keterbatasan infrastruktur, dan perubahan iklim.Untuk memaksimalkan potensi tersebut, diperlukan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan.Kata Kunci: Geografis, Potensi, Sektor Pertanian, Produksi
Pemanfaatan Limbah Nasi sebagai Bahan Baku Mikroogranisme Lokal (MOL) dalam Mewujudkan Sanitasi Lingkungan yang Berkelanjutan Inosensius Harmin Jandu; Lorensius Santu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25415

Abstract

ABSTRAK Pengolahan limbah nasi menjadi pupuk organik cair (MOL) merupakan solusi efektif untuk mengurangi timbunan sampah organik dan emisi gas rumah kaca. MOL yang kaya akan mikroorganisme bermanfaat dapat memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian Selama ini, limbah nasi seringkali dianggap sebagai sampah yang tidak bernilai dan hanya dibuang begitu saja. Padahal, limbah nasi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat, salah satunya adalah pupuk organik cair (MOL). Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarkat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan (MOL). Metode kegiatan yaitu memberikan praktek langsung Bersama masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan limbah. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat dalam membuat pupuk organik cair. Hasil menunjukkan penurunan dalam jumlah limbah makanan dan peningkatan produktivitas ternak. Selain itu, program ini telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan membuka peluang ekonomi baru bagi petani. Inovasi ini memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan setelah melakukan praktek mengalami peningkatan yaitu dengan 75% artinya kegiatan PkM dapat mempengaruhi kemampuan mitra atau sasaran. Kata Kunci: Limbah Nasi, Pupuk Organik Cair (MOL), Masyarakat.  ABSTRACT Processing rice waste into liquid organic fertilizer (Local Microorganisms/MOL) is an effective solution for reducing organic waste accumulation and greenhouse gas emissions. MOL, which is rich in beneficial microorganisms, can improve soil quality and increase agricultural productivity. Historically, rice waste has often been regarded as worthless refuse and is simply discarded. In fact, rice waste holds great potential to be processed into valuable products, such as liquid organic fertilizer (MOL). This activity aims to empower the community by providing them with the knowledge and skills required for MOL production. The method employed involves direct practical training with the community. This initiative is expected to raise public awareness regarding the importance of organic waste management and waste utilization. Furthermore, it provides the community with new skills in producing liquid organic fertilizer. Results show a decrease in the amount of food waste and an increase in livestock productivity. Additionally, the program has heightened community awareness about sustainable waste management and opened new economic opportunities for farmers. This innovation provides a tangible contribution to achieving eco-friendly and sustainable agriculture. Based on the evaluation results, training participants showed a 75% improvement after the practical sessions, indicating that this Community Service (PkM) activity significantly enhances the capabilities of the partners or target groups. Keywords: Rice waste, Liquid Organic Fertilizer (MOL), Community.
Peran Kelompok Tani dalam Peningkatan Produktivitas Petani Kopi di Desa Tueng Kacamatan Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat Inosensius Harmin Jandu; Lorensius Santu; Yosef Kurniawan Ukar
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 23 No. 2 (2024): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v23i2.3422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kelompok tani dalam meningkatkan produksi kopi di Desa Tueng. Melalui wawancara dengan 40 petani kopi, penelitian ini menganalisis peran kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas. Hasil penelitian menunjukan: Kelompok tani memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan pertanian. Data menunjukkan bahwa kelompok tani tidak hanya berfungsi sebagai wadah belajar, tetapi juga sebagai wadah untuk mendorong inovasi dan adopsi teknologi baru. Dengan demikian, kelompok tani berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. kelompok tani telah berhasil berperan sebagai unit produksi yang efektif. Sebagian besar responden setuju bahwa kelompok tani mampu melakukan pengadaan sarana produksi secara bersama, mengadopsi teknologi modern, dan membangun sistem pemasaran bersama. Melalui kerja sama dalam kelompok tani, petani dapat memperoleh berbagai manfaat ekonomi. Pengadaan input produksi secara bersama memungkinkan petani memperoleh harga yang lebih murah, sementara pemasaran bersama membantu meningkatkan harga jual hasil panen. Pembentukan badan usaha bersama dan pembagian keuntungan secara adil juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani