Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship Between Cadres Knowledge and Ability to Document Arumdalu Integrated Service Posts (Posyandu) Information System Reports Devi Pramita Sari; Andi Zulkifli
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 21 No. 3: SEPTEMBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v21i3.44382

Abstract

The high demands of administration and activities report at Integrated Service Posts (Posyandu) requiring cadres skills in documenting data accurately. In this field, the reality shows that many cadres lack adequate knowledge regarding. The Posyandu information system, especially the Arumdalu Posyandu. Therefore, this study aimed to determine the relationship between cadres' knowledge and ability to document reports on the Arumdalu Posyandu information system. The quantitative analytical research design used a cross-sectional, longitudinal (pre-post digital training), and mixed methods approach, complemented by Social Network Analysis (SNA). The research sample consisted of 60 Posyandu cadres at the Arumdalu Posyandu in the Sanggrahan Health Center working area, Sukoharjo Regency. Analysis was conducted univariately, bivariately using the Spearman Rank correlation test, multivariate with logistic regression, pre-post training test with Wilcoxon, qualitatively through FGDs, and SNA to map interactions between cadres. The results showed a significant relationship between cadres' knowledge and their ability to document reports (p = 0.003; r = 0.421). Multivariate analysis showed a significant effect of knowledge (OR = 3.42; 95% CI: 1.45–8.06), and education was also significant (OR = 2.87; 95% CI: 1.12–7.39). Longitudinal testing showed an average 22% increase in documentation skills after digital training (p < 0.001). Qualitative analysis identified motivation, workload, and institutional support as important factors, while SNA found the presence of key cadres as centers for information dissemination. In conclusion, increasing cadre capacity through digital training, supervision, institutional support, and utilizing cadres social networks is crucial for improving the quality of Posyandu cadres reporting.
Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Loyalitas Karyawan pada Tenaga Administrasi di Rumah Sakit Umum Hidayah Boyolali Iftikhar Laila Eka Salsabila; Hesty Latifa Noor; Devi Pramita Sari
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.241

Abstract

Gaya kepemimpinan merupakan faktor penting yang memengaruhi loyalitas karyawan, termasuk tenaga administrasi rumah sakit yang berperan dalam mendukung kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gaya kepemimpinan dengan loyalitas karyawan pada tenaga administrasi di Rumah Sakit Umum Hidayah Boyolali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 31 tenaga administrasi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat serta uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai gaya kepemimpinan berada pada kategori baik (90,3%) dan loyalitas karyawan pada kategori baik (96,8%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan dengan loyalitas karyawan (p < 0,001) dengan koefisien korelasi sebesar 0,764, yang menunjukkan hubungan positif dan kuat. Semakin baik gaya kepemimpinan yang diterapkan, semakin tinggi loyalitas tenaga administrasi. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan kualitas kepemimpinan sebagai upaya meningkatkan loyalitas karyawan dan mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.