Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFICATION OF GEOTHERMAL PROSPECT AREAS USING REMOTE SENSING TECHNIQUES IN THE MOUNT GALUNGGUNG REGION Irsyanda, Keisya Adiva; Haryanto, Agus Didit; Hutabarat, Johanes
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 8, No 2 (2025): Journal of Geological Sciences and Applied Geology
Publisher : Faculty of Geological Engineering, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/gsag.v8i2.57274

Abstract

Geothermal energy sources are economical and have significant potential because Indonesia is located in the Ring of Fire area, which results in numerous tectonic processes that play a role in the emergence of geothermal resource potential. Among Indonesia's many geothermal energy potentials, one is the geothermal resource found in Tasikmalaya Regency, particularly in Mount Galunggung, an area with a geothermal system, as evidenced by geothermal manifestations. This research aims to determine the location of geothermal prospect areas using remote sensing techniques before conducting further research on the reservoir characteristics in a geothermal system in a given area. The study was conducted by analyzing surface temperature, structures in linear features, and field surveys to confirm the location of geothermal manifestations. The research results indicate geothermal prospect areas in the Mount Galunggung region in Sukaratu District, with surface temperature results ranging between 13-29°C.
KARAKTERISTIK KIMIA BATUGAMPING KOMPLEKS KROMONG KABUPATEN CIREBON, PROVINSI JAWA BARAT Kurnia Arfiansyah F, Johanes Hutabarat, Zerlinda Handietri, Tita Choerunnisa, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v3i6.26334

Abstract

Daerah penelitian secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon,Provinsi Jawa Barat. Lokasi penelitian termasuk kedalam Batugamping Kompleks Kromong. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui litologi, karakteristik kimia dan implikasinya terhadap palaeo salinitas padabatugamping serta kualitas dari batugamping sebagai bahan baku semen. Kandungan kimia batugampingdianalisis menggunakan metode XRF dengan jumlah sampel yaitu 12 sampel batugamping. Litologi pada daerahpenelitian terdiri dari 3 (tiga) litologi yaitu batugamping klastik wackestone, batugamping klastik packstone, danbatulempung. Berdasarkan hasil analisis XRF, korelasi antar senyawa oksida SiO2 - Al2O3 - Fe2O3 - MgOmenunjukkan korelasi yang positif, sedangkan dengan senyawa CaO memiliki korelasi yang negatif yangmengindikasikan bahwa peningkatan SiO2, Al2O3, Fe2O3, MgO diakibatkan oleh penurunan senyawa CaO. Halini dapat menunjukkan bahwa batugamping pada daerah penelitian dipengaruhi oleh suplai bahan detrital.Berdasarkan klasifikasi kimia batugamping yang memperhatikan rasio Ca/Mg didapatkan 3 (tiga) jenisbatugamping yaitu Magnesian Limestone, Dolomitic Limestone yang mengindikasikan batugamping tersebutsecara kualitatif diendapkan pada lingkungan yang memiliki tingkat salinitas dan evaporasi yang tinggi yaitudekat dengan garis pantai. Sedangkan Pure Limestone diendapkan jauh dari garis pantai dengan tingkat salinitasdan evaporasi yang rendah. Berdasarkan rasio CaO, sampel T4, T5.1, T5.2 dan T6.1 adalah sampel yang palingbaik yang digunakan sebagai bahan baku semen karena kadar dari CaO nya yang lebih dari 50%.Kata kunci: Batugamping, Karakteristik Kimia, Kualitas, Palaeo salinitas, Semen.
KARAKTERISASI MINERALOGI PETUNJUK TERMPERATUR PADA SUMUR “VN” LAPANGAN WAYANG WINDU, PANGALENGAN, JAWA BARAT Agus Didit Haryanto, Vina Oktaviany, Johanes Hutabarat,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.307 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v1i1.13727

Abstract

Lapangan panasbumi  Wayang  Windu berada  di  Kecamatan  Pangalengan,  Kabupaten  Bandung,  Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mineral ubahan dan karakterisasi mineral petunjuk temperatur pada sumur VN. Objek dalam penelitian ini adalah data serbuk bor dari sumur VN dengan metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode petrologi, petrografi, dan XRD. Berdasarkan hasil pengamatan, litologi  daerah  penelitian  terdiri  atas  andesit  terubah,  tuf  litik  terubah,  dan  tuf  kristal terubah.  Mineral  alterasi  yang  berkembang  di  daerah penelitian didominasi mineral  alterasi  pH  netral,yaitu kuarsa  sekunder,  kalsit,  epidot,  montmorilonit,  illit,  smektit,  klorit,  oksida  besi, dan pirit,  serta beberapa  mineral  pH  asam  seperti  kaolinit,  kristobalit,  anhidrit,  dan  haloysit.  Berdasarkan  asosiasi mineralnya, alterasi  pada sumur  VN dibagi  menjadi  tiga tipe,  yaitu tipe  alterasi  argilik,  tipe  alterasi subpropilitik,  dan  tipe  alterasi  propilitik. Temperatur  pembentukan  mineral  ubahan  pada tipe  argilik adalah < 180 C, tipe subpropilitik sekitar 150 C-220 C, dan tipe propilitik sekitar 210 C-340 C.  Kata kunci : Alterasi, Argilik, Subpropilitik, Propilitik, Temperatur, Wayang Windu
SISTEM PANAS BUMI NON-VULKANIK DAERAH BUNTUNA, TOLITOLI, SULAWESI TENGAH, BERDASARKAN PENDEKATAN GEOLOGI DAN GEOKIMIA AIR PANAS Johanes Hutabarat, Dedi Kusnadi., Petrus Rony P. S, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.464 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v3i4.23190

Abstract

Kabupaten Tolitoli merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Tengah. Pada daerah Kabupaten Tolitoli ini banyak ditemukan manifestasi panasbumi salah satunya terletak pada Desa Buntuna, Kecamatan Baolan. Manifestasi panasbumi yang ditemukan berupa mataair panas dan kubangan air panas.Analisis kelurusan morfologi dilakukan untuk mengetahui struktur geologi daerah penelitian. Analisis geokimia pada manifestasi air panas dilakukan untuk mengetahui jenis air panas, asal air panas, dan pendugaan suhu bawah permukaan. Secara geologi daerah penelitian merupakan lingkungan non-vulkanik dengan litologi batusabak. Kemunculan fluida panasbumi diduga dikarenakan struktur berarah barat daya timur laut. Sampel air panas menunjukan air panas bertipe bikarbonat dan termasuk kedalam immature water. Hasil pengukuran geotermometer air Na/K Hasil pengukuran temperatur bawah permukaan menggunakan geotermometer Na/K memperkirakan bahwa temperatur reservoir adalah sekitar 170oC.Kata Kunci: Geologi, Geokimia, Panas Bumi, Toli-Toli
HUBUNGAN ZONA MINERALISASI BIJIH DENGAN KADAR TINGGI Au-Ag SISTEM EPITERMAL URAT CIJIWA, KECAMATAN SIMPENAN, KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT Agus Didit Haryanto, Seto Adi Prabowo, Mega Fatimah Rosana,
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.517 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i2.16601

Abstract

Cijiwa merupakan salah satu daerah dengan prospek mineral ekonomi di Kabupaten Sukabumi, JawaBarat. Salah satu bagian dari segmen sistem epitermal urat Cigaru yang memanjang dari barat lauttenggara.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengenali zona mineralisasi yang berhubungan dengan kadar tinggi unsur logam Au-Ag dan base metal. Metode yang digunakan berupa kajian mineragrafi dan assay geokimia 11 unsur. Analisis dilakukan pada 10 sayatan poles dari empat sampel urat kuarsa dan lima sampel uji geokimia yang memiliki kandungan mineral bijih. Hasilnya berupa zonasi mineralisasi yang terbagi berdasarkan kedalaman dan asosiasi mineral bijih. Zona mineralisasi yang ada yaitu zona pirit, zona pirit-arsenik, zona pirit-kalkopirit dan zona pirit-galena-sfalerit-kalkopirit. Kandungan logam mulia dengan kadar tertinggi pada Au ada dalam zona mineralisasi pirit-arsenik sebesar 10.8 g/t dan Ag dalam zona mineralisasi pirit-kalkopirit sebesar 42.8 g/t. Untuk kandungan logam dasar seperti Cu dan Zn hadir paling tinggi pada zona pirit-kalkopirit sebesar 4.1% dan 0.4%, serta Pb dan Zn dalam zona pirit-galenasfalerit-kalkopirit sebesar 4.6%. Kata kunci: Cijiwa, Emas, Epitermal, Geokimia, Mineralisasi
PENENTUAN TIPE FLUIDA SERTA TINGKAT PERMEABILITAS SISTEM PANAS BUMI DAERAH TINIGI, TOLI-TOLI, SULAWESI TENGAH Ismawan, Dedi Kusnadi, Yuda Maulana, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v3i6.26335

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi panas bumi terbesar di dunia, dan sampai saat ini banyak daerah yang memiliki sumber energi panas bumi namun belum dieksplorasi dan dimanfaatkan. Pulau Sulawesi memiliki banyak potensi energi panas bumi sistem non-vulkanik yang belum dimafaatkan, salah satunya adalah prospek di panas bumi daerah Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik hidrokimia dan geologi pada daerah penelitian yang pada akhirnya dapat diketahui bagaimanakah prospek energi panas bumi dari lapangan ini. Dalam penelitian metode yang digunakan adalah analisis FFD, penelitian lapangan, dan analisis hidrogeokimia. Lapangan Tinigi ini memiliki 2 manifestasi panasbumi yang berada di bukit yang berada di Desa Tinigi, yaitu APT1 dan APT2. Tipe air panas pada daerah penelitian adalah air bikarbonat dan tergolong immature water yang berasal dari reservoar yang sama. Manifestasi panas bumi pada daerah penelitian merupakan zona outflow. Kemudian hasil dari potensi panasbumi berdasarkan perhitungan yang dilakukan sebesar 45,24 Mwe.Kata Kunci: Panas Bumi, Hidrogeokimia, Toli-Toli, Non-Vulkanik
KARAKTERISTIK BATUBARA FORMASI LATIH DAERAH GUNUNG TABUR, KABUPATEN BERAU, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Agus Didit Haryanto, Nana Suwarna, M. Ammar Azzam, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v3i5.26320

Abstract

Indonesia memiliki beragam sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah batubara.Batubara dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik batubara yang terdapat pada Formasi Latihdaerah Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian dilakukandengan menganalisis 6 sampel batubara meliputi analisis litotipe, proksimat, peringkat, serta modelseam pada daerah penelitian. Berdasarkan analisis terhadap 6 sampel, batubara daerah penelitianmemiliki litotipe bright banded coal, kelembaban total berkisar 11,1-12,6 % (a.r.b.), zat terbangberkisar 41,8-43,4 % (a.d.b), sulfur total berkisar 0,65-2,7 % (a.d.b), karbon tertambat berkisar 45-46,7% (a.d.b), kandungan abu berkisar 2-4,6 % (a.d.b), dan nilai kalori berkisar 6284,6-6531 kal/g (a.r.b)dengan peringkat batubara subbituminous – high volatile bituminous-C. Seam batubara memperlihatkanketebalan yang berkisar dari 1-1,8 m, dengan sebaran berarah utara-selatan serta kisaran kemiringan 35-40°, dan pada beberapa area terlihat struktur splitting. Sehubungan dengan karakteristik yang baik,batubara tersebut dapat dimanfaatkan sebagai energi bahan bakar yang ideal.Kata kunci: karakteristik batubara, latih, litotipe, proksimat, peringkat
KARAKTERISASI GEOKIMIA FLUIDA UNTUK MENENTUKAN SISTEM PANASBUMI DAN POTENSI SCALING LAPANGAN PATUHA, JAWA BARAT Mohamad Sapari Dwi Hadian,Randy Wijaya Atmaja, Dian Rahma Yoni,Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.921 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i4.18341

Abstract

Patuha secara administratif berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bidang Patuha beradapada dataran tinggi vulkanik yang terdiri dari lava andesitk dan piroklalstik yang berumur akhir pliosenhingga kuarter. Lapangan panasbumi Patuha memiliki sistem dengan tipe dominasi uap yang memiliki pHsekitar 6 dan dan bertemperatur timggi. Penentuan sistem panasbumi dilakukan dengan pendekatangeokimia. Data yang digunakan adalah data gas untuk mengetahui temperatur bawah permukaan dan dataair panas untuk mengetahui potensi pengendapan mineral khususnya mineral kalsit pada pipa produksi.Proses pemantuan dilakukan terhadap 10 sumur produksi dan 1 manifestasi berupa kawah fumarol. Tipefluida air panas dianalisis menggunakan diagram Cl–SO4–HCO3 dan tipe fluida gas dianalisismenggunakan diagaram H2–H2S–CH4. Beberapa rasio dari data air dan gas digunakan untuk mengetahuikarakteristik fluida di bawah permukaan. Perhitungan temperatur reservoir menggunakan beberapametode geothermometer gas. Potensi endapan mineral karbonat diprediksi dari perhitungantermodinamika secara yang dihitung secara manual. Hasil dari plotting diagram menunjukkan bahwa tipeair panas termasuk ke dalam tipe air sulfat dan bikarbonat, sedangkan tipe gas merupakan quenching gas.Daerah terdekat dari sumber panas terletak di sebelah timur wilayah penelitian di sekitar kawah fumarol.Temperatur bawah permukaan berkisar antara 235–240 °C. Pada suhu tersebut tidak ditemukan adanyaendapan mineral karbonat pada sumur produksi. Hasil perhitungan geothermometer merupakankarakteristik dari lapangan panasbumi dominasi uap dan diklasifikasikan sebagai sistem panasbumidengan entalpi tinggi.
PENGARUH STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP PEMBENTUKAN CAP ROCK SISTIM PANASBUMI RIMBO PANTI Agus Didit Haryanto, Robertus S. L. Simarmata, Widya Asoka, Ali Rihda, Johanes Hutabarat,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.557 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i3.17260

Abstract

Daerah penelitian terletak di Rimbo Panti, Pasaman Timur, Sumatera Barat. Objektif dari penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh struktur geologi terhadap pembentukan sistim panasbumi Panti, salah satunya yakni proses pembentukan batuan penudung(Cap Rock). Metode yang digunakan adalah melalui analisis spectral pada 170 sampel dari kedalaman 45 – 422.45 mKU dan pengukuran intensitas jumlah rekahan/meter (n/m). Proses pengambilan data dilakukan secara primer pada coring batuan dari hasil pengeboran landaian suhu bersama tim PSDMBP. Hasil penelitian menunjukan bahwa kuatnya pengaruh struktur geologi sesar sumatera terhadap sistim panasbumi terlihat pada coring batuan yang banyak terekahkan dan terisi oleh mineral-mineral sekunder terutama mineral silica dan karbonat, selain itu dominasi mineral ubahan smektit pada matriks litologi breksi tuf semakin menguatkan interpretasi bahwa pada proses pembentukan cap rock pada sistim panasbumi panti telah terjadi, sehingga daerah penelitian merupakan daerah yang prospek untuk lebih lanjut dikembangkan menjadi sumber energi panasbumi.Kata Kunci : Panti; Caprock; Struktur; Spektral, Panasbumi.
ALTERASI HIDROTHERMAL DI LAPANGAN PANAS BUMI X, LAMPUNG Agus Didit Haryanto, Dewi Gentana, Santy Liesdayanty,Euis Tintin Yuningsih,
Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.283 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v3i3.23182

Abstract

Daerah penelitian terletak di lapangan panas bumi X, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Daerah ini dipengaruhi oleh Sistem Sesar Sumatra berarah baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya Studi alterasi hidrothermal pada Sumur SL2 dilakukan dengan metode petrogafi terhadap 7 sampel serbuk bor dan 2 batuan inti. Metode petrografi digunakan untuk mengetahui mineral-mineral hidrothermal sebagai indikator temperatur dan fluida hidrothemal. Litologi daerah penelitian tersusun atas andesit (800-902 m), breksi vulkanik (902-1202 m), dan tuf (1202-1265 m). Batuan-batuan tersebut telah teralterasi sedang (40%) - kuat (53%). Temperatur daerah penelitian diperkirakan mencapai >240°C dengan ditemukan mineral hidrothermal indikator temperatur tinggi, yaitu incipient epidot (200-250°C) dan wairakit (220-310°C). Fluida panas bumi kemungkinan berupa fluida klorida netral karena terdapat mineral yang stabil pada kondisi netral-basa seperti klorit, epidot, dan wairakit. Zona hilang sirkulasi pada kedalaman 1264-1809 m mengindikasi adanya permeabilitas baru yang disebabkan oleh struktur daerah penelitian. Hal ini menyebabkan fluida menjadi sedikit asam akibat air kondesat yang masuk ke sistem hidrothermal melalui media rekahan, yang ditandai dengan mineral serisit pada kedalaman 1810,36 m.Kata kunci : Alterasi Hidrothermal; Epidot;Fluida;Temperatur