Bayzoni Bayzoni, Bayzoni
Unknown Affiliation

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat dengan Metode Analisis Pushover (Studi Kasus: Gedung 6 Rumah Sakit Pendidikan Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung) Mustofa, Ragat Aji; Bayzoni, Bayzoni; Husni, Hasti Riakara; Isneini, Mohd
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v12i1.4316

Abstract

The high potential for earthquake in Indonesia encourages the design of buildings to be resistant towards earthquake vibrations. The level of vulnerability to lateral forces, especially earthquake shocks, is closely related to the height of the building. Therefore, the design of multi-storey building structures must be designed by analyzing earhquake loads with the aim of preventing the building from collapsing and reducing the number of fatalities due to earthquakes. This research takes a case study at Building 6th of the State University Education Hospital of University of Lampung using a performance-based seismic design approach, which involves the use of non linear pushover analysis techniques based on ATC-40 (capacity spectrum method) and FEMA-356 (displacement coefficient method). The result of the pushover analysis are capacity curves, building displacement targets, building collapse schemes, and result of building performance evaluations against earthquake loads based on ATC-40 and FEMA-356 regulations. The analysis result show that the level of building performance in the x-direction and y-direction with the maximum total drift ratio parameter based on ATC-40 and FEMA-356 is Immediate Occupancy, so it can be concluded that the building is still able to withstand when an earthquake occurs and the risk of human loss is very small.
Analisis Waste Material Tulangan Pelat Menggunakan Building Information Modeling (BIM) Pada Proyek Pembangunan SMPN 41 Bandar Lampung Bastari, Muh Alieftama Dytam; Husni, Hasti Riakara; Bayzoni, Bayzoni; Ashruri, Ashruri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v12i1.4481

Abstract

Building Information Modeling (BIM) telah muncul sebagai pendekatan yang efektif dalam merancang, membangun, dan mengelola proyek konstruksi. Salah satu permasalahan dalam proyek konstruksi yaitu adanya waste material. Penelitian ini dilakukan di Proyek Pembangunan SMPN 41 Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan volume total, berat material tulangan pelat, dan mengetahui perbandingan waste material tulangan tipe 1 dan 2 (untuk tipe 1 pola pemotongan per segmen dan tipe 2 pola pemotongan per 12 meter). Metode penelitian menggunakan software Autodesk Revit dan 1D Cutting Optimization Pro. Hasil analisis didapatkan berat total volume material pelat sebesar 2402,10 kg untuk tipe 1 dan 2166,60 kg untuk tipe 2. Untuk persentase berat material, tulangan tipe 2 lebih hemat 9,80% dibanding tipe 1. Untuk persentase waste material, tulangan pelat tipe 2 lebih hemat 36,36 % dibandingkan tipe 1. Berdasarkan waste level, tulangan pelat tipe 1 sebesar 7,44% serta tulangan pelat tipe 2 sebesar 3,00%. Sehingga tulangan pelat tipe 2 lebih kecil 4,44 % dibandingkan tipe 1. Penyebab terjadinya waste material pada penelitian ini karena adanya perbedaan pola pemotongan pada tulangan.Kata kunci : Sisa Material, Building Information Modeling (BIM), Autodesk Revit, 1D Cutting Optimization Pro, Volume Material.
Implementasi Building Information Modeling (BIM) dalam Analisis Waste Material Tulangan Balok pada Gedung Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung Khotimah, Siti Usnul; Husni, Hasti Riakara; Bayzoni, Bayzoni; Ashruri, Ashruri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v12i1.4495

Abstract

 AbstrakBahan limbah mengacu pada inefisiensi dalam penggunaan bahan, alokasi sumber daya, dan manajemen waktu selama pekerjaan konstruksi. Software Autodesk Revit dan Cutting Optimization Pro sebagai alternatif bahan analisis limbah memiliki beberapa keunggulan antara lain akurasi, pengurangan human error, dan efektivitas waktu. Prosesnya melibatkan pemodelan objek menggunakan Autodesk Revit untuk menghasilkan Bar Bending Schedule (BBS). Selanjutnya hasil BBS tersebut diinput ke dalam Cutting Optimization Pro untuk mendapatkan daftar pemotongan. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis tulangan balok. Tipe-1 adalah pemasangan tulangan per bentang, tipe-2 adalah pemasangan tulangan dengan panjang bentang maksimal yang dapat digunakan. Analisis dilakukan dengan menggunakan perhitungan perhitungan bahan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat kebutuhan tulangan balok tipe-2 lebih kecil dibandingkan tipe-1 dengan selisih sebesar 33,28%. Selain itu, berat limbah perkuatan tipe-2 lebih rendah 17,19% dibandingkan rata-rata berat total limbah kedua jenis tersebut. Dari segi Tingkat Pemborosan, perkuatan tipe-2 37,75% lebih efisien, menjadikan pilihan yang lebih efektif. Kata Kunci : Limbah, Autodesk Revit, Cutting Optimization Pro, Tulangan, Balok, Jadwal Pembengkokan Batang, Analisa Limbah.Waste material adalah bentuk pemborosan yang disebabkan oleh ketidakefektifan penggunaan material, sumber daya, dan waktu selama pengerjaan konstruksi. Software Autodesk Revit dan Cutting Optimization Pro sebagai alternatif untuk menganalisis material limbah memiliki beberapa keunggulan, termasuk keakuratan, minimal human error , dan efektivitas waktu. Proses penelitian melibatkan pemodelan objek menggunakan software Autodesk Revit untuk menghasilkan output Bar Bending Schedule (BBS). Selanjutnya, hasil BBS diinput ke software Pemotongan Optimasi Pro untuk mendapatkan daftar pemotongan . Pada penelitian ini menggunakan 2 tipe penulangan balok, tipe-1 merupakan pemasangan tulangan per segmen, tipe-2 merupakan pemasangan tulangan dengan panjang bentang maksimum yang dapat digunakan. Analisis dilakukan dengan menggunakan rumus perhitungan bahan limbah . Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat kebutuhan tulangan balok pada tipe-2 lebih kecil dibandingkan dengan tipe-1, dengan selisih sebesar 33,28%. Selain itu, berat sisa tulangan tipe-2 lebih kecil sebesar 17,19%. Dalam hal Waste Level, tulangan tipe-2 lebih hemat sebesar 37,75%, sehingga tulangan tipe-2 lebih efektif digunakan. Kata kunci : Limbah, Autodesk Revit, Cutting Optimization Pro, Tulangan, Balok, Jadwal Bending Batang, Analisis Limbah .
Implementasi Building Information Modeling (Bim) Dalam Analisis Waste Material Tulangan Kolom Pada Gedung LVP Production Indonesia Chandra, Nanang Aldika; Husni, Hasti Riakara; Bayzoni, Bayzoni; Ashruri, Ashruri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v12i1.4813

Abstract

The rapid development of information technology, especially in the construction sector, has become an important issue in supporting the country's infrastructure needs to produce increasingly high-quality, integrated, and efficient infrastructure products. Therefore, the utilization of Building Information Modeling (BIM) technology has become an alternative that allows construction stages to be faster and more efficient, especially in minimizing waste material. This research aims to determine the influence of applying BIM concepts in optimizing waste materials for column reinforcement of type 1, type 2, and type 3. The research begins with data collection, structural 3D modeling, reinforcement modeling, input of reinforcement mark schedules, clash detection, Bar Bending Schedule (BBS) output, cutting lists, and waste material analysis. The research results show that the total weight requirement of type 1 column reinforcement is 28,449 kg, type 2 column is 26,390 kg, and type 3 column is 26,784 kg, while the total waste weight of type 1 column is 1,256.41 kg, type 2 is 872.6 kg, and type 3 is 916.14 kg. The waste level of type 1 column reinforcement is 4.42%, type 2 column is 3.31%, and type 3 column is 3.42%. Thus, it can be concluded that type 2 column reinforcement is more effective and efficient compared to type 1 and 3 column reinforcement.
Perbandingan Perhitungan BoQ dengan Menggunakan Revit 2019 Terhadap Perhitungan BoQ dengan Menggunakan Metode Konvensional pada Pekerjaan Struktur (Studi Kasus: Gedung G Fakultas Pertanian Universitas Lampung) Laily, Fasya Noor; Husni, Hasti Riakara; Bayzoni, Bayzoni
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 25 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v25i2.30

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi BIM dan mengetahui  perbandingan perhitungan BoQ menggunakan Revit 2019 dan  metode konvensional pada pekerjaan struktur yang terdiri dari volume fondasi, lantai, kolom, balok, tangga, ramp, tulangan sekaligus perhitungan baja ringan untuk rangka atap. Penelitian ini menggunakan Gedung G Fakultas Pertanian Universitas Lampung sebagai studi kasus penelitian. Dari hasil pemodelan dan perhitungan yang telah dilakukan, didapat adanya ketidakselarasan jumlah baja IWF dan reng baja ringan yang dihitung dengan yang ada di gambar rencana oleh perencana. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang akurat, dilakukan perhitungan ulang terhadap hasil metode konvensional pada berat baja IWF dan reng baja ringan. Berikut merupakan rincian nilai persentase perbandingan BoQ menggunakan Revit 2019 terhadap metode konvensional, yaitu untuk pekerjaan fondasi sebesar 96,5%, lantai 98,17%, kolom 89,37%, balok 88,88%, tangga 90,35%, tulangan 112,18%, baja CNP 82,04%, baja IWF 81,54% dan reng baja ringan 100,18% sehingga nilai rata-rata perbandingan sebesar 93,25%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perhitungan BoQ dan pemodelan elemen struktur menggunakan Revit 2019 dapat dilakukan dengan cepat, efektif, dan menghasilkan hasil yang akurat serta mampu meminimalisasi kemungkinan terjadinya kesalahan akibat human error pada saat mendesain maupun menghitung volume pekerjaan.
Analisis Konstruksi Jembatan Busur Rangka Baja Tipe A-half Through Arch Olyvia, Yumna Cici; Bayzoni, Bayzoni; Purwanto, Eddy
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 3 No. 1 (2015): Edisi Maret 2015
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v3i1.428

Abstract

Indonesia is an archipelago and has an important role connecting bridges between islands . Theneed for long -span bridges and lightweight materials and consist artistic value , then the arc steeltruss bridge is an alternative of the problem. In this research will focus on the type a half througharc.The bridge is design to 120 m,span and 12 m,height with a transverse dimension of thevehicle floor complete with sidewalk is 11 m to 2 lanes 2 -way with pavement width of 1 m .Loading calculations used in the planning of the bridge is based on the regulation BMS 1992 andRSNI T - 02-2005 and calculation of the power structure refers to RSNI T - 03-2005 and SNI 03-1729-2002.The results of the study are obtained composite vehicle floor plates , with a reinforced concreteslab thickness of 250 mm . Transverse girder and longitudinal girder using iwf.900.300.28.16iwf.400.200.13.8 with BJ 55. The connection between the ransverse girder and longitudinal girderusing bolts with A325 quality with a diameter of 25 mm with 10 mm thick plate BJ 34. The mainstructure of the arc in the form iwf.400.400 .21.13 . The main structure connection using bolts withA325 quality with a diameter of 35 mm with 2 5 mm thick plate BJ 5 0 .Keywords : bridge , A - Half Through Arch , steel
Perancangan Struktur Apartement 20 Lantai Bandar Lampung Alim, Fauzil; Bayzoni, Bayzoni; Husni, Hasti Riakara
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 3 No. 2 (2015): Edisi Juni 2015
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v3i2.464

Abstract

Bandar Lampung is one of the cities in Indonesia, which is being developed at this time. Thesedevelopments will affect population and workforce. The flurry will make the work of the public donot have much free time to prepare for daily needs. Condition, situation, and the state of society asthis causes them to prefer a place that provides various kinds of necessities of life (one stopservice).This apartment structure design project at the Teluk Betung which consists of 20 floors has 620rooms with various types and consists of Type A (230 m2), Type B (152 m 2 ), Type C (135 m 2 ), TypeD (120 m 2 ), Type E (98 m 2 ), Type F (73 m 2 ) and Type G (54 m 2 ). The apartment is also equippedwith various facilities such as a cafeteria, mini market, restaurant, fitness room, a mosque and amultipurpose hall.To analyze the structure, ETABS Non Linear version 9.7.4 software are used to get internal forcesand will be used in manually design of reinforce concrete refer to Concrete SNI code 03-2847-2002 and Earthquake code SNI 03-1726-2002. To compare the result Sp Coloum v. 4.81. and RC.Beam Design V.1.0. are used. The calculation obtained 80 x 80 cm coloum with 24 D 25reinforcement, 35 x 60 cm primary beam and 15 x 30 cm secondary beam. The pile pondation areused for pondation with 9 pile pondation, 60 cm diameter and 18 m depth.Key words: Structure, ETABS, Pile Pondation
Evaluasi Perancangan Balok Beton Bertulang dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga alia, fazadina; bayzoni, bayzoni; purwanto, eddy
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 4 No. 4 (2016): Edisi Desember 2016
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v4i4.504

Abstract

Perancangan balok dilakukan sedemikian rupa agar tidak menimbulkan retak berlebihan pada penampang sewaktu mendukung beban kerja dan tegangan lebih lanjut tanpa mengalami keruntuhan.  Agar tidak terjadi keruntuhan tersebut, batang balok sebagai bagian dari sistem yang menahan lentur harus kuat untuk menahan tegangan tekan dan tarik pada balok tersebut.  Oleh karena itu dalam teknik sipil klasik, penyelesaian analisis tegangan struktur di pakai metode-metode seperti kemiringan lendutan (slope deflection) dan distribusi momen namun di teknik sipil modern ini terdapat metode baru yaitu metode elemen hingga dengan prinsip dikritisasi yang membagi suatu benda menjadi benda-benda yang berukuran lebih kecil agar lebih mudah pengelolaanya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan tegangan yang diterima balok beton bertulang dengan menggunakan metode elemen hingga sehingga bisa mendapatkan suatu evaluasi perancangan balok beton bertulang dengan membandingkan tegangan yang di terima antara menggunakan metode konvensional dengan metode elemen hingga. Dari perhitungan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai pembesaran defleksi arah y (vertikal) lebih besar dibandingkan dengan nilai pembesaran defleksi arah x (horizontal), hal ini terjadi karena pengaruh dari beban vertikal yang diberikan dan juga konfigurasi balok yang digunakan dari struktur yang simetris.  Tidak hanya itu dari hasil analisis tegangan pada tulangan dan pada beton di balok beton bertulang dengan menggunakan metode elemen hingga memiliki nilai yang lebih kecil bila dibandingkan dengan nilai fy dan  f’c pada metode konvensional.  Hal ini menunjukkan bahwa balok beton bertulang tersebut dapat menahan beban yang lebih besar dari pada nilai beban yang digunakan dalam perancangan balok bertulangan rangkap.Kata Kunci: Beton bertulang, Balok, Metode elemen hingga, Tegangan 
Evaluasi Perencanaan Jembatan Beton Bertulang Balok T dengan Variasi Mutu Antara K-200 – K-300 Sumantri, Devie Arisandy; Bayzoni, Bayzoni; Sebayang, Surya
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 5 No. 1 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v5i1.610

Abstract

Design of reinforced concrete T beams bridge with variation concrete strength is conducted to determine design of a bridge which can be built in remote area with a minimum concrete quality but still in accordance with the applicable safety standards. The bridge has a span of 15 m, a width of traffic lanes 2 x 5.5 m with variations concrete strength of K-200, K-225, K-250, K-275 and K-300. The calculations that have been done show that in cross section 2-2 , cross section 3-3 and cross section 4-4, the lower concrete strength will obtains more flexural girder reinforcement needs. However at cross section 1-1 the amount of reinforcement on every concrete strength has the same amount of reinforcement because the reinforcement ratio is the ratio of minimum reinforcement. Shear reinforcement of girder using the same diameter will produce the reinforcement needs with larger spacing while concrete strength increased. Maximum girder deflection that occurs will be smaller if the concrete strength increases. However, if the amount of reinforcement in the quality of K-200 more larger then the value deflection will be smaller compared with the quality of K-300. The lower quality of flexural strength concrete slab with the D16 will get smaller reinforcement spacing.Key word : bridge, T beams, quality variation, Upper structure
OPTIMALISASI PROFIL BAJA IWF PADA BANGUNAN GUDANG KONSTRUKSI GABLE FRAME BERDASARKAN SNI 1729:2015 Putri, Ardini Yuliastri; Bayzoni, Bayzoni; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v5i2.677

Abstract

The increasement and development of economic growth in Indonesia cause increasement of the construction of warehouse to support business expansion. However, there is an opinion about expensive steel prices which is causes the use of the steel its self is not optimum. In this case, there must be a calculation to determine the model of gable frame and the dimension of steel profiles for the warehouse.  In this study, the frame model is limited of four types that have differences in haunch span.  This study also use the Direct Stiffness Method to calculate structural analysis and  SNI 1729: 2015 to calculate section analysis.  From structural and section analysis, obtained weight for each type of frame.  Frame Type 1 has 4.771,89 kg, Frame Type 2 has 3.348,18 kg, Frame Type 3 has 3.682,24 kg and Frame Type 4 has 10.541,1506 kg.  Based on the volume and weight calculation in each frame type, Frame Type 2 has the lowest weight. Hence, this type of portal can be considered as the most optimum portal type. Key word : gable frame construction, SNI 1729: 2015, Direct Stiffness Method