Adisti A. Rumayar, Adisti A.
Unknown Affiliation

Published : 51 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN, PENDAPATAN DAN PEKERJAAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MANEMBO-NEMBO BITUNG 2015 Tampi, Jimmy; Rumayar, Adisti A.; Tucunan, Ardiansa A.T
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan. Sebagai pelayanan publik, rumah sakit dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana baik itu alat-alat medis maupun tenaga kesehatan yang terlibat didalamnya. Sarana pelayanan kesehatan diadakan berdasarkan asumsi bahwa masyarakat membutuhkannya. Akhirnya masyarakat lebih memilih fasilitas kesehatan yang lebih modern atau tidak menutup kemungkinan beralih ke pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. hubungan antara pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan dengan  pemanfaatan pelayanan kesehatan di  Rumah  Sakit  Umum  Daerah  Manembo -Nembo Bitung  2015. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Bertempat di wilayah kerja Rumah Sakit Umum Daerah Manembo-nembo Bitung, dan akan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2015 dengan jumlah sampel sebanyak 100 Responden. Variabel yang diteliti adalah tingkat pendidikan, pendapatan, pekerjaan, dan pemanfaat pelayanan kesehatan. Pengambilan data tingkat pendidikan, pendapatan, persepsi, dan pemanfaat pelayanan kesehatan menggunakan kuesioner. Uji hubungan menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05 dan confidance interval 95%. Responden memanfaatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit   yaitu sebanyak 47 responden (74%). Berdasarkan tingkat pendidikan, pendidikan tinggi berjumlah 63 responden, pendidikan rendah 38 responden dengan p Value 0.002. Berdasarkan tingkat pendapatan, pendapatan > Rp. 2.150.000 52 responden, dan pendapatan ≤ Rp. 2.150.000  48 responden dengan p Value 0.671. Berdasarkan pekerjaan, Bekerja 69 responden, tidak bekerja 31 responden dengan p Value 0.976.Terdapat hubungan antara pendidikann dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan, sedangkan pendapatan dan Pekerjaan tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan.   Kata Kunci : Pendidikan, Pendapatan, Pekerjaan, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan     ABSTRACT The hospital is one of the health-care facility that can meet the needs of the community on the utilization of health services. Public services in hospitals equipped with various facilities and infrastructure both medical devices and health professionals involved. Health care facilities are held based on the assumption that people need. Finally the people prefer a more modern health facilities or does not close the possibility of turning to traditional medicine. This study aims to determine the relationship between education, income, and work with health service utilization in the General Hospital of Manembo-Nembo Bitung 2015. This study is a descriptive analytic research using cross sectional approach. This research was conducted in the region of the Regional General Hospital Manembo-nembo Bitung, and will be held in October 2015 with a sample size of 100 respondents. The variables studied were level of education, income, employment, and health care beneficiaries. Data retrieval education level, income, perception and utilization of health services using a questionnaire. The relationship test using Chi- Square test. The respondents utilize the utilization of health services in hospitals as many as 47 respondents (74%). By level of education, higher education amounted to 63 respondents, respondents with lower education 38 p  Value 0.002. Based on the level of income, income > USD. 2,150,000 52 respondents, and revenue ≤ Rp. 2,150,000 48 respondents with p Value 0671. Based on the job, working 69 respondents, 31 respondents do not work with p Value 0976. There is a relationship between pendidikann with utilization of health services, while revenues and work not related to the utilization of health services.   Key words: Education, Income, Employment, Services Utilization health
HUBUNGAN ANTARA MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT CANTIA TOMPASO BARU Wowor, Juwita; Rumayar, Adisti A.; Maramis, Franckie R.R.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu dalam suatu pelayanan kesehatan merupakan alat ukur yang digunakan dalam mengukur kebutuhan konsumen dalam hal ini pasien yang ada di rumah sakit, kebutuhan yang diamksud berupa pemberian jasa pelayanan guna mengetahui seberapa besar kebutuhan pasien yang diperolehnya selama mendapatkan pelayanan kesehatan. Mutu pelayanan kesehatan berkaitan erat dengan kepuasan pasien hal ini ditandai dengan komplain dari pasien, apabila komplain yang diajukan pada pihak pelayanan kesehatan yang diterimanya sebagai pemberi jasa tidak segera ditangani maka dapat menimbulkan turunnya kapabilitas pelayanan rumah sakit terhadap layanan dalam hal ini kepuasan pasien akan berpengaruh dalam menjaga mutu. Jenis penelitian ini merupakan cross sectional study, penelitian ini telah dilakukan di Rumah Sakit Cantia Tompaso Baru pada bulan April – September 2019. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 91 responden. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil ini diperoleh nilai probabilitas bukti fisik (0,021), kehandalan (0,007), ketanggapan (0,072), jaminan (0,004), Empati (0,008). Terdapat hubungan dari 4 dimensi yaitu bukti fisik, kehandalan, jaminan dan empati dan yang tidak terdapat hubungan yaitu 1 dimensi ketanggapan. Kata Kunci : Mutu dan Kepuasan Pasien ABSTRACTQuality in a health service is a measuring tool used in measuring the needs of consumers in this case patients in the hospital, the needs which are manifested in the form of providing services in order to find out how much the patient's needs are obtained while getting health care. The quality of health services is closely related to patient satisfaction. This is indicated by complaints from patients, if complaints submitted to the health service they receive as service providers are not immediately addressed, it can cause a decrease in the capability of hospital services to services in this case patient satisfaction will affect maintain quality. This type of research is a cross sectional study, this study was conducted at the Cantia Tompaso Baru Hospital in April - September 2019. The sample in this study amounted to 91 respondents. Measuring instruments in this study used a questionnaire. These results obtained the probability value of physical evidence (0.021), reliability (0.007), responsiveness (0.072), guarantee (0.004), Empathy (0.008). There is a relationship of 4 dimensions namely physical evidence, reliability, assurance and empathy, and there is no relationship, namely 1 dimension of responsiveness. Keywords: Quality, Patient Satisfaction
HUBUNGAN ANTARA MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS BENGKOL Liong, Cecilia Meysin; Kolibu, Febi K.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu Pelayanan Kesehatan yaitu keseluruhan pelayanan kesehatan  sesuai standar yang diberikan oleh instansi kesehatan kepada masyrakat atau pasien dengan tetap mengevaluasi pelayanan kesehatan yang diberikan agar dapat memenuhi setiap kebutuhan dan keinginan pasien. Kepuasan pasien adalah perasaan yang dirasakan seseorang setelah melakukan penilaian pelayanan kesehatan yang diterimanya dari petugas kesehatan sesuai dengan harapan atau tidak sesuai dengan harapan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Bengkol, Kecamatan Mapanget. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2019. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Rumus Slovin. Pengumpulan data diperoleh lewat wawancara menggunakan kuesioner  dan profil Puskesmas Bengkol. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariate dan analisis bivariate menggunakan uji statistic Fisher Exact Test pada tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05).  Hasil Penelitian menunjukkan H1 diterima artinya ada hubungan antara mutu jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bengkol dengan nilai p= 0,000 (p value <0,05), dimana nilai mutu jasa pelayanan kesehatan yang baik sebesar  91%  dan nilai kepuasan pasien yang menjawab puas sebanyak 89%. Saran bagi Puskesmas Bengkol untuk tetap menjaga mutu pelayanan yang ada dan memperhatikan keluhan pengunjung tentang lahan parkir dan pengarah suara di ruang pendaftaran. Kata Kunci :  Mutu Jasa Pelayanan Kesehatan , Kepuasan pasien ABSTRACTThe quality of healthcare service is the overall health service in accordance with the standards provided by the health institution to the community or patients by still evaluating the health services provided in order to meet every need and Patient Wishes. Patient satisfaction is the feeling of a person after conducting the assessment of the health care services he received from the health care officer in accordance with expectations or not in accordance with expectations. The study used a type of analytical survey research with a cross sectional study approach. The sererach place is done in the village Puskesmas in Mapanget Bengkol. Time of research conducted in June – October 2019. Sample count of 100 respondents. Sampling techniques using formula Slovin. Collection of data obtained through interviews using questionnainers and profiles of Bengkol. The analysis of data in this research is the univariate analysis and bivariate analysis using the Fisher Exact Test statistic at a rate of 95% (a= 0,05). Results show H1 accepted means there is a relationship between the quality of healthcare services with the satisfaction of patients in a Bengkol Puskesmas with a value of p= 0.000  (p value of <0.05), where the quality value of good health services is 91% and the satisfaction value of patients who answered satisfied as much as 89%. Advice for the health center of Bengkol to maintain the quality of existing service and pay attention to visitor complaints about parking area and voice director in the registration room. Keywords : Quality of healthcare Services, Patient satisfaction 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SARIO KOTA MANADO Caitom, Chintya D.; Rumayar, Adisti A.; Tucunan, Ardiansa A.T.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pemberian ASI pada bayi sangat penting terutama dalam periode awal kehidupan, oleh karena itu bayi cukup diberi ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Cakupan ASI eksklusif masih berada dibawah target indonesia yaitu 80% baik pada tingkat nasional, Provinsi Sulawesi Utara maupun di Kota Manado. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sario Kota Manado. Metode Penelitian : Metode penelitian adalah survei analitik dan desain penelitian dengan rancangan cross sectional (potong lintang). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-September 2019 di wilayah kerja Puskesmas Sario Kota Manado. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berumur 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sario berjumlah 200. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 sampel. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi menunjukan p value sebesar 0,065. Hubungan antara sikap dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi menunjukan p value sebesar 0,028. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan pemberian ASI eksklusif sedangkan variabel sikap dengan pemberian ASI eksklusif terdapat hubungan. Saran: Berdasarkan hasil penelitian diharapkan Puskesmas Sario dapat melakukan penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Penelitian lain juga dapat melanjutkan penelitian ini dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Sario. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, ASI eksklusif, Puskesmas Sario ABSTRACTBackground : Breastfeeding for infants is very important especially in the early period of life, therefore babies should be exclusive breastfed exclusively for the first 6 months without adding or replacing with other food or drinks. Exclusive breastfeeding coverage is still below the target indonesia of 80% at the national level, more over North Sulawesi Province and also Manado City. This research conducted to determine the relation of knowledge and attitudes with exclusive breastfeeding in the Sario Health Center working area, Manado. Methods : The research method is analytic survey and research design with cross sectional design. This research conducted in May-September 2019 in the Sario Health Center working, Manado. The population in this research were all mothers who have babies aged 6-12 months in the working area of Sario Health Center totaling 200. The sample in this study amounted to 67 samples. The sampling technique is purposive sampling. Data analysis is univariate and bivariate analysis. he results showed there was no relationship between mother's knowledge and exclusive actions breastfeeding in infants shows a p value 0,065. The relationship between the mother's attitude to the action exclusive breastfeeding in infants showed p value of 0.028.Conclusion :. This study shows that there is no relationship between knowledge and exclusive breastfeeding while attitude variables with exclusive breastfeeding have a relationship. Suggestions: Based on the results of the study, it is expected that the Sario Health Center can conduct counseling about the importance of exclusive breastfeeding. Other research can also continue this research with other factors that influence exclusive breastfeeding for infants in the working area of the Sario Health Center.. Keywords :  Knowledge, Attitude, Exclusive Breastfeeding, Sario Health Center
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Humokor, Ardia Cahyani; Rumayar, Adisti A.; Wowor, Ribka E.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pelayanan antenatal care adalah pelayanan kesehatan bagi ibu hamil yang dilakukan minimal 4 kali kunjungan selama kehamilan. Maksud dari penelitian ini adalah untuk memganalisis hubungan pendidikan dan pendapaan keluarga terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal care dan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado pada bulan Agustus ? Oktober 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode survey analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil 9 bulan dan ibu pasca melahirkan ?12 bulan. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 86 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, penelitian ini menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan SPSS dengan perhitungan chi-square pada tingkat kemaknaan 95% (? = 0,05). Dan didapatkan uji statistik dari masing-masing variabel bebas yaitu pendidikan (p value  = 0,000), pendapatan keluarga (p value = 0,582). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan dengan pemanfatan pelayanan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado dan tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan pemanfatan pelayanan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. Kata Kunci : Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care ABSTRACTThe utilization of antenatal care services is a health service for pregnant women which have to do with commitment at least 4 times visit during pregnancy. The purpose of this research was to analyze the relationship between education and family income towards antenatal care services and was carried out at Tuminting Community Health Center in Manado in August - October 2019. The method used in this research was analytical survey and cross sectional methods. The population in this research were 9 months pregnant women and postpartum woman ?12 months. The number of samples used were 86 respondents who met the inclusion and exclusion criteria, this research used a questionnaire and was processed using SPSS with chi-square calculation at a significance level of 95% (? = 0.05). And obtained from the statistics of each independent variable of education (p value = 0,000), family income (p value = 0.582). It can be concluded that there is a relationship between education and utilization of antenatal care services at Tuminting Health Center in Manado City and there is no relationship between family income and utilization of antenatal care services at Tuminting Health Center in Manado City.  Keywords : Education, Family Income, Utilization of Antenatal Care Services 
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENDAPATAN DENGAN PEMANFAATAN PUSKESMAS OLEH MASYARAKAT DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI Singal, Harbri I. V.; Kandou, Grace D.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang puskesmas akan mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan puskesmas. Pengetahuan sangat penting perannya karena dengan adanya pengetahuan yang dimiliki masyarakat maka akan terbentuk sikap yang akan diikuti dengan tindakan memilih pelayanan kesehatan yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan pendapatan dengan pemanfaatan puskesmas oleh masyarakat Desa Kima Bajo Kecamatan Wori. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Kima Bajo pada bulan September – Oktober 2018. Populasi berjumlah 267 keluarga, sampel berjumlah 160 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara kuota sampel. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact test dengan nilai α = 0,05. Hasil penelitian terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemanfaatan puskesmas dan tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori.Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemanfaatan puskesmas, tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori.Saran untuk masyarakat diharapkan untuk terus memanfaatkan secara maksimal fungsi dari puskesmas serta memiliki kepedulian dan partisipasi aktif disaat ada kegiatan dari pihak puskesmas. Kata kunci: Pengetahuan, sikap, pendapatan keluarga, pemanfaatan puskesmas  ABSTRACTKnowledge of puskesmas will influence people's behavior in utilizing puskesmas services. Knowledge is very important because the existence of knowledge owned by the community will form an attitude that will be followed by the act of choosing good health services. The purpose of this study was to analyze the relationship of knowledge, attitudes and income with the use of health centers by the community of Kima Bajo Village, Wori District. This study uses an analytical survey method with a cross sectional approach. The location of the study was conducted in Kima Bajo Village in September - October 2018. The population was 267 families, a sample of 160 respondents. Sampling uses non probability sampling techniques by using sampling techniques by means of sample quotas. The measuring instrument used is a questionnaire. Data analysis using Chi-Square test and Fisher Exact test with a value of α = 0.05. The results of the study showed that there was a relationship between knowledge and attitudes with the use of puskesmas and there was no relationship between family income and the use of puskesmas in Kima Bajo Village, Wori District. Kima Bajo Wori Subdistrict. Suggestions for the community are expected to continue to make maximum use of the functions of the puskesmas and have care and active participation when there are activities from the puskesmas.  Keywords: Knowledge, attitudes, family income, utilization of public health center
KUALITAS JASA PELAYANAN DAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SORONG Wafom, Yohana; Tucunan, Ardiansa A.T.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap warga Negara berhak atas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, tanpa adanya diskriminasi serta berhak untuk menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan untuk dirinya, sesuai dengan UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Oleh karena itu, hak hidup sehat setiap warganya menjadi kewajiban serta tanggung jawab pemerintah yang kemudian direliasasikan melalui jaminan kesehatan bagi seluruh warga. Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan publik yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan mealui kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat harus mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu. Rendahnya suatu mutu pelayanan rumah sakit akan berpengaruh pada ketidakpuasan pasien terhadap mutu pelayanan yang dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diberikan rumah sakit (Pohan, 2012). Tujuan umum diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kualitas jasa pelayanan dan kepuasaan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif yang bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional study . Populasi penelitian ini berjumlah 7571 pasien, dengan menggunakan Sampel yaitu 95,6 yang dibulatkan menjadi 100 responden. . Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara, kuesioner dan data sekunder diperoleh dari profil Rumah Sakit. Hasil di analisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penilitian kualitas jasa pelayanan dan kepuasan pasien di RSUD Kabupaten Sorong menunjukan bahwa kualitas jasa pelayanan dan kepuasan pasien berada pada kategori baik/puas.Kata kunci : Kualitas Jasa Pelayanan, Kepuasan PasienABSTRACT Every citizen is entitled to access quality health care and affordable, without any discrimination and entitled to self-determination of health services needed for him, in accordance with Law no. 36 of 2009 on Health. Therefore, the right to healthy living of every citizen becomes the obligation and the responsibility of the government which is then studied through health insurance for all citizens. Hospitals as one of the public service institutions that are influenced by the development of health science through technological progress, and the socio-economic life of the society must be able to improve the quality of service. The low quality of hospital services will affect the patient's dissatisfaction with the quality of service influenced by the quality of service provided by the hospital (Pohan, 2012). The general purpose of this research is to find out whether there is a relationship between service quality and satisfaction of inpatients at Sorong District General Hospital. This research uses Quantitative Method which is an analytic survey with cross sectional study approach. The population of this study amounted to 7571 patients, using a sample of 95.6 rounded to 100 respondents. . Data collection was obtained from the primary data through interviews, questionnaires and secondary data obtained from the Hospital profile. The results were analyzed using Chi-Square test. The result of study of service quality and patient satisfaction in Sorong District General Hospital shows that service quality and patient satisfaction are in good / satisfied category.Key word: Service Quality, Patient Satisfaction
ANALISIS PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) UNTUK PELAYANAN BAYI DI PUSKESMAS LOLAK KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Bangsawan, Astrid K.; Rumayar, Adisti A.; Tucunan, Ardiansa A. T.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan bayi adalah pelayanan untuk anak yang berumur 29 hari – 11 bulan. Setiap bayi memperoleh pelayanan minimal empat kali yaitu satu kali pada umur 29 hari – 3 bulan, satu kali pada umur 3 – 6 bulan, satu kali pada umur 6 - 9 bulan, dan satu kali pada umur 9 – 11 bulan. Standar pelayanan minimal untuk pelayanan bayi di Puskesmas Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow pada tahun 2016 adalah 69,05% masih dibawah persentase yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 741 Tahun 2008 yaitu 90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penerapan standar pelayanan minimal untuk pelayanan bayi di Puskesmas Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 4 informan. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancaran mendalam dan hasilnya direkam dengan voice recorder. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Hasil yang didapatkan menunjukkan pelaksanaan penerapan standar pelayanan minimal untuk pelayanan bayi di Puskesmas Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 741 Tahun 2008, karena masih banyak program-program belum dilaksanakan dengan baik. Program–program tersebut yaitu: Pelatihan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) anak dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), Pemantauan pasca pelatihan SDIDTK dan MTBS, pelayanan kesehatan bayi sesuai standar di fasilitas kesehatan, pelayanan rujukan, pembahasan audit kematian dan kesakitan bayi, dan pelayanan kunjungan rumah bagi yang tidak datang kefasilitas kesehatan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu program-program pelayanan bayi sudah dilaksanakan oleh petugas kesehatan, tetapi belum berjalan dengan baik sehingga tidak memenuhi presentase yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 741 Tahun 2008.Kata Kunci: Standar Pelayanan Minimal, Pelayanan BayiABSTRACTInfant care is a service for children aged 29 days - 11 months. Each infant receives service at least four times once a day at 29 days - 3 months, once at 3 - 6 months, once at 6 - 9 months, and once at 9 - 11 months. The minimum service standard for infant care in Puskesmas Lolak Bolaang Mongondow District in 2016 is 69.05% still below the percentage determined by the Regulation of the Minister of Health RI No. 741 Year 2008 is 90%. This study aims to determine the implementation of minimum service standards for infant care in Puskesmas Lolak Bolaang Mongondow District. This research is descriptive qualitative. The number of informants in this study are 4 informants. Data collection through in-depth interviews was conducted using an in-depth interview guide and the results were recorded with a voice recorder. Verification of data validity using source triangulation and method triangulation. The results show that the implementation of minimum service standards for infant care in Puskesmas Lolak Bolaang Mongondow District still not in accordance with the Minister of Health RI Regulation no. 741 Year 2008, because there are still many programs not implemented properly. These programs are: Stimulation Training Early Detection and Intervention (SDIDTK) child Growth and Integrated Management of Childhood Illness (MTBS), post training monitoring SDIDTK and MTBS, infant health care in health facilities according to standards, referral services, auditing discussion of infant mortality and morbidity, and care home visits for those who do not come to the health facilities. The conclusion in this research is that infant service programs have been implemented by health workers, but not yet run well so that does not meet the percentage stipulated by the Minister of Health Regulation no. 741 Year 2008.Keywords: Minimum Service Standards, Infant Care
EKSTRAKSI KOMPONEN ANTIOKSIDAN TEPUNG KOMPOSIT BERBASIS PISANG GOROHO DAN LABU KUNING DENGAN BANTUAN ULTRASONIK Pasanda, Immanuel M.; Suryanto, Edi; Rumayar, Adisti A.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.1.2019.27917

Abstract

ABSTRAK Tanaman-tanaman lokal yang mengandung antioksidan, yaitu pisang goroho dan labu kuning, digunakan untuk mengembangkan tepung komposit.  Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi efek pencampuran tepung pisang goroho dengan tepung labu kuning terhadap kandungan fitokimia antioksidan (total fenolik dan beta karoten) dan kapasitas antioksidan (kemampuan menangkal radikal DPPH dan daya reduksi) dari tepung komposit yang dihasilkan dengan menggunakan bantuan ultrasonik pada tahapan ekstraksi. Formulasi tepung komposit yang digunakan (tepung pisang goroho:tepung labu kuning) adalah 75:25, 50:50, dan 25:75. Kandungan total fenolik tepung komposit berkisar antara 98,2- 78,8 mg/kg GAE, dan kandungan beta karoten tepung komposit berkisar antara 186,1-497,8 µg/g. Hasil penelitian menunjukkaan peningkatan  kandungan fitokimia antioksidan dan kapasitas antioksidan pada tepung komposit terjadi dengan meningkatnya proporsi tepung labu kuning. ABSTRACT Locally grown crops with antioxidant content i.e. goroho plantain dan yellow pumpkin were used to develop composite flours. The current study aimed to investigate the effect of mixing goroho plantain flour with yellow pumpkin flour on phytochemical content (total phenolic and beta carotene) and antioxidant capacity (DPPH assay and reducing power assay) of developed composite flours, assisted by ultrasound in the extraction step. Flour formulations (goroho plantain flour: yellow pumpkin flour) used were 75:25, 50:50, and 25:75.  Total phenolic content of composite flours ranged from 98.2-178.8 mg/kg GAE, and beta carotene content of composite flours ranged from 186,1-497,8 µg/g. The study showed that increased in phytochemical antioxidant content and antioxidant capacity of composite flours were due to increasing in yellow pumpkin flour proportion in composite flour. 
HUBUNGAN KUALITAS JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS MOPUYA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Pratiwi, Cilvia Debi; Rumayar, Adisti A.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas adalah suatu unit pelayanan kesehatan yang merupakan ujung tombak dalam bidang kesehatan dasar. Pelayanan Puskesmas yang berkualitas akan menjadi salah satu faktor penentu upaya peningkatan status kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan antara kualitas jasa pelayanan dan kepuasan pasien di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Waktu penelitian ini bulan Oktober- Desember 2018. Penelitian dilakukan di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 responden rawat jalan di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data berupa univariat dan bivariat, uji statistik menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan = 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas jasa pelayanan kesehatan yang terdiri dari lima dimensi yaitu kehandalan (Reliability) ada hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,016. Dimensi jaminan (Assurance)  ada hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,020. dimensi bukti fisik (Tangibles) ada hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,050. Dimensi empati (Empathy)  antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,052. Dimensi ketanggapan (Responsiveness) ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,03.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat  hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Bagi Puskesmas Mopuya diharapkan untuk  meningkatkan kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan melakukan survei kepuasan pasien.  Kata Kunci : Kualitas Jasa Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien  ABSTRACT Puskesmas is a health service unit that is the spearhead in the field of basic health. Quality Puskesmas services will be one of the determinants of efforts to improve public health status.The purpose of this study was to determine the relationship between service quality and patient satisfaction in Mopuya Health Center, Dumoga Utara Subdistrict, Bolaang Mongondow District. This study used an analytical survey method using a cross sectional study approach. The time of this study was from October to December 2018. The study was conducted at the Mopuya Health Center in North Dumoga District, Bolaang Mongondow District. The sample in this study were 89 respondents outpatient in Mopuya Health Center, Dumoga Utara Subdistrict, Bolaang Mongondow District. The research instrument used a questionnaire. Analysis of data in the form of univariate and bivariate, statistical tests using Chi-square test with a confidence level = 95%.The results showed that the quality of health services consisting of five dimensions, namely reliability, there is a relationship between the quality of health care services and patient satisfaction with a value of p value = 0.016. The guarantee dimension (Assurance) has a relationship between the quality of health services and patient satisfaction with a p value = 0.020. physical evidence dimension (Tangibles) there is a relationship between the quality of health care services and patient satisfaction with a p value = 0.050. Empathy dimension between the quality of health services and patient satisfaction with a p value = 0.052. The dimension of responsiveness (Responsiveness) has a relationship between the quality of health services and the satisfaction of patients with a p value = 0.03.The conclusion of this study is that there is a relationship between the quality of health services and patient satisfaction in Mopuya Health Center, Dumoga Utara District, Bolaang Mongondow District. Mopuya Health Center is expected to improve the quality of health services by conducting a patient satisfaction survey.  Keywords : Quality Of Health Services, Patient Satisfact