Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KARAKTERISASI MINERALOGI PETUNJUK TERMPERATUR PADA SUMUR “VN” LAPANGAN WAYANG WINDU, PANGALENGAN, JAWA BARAT Agus Didit Haryanto, Vina Oktaviany, Johanes Hutabarat,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.307 KB)

Abstract

Lapangan panasbumi  Wayang  Windu berada  di  Kecamatan  Pangalengan,  Kabupaten  Bandung,  Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mineral ubahan dan karakterisasi mineral petunjuk temperatur pada sumur VN. Objek dalam penelitian ini adalah data serbuk bor dari sumur VN dengan metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode petrologi, petrografi, dan XRD. Berdasarkan hasil pengamatan, litologi  daerah  penelitian  terdiri  atas  andesit  terubah,  tuf  litik  terubah,  dan  tuf  kristal terubah.  Mineral  alterasi  yang  berkembang  di  daerah penelitian didominasi mineral  alterasi  pH  netral,yaitu kuarsa  sekunder,  kalsit,  epidot,  montmorilonit,  illit,  smektit,  klorit,  oksida  besi, dan pirit,  serta beberapa  mineral  pH  asam  seperti  kaolinit,  kristobalit,  anhidrit,  dan  haloysit.  Berdasarkan  asosiasi mineralnya, alterasi  pada sumur  VN dibagi  menjadi  tiga tipe,  yaitu tipe  alterasi  argilik,  tipe  alterasi subpropilitik,  dan  tipe  alterasi  propilitik. Temperatur  pembentukan  mineral  ubahan  pada tipe  argilik adalah < 180 C, tipe subpropilitik sekitar 150 C-220 C, dan tipe propilitik sekitar 210 C-340 C.  Kata kunci : Alterasi, Argilik, Subpropilitik, Propilitik, Temperatur, Wayang Windu
PENGARUH STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP PEMBENTUKAN CAP ROCK SISTIM PANASBUMI RIMBO PANTI Agus Didit Haryanto, Robertus S. L. Simarmata, Widya Asoka, Ali Rihda, Johanes Hutabarat,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.557 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di Rimbo Panti, Pasaman Timur, Sumatera Barat. Objektif dari penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh struktur geologi terhadap pembentukan sistim panasbumi Panti, salah satunya yakni proses pembentukan batuan penudung(Cap Rock). Metode yang digunakan adalah melalui analisis spectral pada 170 sampel dari kedalaman 45 – 422.45 mKU dan pengukuran intensitas jumlah rekahan/meter (n/m). Proses pengambilan data dilakukan secara primer pada coring batuan dari hasil pengeboran landaian suhu bersama tim PSDMBP. Hasil penelitian menunjukan bahwa kuatnya pengaruh struktur geologi sesar sumatera terhadap sistim panasbumi terlihat pada coring batuan yang banyak terekahkan dan terisi oleh mineral-mineral sekunder terutama mineral silica dan karbonat, selain itu dominasi mineral ubahan smektit pada matriks litologi breksi tuf semakin menguatkan interpretasi bahwa pada proses pembentukan cap rock pada sistim panasbumi panti telah terjadi, sehingga daerah penelitian merupakan daerah yang prospek untuk lebih lanjut dikembangkan menjadi sumber energi panasbumi.Kata Kunci : Panti; Caprock; Struktur; Spektral, Panasbumi.
PERSEBARAN SEDIMEN PERMUKAAN DASAR LAUT DAN MINERAL LOGAM DI PERAIRAN SAUMLAKI DAN SEKITARNYA, KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT, PROVINSI MALUKU Agus Didit Haryanto,Hersenanto Catur,Widiatmoko, Muhammad Aditio,Johanes Hutabarat,
Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.386 KB)

Abstract

Banyak daerah yang memiliki sumber mineral yang belum diketahui terutama wilayah pesisir dan laut.Penelitian ini dilakukan sebagai upaya mengetahui persebaran sedimen dasar laut dan mineral yangterkandung di Perairan Saumlaki-Latdalam dan sekitarnya, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, ProvinsiMaluku. Maksud penelitian yaitu mengumpulkan dan menginventarisasi data dasar geologi kelautan,khususnya sedimen permukaan dasar laut dengan tujuan mengetahui jenis dan sebaran sedimenpermukaan dasar laut. Sampel pasir diuji laboratorium menggunakan analisis mineralogi butir dan analisisAtomic Absorption Spectroscopyuntuk mengetahui kandungan mineralnya. Hasil analisis besar butirmenunjukkan bahwa sedimen permukaan dasar laut perairan Saumlaki-Latdalam terdiri atas satuanlempung, satuan pasir halus, satuan pasir kasar, satuan pasir biogenik (terumbu karang).Peta sebaransedimen permukaan dasar laut yang dihasilkan menunjukkan bahwa sedimen permukaan dasar lautkecenderungan menghalus ke arah laut. Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan, daerahpenelitian memiliki potensi mineral, terutama mineral logam. Hasil analisis mineral butir ditemukanbanyak mineral-mineral yang mengandung Fe seperti, siderite, magnetit, hematit, limonit, dan ilmenit.Dengan analisis AAS kandungan unsur Fe cukup tinggi dibanding dengan unsur yang lain. Penelitian inimemperlihatkan potensi tertinggi adalah mineral besi. Tinggi rendahnya sumber daya mineraldipengaruhi besarnya kadar mineral itu sendiri dan luas penyebaran mineral tersebut. Kata Kunci : mineral logam, saumlaki, sedimen dasar laut
ZONASI ALTERASI PADA TAMBANG TERBUKA GRASBERG PB9S3, KABUPATEN MIMIKA, PAPUA Agus Didit Haryanto, Firman Sumarwan, Kurniawan, Yonathan Kristiawan B, Mega F. Rosana,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1814.165 KB)

Abstract

Daerah penelitian secara administratif berada di Distrik Grasberg, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Metoda yang digunakan dalam penelitian yaitu pemetaan lapangan pada tambang terbuka Grasberg dengan meninjau aspek-aspek keselamatan, analisa petrografi menggunakansayatan tipis, dan analisa spectral device, dengan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik alterasi yang berkembang di tambang terbuka Grasberg. Litologi daerah penelitian dikelompokan menjadi dua, yaitu Intrusi Andesit Fragmental dan Intrusi Diorit. Alterasi yang berkembang pada daerah penelitian dibedakan atas alterasi kuarsa-biotit-magnetit-anhidrit, alterasi kuarsa, alterasi k-feldspar-biotit-kuarsa-anhidrit, alterasi kuarsa-biotit-aktinolit-anhidrit.Kata Kunci : Alterasi, Grasberg, Intrusi
KARAKTERISASI GEOKIMIA FLUIDA UNTUK MENENTUKAN SISTEM PANASBUMI DAN POTENSI SCALING LAPANGAN PATUHA, JAWA BARAT Mohamad Sapari Dwi Hadian,Randy Wijaya Atmaja, Dian Rahma Yoni,Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.921 KB)

Abstract

Patuha secara administratif berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bidang Patuha beradapada dataran tinggi vulkanik yang terdiri dari lava andesitk dan piroklalstik yang berumur akhir pliosenhingga kuarter. Lapangan panasbumi Patuha memiliki sistem dengan tipe dominasi uap yang memiliki pHsekitar 6 dan dan bertemperatur timggi. Penentuan sistem panasbumi dilakukan dengan pendekatangeokimia. Data yang digunakan adalah data gas untuk mengetahui temperatur bawah permukaan dan dataair panas untuk mengetahui potensi pengendapan mineral khususnya mineral kalsit pada pipa produksi.Proses pemantuan dilakukan terhadap 10 sumur produksi dan 1 manifestasi berupa kawah fumarol. Tipefluida air panas dianalisis menggunakan diagram Cl–SO4–HCO3 dan tipe fluida gas dianalisismenggunakan diagaram H2–H2S–CH4. Beberapa rasio dari data air dan gas digunakan untuk mengetahuikarakteristik fluida di bawah permukaan. Perhitungan temperatur reservoir menggunakan beberapametode geothermometer gas. Potensi endapan mineral karbonat diprediksi dari perhitungantermodinamika secara yang dihitung secara manual. Hasil dari plotting diagram menunjukkan bahwa tipeair panas termasuk ke dalam tipe air sulfat dan bikarbonat, sedangkan tipe gas merupakan quenching gas.Daerah terdekat dari sumber panas terletak di sebelah timur wilayah penelitian di sekitar kawah fumarol.Temperatur bawah permukaan berkisar antara 235–240 °C. Pada suhu tersebut tidak ditemukan adanyaendapan mineral karbonat pada sumur produksi. Hasil perhitungan geothermometer merupakankarakteristik dari lapangan panasbumi dominasi uap dan diklasifikasikan sebagai sistem panasbumidengan entalpi tinggi.
ESTIMASI TEMPERATUR BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN KEHADIRAN MINERAL ALTERASI PADA SUMUR “X” LAPANGAN PANAS BUMI WAYANG WINDU, PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG, PROVINSI JAWA BARAT Oktaviany, Vina; Hutabarat, Johanes; Haryanto, Agus Didit
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 2 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1677.132 KB)

Abstract

Temperatur merupakan aspek penting dalam sistem panas bumi untuk pengembangan panas bumi sebagai sumber energi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui jenis litologi, mineral alterasi, tipe dan intensitas alterasi serta penyebarannya pada sumur X, dan bertujuan menentukan temperatur berdasarkan geotermometer mineral yang kemudian dibandingkan dengan data hasil pengukuran temperatur (T) sumur. Objek dalam penelitian ini berupa serbuk bor (cutting) dari sumur X yang dianalisis dengan metode petrologi, petrografi, dan XRD. Hasilnya menunjukkan, bahwa litologi sumur X terdiri atas andesit terubah, tuf litik terubah, dan tuf kristal terubah. Mineral alterasi yang berkembang didominasi oleh mineral alterasi dengan pH netral yang berupa kuarsa sekunder, kalsit, epidot, montmorilonit, illit, smektit, klorit, oksida besi, dan pirit, serta beberapa mineral ber-pH asam seperti kaolinit, kristobalit, anhidrit, dan haloysit. Berdasarkan asosiasi mineralnya, alterasi pada sumur X dibagi menjadi tiga tipe, yaitu alterasi argilik dengan perkiraan temperatur antara 150oC hingga 180oC, alterasi subpropilitik antara 150oC s.d. 220oC, dan alterasi propilitik antara 210oC s.d. 280oC. Secara umum, hasil geotermometer mineral ini menunjukkan data temperatur yang lebih tinggi dibandingkan data T berdasarkan pengukuran sumur.
ANALISIS PENGINDERAAN JAUH DAN PEMODELAN 3D FAULT FRACTURE DENSITY (FFD) DALAM PENENTUAN ZONA PERMEABILITAS PERMUKAAN DI WILAYAH PANAS BUMI GUNUNG TAMPOMAS, JAWA BARAT: REMOTE SENSING ANALYSIS AND 3D FAULT FRACTURE DENSITY (FFD) MODELING INTO DETERMINATION OF SURFACE PERMEABILITY ZONES IN MOUNT TAMPOMAS GEOTHERMAL AREA, WEST JAVA Adi, Abizar; Haryanto, Agus Didit; Hutabarat, Johanes; Gentana, Dewi
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 2 (2021): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v16i2.325

Abstract

The area of Mount Tampomas which is located in Buahdua District, Conggeang District, and Tanjungkerta District, Sumedang Regency, West Java was chosen as the research area because it is predicted to have geothermal potential with the presence of geothermal manifestations such as hot springs. The presence of manifestations relates to permeable zones controlled by geological structures. The lineament of the ridge and valley was observed and analyzed using ASTER GDEM remote sensing imagery and Indonesia Earth Form map (RBI), scale 1:25.000. The purpose of the study is to find out the relationship between permeability and the presence of geothermal manifestations in the research area. Research method by conducting remote sensing and fault fracture Density (FFD) analysis using 3D micromine software modeling. Results of remote sensing analysis with irradiation angle of 0°, 45°, 90°, 135° and altitude 45° shows the main pattern of the ridge - valley lineament interpreted as a fault in the research area have a relatively northwest-southeast and northeast-southwest direction. Indications of geological structures in the field are shown by the morphology of valley-ridges, in some places has a steep slope that form the fault escarpment and triangular facet. The FFD analysis results in the research area have varying permeability classes shown by low FFD values (0.00–3.00 km-1), medium (3.00-6.00 km-1) and high (6.00–9.33 km-1). The geothermal manifestations appear in the permeability zone that have medium to high FFD values marked by orange and red colors. From 3D micromine software modeling of the permeability zone and plotting of hot springs on the surface, it is clear that the appearance of hot springs to the surface is facilitated by faults that develop in the research area.
Hydrogeochemistry and Isotope Characteristics of the Hot Springs in the Wapsalit Area, Buru Regency, Maluku Province, Indonesia Pinning, Fathira; Haryanto, Agus Didit; Hutabarat, Johanes
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 8 No. 4 (2023): JGEET Vol 08 No 04 : December (2023)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2023.8.4.13788

Abstract

Wapsalit is one of the geothermal areas that is located in Buru Regency, Maluku Province. Wapsalit area has several geothermal manifestations like hot springs, altered rocks, silica sinter and many more. This research aims to determine the characteristics and origin of the fluid in the research area. This research takes 5 samples of hot springs named FATH-1, FATH-2, FATH-3, FATH-4 and FATH-5. Based on the results of chemical analysis, it shows that the 5 samples belong to the bicarbonate fluid type. FATH-1, FATH-3 and FATH-5 belong to the partial equilibrium zone, FATH-2 and FATH-4 belong to the immature water zone. Based on isotope 18O and D analysis, the 5 hot spring samples originated from meteoric water and the fluids interacting with the rocks before heading to the surface.
ZONE OF GEOTHERMAL PROSPECTS BASED ON FAULT FRACTURE DENSITY (FFD) METHOD IN SUMANI REGION, WEST SUMATERA Sasilani, Resni; Haryanto, Agus Didit; Hutabarat, Johanes; Hermawan, Dudi; Widodo, Sri
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 3, No 2 (2019): Journal of Geological Sciences and Applied Geology
Publisher : Faculty of Geological Engineering, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/gsag.v3i2.22270

Abstract

The presence of geothermal manifestations in the form of hot springs is closely related to the presence of permeability zones in the Sumani geothermal system, West Sumatra. The permeable zone allows fluid circulation where meteoric water seeps to fill the reservoir and emerges on the earth's surface as a manifestation of hot springs. This study aimed to identify those permeable zones based on lineament density analysis using the Fault Fracture Density (FFD) method on ASTER GDEM satellite imagery. Lineaments in this case was assumed to be associated with fractures or faults in geothermal areas. The method was used to analyze the presence of lineament on topographic maps and to clarify all lineaments in the study area by adjusting the irradiation angle of 0°, 225°, 270°, and 315° at a constant altitude of 45°. From the FFD method, high lineament density values were found in the southwest of the study sites. The pattern of lineaments in the research area had northwest - southeast and southwest – northeast. The FFD analysis results were compiled with location of geothermal manifestations and geomorphological analysis which then showed positive results on the emergence of dominant hot springs depending on zones with high lineaments density and was located in the pyroclastic flow geomorphology unit with a difference in elevation between 500-1500 masl and slope of moderately steep to steep; indicating catchment area. Further research was needed to accurately understand about reservoir and the potential of geothermal reserves in the Sumani area.Keywords: Sumani Geothermal System, Fault Fracture Density, Geomorphological Analysis.
High Permeability Zone On Geothermal Manifestations Using Fault Fracture Density In Sembalun Area, Lombok Agung, Yusuf Zaki; Haryanto, Agus Didit; Hardiyono, Adi; Setiawan, Dede Iim; Suleman, Widya Asoka
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 5, No 2 (2021): Journal of Geological Science and Applied Geology
Publisher : Faculty of Geological Engineering, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/gsag.v5i2.34937

Abstract

Geothermal manifestations can occur in zones of high permeability. Permeability zones can be analyzed through lineament density, assumed to be associated with faults and fractures which are considered as weak areas that can allow geothermal fluid to pass from reservoir to the surface. This study intends to determine the zone with high permeability in geothermal manifestations. Modeling of surface data in the form of lineament pattern can be analyzed with Fault Fracture Density (FFD) analysis. The lineaments pattern is obtained based on the appearance through DEMNAS satellite imagery. The lineaments pattern deliniated by providing lighting from several angles, from lighting azimuths of 0°, 60°, 120°, 180°, 240° and 300° at a constant altitude of 45°. FFD analysis shows geothermal manifestations appear in the high permeability zone in the Sembalun area, Lombok.