Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pembuatan dan penerapan Media Pembelajaran Kreatif bagi Anak Usia Dini di RA Badtrut Tamam dengan Media Pop Up Kupu Kupu Wahyuni, Sri; Wati, Ning Jamila; Millah, Dewi Umdatul; Susilawati, Susilawati; Windasari, Indriana Warih
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12685

Abstract

Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam mengembangkan kecerdasan, kreativitas, dan keterampilan anak. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan media pembelajaran kreatif berupa Pop-Up Kupu-Kupu di RA Badrut Tamam guna meningkatkan minat dan keterlibatan anak dalam belajar. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, melalui kolaborasi antara mahasiswa PPL, guru, dan peserta didik. Media Pop-Up Kupu-Kupu dibuat dari bahan sederhana seperti karton dan kertas origami, kemudian digunakan dalam pembelajaran tematik bertema “Kupu-Kupu.” Hasil observasi menunjukkan anak tampak antusias, fokus, serta mampu mengenal bentuk, warna, dan tahapan metamorfosis kupu-kupu. Kegiatan ini juga melatih motorik halus dan interaksi sosial anak. Refleksi menunjukkan bahwa media ini efektif, menarik, dan layak digunakan sebagai contoh praktik baik dalam pembelajaran anak usia dini
PENERAPAN METODE BERCERITA MENGGUNAKAN BONEKA TANGAN DALAM MENINGKATKAN NILAI MORAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI ERA DIGITAL Wulandari, Arfiyani; Windasari, Indriana Warih
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai moral anak usia 5-6 tahun di RA Misbahut Tholibin yang menghadapi tantangan penggunaan bahasa tidak santun akibat paparan media digital, melalui penerapan metode bercerita menggunakan boneka tangan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan 10 subjek anak Kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai moral anak dari pra-tindakan hingga Siklus II. Pada Siklus I, persentase anak yang mencapai kriteria keberhasilan (BSH/BSB) baru mencapai sekitar 60-70%. Setelah dilakukan perbaikan tindakan di Siklus II, persentase keberhasilan mencapai 80% pada seluruh indikator, termasuk Ketaatan, Kejujuran, dan Kesantunan. Temuan kualitatif kunci menunjukkan adanya  internalisasi nilai kepedulian pada anak, dibuktikan dengan inisiatif anak untuk memberitahu guru ketika ada temannya yang menggunakan kata-kata kotor/kasar. Disimpulkan bahwa metode bercerita menggunakan boneka tangan efektif sebagai strategi penguatan moral dan penanggulangan dampak negatif era digital
PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP PERSONAL HYGIENE ANAK KELOMPOK B TK NUSA INDAH MELALUI MEDIA STANDING POSTER May Dwi Ayu Irawati; Indriana Warih Windasari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11141

Abstract

This study aimed to improve parents’ knowledge of early childhood personal hygiene through the development of an educational medium in the form of a standing poster at TK Nusa Indah, Sumberkare Village, Probolinggo Regency. Personal hygiene is a crucial aspect in supporting children’s health and independence; however, many preschool children still depend on their parents for basic self-care activities. This research employed a Research and Development (R&D) approach consisting of problem identification, preliminary data collection, needs analysis, product design, expert validation, revision, and limited trials. The research subjects were parents of Group B students selected using purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. Quantitative data were analyzed using pretest–posttest comparisons, while qualitative data were analyzed thematically. The findings indicated that the developed standing poster media was feasible and effective in enhancing parents’ knowledge of children’s personal hygiene. Improved parental knowledge positively influenced children’s hygiene habits and independence in daily self-care practices. Therefore, standing poster media can serve as an effective educational tool to support collaboration between families and schools in promoting health and independence among early childhood learners.
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4 – 5 TAHUN DI RA NURUL AFIFAH WRINGINANOM Wati, Ning Jamila; Windasari, Indriana Warih
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan tradisional engklek dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun di RA Nurul Afifah Wringinanom. Permainan engklek dipilih karena aktivitasnya melibatkan gerakan melompat, mengangkat kaki, menjaga keseimbangan, serta koordinasi tubuh yang sangat penting bagi perkembangan motorik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 13 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar yang cukup signifikan pada setiap siklus. Pada pra-tindakan, hanya 4 dari 13 anak (31%) yang mencapai indikator perkembangan. Pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 7 anak (54%), meskipun beberapa anak masih terlihat kurang stabil saat melompat. Pada siklus II, kemampuan anak meningkat lebih optimal menjadi 11 anak (85%), dan mereka mampu melompat dengan satu kaki, mengikuti pola kotak, serta mengoordinasikan gerakan tubuh dengan lebih baik. Dengan demikian, permainan tradisional engklek terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mampu meningkatkan motorik kasar anak usia dini