Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DETERMINASI MOTIVASI WISATAWAN ADVENTURE SEEKER PADA AKTIVITAS HIKING DI GUNUNG PAPANDAYAN, GARUT Kayla Balqis; Naila Aprilia Harahap; Prisi Patika Sundayani; Maulia Depriya Kembara
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.203

Abstract

Artikel ini berisi tentang kajian mengenai dampak adanya perkembangan pariwisata di Labuan Bajo yang berkembang pesat karena menjadi pintu masuk ke Taman Nasional Komodo. Hal ini berdampak besar pada masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh baik dan buruk dari pertumbuhan sektor pariwisata terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode Studi Literatur, yaitu dengan mencari informasi dari berbagai jurnal terkait. Penelitian menunjukkan bahwa pariwisata telah meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka peluang kerja, dan memperbaiki infrastruktur. Namun, pertumbuhan ini juga membawa beberapa masalah, seperti perubahan budaya, kerusakan sumber daya alam, dan kesenjangan ekonomi. Maka, perlu merencanakan strategi pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan agar dapat mengurangi dampak buruk dan meningkatkan manfaat untuk penduduk setempat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi kepada pembaca agar lebih memperhatikan segala kebijakan terhadap perkembangan pariwisata yang akan berpengaruh pada berbagai aspek.
Engineering Fundamentals as a Vehicle for Integrity, Nationalism, and Ethical Character: A Conceptual Framework for Values-Based Engineering Education in Indonesia's National Curriculum Maulia Depriya Kembara; Jaka Warsihna; Rahmat Syehan
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.207

Abstract

Integrasi Dasar-Dasar Rekayasa (Engineering Fundamentals) ke dalam kurikulum nasional Indonesia merepresentasikan suatu pergeseran paradigma yang signifikan, yaitu dari pembelajaran berbasis konten menuju pendidikan berbasis kompetensi yang secara sengaja menumbuhkan integritas, etika, nasionalisme, dan inovasi. Studi konseptual-kualitatif ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review) dan analisis konseptual terhadap 55 artikel bereputasi internasional yang terindeks Scopus/Web of Science (Q1–Q2) periode 2019–2025, serta dokumen kebijakan nasional (Capaian Pembelajaran, Kemendikbudristek 2022; 2024). Penelitian ini mengonseptualisasikan enam komponen inti Dasar-Dasar Rekayasa, yaitu Berpikir Desain (Design Thinking), Berpikir Sistem (Systems Thinking), Kolaborasi Interdisipliner (Interdisciplinary Collaboration), Etika dan Tanggung Jawab Sosial (Ethics and Social Responsibility), Literasi Teknologi dan Digital (Technology and Digital Literacy), serta Refleksi dan Adaptasi (Reflection and Adaptation). Setiap komponen dipetakan secara operasional pada seluruh jenjang pendidikan (PAUD hingga SMA/SMK) dan dikaitkan secara eksplisit dengan delapan Dimensi Profil Lulusan. Analisis komparatif dengan kerangka pendidikan di Amerika Serikat (NGSS) dan Eropa (phenomenon-based learning) menunjukkan bahwa pendekatan Indonesia memiliki posisi yang unik dalam mengintegrasikan kompetensi teknis dengan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis, praktis, dan kebijakan dalam pengembangan model pendidikan teknik berbasis nilai yang bertujuan menghasilkan lulusan yang bertanggung jawab secara sosial, inovatif, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
Membaca dan Meraih Self-Efficacy: Satu Buku Seribu Kemungkinan Ujang Ruslan; Nunuy Nurjanah; Fatima Bolushova; Maulia Depriya Kembara
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.209

Abstract

Self-efficacy, atau keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam mencapai tujuan, merupakan faktor penting dalam pengembangan diri. Salah satu kebiasaan yang berkontribusi terhadap peningkatan self-efficacy adalah membaca. Artikel ini bertujuan untuk meneliti bagaimana kebiasaan membaca memengaruhi tingkat self-efficacy dan kepercayaan diri individu, serta mengeksplorasi genre bacaan yang paling berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden untuk mengukur hubungan antara frekuensi membaca dan self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki kebiasaan membaca secara teratur cenderung memiliki tingkat self-efficacy yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa membaca bukan hanya sekadar aktivitas hiburan, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun keyakinan diri dan meningkatkan kepercayaan diri. Oleh karena itu, membudayakan kebiasaan membaca dapat menjadi strategi yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan untuk meningkatkan self- efficacy individu.
Digital Reading Platforms as Social Engineering Tools in Education: Examining the Relationship Between Platform-Based Literacy Scores and National Academic Achievement in Indonesian Schools Rahmat Syehani; Maulia Depriya Kembara
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 5 No 1 (2026): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu (Juni 2026)
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v5i1.210

Abstract

Platform membaca digital semakin berfungsi sebagai instrumen rekayasa sosial dalam pendidikan dengan membentuk perilaku membaca peserta didik melalui konten berjenjang, pemeriksaan pemahaman otomatis, dan umpan balik kinerja kumulatif. Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah rekayasa literasi berbasis platform berhubungan dengan capaian akademik pada instrumen penilaian terstandar pemerintah, menggunakan School Reading System (SRS) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bidang bahasa sebagai objek kajian. Penelitian menggunakan desain korelasional ex post facto terhadap data 164 peserta didik yang terdiri atas jenjang sekolah dasar (n = 87) dan sekolah menengah (n = 77) dari empat sekolah Islam swasta di Indonesia. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara skor SRS dan TKA pada jenjang sekolah dasar (r = 0,27; p = 0,012) serta sekolah menengah (r = 0,40; p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa rekayasa sosial literasi berbasis platform memiliki pengaruh parsial yang bergantung pada jenjang pendidikan terhadap capaian akademik di bidang bahasa. Temuan ini mengindikasikan bahwa platform membaca digital dapat menjadi sarana pendukung yang efektif dalam pengembangan literasi, meskipun belum dapat menggantikan kompetensi yang diukur melalui asesmen terstandar formal. Dengan demikian, pemanfaatan platform digital lebih tepat diposisikan sebagai penguat proses pembelajaran daripada pengganti evaluasi akademik konvensional. Penelitian ini juga membahas implikasi kebijakan dan implementasi bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Dataset yang digunakan juga dianalisis dalam studi psikometrik pendamping yang diajukan secara terpisah (Syehani & Kembara, under review).