Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Learning Management System (LMS) dalam Meningkatkan Kualitas dan Kreatifitas Guru Maryanti, Indra; Niswa, Khairun; Gultom, Zuli Agustina
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.9810

Abstract

Implementasi Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas guru dalam mengelola proses belajar mengajar. LMS, khususnya Moodle, dipilih karena mampu menyediakan sarana pengelolaan materi pembelajaran, penugasan, hingga absensi secara daring. Tahapan implementasi dilakukan melalui pengumpulan kebutuhan, meliputi kebutuhan fungsional, gambar, teks, dan data pengguna yang disepakati bersama antara tim pengabdian masyarakat dan guru. Selanjutnya dilakukan pemasangan dan konfigurasi pada server khusus, pengujian terbatas kepada guru serta pihak sekolah, pelatihan penggunaan bagi guru, siswa, dan admin, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan, monitoring, dan evaluasi program. Target utama dari implementasi ini adalah terbangunnya aplikasi LMS Moodle di sekolah mitra, meningkatnya kompetensi guru dalam menggunakan LMS, serta tumbuhnya kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar yang dapat diunggah pada platform tersebut. Selain itu, luaran lain yang dihasilkan meliputi publikasi artikel ilmiah di JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), publikasi berita pada media massa Tajdid.id, karya audio visual berupa video kegiatan yang dipublikasikan melalui YouTube, serta karya visual berupa poster yang menunjukkan bahwa sekolah telah memanfaatkan LMS dalam proses pembelajaran. Implementasi Learning Management System (LMS) dilaksanakan selama satu tahun melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan kebutuhan, pemasangan dan konfigurasi, pengujian, pelatihan, serta evaluasi. Setiap tahap didampingi oleh tim dosen bersama tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika. Pada tahap pengumpulan kebutuhan, dilakukan analisis terkait kebutuhan fungsional, gambar, teks, dan data yang melibatkan guru untuk mencapai kesepakatan bersama. Selanjutnya, pemasangan dan konfigurasi LMS dilakukan pada server khusus, kemudian diuji coba secara terbatas kepada Wali Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan guru mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Tahap pelatihan diberikan kepada seluruh guru, siswa, dan admin secara tatap muka untuk memastikan pemahaman penggunaan LMS. Terakhir, tahap evaluasi dilakukan melalui survei dan pendampingan langsung kepada guru guna menilai efektivitas serta keberhasilan implementasi program.
Pengembangan Aplikasi Augmented Reality Berbasis Unity-Vuforia Dengan Fitur Interaktif 3D Menggunakan Metode Decision Tree Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Hafizh Alfarisy; Zuli Agustina Gultom
Hello World Jurnal Ilmu Komputer Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran mengenai sistem pencernaan manusia di tingkat sekolah dasar kerap mengalami hambatan karena materinya bersifat abstrak dan sulit diamati langsung. Media tradisional seperti buku teks maupun metode ceramah belum mampu memberikan representasi visual yang jelas, sehingga siswa sering menemui kesulitan dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan merancang aplikasi pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan Unity dan Vuforia yang dipadukan dengan fitur interaktif 3D serta algoritma Decision Tree sebagai logika kuis adaptif. Pengembangan aplikasi dilakukan dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, perancangan, pembuatan, implementasi, dan evaluasi. Aplikasi menampilkan visualisasi 3D organ sistem pencernaan, dilengkapi animasi, narasi, serta kuis interaktif berbasis Decision Tree yang menyesuaikan alur pembelajaran dengan jawaban siswa. Hasil pengujian menggunakan metode black-box menunjukkan seluruh fungsi berjalan sesuai rencana, meliputi pengenalan marker AR, tampilan objek 3D, interaksi pengguna, dan mekanisme kuis adaptif. Aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, memudahkan pemahaman konsep yang abstrak, serta menjadi alternatif media pembelajaran interaktif bagi guru sekolah dasar.
Prediksi Tren Tingkat Keparahan Penyakit Kucing Berdasarkan Gejala Klinis Menggunakan Regresi Logistik Multinomial Cintami Arifina Ramadhani; Zuli Agustina Gultom
Hello World Jurnal Ilmu Komputer Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memprediksi tren tingkat keparahan penyakit pada kucing (Felis catus) merupakan tantangan akibat gejala klinis yang dinamis dan tumpang tindih. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem prediktif untuk membantu memproyeksikan arah perkembangan penyakit secara lebih akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun model machine learning yang dapat memprediksi tren tingkat keparahan (ringan, sedang, parah) dari enam penyakit umum pada kucing berdasarkan gejala klinisnya. Metode yang diimplementasikan adalah Regresi Logistik Multinominal. Penelitian ini menggunakan total 501 data, gabungan dari rekam medis primer dan data sekunder, yang dibagi menjadi 400 data latih dan 101 data uji. Model ini menggunakan 76 fitur gejala untuk mengklasifikasikan 18 kelas target. Evaluasi kinerja dilakukan dengan metrik Akurasi, Presisi, Recall, dan F1-Score. Hasil pengujian model pada 101 data uji menunjukkan performa yang sangat baik dengan akurasi 92%. Kinerja model yang seimbang pada setiap kelas juga ditunjukkan oleh nilai Macro Average Presisi 0,93, Recall 0,92, dan F1-Score 0,92. Penelitian ini menerapkan model Regresi Logistik Multinominal yang terbukti efektif untuk prediksi tren keparahan penyakit kucing. Model yang dihasilkan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sistem pendukung keputusan prognostik bagi praktisi kesehatan hewan.