Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PETIK

Perancangan Sistem Informasi Pencatatan Poin Pelanggaran Siswa Menggunakan Framework Codeigniter (Ci) Di SMPN 2 Kamang Magek Novianti , Elvina; Annas, Firdaus; Derta, Sarwo; Yuspita, Yulifda Elin
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 No 1 Maret Tahun 2024
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v10i1.547

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan sistem pencatatan poin pelanggaran siswa yang masih manual sehingga data rentan hilang. Berdasarkan hasil wawanacara yang dilakukan bersama guru BK dan wali kelas di sekolah tersebut mengatakan bahwa sekolah masih menggunakan sistem manual dalam pencatatan poin pelanggaran siswa, dan hasil pencatatan pelanggaran siswa yang manual sehingga rentan hilang akibat penggunaannya. Selain itu, guru kurang hati-hati dalam memberikan surat persetujuan pemanggilan orang tua, dan sistem pencatatan poin pelanggaran siswa di sekolah. Data pelanggaran siswa di SMP Negeri 2 Kamang Magek tidak diolah kembali sehingga menyebabkan guru di sekolah tersebut kurang efisien dalam penggunaan buku. Metode penelitian dan pengembangan (R&D) digunakan. Strategi pengembangan Richey dan Klein khususnya PPE (Planning, Production, and Evaluation). Dalam penelitian ini, peneliti melakukan tiga uji produk yaitu uji validitas dari tiga orang ahli dengan nilai 0,77 kategori valid, uji praktikalitas dari 2 orang guru dengan nilai 0,95 kategori tinggi dan uji efektivitas oleh 20 siswa dengan nilai 0,86 kategori efektif, sehingga sistem pencatatan point pelanggaran siswa yang peneliti rancang dapat digunakan. Kata Kunci — Sistem informasi, Framework Codeigniter, Pencatatan Poin   Abstract This research is motivated by the use of a system for recording student violation points which is still manual so data is vulnerable to loss. Based on the results of interviews conducted by researchers with guidance and counseling teachers and homeroom teachers at the school, they said that the school still uses a manual system for recording student violation points, and the results of recording student violations manually are vulnerable to being lost due to its use. Apart from that, teachers are not careful in providing letters of approval for summoning parents, and the system for recording student violation points at school. Student violation data at SMP Negeri 2 Kamang Magek was not reprocessed, causing teachers at the school to be less efficient in using books. Research and development (R&D) methods are used. Richey and Klein's development strategy, especially PPE (Planning, Production, and Evaluation). In this research, researchers conducted three product tests, namely a validity test from three experts with a score of 0.77 in the valid category, a practicality test from 2 teachers with a score of 0.95 in the high category and an effectiveness test by 20 students with a score of 0.86 in the effective category. , so that the student violation point recording system that the researchers designed can be used Keyword — Information system, codeigniter framework, point recording
Perancangan Media Pembelajaran IPA Menggunakan Assembler Edu Di SMP Negeri 2 Bukittinggi Rahmi, Nur; Darmawati, Gusnita; Annisa, Firdaus; Yuspita, Yulifda Elin
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2025): Volume 11 No 1 Maret 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i1.1681

Abstract

Abstrak Motivasi belajar berasal dari cara guru di SMP Negeri 2 Bukittinggi menggunakan materi pembelajaran. Lembaga ini sebagian besar menggunakan buku cetak dan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan masih menggunakan metode konvensional. Akibatnya pembelajaran menjadi kurang menarik, terutama ketika menerapkan pembelajaran IPA dengan cara yang tidak konsisten dengan pendekatan yang seharusnya ditetapkan.Guru berusaha untuk mengajarkan sesuatu kepada siswa, namun mereka sulit untuk memahaminya. Assembler Edu akan dimanfaatkan oleh para peneliti untuk menghasilkan modul menarik untuk media pembelajaran sains di perangkat Android, yang akan melengkapi pengajaran di kelas. Penelitian dan Pengembangan (R&D) menggunakan model penelitian 4D yang memiliki empat langkah merupakan metodologi penelitian yang digunakan. Tahapan tersebut adalah define, design, develop, dan dessiminate (distribusi/pengujian produk). Tiga uji produk dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini: uji praktikalitas oleh dua orang instruktur yang memperoleh skor rata-rata 0,84, dan uji validitas dari empat orang ahli, antara lain ahli media, bahasa, dan materi. Tes efektivitas berjumlah 27 siswa, dengan nilai rata-rata 0,74 pada kategori efektif dan rata-rata 0,93 pada kategori tinggi. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa assembler edu yang dirancang peneliti digunakan pada media pembelajaran IPA berbasis Android. Kata Kunci: Media pembelajaran, IPA, Assembler edu, Android   Abstract Motivation to learn comes from the way SMP Negeri 2 Bukittinggi uses learning materials. This institution mostly uses printed books and Student Worksheets (LKS) and still uses conventional methods. As a result, learning becomes less interesting, especially when applying science learning in a way that is inconsistent with the approach that should be established. Teachers try to teach something to students, but they find it difficult to understand. Assembler Edu will be used by researchers to produce interesting modules for science learning media on Android devices, which will complement classroom teaching. Research and Development (R&D) uses a 4D research model which has four steps, which is the research methodology used. These stages are define, design, develop, and disseminate (distribution/product testing). Three product tests were carried out by researchers in this study: a practicality test by two instructors who obtained an average score of 0.84, and a validity test by four people. experts, including media, language and material experts. The effectiveness test consisted of 27 students, with an average score of 0.74 in the effective category and an average of 0.93 in the high category. Therefore, it can be said that the EDU assembler designed by researchers is used in Android-based science learning media Keyword: Learning media, Science, Assembler edu, Android