Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KOMPETENSI DENGAN KINERJA PETUGAS ADMINISTRASI RUMAH SAKIT Devi Pramita Sari; Agus Sulistyawan; Desinta Aisyah Nur Dwi Azizah
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.918 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2105

Abstract

Kompetensi petugas administrasi rumah sakit merupakan kemampuan yang dibutuhkandibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dansikap kerja. Kompetensi yang baik dapat mempengaruhi kinerja dari petugas administrasi rumahsakit. Berdasarkan survei pendahuluan diketahui bahwa ada 1 petugas administrasi rumah sakityang memiliki kompetensi dan kinerja baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan antara kompetensi dengan kinerja petugas administrasi rumah sakit. Penelitianmenggunakan survei deskriptif dan metode kuantitaif serta pendekatan cross sectional study.Populasi dan sampel penelitian diambil secara total sampling yaitu seluruh petugas administrasirumah sakit di Rumah Sakit Sejahtera Bhakti Salatiga sebanyak 4 responden. Instrumen penelitianmenggunakan kuesioner. Analisis data kuantitatif menggunakan uji hubungan chi-square. Hasilpenelitian ini dari 4 responden berdasarkan hasil uji Chi-Square signifikansi p anatara variabelbebas yaitu kompetensi dengan variabel terikat kinerja maka diperoleh hasil 0,01 (p<0,05) makaHo ditolak dan dinyatakan ada hubungan. Kesimpulan ada hubungan antara kompetensi dengankinerja petugas administrasi rumah sakit. Saran sebaiknya memberikan pengetahuan pentingnyakompetensi dalam bekerja bagi Petugas Administrasi Rumah Sakit.
ANALISIS KETERLAMBATAN PELAPORAN RUMAH SAKIT BERBASIS ELEKTRONIK Mawar Ambarwati; Hesty Latifa Noor; Muhammad Zia Ulhaq; Devi Pramita Sari
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.268 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2106

Abstract

Pelaporan Rumah Sakit menurut Depkes (2006) memiliki ketentuan antara lain, harusdiisi lengkap oleh masing-masing petugas ruangan dimulai pukul 00.00 WIB setiap hari tersebut,disetorkan ke satuan rekam medis pengolahan data setiap pagi dan ditandatangani oleh kepalaruangan, dilakukan cheking mengenai pasien yang keliru dan yang masuk, dilakukan prosesrekapitulasi harian rawat inap dan disusun setiap bulan, rekapitulasi bulanan dikumpulkan untukbahan pelaporan kegiatan rumah sakit. Faktor Keterlambatan Pelaporan dipengaruhi unsur 3Myaitu Man (Manusia), Method (Procedure / SOP), Minute (Target waktu), Money (Penghargaan).Faktor-faktor keterlambatan pelaporan berbasis elektronik di RSJD Dr. RM. SoedjarwadiProvinsi Jawa Tengah di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya dari unsur Man (Manusia)petugas bangsal lupa proses validasi terkait memindahkan pasien dan kepala bangsal kurangmengontrol perpindahan pasien. Dari segi Method (Prosedur / SOP), SOP (Standar OperasionalProsedur) di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah masih mengunakan SOP yangmengatur pelaporan secara manual,sedangkan SOP yang mengatur pelaporan berbasis elektronikbelum ada. Faktor keterlambatan dari unsure Minute (Target waktu), Target waktu pengembalianSensus Harian Rawat Inap ke bagian pelaporan tidak konsisten, sehingga mempengaruhiketerlambatan laporan. Pada unsure Money (Penghargaan), tidak ada reward atau penghargaanuntuk bangsal yang tertib dalam pengisian dan pengembalian Sensus Harian Rawat Inap.Sebaiknya perlu adanya sosialisasi kepada semua petugas pengisian Sensus Harian Rawat Inapdan kepala bangsal tentang pentingnya Sensus Harian Rawat Inap, tata cara pengisian sertabatas waktu pengembalian Sensus Harian Rawat Inap, diperlukan juga adanya peningkatan lagikontrol kepala bangsal kepada perawat dalam pengisian sensus serta perlu adanya SOP terkaitSensus Harian Rawat Inap berbasis elektronik.
ANALISIS PENGHITUNGAN PRODUKTIVITAS PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Noor, Hesty Latifa; Sari, Devi Pramita; Ismayanti, Septia
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2864

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penghitungan produktivitas Rawat Inap di Rumah Sakit. Data statistik pelayanan rawat inap digunakan sebagai sumber data utama yang digunakan untuk menilai dan mengevaluasi pelayanan rawat inap di Rumah Sakit. Layanan di instalasi Rawat Inap membutuhkan tempat tidur untuk keperluan observasi, diagnosis, terapi, rehabilitasi medik, serta penunjang medik lain sehingga harus dilakukan penghitungan secara akurat yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar penentuan kebijakan Rumah Sakit. Pasca pandemi Covid 19 mengalami Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Yakksi Gemolong penurunan jumlah kunjungan yang mengakibatkan beberapa nilai indikator rawat inap dibawah standar ideal yang telah ditetapkan berdasarkan rumus Barber Johnson. Dengan metode penelitian secara Deskriptif diperoleh Nilai BOR atau persentase penggunaan tempat tidur di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Yakksi Gemolong pada Tahun 2022 di Tribulan I,II, III dan IV berada di kisaran 40,58 – 48,8 % angka ini dibawah standar ideal yaitu 75 – 85%. Penghitungan LOS atau rata – rata lama dirawat di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Yakksi Gemolong di tahun 2022 pada Tribulan I,II dan IV adalah 4 hari, sedangkan di Tribulan III 3 hari, sehingga pada penghitungan LOS ideal menurut rumus Barber Johnson yaitu 3-12 hari. Pada penghitungan TOI atau rata-rata hari tempat tidur tidak terpakai dari saat terisi ke saat terisi berikutnya di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Yakksi Gemolong pada Tribulan I – IV di tahun 2022 rata – rata 4-5 hari hal ini tidak sesuai dengan standar Ideal penghitungan TOI berdasarkan rumus Barber Johnson yaitu 1-3 hari. Penghitungan BTO atau frekuensi pemakaian tempat tidur, berapa kali tempat tidur rumah sakit di pakai diperoleh hasil 10 – 12 kali sehingga di bawah nilai standar ideal yaitu minimal 30 kali. Penyebab terjadinya angka BOR, TOI dan BTO tidak sesuai dengan angka ideal adalah menurunnya angka kunjungan di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Yakksi Gemolong, perlu dilakukan pengelolaan tempat tidur rawat inap yang lebih baik, peningkatan kualitas pelayanan dan perlunya menawarkan ke khasan pelayanan sehingga dapat diminati pasien serta perlunya peningkatan strategi marketing yang diharapkan mampu lebih menarik masyarakat untuk berobat di rumah sakit tersebut.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PRESTASI KERJA PETUGAS ADMINISTRASI RUMAH SAKIT Sari, Devi Pramita
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3884

Abstract

Pengetahuan petugas administrasi rumah sakit merupakan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek administratif dan operasional yang terkait dengan manajemen rumah sakit. Pengetahuan petugas administrasi rumah sakit yang baik dapat mempengaruhi prestasi kerja dari petugas administrasi rumah sakit. Berdasarkan survei pendahuluan diketahui bahwa ada 1 petugas administrasi rumah sakit yang memiliki pengetahuan dan prestasi kerja baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan prestasi kerja petugas administrasi rumah sakit. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif dan metode kuantitaif serta pendekatan cross sectional study. Populasi dan sampel penelitian diambil secara total sampling yaitu seluruh petugas administrasi rumah sakit di Rumah Sakit Kusuma Ungaran sebanyak 3 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data kuantitatif menggunakan uji hubungan chi-square. Hasil penelitian ini dari 3 responden berdasarkan hasil uji Chi-Square signifikansi p anatara variabel bebas yaitu pengetahuan dengan variabel terikat prestasi kerja maka diperoleh hasil 0,025 (p<0,05) maka Ho ditolak dan dinyatakan ada hubungan. Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan dengan prestasi kerja petugas administrasi rumah sakit. Saran sebaiknya memberikan pengetahuan pentingnya pengetahuan untuk menilai prestasi kerja bagi Petugas Administrasi Rumah Sakit.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PERAWAT DALAM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT "X"DIKABUPATEN SUKOHARJO Cahyawati, Allifya Intan; Fanny, Nabilatul; Sari, Devi Pramita
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/dutamedika.v4i2.4018

Abstract

Introduction : Medical waste is waste that comes from medical service activities. Behavior is the basis for the success of hospital waste management. Objective : Behavior about medical waste management must be possessed by all staff as a responsibility to the hospital director. Knowledge support influences real behavior in managing waste. Based on preliminary study findings at Hospital "X" in Sukoharjo Regency, medical waste management in the adult and children's wards is still divided into two, namely medical and non-medical waste, making it difficult for officers to process the waste..  Method : This research is quantitative using a cross-sectional approach.. The population is inpatient nurses with 47 samples. The sampling technique is total sampling. The research instrument uses a questionnaire. The independent variable is knowledge and the dependent variable is behavior. The analysis method uses the Kendals Tau Test.  Result : The results showed that nurses had a good level of knowledge category (42.6) and had less knowledge (57.4). Nurses had good behavior (29.8%) and (70.2%) nurses had a less category. The statistical test analysis of the sig results was 0.042 which was obtained Where it is less than 0.05. Conclusion is that there is a relationship between knowledge and nurse behavior in managing solid medical waste. Suggestions for Hospital “X” in Sukoharjo Regency. Suggestions for Hospital “X” in Sukoharjo Regency, Hospital management should carry out counseling, socialization, training related to medical waste and evaluate the behavior of nurses when sorting medical waste based on the type of waste and then throwing it in the trash.. Keywords : Solid Medical Waste, Knowledge, Behavior.   Pendahuluan : Limbah medis merupakan limbah yang berasal dari kegiatan pelayanan medis. Perilaku menjadi dasar keberhasilan pengelolaan limbah rumah sakit. Tujuan : Perilaku pengelolaan limbah medis harus dimiliki oleh seluruh staf sebagai tanggung jawab kepada direktur rumah sakit. Dukungan pengetahuan mempengaruhi perilaku nyata dalam mengelola sampah. Berdasarkan temuan studi pendahuluan di Rumah Sakit “X” Kabupaten Sukoharjo, pengelolaan limbah medis di bangsal dewasa dan anak masih terbagi menjadi dua yaitu limbah medis dan non medis sehingga menyulitkan petugas dalam mengolah limbah tersebut. Metode : Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah perawat rawat inap dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang. Teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Variabel bebasnya adalah pengetahuan dan variabel terikatnya adalah perilaku. Metode analisis menggunakan Uji Kendals Tau.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat mempunyai kategori pengetahuan baik (42,6) dan pengetahuan kurang (57,4). Perawat mempunyai perilaku baik (29,8%) dan (70,2%) perawat mempunyai kategori kurang. Analisis uji statistik diperoleh hasil sig sebesar 0,042 dimana kurang dari 0,05.Kesimpulannya terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku perawat dalam mengelola limbah padat medis. Saran untuk Rumah Sakit “X” di Kabupaten Sukoharjo. Saran Bagi Rumah Sakit “X” Kabupaten Sukoharjo, hendaknya manajemen Rumah Sakit melakukan penyuluhan, sosialisasi, pelatihan terkait sampah medis dan mengevaluasi perilaku perawat dalam memilah sampah medis berdasarkan jenis sampah kemudian membuangnya pada tempat sampah.Kata Kunci : Limbah Medis Padat, Pengetahuan, Perilaku.
Kemandirian Kesehatan Anak Stunting Melalui Sistem Informasi Gizi Anak Stunting (SIGAnTing) di Kecamatan Gatak, Sukoharjo Tumarta Arif, Yunita Wisda; Pramita Sari, Devi; Fanny, Nabilatul
Duta Abdimas Vol. 3 No. 1 (2024): Duta Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/abdimas.v3i1.3768

Abstract

Kemandirian Kesehatan Anak Stunting melalui Sistem Informasi Gizi Anak Stunting (SIGAnTing) adalah program hilirisasi produk reka cipta dari Universitas Duta Bangsa Surakarta bekerja sama dengan mitra Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah. Tujuan dari kegiaatan Kemandirian Kesehatan Anak Stunting melalui Sistem Informasi Gizi Anak Stunting (SIGAnTing) adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat dan kader posyandu tentang stunting serta membantu dalam percepatan pemantauan anak stunting di Kecamatan Gatak. Sistem Informasi Gizi Anak Stunting ( SIGAnTing) merupakan inovasi sistem informasi pemantauan gizi anak stunting berbasis android yang dapat di unduh melalui gawai dari pengguna sistem. Sasaran pengguna sistem adalah masyarakat, kader Posyandu, Pemerintah Desa dan dinas terkait di Kecamatan Gatak. Tahapan utama dari kegiatan ini antara lain: (1) Persiapan, melakukan kerjasama bersama dengan kecamatan dengan diketahui kader dan puskesmas, Melakukan persiapan dengan melakukan diskusi bersama pemangku kepentingan dikecamatan Gatak. Pendataan anak stunting di Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah. (2) Custome Software, Menyesuaikan software sesuai dengan kebutuhan pengguna sistem disini terdapat pengguna utama dari Sistem Informasi Gizi Anak Stunting (SIGAnTing) adalah masyarakat di pemerintah daerah , desa dan unit terkait seperti posyandu dan Ahli Gizi.(3) Pelaksanaan kegiatan, Pelaksanaan kegiatan meliputi FGD, sosialisasi, penerapan dan pendampingan software ke desa, kader dan masyarakat.(4) Evaluasi kegiatan dan laporan, Tahap evaluasi kegiatan dan laporan meliputi evaluasi kegiatan selama berlangsung termasuk monitoing dan evaluasi dari penerapan aplikasi SIGANTING GATAK. Setiap Kegiatan telah terlaksana dengan baik dan lancar. Camat, Kepala Desa, Puskesmas, Kader hingga masysarakat sekala kecil telah ikut dalam penerapan dan penggunaan dapat berkontribusi secara maksimal dalam kelancaran pelaksanaan program.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE, TRAINING, AND INFRASTRUCTURE ON THE COMPLIANCE OF HEALTH WORKERS IN APPLYING STANDARD PRECAUTIONS IN HOSPITALS Fanny, Nabilatul; Sari, Devi Pramita; Nugraini, Alifah Sari
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2023: Proceeding of the 4th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v4i1.3413

Abstract

Compliance with standard precautions among health workers in hospitals is currently still low. Based on the preliminary survey, it is known that the IPCLN has been formed and the PPI program has been created. The infection data found that there was one nurse who was positive for HBsAg, supervision was limited to service matters. The research objective was to determine the relationship between knowledge, training, and infrastructure on the compliance of health workers in applying standard precautions in hospitals. This type of research is a quantitative research that is correlational, with a cross-sectional research design. The population is all nurses in the emergency room, inpatient and outpatient settings. Sampling was taken using Purposive Sampling technique, the sample size was 163 respondents. Univariate and bivariate data analysis. The results showed that 66.2% of respondents had good knowledge, 70.6% had attended training, and 77.3% of respondents answered that the infrastructure was good. Bivariate analysis showed that the knowledge variable had a P value = 0.001 (<0.05), the training variable had a P value = 0.000 (<0.05), and the infrastructure variable had a P value = 0.000 (<0.05). The conclusion is that there is a relationship between knowledge, training, and infrastructure on the compliance of health workers in applying standard precautions. Suggestions that health workers should always apply standard precautions, hospitals can provide ongoing training and education to improve care adherence to standard precautions.
The Penerapan Aplikasi Cerdas Pendeteksi Stunting Pada Balita Bagi Kader Posyandu Sari, Devi Pramita; Widodo, Sri; Mustofa, Khoirul
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2025)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v4i1.1336

Abstract

Posyandu cadres are health providers who are closest to the community. One of the tasks of posyandu cadres is to address stunting. The problem faced by posyandu cadres in addressing stunting is the difficulty in determining the nutritional status and stunting status of toddlers. This is because this work is usually carried out by midwives at the Community Health Centre (Puskesmas). The objective of this community service project is to implement a smart application for detecting stunting in toddlers for posyandu cadres. The smart application includes: recording toddler medical records, automatically detecting toddler nutritional status and stunting, and displaying graphs of weight, height, and head circumference development. This community service project covers two main points. First is the implementation of a smart application for detecting stunting in toddlers for posyandu cadres, and second is training in the operation of the programme for posyandu cadres. The accuracy of the smart application for detecting stunting in toddlers is 96%. Meanwhile, the results of the evaluation of the feasibility of implementing the software using the PIECES method obtained a result of 83.8%. The results of the community service conducted at the Arumdalu Posyandu, Sangrahan Village, Grogol, Sukoharjo, show that Posyandu cadres are greatly assisted by the stunting detection software for infants using an intelligent system.
PENERAPAN APLIKASI CERDAS PENCEGAHAN STUNTING DI POSYANDU ARUMDALU DESA SANGGRAHAN GROGOL SUKOHARJO Sari, Devi Pramita; Widodo, Sri; Mustofa, Khoirul; Januar Isnaini, Vina; Muhammad Darmawan, Diki
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v9i2.2182

Abstract

Stunting is a condition of failure to achieve normal growth due to poor nutritional status over a long period of time. The purpose of this Community Service Program is to increase the knowledge of stunting cadres through smart applications for stunting prevention. This is the basis for community service with the title "PKM Implementation of Smart Applications for Stunting Prevention at the Arumdalu Integrated Health Post (Posyandu) in Sanggrahan Village, Grogol, Sukoharjo". The activity stages begin with coordination and communication activities with the Village Head, Village Midwife, and the Chairperson of the Arumdalu Integrated Health Post (Posyandu) in Sanggrahan Village. The implementation of Community Service (PKM) is carried out offline through digital-based education with a brainstorming method. The outputs of this PkM activity are the publication of scientific articles in the PkM journal, proceedings, posters, mass media publications, application guides, 5-minute PkM activity videos, and the integration of PkM activity results into courses. The outputs of this PkM are expected to have an impact on increasing knowledge, improving the quality of abilities, and real practices of the Arumdalu Integrated Health Post (Posyandu) cadres in Sanggrahan Village in stunting prevention.
Development and Evaluation of an Expert System for the Early Diagnosis of Dental Diseases Eko Purwanto; Devi Pramita Sari; Farahwahida Mohd
International Journal Software Engineering and Computer Science (IJSECS) Vol. 5 No. 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijsecs.v5i2.4500

Abstract

Dental diseases, such as caries, periodontitis, and gingivitis, affect public health worldwide, especially in regions where healthcare access remains restricted. The study develops an expert system for early dental disease diagnosis using Forward Chaining and Certainty Factor methods. The system overcomes deficiencies found in previous approaches, such as Naive Bayes and Dempster-Shafer, which demonstrate insufficient accuracy and unclear result interpretation. The developed expert system incorporates a knowledge base containing 7 diseases, 40 symptoms, and 7 diagnostic rules. Forward Chaining enables inference of potential diagnoses from reported symptoms, while the Certainty Factor evaluates diagnostic reliability by calculating confidence levels. System evaluation through Black Box testing achieved 92% diagnostic accuracy, and usability assessments revealed 85% user satisfaction rates, demonstrating that the system proves reliable, accurate, and accessible. Research findings indicate the expert system offers viable solutions for improving dental disease diagnosis in underserved and remote areas, potentially enhancing oral health outcomes through early detection and prompt intervention.