Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Geothermal Temperature Slope at the KDD – 1 Well, Kadidia and Surrounding Areas, Nokilalaki, Sigi, Central Sulawesi Province Firmansyah, Irwan; Siswandi, Siswandi; Iswahyudi, Sachrul; Hermawan, Dudi; Mustofa, Santia Ardi
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2022.v2i2.2873

Abstract

The need for alternative energy other than fossil energy is felt to be increasingly urgent for the fulfillment of domestic electrical energy. In meeting the demand for electricity, the government needs to investigate alternative geothermal energy, to find out the potential for geothermal energy to provide electricity. The realization of this policy is that the government conducts an integrated geothermal investigation to find prospective geothermal areas that can be developed as electric power. Nokilalaki District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province is one area that has geothermal potential in Indonesia. The Kadidia geothermal area, Sigi Regency, Central Sulawesi Province is one of the volcanic geothermal fields that have good potential and needs to be investigated further, especially on geological conditions that affect the presence of geothermal energy. The research method used is the method of analyzing the results of field observations. From the observations, it was concluded that the KDD-1 temperature gradient well had a final depth of 703.85 m. The formation temperature is 96.87 ºC at a depth of 700-meters with an average slope value of 12.8 ºC/100 meters, and the estimated temperature at a depth of 1500 m (estimated top reservoir) is 220 ºC.
Perhitungan Temperatur Reservoir Panas Bumi Mata Air Panas Daerah Bantarkawung Menggunakan Metode Geotermometer Na-K Dan Entalpi-Silika Iswahyudi, Sachrul; Attabik, Laskarul Wildan; Setijadi, Rachmad; Raharjo, Sukmaji Anom
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manifestasi panas bumi yang muncul di daerah Bantarkawung dan sekitarnya sebagai refleksi sistem panas bumi adalah berupa mata air panas. Penelitian ini terkait pada dua mata air panas yaitu Mata Air Panas Cipanas dan Mata Air Panas Cilakar. Penelitian ini juga menggunakan dua mata air meteorik yaitu Mata Air Meteorik Warudoyong dan Mata Air Meteorik Cilimus sebagai data penunjang. Penelitian ini menggunakan analisis metode geokimia yang diolah berdasarkan data penelitian terdahulu untuk mengetahui tipe air panas bumi, geoindikator dan kesetimbangan fluida. Penentuan temperatur panas bumi daerah penelitian menggunakan dua metode yaitu metode geotermometer Na-K yang berdasar pada kandungan natrium dan kalium mata air panas dan metode diagram silika-entalpi yang berdasar kandungan silika dan entalpi mata air panas serta air meteorik. Berdasarkan analisis geoindikator Cl-Li-B, diinterpretasikan terdapat 2 sistem panas bumi dengan reservoir yang berbeda pada daerah penelitian yaitu Reservoir Cipanas dan Cilakar. Berdasarkan plot Na-K-Mg untuk mengetahui kesetimbangan fluida, MAP Cipanas merupakan fluida partial equilibrium sedangkan MAP Cilakar adalah fluida immature water. Temperatur panas bumi berdasarkan metode geotermometer Na-K adalah 80oC untuk MAP Cipanas dan 60oC untuk MAP Cilakar. Sedangkan berdasarkan metode silika entalpi adalah 145oC untuk MAP Cipanas dan 164oC untuk MAP Cilakar.
Kontrol Struktur Geologi pada Kemunculan Mata Air Panas Bumi di Daerah Subang, Jawa Barat Iswahyudi, Sachrul; Pamungkas, Muhamad Afirudin; Sunan, Huzaely Latief
Jurnal Geosaintek Vol. 5 No. 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata air panas Ciniru dan Subang terletak dibagian tenggara Gunung Ciremai, tepatnya terletak di Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Terdapat 3 manifestasi panas bumi berupa mata air panas di Daerah Subang, yaitu 2 mata air panas di Daerah Ciniru dan 1 mata air panas Daerah Subang. Mata air panas Ciniru 1 keluar dari litologi batulempung, terdapat beberapa keluaran pada satu lokasi yang saling berdekatan, memiliki sinter travertin, rasa asin dan warna air berwarna coklat. Mata air panas Ciniru 2 keluar dari rekahan batuan yang terdapat di bawah tebing dengan litologi batupasir. Sedangkan mata air panas Subang keluar dari rekahan batupasir. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan geologi, analisis anomali gaya berat, dan geokimia air mata air panas. Ketiga mata air panas terletak pada suatu kelurusan struktur geologi yang berarah relatif utara-selatan. Kehadiran stuktur geologi mengontrol kemunculan mata air panas di daerah penelitian. Beberapa struktur yang ditemukan adalah sesar mendatar kiri, sesar naik, dan lipatan sinklin dan antiklin. Berdasarkan analisis anomali residual dan geologi menunjukan perbedaan anomali yang signifikan yang kemudian diinterpretasikan sebagai daerah dengan litologi kompak batuan beku dengan densitas 2.8 - 3.1 gr/cm3; dan zona permeabel struktur geologi dengan densitas 1.97 - 2.6 gr/cm3. Ketiga manifestasi masuk dalam tipe air klorida, memiliki satu reservoir yang sama, memiliki temperature dari 136°C-159°C, dan tergolong sebagai sistem panas bumi temperatur sedang.
DYNAMOTHERMAL METAMORPHIC SEBAGAI PROVENANCE ENDAPAN SEDIMEN DAERAH ALIRAN SUNGAI KALIGARANG SEMARANG BERDASARKAN ANALISIS MINERAL BERAT Laksono, FX Anjar Tri; Widagdo, Asmoro; Iswahyudi, Sachrul
Jurnal Geosaintek Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah aliran Sungai Kaligarang Semarang yang mengalir dari selatan Semarang hingga bermuara di Semarang utara memiliki struktur sesar aktif dan sedimentasi dari enam formasi batuan yang berbeda yaitu Formasi Kerek, Kalibeng, Kaligetas, Damar, batuan gunungapi Kaligesik, dan aluvium. Kajian ini akan membahas provenance endapan sedimen daerah aliran Sungai Kaligarang yang terkait dengan tectonic setting Semarang. Hasil kajian provenance ini dapat digunakan untuk korelasi batuan dan interpretasi mekanisme pengendapan sedimen di Sungai Kaligarang. Metode dilakukan dengan mengumpulkan sampel sedimen dari Sungai Kaligarang yang kemudian dianalisis menggunakan mikroskop binokuler untuk mengidentifikasi jenis-jenis mineral berat. Jumlah mineral berat dihitung dan kemudian ditampilkan pada histogram untuk mengetahui perbandingan antara frekuensi mineral berat daerah penelitian dengan klasifikasi Mc Lane. Hasil analisis mineral berat menunjukkan bahwa Sungai Kaligarang didominasi mineral berat berupa ilmenit, magnetit, silimanit, muskovit, zirkon, andalusit, garnet, dan turmalin. Provenance mineral berat tersebut adalah dynamothermal metamorphic yang terbentuk pada metamorfisme tingkat tinggi dan dipengaruhi oleh temperatur dan tekanan tinggi. Kesimpulan kajian ini adalah provenance berupa dynamothermal metamorphic sesuai dengan tectonic setting Semarang yang berada pada jalur orogenesa dan adanya pergerakan sesar mendatar dekstral yang kemudian mengalami reaktivasi pada zaman Kuarter menjadi sesar mendatar sinistral. Mineral ilmenit, magnetit, dan silimanit yang dominan pada endapan terkait dengan fasies metamorfisme greenschist yang terjadi pada tekanan dan suhu yang tinggi. Mineral-mineral tersebut terbentuk pada kulit bumi bagian dalam yang terkait dengan aktivitas orogenesa.
Pelatihan Penyimpanan Dan Manajemen Terintegrasi Digital di Sekolah Dasar Negeri 2 Sokaraja Tengah, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Prasetya, Yogi Adi; Iswahyudi, Sachrul; Fadlin, Fadlin; Gibran, Akhmad Khahlil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan Vol 1 No 2 (2024): JUPITER Agustus 2024
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jupiter.1.2.19

Abstract

Penggunaan penyimpanan dan manajemen data terintegrasi secara digital di Sekolah Dasar Negeri 2 Sokaraja Tengah, Kabupaten Banyumas, masih menghadapi banyak tantangan, terutama karena rendahnya literasi teknologi dan usia guru yang tidak mendukung adaptasi terhadap teknologi baru. Untuk mengatasi masalah ini, diadakan pelatihan yang melibatkan 13 guru dengan metode ceramah, diskusi, dan praktikum langsung serta evaluasi di kelas kepada para guru-guru SD Negeri 2 Sokaraja Tengah untuk melatih cara penggunaan penyimpanan dan manajemen digital. Pelatihan ini dilakukan pada 19 Januari 2024, mencakup penggunaan aplikasi penyimpanan dan manajemen digital seperti OneDrive, Google Drive, Dropbox, Google Sheets, Google Docs, dan Google Slides. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah pelatihan, seluruh peserta merasa lebih memahami dan mampu menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut, serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran. Kesimpulannya, pelatihan ini sangat efektif dalam meningkatkan literasi teknologi di kalangan guru, khususnya di daerah pedesaan. Semua guru memahami proses penyimpanan digital dibanding sebelum pelatihan.
Idenfitikasi dan Edukasi Bencana Penyebab Gerakan Tanah di SMP N 2 Karangjambu, Kabupaten Purbalingga Prasetya, Yogi Adi; Widagdo, Asmoro; Fadlin, Fadlin; Permana Jati, Indra; Zaenurrohman, Januar Aziz; Iswahyudi, Sachrul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan Vol 2 No 1 (2025): JUPITER April 2025
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jupiter.2.1.56

Abstract

Tingginya potensi bencana gerakan tanah di wilayah SMPN 2 Karangjambu, Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, yang secara fisiografis berada pada daerah lereng terjal. Fenomena tanah longsor yang terjadi di kawasan ini berjenis landslide dan debris slide, yang diperparah oleh kondisi batuan dari Formasi Halang yang telah mengalami pelapukan, rekahan, serta tingginya curah hujan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi faktor geologi yang memengaruhi terjadinya longsor dan memberikan edukasi kepada warga sekolah mengenai bahaya serta mitigasi gerakan tanah. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan secara langsung, kajian pustaka untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai kondisi geologi dan bahaya longsor, dan sosialisasi kepada Masyarakat terdampak longsor. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa selain faktor geologi dan morfologi, aktivitas manusia serta kurangnya kesadaran akan mitigasi juga berperan besar dalam peningkatan risiko bencana. Melalui kegiatan penyuluhan dan diskusi partisipatif, warga sekolah memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang proses longsor dan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan. Edukasi kebencanaan yang menyasar sekolah-sekolah di daerah rawan longsor. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya pendekatan holistik dalam manajemen risiko bencana berbasis komunitas.
ZONA PELAPUKAN SEBAGAI PENGONTROL LONGSORAN DI DAERAH JINGKANG DAN SEKITARNYA, PURBALINGGA Permanajati, Indra; Iswahyudi, Sachrul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Longsoran merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh turunnya material tanah, regolith, dan batu dari atas bukit karena gravitasi. Peristiwa ini seringkali menimbulkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan ketika harus berinteraksi dengan kehidupan manusia, seperti yang terjadi di desa Jingkang. Longsoran di desa Jingkang terjadi pada bangunan publik yaitu SD Jingkang dan TK Jingkang. Longsoran ini menjadi kajian penelitian karena tejadi pada zona tertentu dalam tingkat pelapukan batuan. Metode yang digunakan adalah deskripsi tingkat pelapukan dengan metode British Standard BS EN ISO 14689-1 pada daerah longsoran, kemudian pemetaan geologi teknik, dan identifikasi anatomi longsor. Hasil yang didapatkan bidang gelincir terdapat pada tingkat lapuk batulempung formasi Halang. Batulempung ini menempel di atas batuan basalt anggota formasi Halang. Tingkat lapuk 4 mempunyai ciri – ciri di lapangan yaitu terdapat material tanah dengan proporsi material tanah lebih besar dari batuan dan struktur batuan masih teramati di lapangan. Batulempung ini mempunyai kemiringan dip relatif ke arah barat (sungai), sehingga daerah ini sangat rawan terjadinya longsor. Terbukti di beberapa tempat sudah terjadi longsor dan beberapa lokasi mengalami retakan dan pergeseran. Saran penanggulangan adalah dengan relokasi bangunan karena kondisi lokasi sudah tidak memungkinkan dikarenakan kondisi geologi yang sangat rentan longsoran
Interpretasi Struktur Geologi Berdasarkan Fault Fracture Density (FFD) dan Implikasinya Terhadap Potensi Likuefaksi di Daerah Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Sunan, Huzaely Latief; Gibran, Akhmad Khahlil; Aditama, Maulana Rizki; Iswahyudi, Sachrul; Widiatmoko, Fajar Rizki; Widagdo, Asmoro; Laksono, FX Anjar Tri
EKSPLORIUM Vol. 42 No. 1 (2021): MEI 2021
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/eksplorium.2021.42.1.6129

Abstract

The existence of geological structures is often associated with landslides and earthquakes. The Kalibening area is an interesting location for research on that purpose. This area is composed of Pleistocene and Recent rocks units. Based on its stratigraphy, the rocks in the area are truncated by fault structure. It means that the fault in the area is categorized as an active fault. The high morphology and a basin existence on its center indicate that the area formation was controlled by faults. The research is carried out to determine the trend of the geological structures that control the study area. To determine the trend of the geological structure, a structural mapping method of Fault Fracture Density (FFD) map combined with the Bouguer anomaly residual map and hillshade lineaments map is used. In general, the most important thing in the study of structural geology is the geometry of the structural elements. The conceptual model of geological structures is subsequently used to analyze the liquefaction potential of the study area. The interpretation of the structures shows the existence of dextral strike-slip fault followed by companion faults and pull-apart basin that is inferred as the result of normal faulting in the strike-slip mechanism. The dextral strike-slip fault produces a basin filled with loose sediment that is prone to liquefaction in the event of an earthquake and ground motion. This study concludes that the Kalibening area is prone to liquefaction due to the existence of the movement of dextral strike-slip fault, loose sediments that dominate the study area, and shallow groundwater table.
Co-Authors Aditama, Maulana Rizki Akhmad Khahlil Gibran Andreas, Roy Anjar Tilaksono Anjar Tri Laksono Anjar Trilaksono Aries Susanty Arwan Apriyono Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo Asmoro Widagdo, Asmoro Attabik, Laskarul Wildan Bela Agung Pratama, Bela Agung Dedi Kusnadi Dedi Kusnadi Dino Gunawan Pryambodo Dudi Hermawan Fadlin Fadlin Fadlin Fajar Rizki Widiatmoko Fajar Rizki Widiatmoko Firmansyah, Irwan FX Anjar Tri Laksono FX Anjar Tri Laksono FX Anjar Tri Laksono FX Anjar Tri Laksono FX Anjar Tri Laksono Gentur Waluyo Gentur Waluyo Gentur Waluyo, Gentur Gibran, Akhmad Khahlil Gumilar Ramadhan Hadi, Mochammad Nur Hari Prihatno Hasanuddin - Hermawan, Dudi Huzaely Latief Sunan Huzaely Latief Sunan Huzaely Latief Sunan Idra Permanajati Indra Permana Jati Indra Permana Jati Indra Permana Jati Indra Permanajati, Indra Irwan Firmansyah Januar Aziz Zaenurrohman Januar Fery Irawan Joko Prihantono Karisun, Kharisun Laksono, Anjar Tri Laksono, FX Anjar Tri Laskarul Wildan Attabik Mochammad Nur Hadi Muhamad Afirudin Pamungkas Muhamad Afirudin Pamungkas Muhammad Ramdhan Mustofa, Santia Ardi Nasir Sudirman Pamungkas, Muhamad Afirudin Paryanto Paryanto Prasetya, Yogi Adi Rachmad Setijadi Rachmad Setijadi Rachmad Setijadi Rachmad Setijadi Rachmad Setijadi, Rachmad Rino Wahyu Pamungkas Santi Dwi Astuti Santia Ardi Mustofa Semeidi Husrin Siswandi Siswandi Siswandi Siswandi, Siswandi Sukmaji Anom Raharjo Sumiyanto Sumiyanto Sunan, Huzaely Latief Syahrial Nur Amri Widiatmoko, Fajar Rizki Yanto Yanto Zaroh Irayani