Adisti A. Rumayar, Adisti A.
Unknown Affiliation

Published : 51 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN TERHADAP KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK PADA PELAJAR DI SMA NEGERI 7 MANADO Sualang, Janet S.; Rumayar, Adisti A.; Tucunan, Ardiansa A.T
KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan tanpa rokok merupakan ruangan atau area yang dinyatakan dilarang merokok atau kegiatan memproduksi, mengiklankan, menjual, dan mempromosikan produk tembakau. Berdasarkan Riskesdas 2013, merokok sampai saat ini masih menjadi masalah nasional yang harus secara terus-menerus diupayakan penanggulangannya, karena hal ini menyangkut dengan aspek ekonomi, sosial, politik, dan terutama yaitu masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok pada pelajar di SMA Negeri 7 Manado. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study yang dilakukan pada pelajar kelas XI di SMA Negeri 7 Manado pada bulan Januari-februari 2019 dengan jumlah sampel 226 pelajar. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelajar yang memiliki pengetahuan baik sebesar 87,2% dan pelajar yang memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 12,8%, pelajar yang memiliki sikap baik sebesar 86,7% dan pelajar yang memiliki sikap kurang baik sebesar 13,3%, sedangkan pelajar yang memiliki tindakan baik terhadap kawasan tanpa rokok sebesar 53,1% dan pelajar yang memiliki tindakan kurang baik terhadap kawasan tanpa rokok sebesar 42,9%. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok pada pelajar dengan nilai p ₌ 0,025 dan antara sikap dengan tindakan pelajar terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok dengan nilai p ₌ 0,005. Kesimpulan pada penelitian ini menyarankan pihak sekolah memberikan sosialisasi kepada siswa tentang kebijakan kawasan tanpa rokok agar partisipasi disiplin dalam penerapan kawasan tanpa rokok dapat berjalan dengan efektif. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan kawasan tanpa rokok  ABSTRACTNo-smoking area is a room or place which is prohibited from smoking or producing, advertising, selling and promoting cigarette. Based on Riskesdas in 2013, nowadays smoking still a national problem that must be continually resolved, because this influences the economic, social, political, and especially health issues. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with actions toward No-smoking area policies in SMA N 7’s student in Manado. This study uses a “cross sectional study” that designed for class XI students at SMA N 7 Manado from January to February 2019 with a sample of 226 students. The instrument in this study used a questionnaire. The results showed that students who had good knowledge were 87.2% and students who had poor knowledge were 12.8%, students who had good attitudes were 86.7% and students who had bad attitudes were 13.3%, while students who have good actions about non-smoking areas are 53.1% and students who have bad actions about No-smoking area are 42.9%. Based on the results of the analysis using the Chi-Square test that there is a relationship between knowledge and action on No-smoking area policies on students with value p ₌ 0.025 and between attitudes and student actions towards No-smoking areas policies with value p= 0.005. The conclusion of this study suggests that the school provides socialization to students about No-Smoking Areas policies so that disciplinary participation in the application of areas without cigarettes can work effectively. Keywords: Knowledge, Attitude, Action area without cigarettes
HUBUNGAN MASA KERJA DAN KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) MINAHASA SELATAN Walukow, Paskalino A.; Mandagi, Chreisye K.F.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja merupakan suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil individu dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi, serta mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa kerja dan kepemimpinan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Minahasa Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Minahasa Selatan dari bulan April – Juli 2018. Populasi dan samepel dalam penelitian ini adalah perawat di ruang Rawat Inap RSUD Minahasa Selatan yang berjumlah 76 perawat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner.Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kerja memiliki nilai p = 0.012 (Pvalue ≤ 0,05). Perawat yang memiliki masa kerja lebih dari atau sama dengan 1 tahun sebanyak 58,8%.dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki nilai p = 0,038 (Pvalue≤0,05). Perawat yang memiliki kepemimpinan yang baik sebanyak 54,4 % dan Perawat yang memiliki kinerja yang baik sebanyak 42,6% Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan antara masa kerja dan kepemimpinan dengan kinerja pearawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Minahasa Selatan.Kata Kunci : Masa Kerja, Kepemimpinan, dan Kinerja PerawatABSTRACTPerformance is a condition that must be known and confirmed to certain parties to know the level of achievement of individual results related to the vision of an organization, and to know the positive and negative impact of an operational policy. This study aims to determine the relationship between work and leadership with the performance of nurses in the inpatient wards of Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) South Minahasa. This research is a quantitative research with analytic survey method with cross sectional study design. This research was conducted in Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) South Minahasa from April to July 2018. Population and samepel in this research are nurses in inpatient room of South Minahasa Hospital which amounts to 76 nurses. The instrument used in this study is a questionnaire. Data analysis in this research is univariate and bivariate analysis using Chi-square test. The results showed that the working period has a value of p = 0.012 (Pvalue ≤ 0.05). Nurses who have a working period of more than or equal to 1 year as much as 58.8%. and result of research indicate that leadership have value p = 0,038 (Pvalue ≤ 0,05). Nurses who have good leadership as much as 54.4% and Nurses who have a good performance as much as 42.6%. The conclusion is that there is a relationship between employment and leadership with nurse performance in Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) South Minahasa.Keywords: Working Period, Leadership, and Nurse Performance
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN OLEH PASIEN BPJS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SARIO KOTA MANADO Syarifain, Abdul; Rumayar, Adisti A.; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sario Kota Manado oleh pasien BPJS mengalami penurunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan antara lain pandidikan dan pendapatan pasien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pendapatan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh pasien BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Sario. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan Cross Sectional Study yang dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien peserta BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Sario Kota Manado. Sampel diambil secara Quota Sampling dengan jumlah sampel 74 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Uji chi square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel dengan CI= 95% dan nilai α=0,05. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p= 0,000), tingkat pendapatan (p= 0,000), dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh pasien BPJS Di Puskesmas Sario Kota Manado. Kesimpulan dari penilitian ini, Pendidikan dan pendapatan merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sario Kota Manado.Kata Kunci: Pendidikan, Pendapatan, Pemanfaatan Pelayanan KesehatanABSTRACTUtilization of health services at Sario Primary Health Care Center by the patients member of BPJS has decreased. Factors affecting the utilization of health services include educational and patient earnings. The aim of this study was to determine the relationship between education and income with the utilization of health services by the patients member of BPJS at Sario Primary Health Care Center. This study is an analytical survey research with Cross Sectional Study concept which conducted from October to December 2017. All of the patients from BPJS participant at Sario Primary Health Care Center working area were taken as the population, and 74 respondents were selected as sample by Quota Sampling technique. Data collection in this study used interview method, with questionnaire as an instrument of data collection. Chi square test was done to analyze the relationship between variables with CI = 95% and α = 0.05. The result of this study found relationship between education (p = 0.000); income (p = 0,000), with health service utilization by patients from BPJS participant at Sario Primary Health Care Center Manado City. From this finding it can be conclude that education and income are factors related to the utilization of health services by the patients member of BPJS at Sario Primary Health Care Center working area. Suggestions for health service provider to provide socialization for community regarding the process of health services utilization, especially by BPJS patients.Keywords: Education, Income, Health Services Utilization
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD PANGLIMA SEBAYA TANAH GROGOT KALIMANTAN TIMUR Netanya, Nikita Yaffa; Rumayar, Adisti A.; Maramis, Franckie R. R
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja sering dikaitkan dengan pekerjaan seseorang yang mengantarkan pada suatu bentuk seseorang yang bekerja dan melihat seberapa banyak hasil yang diperoleh dari pekerjaan itu. Dalam kinerja istilah motivasi penting karena merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi kinerja baik individu maupun organisasi dalam memenuhi kebutuhannya, seseorang akan berperilaku sesuai dengan dorongan yang dimiliki dan apa yang mendasari perilakunya. Perawat sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit memiliki peranan penting dalam mencapai pembangunan kesehatan. Keberhasilan dari pelayanan kesehatan bergantung pada partisipasi dari perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas bagi pasien.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain survei analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil analisis statistik menggunakan Chi-Square dengan tingkat CI (confident Interval) 95% dan tingkat kesalahan 5% (α = 0,05). Dimana nilai probabilitas yang diperoleh 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot. Saran bagi penelitian ini yaitu adanya evaluasi terhadap kesejahteraan perawat baik dalam segi sarana dan prasarana, dan dalam pemberian penghargaan atau reward kepada perawat  Kata Kunci: Motivasi Kerja, Kinerja Perawat ABSTRACTPerformance is often associated with someone's work that leads to the form of someone who works and see how much results are obtained from the job. In the performance of the term motivation is important because it is one of the elements that affects the performance of both individuals and organizations in meeting their needs, a person will behave in accordance with the encouragement and what underlies his behavior. Nurses as one of the health workers in the hospital play an important role in efforts to achieve health development goals. The success of health services depends on the participation of nurses in providing quality nursing care for patients. This research is to determine the Relation between the work motivation and the performance of nurses in the inpatient ward of Panglima Sebaya Tanah Grogot Hospital, East Kalimantan. The type of this research is quanitative research with analytic survey design with a Cross Sectional approach. The time of this research was conducted from July to August 2019. The sample in this research were all nurses in the inpatient room of the Regional Commander in chief with 178 respondents.Based on the results of statistical analysis using Chi-Square with a 95% confidence interval and an error rate of 5% (α = 0.05). Where the probability value obtained is 0,000 <0.05. So it can be concluded that there is a relationship between work motivation and the performance of nurses in the inpatient room of the Tanah Grogot Panglima Hospital. This is needed to evaluate the welfare of nurses both in terms of facilities and infrastructure, and in giving awards to nurses. Keywords: Work Motivation, Nurses PerformanceKinerja sering dikaitkan dengan pekerjaan seseorang yang mengantarkan pada suatu bentuk seseorang yang bekerja dan melihat seberapa banyak hasil yang diperoleh dari pekerjaan itu. Dalam kinerja istilah motivasi penting karena merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi kinerja baik individu maupun organisasi dalam memenuhi kebutuhannya, seseorang akan berperilaku sesuai dengan dorongan yang dimiliki dan apa yang mendasari perilakunya. Perawat sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit memiliki peranan penting dalam mencapai pembangunan kesehatan. Keberhasilan dari pelayanan kesehatan bergantung pada partisipasi dari perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas bagi pasien.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain survei analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil analisis statistik menggunakan Chi-Square dengan tingkat CI (confident Interval) 95% dan tingkat kesalahan 5% (α = 0,05). Dimana nilai probabilitas yang diperoleh 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot. Saran bagi penelitian ini yaitu adanya evaluasi terhadap kesejahteraan perawat baik dalam segi sarana dan prasarana, dan dalam pemberian penghargaan atau reward kepada perawat Kata Kunci: Motivasi Kerja, Kinerja Perawat ABSTRACTPerformance is often associated with someone's work that leads to the form of someone who works and see how much results are obtained from the job. In the performance of the term motivation is important because it is one of the elements that affects the performance of both individuals and organizations in meeting their needs, a person will behave in accordance with the encouragement and what underlies his behavior. Nurses as one of the health workers in the hospital play an important role in efforts to achieve health development goals. The success of health services depends on the participation of nurses in providing quality nursing care for patients. This research is to determine the Relation between the work motivation and the performance of nurses in the inpatient ward of Panglima Sebaya Tanah Grogot Hospital, East Kalimantan. The type of this research is quanitative research with analytic survey design with a Cross Sectional approach. The time of this research was conducted from July to August 2019. The sample in this research were all nurses in the inpatient roomof the Regional Commander in chief with 178 respondents.Based on the results of statistical analysis using Chi-Square with a 95% confidence interval and an error rate of 5% (α = 0.05). Where the probability value obtained is 0,000 <0.05. So it can be concluded that there is a relationship between work motivation and the performance of nurses in the inpatient room of the Tanah Grogot Panglima Hospital. This is needed to evaluate the welfare of nurses both in terms of facilities and infrastructure, and in giving awards to nurses. Keywords: Work Motivation, Nurses Performance 
PERAN SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DALAM MENCEGAH KECELAKAAN KERJA DI PT. PLN (Persero) WILAYAH SULUTTENGGO AP2B SISTEM MINAHASA Dumbela, Feiby M.; Pinontoan, Odi R.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah sistem yang digunakan untuk mengelola aspek-aspek K3 dalam suatu perusahaan dengan menerapkan suatu sistem manajemen untuk mencapai hasil yang paling efektif dalam mencegah terjadinya kecelakaan dan efek lain yang dapat merugikan perusahaan. Kesehatan kerja adalah kondisi di mana para karyawan terbebas dari berbagai penyakit fisik dan emosional yang disebabkan oleh pekerjaan yang dilakukannya. Keselamatan kerja (safety) merupakan salah satu upaya manusia atau pekerja untuk mencegah dan menghindari terjadinya insiden yang merugikan perusahaan, tenaga kerja, masyarakat, maupun lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis peran dari SMK3 dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja, dengan memperhatikan aspek perencanaan, penerapan, pemantauan dan pengukuran, tinjauan ulang dan perbaikan, serta cara pencegahan kecelakaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data wawancara mendalam yang dilakukan kepada empat orang informan. PT. PLN (Persero) sudah membuat perencanaan SMK3 sejak tahun 2012 karena SMK3 itu merupakan salah satu indikator kinerja. Sistem pelaporannya sudah berjalan dengan baik karena diadakan monitor setiap bulan untuk perusahaan sendiri dan pelaporan dalam diwilayah dilakukan sekali dalam tiga bulan, sehingga dapat dimonitor apa saja yang harus diperbaiki. Para pekerja yang melaksanakan pekerjaan dilapangan wajib untuk menggunakan APD yang lengkap seperti helm, sepati safety, sarung tangan, baju kerja, lanyard dan juga full body harness.Kata Kunci: Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Pencegahan Kecelakaan KerjaABSTRACTThe health and Safety Management system is a system used to manage aspects of K3 in a company by applying a management system to prevent the most effective result in avoid accidents that can be harm the company. Health of Work is condition of employees are free from physical and emotional illness caused by the work. Safety of work is one of the workers’ efforts to prevent and avoid incidents that could be harm the company. The aim of this study is to find the role of SMK3 in preventing accidents of work, with regard to planning, application, monitoring and measurement, review and repair, and prevent the accidents. The methodology used was qualitative research, the data were collected through in-depth interviews of 4 informants. PT.PLN (persero) has made the planning of SMK3 since of 2012. The reporting system has gone well because it is held monthly monitoring for the company itself and reporting the region implemented once in three months, so it can be in any monitory which should be fixed. The workers which carries out mandatory field work must used a complete APD as helmet, safety shoes, gloves, smock, lanyard as well as full body harness.Keywords: Health and safety management systems, Prevention of work accident.
ANALISIS PROSES PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA Rosang, Merkuri C. D.; Kolibu, Febi K.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di Puskesmas ialah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui proses penyimpanan obat di Puskesmas Airmadidi. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam, dan pemeriksaan dokumen yang dibantu menggunakan alat wawancara. Dari data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan telah diolah dengan cara mengorganisir informasi, membaca keseluruhan informasi kemudian membuat uraian secara terperinci dan disajikan secara naratif.  Pengecekkan data menggunakan metode triagulasi. Hasil penelitian dari kelembapan ruangan mengenai kebocoran genteng, luas ruangan penyimpanan obat, tirai jendela diruangan penyimpanan obat, kerusakan obat akibat bertumpukknya obat, kontaminasi bakteri, pembersihan ruangan sudah sesuai dengan Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas Departemen Kesehatan RI Tahun 2009. Tata cara menyimpan dan menyusun obat menurut penerapan FEFO dan FIFO, penerimaan obat, penyusunan obat, penyimpanan obat golongan antibiotik, penyimpanan serum dan vaksin, penyimpanan tablet salut, dan data-data yang diperlukan sudah sesuai dengan Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas Departemen Kesehatan RI Tahun 2009. Untuk suhu ruangan penyimpanan obat, obat yang sudah kadaluarsa, penyimpanan obat dengan kondisi khusus belum termasuk dalam kriteria Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas Departemen Kesehatan RI Tahun 2009. Hasil penelitian mengenai pengamatan mutu obat sudah sesuai dengan Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas Departemen Kesehatan RI Tahun 2009, karena petugas pengelola obat di puskesmas melakukan pengamatan mutu obat dengan selalu melakukan pengecekkan obat di ruangan penyimpanan obat. Saran agar Puskesmas Airmadidi lebih memperhatikan proses penyimpanan obat, memperbaiki cara penyimpanan dan penyusunan obat yang lebih bagus lagi, meningkatkan pengamatan mutu obat yang ada dan menambah sumber daya manusia dengan latar belakang tenaga apoteker. Kata Kunci: Penyimpanan Obat, Pelayanan Obat, Puskesmas ABSTRACTPharmaceutical services at the Health Center are an inseparable unit realization of health efforts, which play an important role in improving health service quality for the community. The purpose of this study in general is to know the process of drug storage at the Airmadidi Community Health Center. The method of this research is qualitative research method. The data collection was taken through direct observation and in-depth interviews, along with document checking assisted by using interview tools. From the results that collect from the in-depth interview and had been processed by organizing the information, reading the whole information then make a detailed description and present it narratively. The data checking is using the triangulation method. The results of the study of room humidity regarding tile leaks, the capacious of drug storage rooms, window curtains in the drug storage room, drug damage due to drug that have been piled up, bacterial contamination, and room cleaning are in accordance with the Guidelines for the Management of Public Medicines and Health Supplies at the Health Center Department of Republic Indonesia in 2009. The procedure for storing and organizing drugs according to the application of FEFO and FIFO, drug reception, drug preparation, class storage of antibiotics, serum and vaccine storage, storage of coated tablets, and the data required is in accordance according to the Guidelines of Public Medicines Management and Health Supplies at the Health Center Department of Republic Indonesia in 2009. As for the room temperature of drug storage, drugs that have been expired, storage of drugs with special conditions, these are not accordance with the criteria of the Guidelines of Public Medicines Management and Health Supplies at the Health Center Department of Republic Indonesia in 2009. The results of research on drug quality observations are in accordance with the Guidelines for the Management of Public Medicines and Health Supplies at the Health Center Department of Republic Indonesia in 2009, because the drug management officers at the health center conduct drug quality monitoring by always checking the drugs in the medicine storage room. Suggestions for Airmadidi Community Health Center is to pay more attention to the process of drug storage, improve ways of storing and drafting the medicines better, increasing observations on the quality of existing drugs and adding human resources with a pharmacist background. Keyword: Drug Storage, Medicine Services, Health Center
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN SEKOLAH DI SD NEGERI 23 DAN SD NEGERI 56 MANADO Tambuwun, Nieke Vinka; Rumayar, Adisti A.; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PHBS disekolah merupakan suatu kebutuhan untuk mencegah penyakit yang timbul kepada anak-anak sekolah yang berumur 6 sampai 12 tahun seperti penyakit cacingan, diare, sakit gigi, penyakit kulitgizi buruk dan penyakit lainnya.. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis  penelitianberupa survei dengan rancangan penelitian cross sectional study. Tempat dilaksanakannya penelitian ini bertempat di SD Negeri 23 dan SD Negeri 56 Manado pada bulan Maret-Agustus tahun 2019. Sampel yang digunakan berjumlah 55 responden yang diambil dari total populasi. Instrument dalam penelitian ini menggunkan kuesioner. Hasil dalam penelitian ini diperoleh p Value 0,042 pada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku hidup bersih dan sehat, dan hubungan antara sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat dengan nilai p Value yaitu 0,009.  Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, PHBS ABSTRACKPHBS at school is a need to prevent diseases that arise in school children aged 6 to 12 years such as intestinal worms, diarrhea, toothaches, malnutrition and other diseases. cross sectional study. The place where this research was conducted took place at SD Negeri 23 and SD Negeri 56 Manado in March-August 2019. The sample used amounted to 55 respondents drawn from the total population. The instrument in this study used a questionnaire. The results in this study were obtained p Value 0.042 on the relationship between knowledge with clean and healthy living behaviors, and the relationship between attitudes with clean and healthy living behaviors with a p value of 0.009. Keywords: Knowledge, Attitude, PHBS
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DENGAN TINDAKAN MEROKOK SISWA DI SMK NEGERI 2 MANADO Mantiri, Nofrianto; Rumayar, Adisti A.; Malonda, Nancy S. H
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan tanpa rokok telah diatur dengan jelas dalam Permenkes no 188 tahun 2011 yang menjelaskan tentang KTR dan untuk tata cara pelaksanaannya juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No 7 Tahun 2011 tentang pedoman pelaksanaan kawasan tanpa rokok  yang betujuan untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari asap rokok, Peraturan serupa juga dibuat oleh Peraturan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, No 64 Tahun 2015 yang mengatur secara khusus tentang pelaksaan KTR di lingkungan Sekolah. Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang kebijakan kawasan tanpa rokok dengan tindakan merokok siswa Sekolah Menegah Kejuruaan Negeri 2 Manado. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional pada siswa di Sekolah Menegah Kejuruaan Negeri 2 Manado pada bulan Juni 2018 – November 2018. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh siswa di Sekolah Menegah Kejuruaan Negeri 2 Manado.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan kriteria inklusi dan eklusi adalah 279 responden. Penelitian ini mengunakan alat ukur kuesioner Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 279 siswa yang menjadi responden sebagian besar yaitu 155 siswa (55,6%) dikategorikan berpengetahuan baik dan kategori kurang baik sebanyak 124 siswa (44,4%) dan sebanyak 148 siswa (53,0%) dikategorikan sikap baik dan 131 siswa (47,0%) dikategorikan kurang baik serta 180 siswa (64,5%) dikategorikan memilki tindakan baik dan 99 siswa (35,5%) dikategorikan memiliki tindakan kurang baik.  Kata Kunci: Kawasan Tanpa Rokok, sekolah ABSTRACTThe school has a regulation regarding KTR, which is contained in the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Regulation, No. 64 of 2015, which is about KTR in the School environment which has a purpose and objective, namely to create a clean, healthy and smoke-free school environment (Kemendikbud, 2015). Research Objectives To find out the relationship between knowledge and attitudes about regional policies without smoking with the act of smoking students of State Vocational School 2 Manado. Method of this research is descriptive in students at the Vocational High School 2 Manado State in June 2018 - November 2018. The population in this study were all students at State Vocational School 2 Manado. The sample used in this study was based on criteria inclusion and exclusion were 279 respondents. This study uses a questionnaire measuring instrument Based on the results of the study showed that of the 279 students who were respondents, the majority were 155 students (55.6%) categorized as good knowledge and poor categories as many as 124 students (44.4%) and 148 students (53.0%) were categorized as attitudes good and 131 students (47.0%) were categorized as poor and 180 students (64.5%) were categorized as having good actions and 99 students (35.5%) were categorized as having bad actions. The conclusion in this study is that there is a relationship between students' knowledge about the policy of non-smoking areas with students' smoking actions and there is a relationship between students' attitudes about non-smoking regional policies and the smoking action of students. Key word: Non-smoking Areas, School
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN TERHADAP KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK PADA SISWA DI SMP KRISTEN TATELI Hutapea, Cindy E. Z.; Rumayar, Adisti A.; Maramis, Franckie R. R.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan salah satu area yang dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok adalah di lingkungan sekolah karena sekolah merupakan tempat proses belajar mengajar. Dalam pelaksanaannya sudah ada upaya pemerintah dalam memberlakukan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan sekolah sesuai dengan Permendikbud nomor 64 Tahun 2015, namun berdasarkan pengamatan peneliti masih terdapat siswa yang merokok di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok pada siswa SMP Kristen Tateli. Jenis penelitian menggunakan rancangan study cross sectional yang dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2017 di SMP Kristen Tateli dan populasinya adalah seluruh siswa dengan jumlah sampel 174 siswa. Analisis data adalah Univariat dan Bivariat dengan uji chi square dengan tingkat kepercayaan (CI = 95%). Hasil penelitian didapatkan siswa yang memiliki pengetahuan baik sebesar 52,9% dan kurang baik sebesar 47,1%, siswa yang memliki sikap baik sebesar 64,4% dan kurang baik sebesar 35,6%, sedangkan tindakan terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok yang baik sebesar 60,9% dan kurang baik sebesar 39,1%. Hasil analisis hubungan antara pengetahuan dengan tindakan terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok pada siswa menunjukkan nilai p = 0,019 dan antara sikap dengan tindakan terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok pada siswa nilai p = 0,035. Kesimpulan ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok pada siswa di SMP Kristen Tateli, maka disarankan bagi pihak sekolah memberikan penyuluhan baik kepada siswa maupun guru tentang kebijakan kawasan tanpa rokok agar dipahami dan dilaksanakan serta lebih tegas dalam memberlakukan aturan tentang larangan merokok di lingkungan sekolah.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan kawasan tanpa rokokABSTRACTSchool is one area expressed as a non-smoking area is in the school environment because the school is a place of teaching and learning process. In the implementation there have been government efforts in enacting the policy area without smoking in the school environment in accordance with Permendikbud Number 64 year 2015, but based on the observations of researchers there are students who smoke in the school environment. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitude with action to the policy of non-smoking areas in students of Tateli Christian Junior High School. The study used cross sectional study design conducted in August-October 2017 at Tateli Christian Junior High School and its population was all students with a sample size of 174 students. Analysis was Univariate and Bivariate by chi square test trust level (CI=95%). The result of the research stated that students who have good knowledge are 52,9% and less good about 47,1%, students who have good attitude 64,4% and less good 35,6%, while action to policy of area without good cigarette by 60.9% and less good by 39.1%. The result of the analysis of the relationship between knowledge and action on the policy of non-smoking areas in students showed the value of p = 0.019 and between attitudes with action to the policy of non-smoking areas in the students p value = 0.035. The conclusion of this research is that there is a correlation between knowledge and attitude with the action to the policy of non smoker area to the students at Tateli Christian Junior High School, it is suggested for the school to give counseling to students and teachers about the non-smoking area policy to be understood and implemented and more firmly in enforcing the rules on smoking bans in school environments.Keywords: Knowledge, Attitude, Action area without cigarettes
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Sjawie, Widad Abdullah; Rumayar, Adisti A.; Korompis, Grace E.C.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah pemberian makanan kepada bayinya dari awal kehidupan sampai dengan bayi berusia enam bulan tanpa makanan tambahan apapun dan minuman lain. Pemberian ASI telah dituangkan dalam kebijakan terkait program pemberian ASI eksklusif dalam PP RI No 33 Tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Tuminting. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tuminting pada bulan Juli – Oktober 2019. Sampel dalam penelitian ini yaitu 75 ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan. Pengambilan sampel menggunakan teknik acidental sampling. Pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis data univariat menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan kurang baik (66,7%), ibu yang memiliki sikapp negatif (69,3%) dan ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif (56,0%). Ujistatistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel menggunakan uji chi-square dengan hasil analisis menunjukkan pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,000) dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tumintingg. Kesimpulamya adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Pemberian ASI eksklusif ABSTRACTExclusive breastfeeding is breastfeeding only to infants up to 6 months of age without additional food or other drinks. The government has established policies related to exclusive breastfeeding programs as outlined in the Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 33 of 2012 concerning breastfeeding. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers with exclusive breastfeeding at Tuminting Health Center. This research is a quantitative research with analytic surver method using cross sectional design. This research was conducted at Tuminting Health Center in July - October 2019. The sample in this study were 75 mothers who had 6-12 months babies. Sampling using accidental sampling technique. Data collection through interviews using a questionnaire. The results of univariate data analysis showed that most mothers had poor knowledge (66.7%), mothers who had negative attitudes (69.3%) and mothers who did not give exclusive breastfeeding (56.0%). Statistical tests used to analyze the relationship between variables using the chi-square test with the results of the analysis showed knowledge (p = 0,000) and attitude (p = 0,000) with exclusive breastfeeding in the working area of Tuminting Health Center. The conclusion is that there is a relationship between knowledge and attitude with exclusive breastfeeding in the working area of Tuminting Health Center, Manado City. Keywords : Knowledge, Attitude, Exclusive Breastfeeding