Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI SEDIAAN SAMPO EKSTRAK ETANOL DAUN KANGKUNG (Ipomea aquatica Forssk) Didi Rohadi; Sulistiorini Indriaty
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.655 KB)

Abstract

Tanaman  kangkung  (Ipomea  aquatica  Forssk)  mengandung  senyawa  kimia  polifenol, flavonoid,  dan  kuinon.  Senyawa  kimia  tersebut  bersifat  sebagai  antimikroba.  Tujuan penelitian  ini  untuk  membuat  formulasi  sediaan  sampo  dan  mengetahui  stabilitas  dari sediaan sampo ekstrak etanol daun kangkung (Ipomea aquatica Forssk). Ekstrak etanol daun kangkung dibuat dalam 2 formula dengan konsentrasi 1% dan 3% menggunakan kombinasi gelling agent Na CMC 6% dan Carbophol 940 1%. Pengujian dilakukan dengan metode cycling test, pengujian dilakukan selama 12 hari (6 siklus) dengan paramater yang diamati yaitu pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kangkung dapat diformulasikan menjadi sediaan sampo  dan  stabil  berdasarkan  parameter  pengujian  homogenitas,  pH,  dan  tinggi  busa, sedangkan sediaan tidak stabil berdasarkan parameter pengujian organoleptis dan viskositas.Kata kunci : Ekstrak etanol daun kangkung, sampo, Na CMC, Carbophol 940, cycling test
FORMULASI LIP CREAM EKTRAK ETHANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) KONSENTRASI 5% DAN 10%: FORMULASI LIP CREAM EKSTRAK ETHANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) KONSENTRASI 5% dan 10% Markhamatul Aeni; Sulistiorini Indriaty; Nur Hasanah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.289 KB)

Abstract

Lip cream merupakan kosmetik untuk melindungi kelembaban sekaligusmemberikan warna pada bibir. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandungsenyawa antioksidan yaitu flavonoid. Antioksidan adalah senyawa yang dapat melindungibibir dan mencegah dari kerusakan sel akibat paparan sinar Ultra Violet berlebih. Kulit buahnaga merah diformulasikan pada sediaan lip cream sebagai antioksidan yang tedapat padakulitnya. Kulit buah naga merah yang digunakan merupakan hasil ekstraksi menggunakanmetode refluk dengan pelarut etanol 96%. Sediaan lip cream diformulasikan menggunakanekstrak ethanol kulit buah naga merah dengan konsentrasi 5% dan 10%. Pengujian terhadapsediaan lip cream meliputi uji stabilitas menggunakan metode cycling test denganpengamatan yang dilakukan selama 12 hari dengan suhu 4oC dan 40oC. Parameter yangdiamati meliputi pemeriksaan organoleptis, pH, daya sebar, daya oles, homogenitas. Ujihedonik dilakukan pada 30 panelis wanita usia 18 – 30 tahun dengan parameter aroma,warna dan tekstur. Hasil menunjukan kedua formula lip cream secara organoleptis (aroma,warna, tekstur) dan homogenitas tidak stabil nada suhu 4oC maupun suhu 40oC. Keduaformula lip cream memiliki pH yang sesuai dengan pH bibir yaitu pH 4,5 - 6,5 dan mudahdioleskan, besifat glossy,dan melembabkan. Kedua formula lip cream memiliki aroma khascocoa buter, pH yang cukup stabil dengan range 5, namun memiliki tekstur dan warna yangtidak stabil. Uji kesukaan terhadap warna dan aroma menunjukan bahwa lip cream lebihbanyak disukai dengan presentsi kesukaan terhadap formula 1 : aroma 5,6 , warna 6,6 ,tekstur 6 dan formula 2 : aroma 6,36 , warna 7,23 , tekstur 6,86.Kata kunci : Lip cream, Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus)
FORMULASI DAN UJI STABILITAS LOTION EKSTRAK ETANOL BUAH PEPAYA (Carica papaya L.): FORMULATION AND STABILITY TEST OF PAPAYA ETHANOL EXTRACT LOTION (Carica papaya L.) Sulistiorini Indriaty; Yayan Rizikiyan; Deni Firmansyah; Nina Karlina; Islamiyyah Nur Aini Ohorella
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.316 KB)

Abstract

Pepaya mengandung vitamin C, vitamin A dan vitamin E, mineral, magnesium, kalium, folat dan serat. Selain itu, mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan seperti flavonoid, polifenol, alkaloid tannin. Ekstrak etanol buah pepaya dibuat sediaan lotion dengan konsentrasi 3% dan 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah ekstrak etanol buah pepaya dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion dan apakah stabil dengan pengujian menggunakan metode cycling test. Buah pepaya yang masih mengkal dibuat simplisia dengan cara dikeringkan dibawah sinar matahari dengan dilapisi  kain tipis berwarna hitam. Lalu diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, dengan rasio 1: 4 selama 72 jam. Lotion dibuat menggunakan ekstrak buah pepaya dengan konsentrasi  3% dan 5%, uji stabilitas menggunakan metode cycling test selama 6 siklus diamati pada siklus ke-0 dan setiap satu siklus. Parameter yang diamati yaitu organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe emulsi lotion, viskositas dan sifat alir. Hasil uji cycling test pada uji organoleptis dan dan homogenitas semua formula stabil tidak ada perubahan warna, bau, tekstur dan homogen, tidak terlihat butiran kasar. Daya sebar memenuhi syarat serta daya sebar berkisar 5 – 6 cm lebih. pH memenuhi syarat yaitu berkisar 6 -7. Tipe emulsi menunjukkan tipe M/A. Sifat alir menunjukkan sistem non- newton yang memiliki aliran pseudoplastis tiksotropik. Berdasarkan hasil uji stabilitas, ekstrak etanol buah pepaya dengan konsentrasi  3% dan 5% dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion. Uji stabilitas pada formula 1, formula 2 dan basis menghasilkan pengujian yang stabil berdasarkan parameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe emulsi lotion, viskositas dan sifat alir. Kata kunci: Ekstrak etanol buah pepaya, lotion, cycling test.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS PENYEMBUH LUKA BAKAR GEL EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) 3% DAN 5%: FORMULATION AND BURN HEALING ACTIVITY TEST GEL OF EXTRACT PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) 3% AND 5% Yayan Rizikiyan; Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Ewit Lestari; Winda Sari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.173 KB)

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan karena kontak dengan agen termal, kimiawi, atau listrik. Pasien dengan luka bakar tubuh yang besar tidak dapat mengimbangi berbagai komplikasi yang memerlukan perawatan khusus. Pegagan (Centella asiatica L. Urban) memiliki efek farmakologi yaitu efek perawatan pada luka bakar. Pegagan mengandung asiaticoside adalah saponin yang merangsang pembentukan kolagen, suatu struktur protein yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel ekstak etanol pegagan konsentrasi 3% dan 5%, menguji stabilitasnya denga metode cycling test, serta menguji aktivitasnya terhadap penyembuhan luka bakar pada mencit. Penelitian ini menggunakan hewan uji berupa mencit sebanyak 25 mencit (Mus musculus) dibagi menjadi 5 kelompok kontrol positif, kontrol negatif, kontrol normal, kelompok gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan kelompok ekstrak etanol pegagan konsentrasi 5%. Parameter yang diamati adalah penurunan diameter luka bakar. Hasil pengujian menunjukan bahwa gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan 5% stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, pH, dan sifat alir. Sedangkan daya sebar dan viskositas tidak stabil. Rata-rata diameter luka bakar pada mencit hari ke 15 kelompok gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan konsentrasi 5% adalah 0.40 mm dan 0.33 mm menunjukan adanya penurunan diameter luka bakar,dan mencapai persentase kesembuhan sebesar 95.67% dan 96.42%. hasil uji statistika menunjukan tidak ada perbedaan efek yang signifikan dengan kontrol positif. Kata kunci: pegagan, Centella asiatica L. Urban, gel, cycling test, luka bakar, mus musculus
Upaya Penanaman, Pemanfaatan Serta Pembuatan Jamu Godok Dari Tanaman Obat Sambiloto Dimasa Pandemi Covid-19 Di Desa Palir Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon Yayan Rizikiyan; Sulistiorini Indriaty; Deni Firmansyah; Inayatul Fajriyah
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1586.997 KB) | DOI: 10.33759/asta.v2i1.210

Abstract

The Covid-19 that has hit the world has encouraged people to boost their immune systems. STF Muhammadiyah through Community Service (PkM) activities with community members, village officials in Palir Village, Tengahtani District, Cirebon Regency are directly involved in conducting outreach activities, planting, utilizing, and making herbal medicine from the bitter godok plant. The activity was carried out at the Palir village hall with 36 socialization participants. Before and after the socialization activities, residents filled out questionnaires on how to plant and use bitter plants. This activity was carried out using the presentation method, playing videos on how to make simplicia and making herbal medicine, question and answer discussions, pasting and distributing brochures at residents' homes and the meeting hall, and distributing bitter plant seeds to the community. The community did not know how to plant and use bitter plants before the PKM activities were carried out but after the socialization activities, there was an increase in the percentage of residents' knowledge about planting and using bitter plants. Score 3 there was a significant increase before and after PKM activities, from 11.11% to 56.48%. So that with this PKM activity, the community will increase their awareness and knowledge about the benefits, how to plant, processing bitter to improve the level of public health.
Education on diarrhea treatment from decoction of guava leaves at the LKSA Muawanah foundation Deni Firmansyah; Sulistiorini Indriaty; Nur Rahmi Hidayati; Angelica Alma Sera; Destri Putri Ramadhanti
Community Empowerment Vol 7 No 6 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.011 KB) | DOI: 10.31603/ce.6727

Abstract

Diarrhea is a bowel movement (defecation) characterized by liquid or semi-liquid stools with a higher water content than usual. Microorganisms such as bacteria, viruses, and protozoa can cause diarrheal disease, depending on the etiology. A decoction of guava leaves is used in traditional medicine to treat diarrhea. The goal of the community service is to teach the LKSA Muawanah Foundation's foster children about diarrhea and how to treat it traditionally with boiled guava leaves. The definition of diarrhea, causes of diarrhea, prevention of diarrhea, treatment of diarrhea, distribution of brochures for prevention and treatment of diarrhea, games, post-test, and how to make anti-diarrhea drinks from guava leaf stew were all part of this program. Participants gain a better understanding of the causes of diarrhea, how to prevent it, and how to make traditional anti-diarrhea medicinal drinks from guava leaf stew, which is both cheaper and easier. The material presented is well understood by the participants, as evidenced by their ability to correctly answer ten questions during the post-test
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS DEODORAN SPRAY EKSTRAK ETANOL HERBA KEMANGI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus: FORMULATION AND ACTIVITY TEST OF DEODORANT SPRAY OF BASIL HERB ETHANOL EXTRACT AGAINST Staphylococcus aureus Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Nur Rahmi Hidayati; Deni Firmansyah; Rima Yulia Senja; Yasmin Zahiyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.566

Abstract

Kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kemangi dapat diformulasikan menjadi deodoran spray dan pada konsentrasi berapa uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan hasil paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak diperoleh dengan metode perkolasi menggunakan etanol 96%. Deodoran spray dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol herba kemangi 8%, 10%, dan 12%. Sediaan dilakukan pemeriksaan skrining fitokimia (alkaloida, flavonoida, steroid/triterpenoid, saponin, dan tanin), uji stabilitas dengan metode cycling test (organoleptis, pH, bobot jenis, viskositas, dan waktu mengering), dan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etanol herba kemangi konsentrasi 8%, 10%, dan 12% dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray dan formula yang memiliki hasil uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus paling baik ditunjukkan oleh formula 3.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA KOMBINASI CANDESARTAN-AMLODIPIN DENGAN CANDESARTAN-FUROSEMIDE PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP RS XXX: COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS OF COMBINATION OF CANDESARTAN-AMLODIPINE WITH CANDESARTAN-FUROSEMIDE IN HYPERTENSION PATIENTS XXX HOSPITAL Nur Rahmi Hidayati; Rinto Susilo; Tomi; Sulistiorini Indriaty; Dewi Kartika
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.585

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang membutuhkan perawatan jangka panjang, sehingga perlu dilakukan pengontrolan pada semua pasien hipertensi agar biaya terapi hipertensi tersebut dapat efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, status pembayaran, lama perawatan dan tekanan darah), jenis kombinasi obat hipertensi dan efektivitas biaya pengobatan pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap RS XXX Tahun 2021 berdasarkan metode Avarage Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang digunakan adalah rekam medik pasien yang terdiagnosis hipertensi dan nota pembayaran pasien di Instalasi Rawat Inap RS XXX tahun 2021 yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 45. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis hasil menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk tabel disertai dengan penjelasan. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien yang terbanyak berusia 46 - 61 tahun (44,44%), perempuan (51,11%), BPJS kelas III (66,67%), tekanan darah drajat III (33,33%), lama perawatan lebih singkat kombinasi Candesartan-Furosemide rata-rata lama rawat inap 5,37 hari. Berdasarkan jenis kombinasi obat hipertensi paling banyak digunakan yaitu kombinasi CCB+ARB yaitu Amlodipin tab 10 mg + Candesartan tab 16 mg (62,23%). Nilai ACER yang paling cost-effective dan efektivitas terapi tinggi yaitu kombinasi Candesartan-Furosemide sebesar Rp.42.113,58. Berdasarkan perhitungan Nilai ICER bila pasien menginginkan peningkatan efektivitas penyembuhan hipertensi dengan menggunakan kombinasi Candesartan-Furosemide maka pasien harus mengeluarkan biaya tambahan yang dikeluarkan sebesar Rp.14.712,05 per hari lama rawat inap.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DENGAN KONSENTRASI EKSTRAK 5% DAN 10%: FORMULATION OF THE PREPARATION OF PEEL OFF GEL MASK ETHANOL EXTRACT OF MORINGA LEAF (MORINGA OLEIFERA L.) WITH 5% AND 10% EXTRACT CONCENTRATION Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Putri Amalia; Salma Audhita Santana
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.398

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif berupa flavonoid sebagai antibakteri. Maka dari itu dibuat sediaan farmasi  berupa masker gel peel off dari ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dengan variasi konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dapat dibuat sediaan masker gel peel off yang stabil dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Metode yang digunakan untuk pembuatan masker gel peel off yaitu pertama simplisia daun kelor (Moringa oleifera L.) dikeringkan dengan sinar matahari langsung yang ditutupi kain berwarna hitam, kemudian dilakukan proses maserasi dengan pelarut etanol 96% serta selanjutnya dibuat sediaan masker gel peel off dan diuji dengan cycling test. Hasil pengujian stabilitas sediaan masker gel peel off ekstrak daun kelor uji organoleptis stabil. Hasil pengujian homogenitas pada sediaan masker peel off ekstrak daun kelor homogen karena warna terdispersi merata. Hasil pengujian daya sebar untuk basis berkisar antara 5,26 – 5,37 cm, formula 1 berkisar antara 5,48 – 5,69 cm, dan formula 2 berkisar antara 5,34 – 5,95 cm. Hasil pengujian pH pada basis berkisar antara 6,81 – 6,99, pada formula 1 berkisar antara 6,30 – 6,94, dan pada formula 2 berkisar antara 6,11 – 6,97. Hasil pengujian sediaan waktu mengering, waktu basis mengering lebih lama dikarenakan lebih banyak kandungan air dibandingkan formula 1 dan formula 2. Berdasarkan hasil pengamatan stabilitas dengan menggunakan metode cycling test bahwa ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10% dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel off ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.). Sediaan masker gel peel off stabil dengan parameter uji, yaitu uji organolepis, homogenitas, pH, daya sebar, dan sediaan waktu mengering.
ANALGETIC POWER OF ETHANOL EXTRACT BROTOWALI (TINOSPORA CORDIFOLIA) IN SWISS MICE Deni Firmansyah; Didin Ahidin; Sulistiorini Indriaty; Siti Nurhasanah; Nahdia Fajri Mahmudah; Titin Sumarni
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 8 No 3 (September-December 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v8i3.7909

Abstract

Brotowali (Tinospora cordifolia) plants are usually used for various kinds of treatment it is often used as a febrifuge, brotowali stems are proven to contain flavonoid compounds that have benefits in the treatment of various diseases, one of which is analgesic. This purpose is to determine the effectiveness of analgesics on male Swiss mice induced by acetic acid from the ethanol extract of brotowali stem (EETC) doses of 100 mg/Kg BW, 200 mg/Kg BW, and 400 mg/Kg BW. Brotowali stem extraction using maceration method with 70% ethanol solvent. EETC was tested by phytochemical screening and TLC to determine the content of active compounds. The test animals used Swiss male mice, the treatment group was divided into 5, negative control group, positive control, and the dose groups were 100 mg/kg BW, 200 mg/kg BW, and 400 mg/kg BW. Testing is done by the writhing test method. Induction of pain stimuli using acetic acid, the number of mice writhing every 10 minutes for 1 hour, and the percentage of analgesic power. Research shows the yield of EETC is 16.35%. The percentage of analgetic power of dose I was 39%, dose II was 47% and dose III was 56% less than the percentage of analgesic power of methampyrone dose of 65 mg/KgBB which was 64%. Conclusion EETC doses of 100 mg/kg BW, 200 mg/kg BW, and 400 mg/kg BW have analgesic activity equivalent to methampyrone at a dose of 65 mg/kg BW, with the largest percentage of analgesic protection at a dose of 400 mg/Kg BW of 56%.
Co-Authors Aan Kunaedi Aeni, Markhamatul Aisya Madina Alfara, Fauzan Agry Alya Najmatul Laila Alya Suciyanti Angelica Alma Sera Ani Fatonah Ani Fatonah Anoez, Nawaal Hilmy Apriliani, Fiska Arsyad Bachtiar Atiqoh Rohmawati Ayu Mulyani Ayu Mulyani Azzahra, Nabilla Bachtiar, Arsyad Choerunnisa, Sari Choirun Annisah Deni Firmansyah Destri Putri Ramadhanti Desy Wulan Dari Dewi Kartika Dhea Aulia Ramadhani Dhea Aulia Ramadhani Diah Rodiah Dian Dwi Septiani Didi Rohadi Didin Ahidin Eka Mardiyani Elinawati Elvaretha, Saskia Ernawati Ernawati Ewit Lestari Ewit Lestari Fadila, Fasiha Nur Farhan Zulfa Madani Farhan Zulfa Madani Gianto, Vinie Regina Putri Grendy Rezaldi Arianto Hidayat, Salsabila Aulia Hilal Haidar Hilma Aynun Rahmatillah IIN INDAWATI Inayatul Fajriyah Indah Fitriani Indah Setyaningsih Islamiyyah Nur Aini Ohorella Islamiyyah Nur Aini Ohorella Ismayanti, Anisah Nur Khofifah Lani Sheha Rachmany Lela Sulastri, Lela Lingga, Candra Listiyani, Lilis Madina, Aisya Markhamatul Aeni Muhamad Agustian Erlangga Muhammad Kusnendar Muhammad Yani Zam Zam Muhammad Yani Zamzam Nabila, Syakira Putri Nafa Trisnia Nahdia Fajri Mahmudah Nahla Nur Amaliyah Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Novia Nurchamidah Nufus, Hana Syifaun Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Pradita Putri Suratman Pradita Putri Suratman Pratami, Trysha Inka Lutfi Putri Amalia Putri Sabhika Imany Ramdani, Jenia Putrie heryanti Rani Dwi A Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizki Nurbaeti Rizqia Shafa Fauziah Rudyastuti, Shilvie Febian Rury Dwi Lestari Saeful Ghozi Salma Audhita Santana Santana, Salma Audhita Sela Jovita Amanda Septiyati, Tri Putri Setyaningsih, Indah Shelly Taurhesia Siti Nurhasanah Siti Pandanwangi TW Sopiah, Sopi Siti Suci Naluriah Suci Nurlia Suharyani, Ine Sulistiani Susilo, Rinto Syakira Putri Nabila Taurhesia, Shelly Teti Indrawati Titin Sumarni Tomi Tomi . Trisna Lestari Vanessa Michelle Vinie Regina Putri Gianto Winda Sari Winda Sari Yadi Supriyadi Yasmin Zahiyah Yayan Rizikiyan Zam Zam, Muhammad Yani Zamzam, Muhammad Yani