Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Sari Buah Jeruk Nipis Dalam Mempertahankan Kualitas Nasi Lubis, Novriyanti; Prasetiawati, Riska; Saidah, Nuriani Rahayu
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v5i1.8280

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai efektivitas penggunaan sari buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dalam mempertahankan kualitas nasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari kondisi optimum pengawetan dengan sari buah jeruk nipis sehingga dapat mengawetkan nasi dan mengetahui seberapa lama sari buah jeruk nipis mampu mengawetkan nasi yang disimpan dalam alat penghangat nasi. Efektivitas dilihat dari kualitas nasi yang dihasilkan melalui pengamatan jumlah koloni dan sifat fisik nasi. Sari buah jeruk nipis ditambahkan dalam beberapa konsentrasi yaitu 0%, 0,46%, 0,93%, 1,40%, dan 1,87%. Pengamatan sifat fisik nasi dilakukan setiap selang waktu 12 jam berdasarkan perubahan warna, aroma dan rasa. Perhitungan jumlah koloni dilakukan setiap selang waktu 24 jam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilihat dari kualitas nasi, dengan mengamati jumlah koloni dan sifat fisiknya, pada konsentrasi 0,93% menunjukkan konsentrasi optimum yang efektif mengawetkan nasi
Pengaruh Perbedaan Jenis Kemasan Terhadap Aktivitas Antioksidan Produk (Dark Dan Milk) Cokelat Dengan Metode DPPH Lubis, Novriyanti; Humairah, Annisa Umi; Purnamasari, Resty; Prasetiawati, Riska; Junaedi, Effan Cahyati
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i1.11589

Abstract

Cokelat yang dikonsumsi sehari-hari memiliki kandungan yang beragam, antara lain protein, lemak, karbohidrat, senyawa polifenol, flavonoid serta metilxantin. Polifenol kakao utamanya flavonoid mempunyai potensi sebagai bahan antioksidan alami. Produk cokelat yang beredar di pasaran memilki perbedaan pada kemasannya, yaitu ada yang dikemas dengan aluminium foil dan ada yang dikemas dengan plastik. Untuk mengetahui adanya pengaruh yang diberikan dari perbedaan kemasan terhadap aktivitas antioksidan yang terdapat pada produk (dark dan milk) cokelat. Dengan metode DPPH. Produk (dark dan milk) cokelat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 3x24 jam. Terjadi penurunan aktivitas antioksidan setelah disimpan selama 14 hari pada suhu kamar. Kemasan plastik memberikan persentase penurunan lebih besar dibanding dengan kemasan aluminium foil. Pada dark cokelat sampel kemasan aluminium foil terjadi penurunan sebesar 10,191%, sedangkan kemasan plastik sebesar 14,931%. Pada milk cokelat sampel kemasan aluminium foil terjadi penurunan sebesar 9,861%, sedangkan kemasan plastik sebesar 15,455%. Perbedaan jenis kemasan dapat mempengaruhi tingkat aktivitas antioksidan pada produk dark dan milk cokelat. Produk cokelat dengan kemasan plastik mengalami penurunan aktivitas antioksidan yang lebih besar daripada produk cokelat dengan kemasan aluminium foil
Bioinformatics Study: Molecular Docking of Cat Whiskers Flavonoid Compounds for the Development of Antidiabetic Candidates Amin, Saeful; Rusdaita, Febia Citraeni; Prasetiawati, Riska
Journal of Information System, Technology and Engineering Vol. 2 No. 4 (2024): JISTE
Publisher : Yayasan Gema Bina Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61487/jiste.v2i4.112

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by hyperglycemia. In silico studies have been done on flavonoid derivative compounds from the cat's whiskers plant (Orthosiphon stamineus Benth.) on protein tyrosine phosphatase 1B (2F70) and aldose reductase enzymes (4YVP and 4YVX) to see if they can be used as diabetes medicines. The molecular docking of the test compounds found three that were more active than the comparison ligands. One of these was the luteolin compound, which can stop the Protein Tyrosine Phosphatase 1B receptor from working with an ∆G value of -8.05 kcal/mol and a Ki value of 1.25 µM by forming amino acid residues. SER A: 216, ARG A: 221, ALA A: 217, VAL A: 490, TYR A: 46, and ASP A: 181 show that the sinensetin compound can stop the aldose reductase enzyme from working, working with a ∆G value of -7.72 kcal/mol and a Ki value of 2.19 µM to form amino acid residues. ALA B: 25, GLU B: 224, LEU B: 54, HIS B: 222, TRP B: 227, and the 6-hydroxy-5,7,4'-trimethoxyflavone compound can stop the aldose reductase enzyme from working (∆G value of -7.02 kcal/mol, Ki 7.14 µM), which creates amino acid residues. HIS B:117, TYR B:55, SER B:217, PHE B:306. Based on the analysis of these compounds, they exhibit good physicochemical and pharmacokinetic profiles. Additionally, the toxicity analysis confirms that none of these compounds are mutagenic, carcinogenic, or harmful to humans.
Health Education Regarding the Dangers of Styrofoam Packaging Prasetiawati, Riska; Lubis, Novriyanti
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 6 No 4 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment (November)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v6i4.1138

Abstract

Kemasan styrofoam banyak digunakan karena praktis, dapat membuat produk pangan yang dikemas lebih estetik dan harganya murah. Salah satu zat berbahaya yang terdapat pada kemasan styrofoam adalah Styren, yang bisa menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari. Penyuluhan mengenai bahaya penggunaan kemasan styrofoam dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pedagang makanan dan masyarakat tentang risiko kesehatan, lingkungan, serta persoalan halal-thayyib. Hasil survei menunjukkan mayoritas pedagang makanan masih menggunakan styrofoam karena harga murah, ketersediaan yang melimpah, dan kepraktisan, meskipun diketahui mengandung senyawa stirena yang dapat berpindah ke makanan dan berdampak pada kesehatan. Faktor tingkat pendidikan pedagang terbukti berpengaruh terhadap penggunaan styrofoam, sedangkan lama berjualan tidak berhubungan signifikan. Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui penyapaian materi dan distribusi brosur untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya styrofoam sekaligus mengenalkan alternatif ramah lingkungan seperti Cocofoam berbasis serat kelapa. Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pedagang dan konsumen agar beralih pada kemasan yang lebih aman dan berkelanjutan.
PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN SAAT KONDISI PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN SUKAGALIH Prasetiawati, Riska; Lubis, Novriyanti; Ramadhanty, Triana; Shifa Abdillah, Nisa; Savira, Nova; Fadly Amin, Muhammad; Puja, Citra; Arideira, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.918-925

Abstract

Permasalahan yang kerap ditemukan pada saat pandemi Covid 19 ini salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat khususnya warga kelurahan Sukagalih dalam memeriksakan secara rutin kesehatan mereka. Hal ini  diperparah dengan adanya pembatasan kegiatan sehingga  membuat masyarakat diam di rumah dan kurang melakukan aktivitas yang dapat menyehatkan tubuh. Kelompok 2 KKN kelurahan Sukagalih dari Universitas Garut ingin memberikan suatu bentuk kepedulian sesama dengan cara memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan terutama untuk penyakit umum di indonesia seperti Hipertensi, Diabetes, hiperurisemia dan kolesterol, maka dari itu dilakukan pengabdian masyarakat kepada penduduk kelurahan Sukagalih sebagai tindakan pemantauan penyakit. Pemeriksaan menggunakan metode POCT (Point Of Care Testing) dengan melibatkan 53 orang penduduk, hasil yang didapat menunjukkan bahwa masih terdapat banyak warga yang tidak memperhatikan kesehatnnya dan jarang melakukan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan, dilihat dari hasil pemeriksaan kadar dalam darah yang melebihi batas rekomendasi dari World Health Organization (WHO).Â