Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Geosaintek

Perhitungan Temperatur Reservoir Panas Bumi Mata Air Panas Daerah Bantarkawung Menggunakan Metode Geotermometer Na-K Dan Entalpi-Silika Iswahyudi, Sachrul; Attabik, Laskarul Wildan; Setijadi, Rachmad; Raharjo, Sukmaji Anom
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manifestasi panas bumi yang muncul di daerah Bantarkawung dan sekitarnya sebagai refleksi sistem panas bumi adalah berupa mata air panas. Penelitian ini terkait pada dua mata air panas yaitu Mata Air Panas Cipanas dan Mata Air Panas Cilakar. Penelitian ini juga menggunakan dua mata air meteorik yaitu Mata Air Meteorik Warudoyong dan Mata Air Meteorik Cilimus sebagai data penunjang. Penelitian ini menggunakan analisis metode geokimia yang diolah berdasarkan data penelitian terdahulu untuk mengetahui tipe air panas bumi, geoindikator dan kesetimbangan fluida. Penentuan temperatur panas bumi daerah penelitian menggunakan dua metode yaitu metode geotermometer Na-K yang berdasar pada kandungan natrium dan kalium mata air panas dan metode diagram silika-entalpi yang berdasar kandungan silika dan entalpi mata air panas serta air meteorik. Berdasarkan analisis geoindikator Cl-Li-B, diinterpretasikan terdapat 2 sistem panas bumi dengan reservoir yang berbeda pada daerah penelitian yaitu Reservoir Cipanas dan Cilakar. Berdasarkan plot Na-K-Mg untuk mengetahui kesetimbangan fluida, MAP Cipanas merupakan fluida partial equilibrium sedangkan MAP Cilakar adalah fluida immature water. Temperatur panas bumi berdasarkan metode geotermometer Na-K adalah 80oC untuk MAP Cipanas dan 60oC untuk MAP Cilakar. Sedangkan berdasarkan metode silika entalpi adalah 145oC untuk MAP Cipanas dan 164oC untuk MAP Cilakar.
Kontrol Struktur Geologi pada Kemunculan Mata Air Panas Bumi di Daerah Subang, Jawa Barat Iswahyudi, Sachrul; Pamungkas, Muhamad Afirudin; Sunan, Huzaely Latief
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata air panas Ciniru dan Subang terletak dibagian tenggara Gunung Ciremai, tepatnya terletak di Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Terdapat 3 manifestasi panas bumi berupa mata air panas di Daerah Subang, yaitu 2 mata air panas di Daerah Ciniru dan 1 mata air panas Daerah Subang. Mata air panas Ciniru 1 keluar dari litologi batulempung, terdapat beberapa keluaran pada satu lokasi yang saling berdekatan, memiliki sinter travertin, rasa asin dan warna air berwarna coklat. Mata air panas Ciniru 2 keluar dari rekahan batuan yang terdapat di bawah tebing dengan litologi batupasir. Sedangkan mata air panas Subang keluar dari rekahan batupasir. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan geologi, analisis anomali gaya berat, dan geokimia air mata air panas. Ketiga mata air panas terletak pada suatu kelurusan struktur geologi yang berarah relatif utara-selatan. Kehadiran stuktur geologi mengontrol kemunculan mata air panas di daerah penelitian. Beberapa struktur yang ditemukan adalah sesar mendatar kiri, sesar naik, dan lipatan sinklin dan antiklin. Berdasarkan analisis anomali residual dan geologi menunjukan perbedaan anomali yang signifikan yang kemudian diinterpretasikan sebagai daerah dengan litologi kompak batuan beku dengan densitas 2.8 - 3.1 gr/cm3; dan zona permeabel struktur geologi dengan densitas 1.97 - 2.6 gr/cm3. Ketiga manifestasi masuk dalam tipe air klorida, memiliki satu reservoir yang sama, memiliki temperature dari 136°C-159°C, dan tergolong sebagai sistem panas bumi temperatur sedang.
DYNAMOTHERMAL METAMORPHIC SEBAGAI PROVENANCE ENDAPAN SEDIMEN DAERAH ALIRAN SUNGAI KALIGARANG SEMARANG BERDASARKAN ANALISIS MINERAL BERAT Laksono, FX Anjar Tri; Widagdo, Asmoro; Iswahyudi, Sachrul
Jurnal Geosaintek Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah aliran Sungai Kaligarang Semarang yang mengalir dari selatan Semarang hingga bermuara di Semarang utara memiliki struktur sesar aktif dan sedimentasi dari enam formasi batuan yang berbeda yaitu Formasi Kerek, Kalibeng, Kaligetas, Damar, batuan gunungapi Kaligesik, dan aluvium. Kajian ini akan membahas provenance endapan sedimen daerah aliran Sungai Kaligarang yang terkait dengan tectonic setting Semarang. Hasil kajian provenance ini dapat digunakan untuk korelasi batuan dan interpretasi mekanisme pengendapan sedimen di Sungai Kaligarang. Metode dilakukan dengan mengumpulkan sampel sedimen dari Sungai Kaligarang yang kemudian dianalisis menggunakan mikroskop binokuler untuk mengidentifikasi jenis-jenis mineral berat. Jumlah mineral berat dihitung dan kemudian ditampilkan pada histogram untuk mengetahui perbandingan antara frekuensi mineral berat daerah penelitian dengan klasifikasi Mc Lane. Hasil analisis mineral berat menunjukkan bahwa Sungai Kaligarang didominasi mineral berat berupa ilmenit, magnetit, silimanit, muskovit, zirkon, andalusit, garnet, dan turmalin. Provenance mineral berat tersebut adalah dynamothermal metamorphic yang terbentuk pada metamorfisme tingkat tinggi dan dipengaruhi oleh temperatur dan tekanan tinggi. Kesimpulan kajian ini adalah provenance berupa dynamothermal metamorphic sesuai dengan tectonic setting Semarang yang berada pada jalur orogenesa dan adanya pergerakan sesar mendatar dekstral yang kemudian mengalami reaktivasi pada zaman Kuarter menjadi sesar mendatar sinistral. Mineral ilmenit, magnetit, dan silimanit yang dominan pada endapan terkait dengan fasies metamorfisme greenschist yang terjadi pada tekanan dan suhu yang tinggi. Mineral-mineral tersebut terbentuk pada kulit bumi bagian dalam yang terkait dengan aktivitas orogenesa.
Co-Authors Aditama, Maulana Rizki Akhmad Khahlil Gibran Ananditya, Devanda Diar Andreas, Roy Anjar Tilaksono Anjar Tri Laksono Anjar Trilaksono Aries Susanty Arwan Apriyono asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo, Asmoro Attabik, Laskarul Wildan Bela Agung Pratama, Bela Agung Dedi Kusnadi Dedi Kusnadi Dino Gunawan Pryambodo Dudi Hermawan Fadlin Fadlin Fadlin Fajar Rizki Widiatmoko Fajar Rizki Widiatmoko Firmansyah, Irwan FX Anjar Tri Laksono FX Anjar Tri Laksono FX Anjar Tri Laksono FX Anjar Tri Laksono FX Anjar Tri Laksono Gentur Waluyo Gentur Waluyo Gentur Waluyo, Gentur Gibran, Akhmad Khahlil Gumilar Ramadhan Hadi, Mochammad Nur Hari Prihatno Hasanuddin - Hermawan, Dudi Huzaely Latief Sunan Huzaely Latief Sunan Huzaely Latief Sunan Idra Permanajati Indra Permana Jati Indra Permana Jati Indra Permana Jati Indra Permanajati, Indra Irwan Firmansyah Januar Aziz Zaenurrohman Januar Fery Irawan Joko Prihantono Karisun, Kharisun Laksono, Anjar Tri Laksono, FX Anjar Tri Laskarul Wildan Attabik Mochammad Nur Hadi Muhamad Afirudin Pamungkas Muhamad Afirudin Pamungkas Muhammad Ramdhan Muhammad, Katon Mustofa, Santia Ardi Nasir Sudirman Pamungkas, Muhamad Afirudin Paryanto Prasetya, Yogi Adi Rachmad Setijadi Rachmad Setijadi Rachmad Setijadi Rachmad Setijadi Rachmad Setijadi, Rachmad Rino Wahyu Pamungkas Santi Dwi Astuti Santia Ardi Mustofa Semeidi Husrin Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi, Siswandi Sukmaji Anom Raharjo Sumiyanto Sumiyanto Sunan, Huzaely Latief Syahrial Nur Amri Widiatmoko, Fajar Rizki Yanto Yanto Zaroh Irayani