Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jurnal ekosains

PROSPEK PENGEMBANGAN SAYURAN ORGANIK DI KOTA MATARAM Baiq Sri Wahyu H; Lalu Sukardi; Taslim Sjah
Ekosains Vol 7, No 03 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.855 KB)

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup, perlu menggalakkan program yang bersinergi pada keempat pilar yaitu pro-growth, pro-poor, pro-job, dan pro-environment, antara lain dengan mengembangkan usahatani sayuran organik di lahan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek pengembangan usahatani sayuran organik di Kota Mataram baik dari sisi kelayakan finansial, maupun dari aspek penawaran dan aspek permintaan. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling pada dua kelompok wanita tani (KWT), yaitu KWT Seruni dan KWT Handayani. Hasil analisis dari daerah sampel kemudian diestimasi untuk Kota Mataram.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) usahatani sayuran organik di Kota Mataram layak secara finansial; (2) luas lahan potensial di Kota Mataram adalah sebesar 645,07 ha dan luas lahan aktual sebesar 251,94 ha, sehingga masih ada peluang tambahan pemanfaatan lahan sebesar 393,14 ha (60,94%); (3) produksi sayuran organik per bulan di Kota Mataram sebesar 90,21 kg dan  jumlah potensinya sebesar 45.454,18 kg, sehingga masih ada peluang penambahan produksi sebesar 45.364 kg (99,80%); (4) jumlah ketersediaan sampah organik per bulan di Kota Mataram sebesar 2.723.467 kg dan jumlah yang sudah dimanfaatkan adalah sebesar 3.750 kg, sehingga ada peluang tambahan pemanfaatan sampah organik sebesar 2.719.797 kg (99,86%); (5) jumlah permintaan potensial sayuran organik per bulan untuk Kota Mataram sebesar 1.375.989 kg dan jumlah permintaan aktualnya sebesar 23.553 kg, sehingga masih ada peluang tambahan jumlah permintaan sebesar 1.352.436 kg (98,29%); (6) konsumen bersedia membeli sayuran organik sampai dengan kenaikan harga 7,62%; (7) peluang pasar sayuran organik di Kota Mataram masih besar yaitu 1.307.072 kg/bulan (97%).
OPTIMALISASI PENGGUNAAN SUMBERDAYA PERTANIAN PADA SISTEM PERTANAMAN JARAK KEPYAR DI DAERAH LAHAN KERING KABUPATEN LOMBOK TIMUR Ni Made Shanti Paramita Sari; Broto Handoko; Lalu Sukardi
Ekosains Vol 9, No 01 (2017)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.652 KB)

Abstract

Pertanian lahan kering diharapkan mampu memberikan andil yang signifikan terhadap pembangunan wilayah, salah satu komoditi yang dapat diusahakan di daerah lahan kering adalah jarak kepyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pertanaman jarak kepyar, penggunaan sumberdaya domestik dalam pengembangan usahatani jarak kepyar dan menentukan alternatif sistem pertanaman jarak kepyar yang optimal di daerah lahan kering Lombok Timur. Data diperoleh dari wawancara dengan petani responden sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pertanaman dalam usahatani Jarak Kepyar di Kabupaten Lombok Timur yaitu dengan sistem tumpangsari terhadap beberapa komoditi yang berbeda, yaitu: tumpangsari dengan jagung, tumpangsari dengan jagung dan kacang tanah, tumpangsari dengan kacang tanah, tumpangsari dengan kacang tanah dan kacang hijau, serta tumpangsari dengan jagung dan cabai. Dari hasil analisa solusi optimal dengan bantuan program QM (Quantitative Metode) maka disarankan untuk penanaman jarak kepyar ditumpangsarikan dengan jagung seluas 0,59 ha, ditumpangsari dengan jagung dan kacang hijau 0,22 ha, ditumpangsari dengan kacang tanah dan kcang hijau 0,07 ha, dan ditumpangsari dengan jagung dan cabai seluas 0,05 ha, sehingga dengan demikian akan memaksimalkan pendapatan petani sebesar Rp 6.360.969. Pemanfaatan Sumberdaya domestik dalam usahatani jarak kepyar di Kabupaten Lombok Timur tidak efisien ditunjukkan dengan nilai BSD (29.160,34) > NTR (11.858,26), sehingga pemenuhan permintaan akan lebih menguntungkan dengan mendatangkan produksi dari luar daerah Kabupaten Lombok Timur.