Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DETERMINASI MOTIVASI WISATAWAN ADVENTURE SEEKER PADA AKTIVITAS HIKING DI GUNUNG PAPANDAYAN, GARUT Kayla Balqis; Naila Aprilia Harahap; Prisi Patika Sundayani; Maulia Depriya Kembara
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.203

Abstract

Artikel ini berisi tentang kajian mengenai dampak adanya perkembangan pariwisata di Labuan Bajo yang berkembang pesat karena menjadi pintu masuk ke Taman Nasional Komodo. Hal ini berdampak besar pada masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh baik dan buruk dari pertumbuhan sektor pariwisata terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode Studi Literatur, yaitu dengan mencari informasi dari berbagai jurnal terkait. Penelitian menunjukkan bahwa pariwisata telah meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka peluang kerja, dan memperbaiki infrastruktur. Namun, pertumbuhan ini juga membawa beberapa masalah, seperti perubahan budaya, kerusakan sumber daya alam, dan kesenjangan ekonomi. Maka, perlu merencanakan strategi pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan agar dapat mengurangi dampak buruk dan meningkatkan manfaat untuk penduduk setempat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi kepada pembaca agar lebih memperhatikan segala kebijakan terhadap perkembangan pariwisata yang akan berpengaruh pada berbagai aspek.
Engineering Fundamentals as a Vehicle for Integrity, Nationalism, and Ethical Character: A Conceptual Framework for Values-Based Engineering Education in Indonesia's National Curriculum Maulia Depriya Kembara; Jaka Warsihna; Rahmat Syehan
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.207

Abstract

Integrasi Dasar-Dasar Rekayasa (Engineering Fundamentals) ke dalam kurikulum nasional Indonesia merepresentasikan suatu pergeseran paradigma yang signifikan, yaitu dari pembelajaran berbasis konten menuju pendidikan berbasis kompetensi yang secara sengaja menumbuhkan integritas, etika, nasionalisme, dan inovasi. Studi konseptual-kualitatif ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review) dan analisis konseptual terhadap 55 artikel bereputasi internasional yang terindeks Scopus/Web of Science (Q1–Q2) periode 2019–2025, serta dokumen kebijakan nasional (Capaian Pembelajaran, Kemendikbudristek 2022; 2024). Penelitian ini mengonseptualisasikan enam komponen inti Dasar-Dasar Rekayasa, yaitu Berpikir Desain (Design Thinking), Berpikir Sistem (Systems Thinking), Kolaborasi Interdisipliner (Interdisciplinary Collaboration), Etika dan Tanggung Jawab Sosial (Ethics and Social Responsibility), Literasi Teknologi dan Digital (Technology and Digital Literacy), serta Refleksi dan Adaptasi (Reflection and Adaptation). Setiap komponen dipetakan secara operasional pada seluruh jenjang pendidikan (PAUD hingga SMA/SMK) dan dikaitkan secara eksplisit dengan delapan Dimensi Profil Lulusan. Analisis komparatif dengan kerangka pendidikan di Amerika Serikat (NGSS) dan Eropa (phenomenon-based learning) menunjukkan bahwa pendekatan Indonesia memiliki posisi yang unik dalam mengintegrasikan kompetensi teknis dengan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis, praktis, dan kebijakan dalam pengembangan model pendidikan teknik berbasis nilai yang bertujuan menghasilkan lulusan yang bertanggung jawab secara sosial, inovatif, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
Membaca dan Meraih Self-Efficacy: Satu Buku Seribu Kemungkinan Ujang Ruslan; Nunuy Nurjanah; Fatima Bolushova; Maulia Depriya Kembara
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.209

Abstract

Self-efficacy, atau keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam mencapai tujuan, merupakan faktor penting dalam pengembangan diri. Salah satu kebiasaan yang berkontribusi terhadap peningkatan self-efficacy adalah membaca. Artikel ini bertujuan untuk meneliti bagaimana kebiasaan membaca memengaruhi tingkat self-efficacy dan kepercayaan diri individu, serta mengeksplorasi genre bacaan yang paling berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden untuk mengukur hubungan antara frekuensi membaca dan self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki kebiasaan membaca secara teratur cenderung memiliki tingkat self-efficacy yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa membaca bukan hanya sekadar aktivitas hiburan, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun keyakinan diri dan meningkatkan kepercayaan diri. Oleh karena itu, membudayakan kebiasaan membaca dapat menjadi strategi yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan untuk meningkatkan self- efficacy individu.
Digital Reading Platforms as Social Engineering Tools in Education: Examining the Relationship Between Platform-Based Literacy Scores and National Academic Achievement in Indonesian Schools Rahmat Syehani; Maulia Depriya Kembara
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.210

Abstract

Platform membaca digital semakin berfungsi sebagai instrumen rekayasa sosial dalam pendidikan dengan membentuk perilaku membaca peserta didik melalui konten berjenjang, pemeriksaan pemahaman otomatis, dan umpan balik kinerja kumulatif. Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah rekayasa literasi berbasis platform berhubungan dengan capaian akademik pada instrumen penilaian terstandar pemerintah, menggunakan School Reading System (SRS) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bidang bahasa sebagai objek kajian. Penelitian menggunakan desain korelasional ex post facto terhadap data 164 peserta didik yang terdiri atas jenjang sekolah dasar (n = 87) dan sekolah menengah (n = 77) dari empat sekolah Islam swasta di Indonesia. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara skor SRS dan TKA pada jenjang sekolah dasar (r = 0,27; p = 0,012) serta sekolah menengah (r = 0,40; p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa rekayasa sosial literasi berbasis platform memiliki pengaruh parsial yang bergantung pada jenjang pendidikan terhadap capaian akademik di bidang bahasa. Temuan ini mengindikasikan bahwa platform membaca digital dapat menjadi sarana pendukung yang efektif dalam pengembangan literasi, meskipun belum dapat menggantikan kompetensi yang diukur melalui asesmen terstandar formal. Dengan demikian, pemanfaatan platform digital lebih tepat diposisikan sebagai penguat proses pembelajaran daripada pengganti evaluasi akademik konvensional. Penelitian ini juga membahas implikasi kebijakan dan implementasi bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Dataset yang digunakan juga dianalisis dalam studi psikometrik pendamping yang diajukan secara terpisah (Syehani & Kembara, under review).
Immersive Virtual Reality Storytelling to Enhance Speaking Fluency, Narrative Skills, and Engagement in Second Language Education Aprin Wahyu Wijayanti; Maulia Depriya Kembara; Arjulayana Arjulayana
Global Education : International Journal of Educational Sciences and Languages Vol. 1 No. 4 (2024): November: Global Education : International Journal of Educational Sciences and
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/globaleducation.v1i4.303

Abstract

This research explores the use of Virtual Reality (VR) storytelling in language learning, focusing on its impact on speaking fluency, narrative skills, and student engagement. As traditional language teaching methods often face challenges such as limited speaking practice and learner anxiety, VR offers a promising alternative by creating immersive, interactive environments that encourage active participation. The objective of the study was to investigate the effectiveness of VR storytelling in enhancing these language skills, particularly in second language learners. The study utilized an action research methodology, involving language learners who participated in VR-based storytelling interventions. Pre- and post-assessments, along with surveys and student feedback, were used to evaluate speaking fluency, narrative construction, and overall engagement. The findings indicated significant improvements in all three areas, with students reporting increased confidence, reduced anxiety, and enhanced motivation to engage with the language. The use of VR not only improved grammatical and lexical aspects of speaking but also fostered creativity and coherence in storytelling. These results support the potential of VR to transform traditional language education by providing an engaging, low-pressure environment for learners. The study concludes by recommending the integration of VR in language classrooms to enhance language acquisition and suggests further exploration into long-term effects and content diversity.
Peran Sekolah dalam Membangun Kompetensi 6C: Sebuah Kajian Literatur Tita Setiawati; Syihabuddin Syihabuddin; Maulia Depriya Kembara
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 12 No. 1 (2026): Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/v12i1.10256

Abstract

Kompetensi 6C abad 21 penting dimiliki oleh siswa sebagai generasi muda penerus bangsa, agar siswa dapat menghadapi berbagai permasalahan serta tantangan-tantangan global yang semakin ke sini semakin kompleks. Kompetensi 6C abad 21 terdiri dari communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), computational thinking (berpikir komputasional), serta compassion skills (kemampuan berempati). Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai peran sekolah dalam membangun kompetensi 6C. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian literatur dengan mengkaji 8 artikel terkait. Data-data yang dikumpulkan merupakan data-data relevan yang diperoleh dari penelitian sebelumnya yaitu pada rentang waktu 10 tahun terakhir (2014 hingga 2024) dengan bantuan aplikasi publish or perish. Beberapa peran sekolah dalam membangun kompetensi 6C diantaranya: (1) meningkatkan profesionalisme guru, (2) mengintegrasikan kompetensi 6C ke dalam pembelajaran, serta (3) merancang pembelajaran yang mendukung terlaksananya kompetensi 6C di lingkungan sekolah
Scoping Review: Pemetaan Model Pelatihan Profesional Digital untuk Guru Pendidikan Jasmani Abduh Rohmani; Bambang Abduljabar; Cica Yulia; Nandang Rusmana; Maulia Depriya Kembara
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 5 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jvge4h15

Abstract

The study aims to identify and classify digital professional training models used for Physical Education (PJOK) educators. This study follows the framework formulated by Arksey & O'Malley and Levac et al., and is structured based on PRISMA-ScR provisions. A literature search was conducted through the Scopus database for the period 2020-2025 by utilizing a combination of keywords related to sports, teacher professional development, and digital technology. Article selection included the removal of duplicates, title and abstract checks, and full-text reading. Data collection was carried out using a standardized charting form. From 18 articles that met the criteria, it was revealed that technologies such as VR/AR, wearable devices, motion sensors, gamification, and online learning platforms can improve the quality of teaching practices and several aspects of learning outcomes, requiring collaboration with teachers, and equipped with ongoing training and technical support. Most studies still face limitations in the form of quasi-experimental designs, small sample sizes, short intervention durations, reliance on self-reports, and minimal long-term measurements. Challenges in implementation were also identified, such as varying levels of teacher digital readiness and lack of infrastructure. This study demonstrates that digital professional training has significant potential to support changes in learning. Further research is needed to strengthen policies and formulate effective and sustainable models. Keywords: Digital Training, Physical Education, Teacher Professional Development