Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Perawat di IGD RS Hermina Depok Astari, Mestikarini; Jak, Yanuar; Sumijatun, Sumijatun
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i4.339

Abstract

Tenaga perawat merupakan fondasi penting dalam sistem pelayanan kesehatan, dan kinerjanya sangat menentukan mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat IGD RS Hermina Depok yang berjumlah 32 orang. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, sementara data sekunder berupa data Key Performance Indicator (KPI) dari rumah sakit. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa perawat di IGD RS Hermina Depok mayoritas memiliki beban kerja ringan (56,25%) dan tingkat stres kerja ringan (68,75%), dengan sebagian besar kinerja berada pada kategori baik (90,63%). Uji hipotesis menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p-value = 0,001). Demikian pula, stres kerja juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p-value = 0,004). Secara bersama-sama, beban kerja dan stres kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat, dengan kontribusi sebesar 50,7% variasi kinerja dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut (R2 = 0,507). Hasil ini mengindikasikan bahwa manajemen beban kerja dan stres yang efektif sangat krusial untuk mempertahankan kinerja perawat yang optimal di lingkungan kerja yang menuntut seperti IGD.
Pengaruh Beban Kerja, Komitmen, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Dokter Spesialis Dalam Pengisian Rekam Medis Elektronik di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk III Hoegeng Imam Santoso Banjarmasin Krisdarmanto, Rizal Akbar; sumijatun, Sumijatun; Ismaya, Sakti Brata
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v11i2.6723

Abstract

Abstrak Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan sistem digital bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan, akurasi pencatatan, dan kemudahan akses informasi bagi tenaga medis yang digunakan untuk mengelola data kesehatan pasien secara terintegrasi. Ketidaklengkapan dalam pengisian RME menjadi salah satu masalah yang belum teratasi sampai saat ini. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024 sampai Februari 2025 dengan tujuan menganalisis pengaruh beban kerja, komitmen, dan kepuasan kerja terhadap kinerja dokter spesialis dalam pengisian RME di instalasi rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk.III Hoegeng Imam Santoso Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan 25 responden pengguna RME. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pengisian kuesioner. Mayoritas responden berusia 40-50 tahun dan seluruhnya adalah dokter spesialis berstatus mitra. Hasil univariat menunjukkan bahwa responden mempunyai beban kerja rendah (60%), komitmen rendah (56%) , kepuasan kerja tinggi (60%) dan kinerja tinggi (64%) . Hasil bivariat dengan menggunakan uji chi square menyatakan bahwa beban kerja memengaruhi kinerja (0.00 kurang dari 0.05), komitmen memengaruhi kinerja (0.013 kuramg dari 0.05) dan kepuasan kerja memengaruhi kinerja (0.004 kurang dari 0,05). Pada multivariat dengan menggunakan regresi logistik berganda menunjukkan bahwa beban kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh pada kinerja. Rekomendasi dari penelitian ini adalah mengurangi beban kerja dokter spesialis dalam tugas administrasinya Kata kunci : beban kerja, komitmen, kepuasan. kinerja, RME
Hubungan Antara Ketersediaan, Pelayanan Informasi dan Persepsi Waktu Tunggu Obat dengan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang Oktavia, Robyana; Indrawati, Lili; Sumijatun, Sumijatun
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i1.1482

Abstract

Instalasi farmasi merupakan unit pelaksana fungsional yang menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Namun, dalam praktiknya, pelayanan farmasi di Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antar ketersediaan, pelayanan informasi dan waktu tunggu obat terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dalam penelitian ini digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang pasien rawat jalan Instalasi Farmasi RS Mitra Husada Tangerang, dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ketersediaan obat menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi kepuasan pasien (p-value: 0,000); (2) Pelayanan informasi obat meningkatkan pemahaman, kepercayaan, dan kenyamanan pasien (p-value: 0,033); (3) Waktu tunggu resep yang cepat berhubungan positif dengan kepuasan pasien (p-value: 0,000); (4) Ketiga variabel bersama mampu menjelaskan sebagian besar kepuasan pasien, menegaskan pentingnya manajemen farmasi yang terintegrasi (p-value: 0,000). Analisis menunjukkan bahwa kepuasan pasien dipengaruhi kuat oleh ketersediaan obat, pelayanan informasi obat, dan waktu tunggu (R = 0,759), dengan kontribusi 57,6%. Faktor dominan adalah ketersediaan obat (41,5%), disusul waktu tunggu (37,2%) dan pelayanan informasi obat (30,2%), sehingga ketersediaan obat menjadi aspek utama dalam menentukan kualitas pelayanan.
The Influence Of Work Environment, Compensation, Workload, And Career Development On The Performance Of Nurses At Bethesda Hospital Wonosari, Special Region Of Yogyakarta In 2025 Widyaningsih, Widyaningsih; Sumijatun, Sumijatun; Andarusito, Nurcahyo; Marliana, Thika
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 1 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i1.7227

Abstract

The presence of nurses as human resources is a valuable asset for the sustainability of the hospital, which needs attention so they can work optimally. An initial survey at RS Bethesda Wonosari DIY found that very few nurses performed at a level categorized as competent according to the hospital's expectations. This research was conducted in December 2024, aiming to analyze the factors influencing nurse performance at RS Bethesda Wonosari DIY using a quantitative design and a cross-sectional approach. The respondents in this study are all 50 nurses. Primary data collection was conducted through the distribution of questionnaires that had been tested on 30 people at RS Panti Waluyo Solo. The univariate results show that the majority of respondents are female, have an Associate's degree in Nursing, are of productive age, and have less than 5 years of work experience. The lowest achievements obtained from the variables studied: work environment (73.5%), provision of new information (73%), performance bonuses for employees (46%), work for patient safety (79%), fully responsible nursing care (52.5%), completion of work according to targets (74.5%). Completion of work on time (76.5%) and communication with superiors (67.5%). The bivariate results show that the variables positively affecting nurse performance are workload (p: 0.002), work environment (p: 0.002), and career development (p: 0.005), each with a very weak influence, while the variable that does not have an effect is compensation (p: 0.173). The multivariate results indicate that workload, work environment, compensation, and career development collectively have a significant impact on nurse performance (p: 0.001), with the most influential factor being workload (β) 0.623 (p: 0.017). The recommendation from this study is that the workload of nurses needs to be balanced, fair, and evenly distributed to avoid fatigue, improve workspace layout, provide bonuses for outstanding nurses, increase responsibility in nursing care, and for management to allocate time for discussions with nurses regarding career development programs.
Analysis of Factors Influencing Compliance with Electronic Medical Record Documentation by Nurses and Midwives in the Inpatient Department of Siloam Hospital Bangka Winardi, Novia; Sumijatun, Sumijatun; Nugroho, Dedy; Marliana, Thika
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 2 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i2.7234

Abstract

Documentation using Electronic Medical Records (EMR) significantly improves the quality of patient medical record completion. Siloam Hospital Bangka has implemented EMR; however, several challenges have arisen in its application within the inpatient department. This study aims to analyze the factors influencing compliance with EMR documentation among nurses and midwives in the inpatient department, focusing on aspects of knowledge, motivation, supervision, and infrastructure availability. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consists of 33 nurses and midwives in the inpatient department, selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and an audit observation checklist of inpatient medical records during the period from January 15 to January 22, 2025. Fisher’s exact test and multiple logistic regression were used to determine the dominant variables influencing documentation compliance. The research results indicate a significant relationship between knowledge (p-value = 0.000; OR = 184.000) and supervision (p-value = 0.000; OR = 46.000) with nurses and midwifes compliance in documentation. However, no significant relationship was found between motivation or infrastructure availability and documentation compliance. This study concludes that documentation compliance is influenced by knowledge and supervision, with knowledge being the most dominant factor. Since documentation compliance in electronic medical records supports the quality of healthcare services at Siloam Hospital Bangka, the hospital is recommended to implement regular training programs on the use of electronic medical records.
The Effect of Workload, Occupational Stress, and Work Motivation on Nurse Performance in The Surgical Inpatient Unit at Dr. Ramelan Hospital Surabaya Arif Fauzi, Mohamad; Sumijatun, Sumijatun; Nuraini, Ani; Peristika Didayana, Andan
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v6i1.579

Abstract

This study aims to analyze the effect of workload, job stress, and work motivation on nurse performance in the surgical inpatient ward of RSPAL dr. Ramelan Surabaya in 2025. Nurses in surgical units face high job demands, physical and psychological pressure, and shift work systems that may affect the quality of nursing services. Excessive workload may increase job stress, while work motivation serves as an important driving factor in maintaining optimal performance. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The population consisted of all nurses working in the surgical inpatient ward, with samples selected through random sampling. Data were collected using structured questionnaires measuring workload, job stress, work motivation, and nurse performance. Multiple linear regression analysis was applied to determine both partial and simultaneous effects among variables. The results indicate that workload and job stress significantly influence nurse performance, while work motivation has a positive effect in improving performance. Simultaneously, these three variables contribute to changes in nurse performance. The study concludes that hospital management should optimize workload distribution, reduce job stress, and enhance motivation through organizational support and professional development programs.
Hubungan Sistem Jenjang Karir Terhadap Motivasi Kerja Perawat Di Rsud Balaraja Imelda, Jessica Renata; Hariyati, Tutik Sri; Sumijatun, Sumijatun
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.7924

Abstract

ABSTRAK Motivasi kerja perawat merupakan komponen kunci dalam memastikan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satu aspek yang dapat meningkatkan motivasi tersebut adalah keberadaan sistem jenjang karir, yakni suatu skema pengembangan profesional yang memberikan arah, struktur, serta peluang kenaikan jabatan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan pengalaman individu. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk apresiasi atas capaian profesional, tetapi juga sebagai pendorong semangat kerja dan kepuasan melalui kejelasan jalur karir serta kesempatan berkembang secara berkesinambungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan seluruh perawat pelaksana di RSUD Balaraja sebagai populasi. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus slovin dengan margin of error 5%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 172 responden dari populasi perawat. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup, dan data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat mayoritas berusia 30-40 tahun (44,8%), berjenis kelamin Perempuan (65,1%), berpendidikan DIII Keperawatan (51,2%) dengan lama kerja 2-9 tahun (75,6%), dan miliki sistem jenjang karir PK II (52,3%). Perawat yang memiliki sistem jenjang karir baik (49,4%) dan motivasi kerja baik (50%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi kerja (p sama dengan 0,001). Hasil uji bivariat terhadap sub variabel pengembangan karir, penghargaan, pengakuan, promosi tantangan dengan motivasi kerja menunjukkan variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi kerja (p sama dengan 0,001). Kesimpulan dari penelitian adalah sistem jenjang karir berhubungan terhadap motivasi kerja perawat. Disarankan agar menyusun program pengembangan profesional berkelanjutan (CPD) dan menyusun regulasi tentang sistem jenjang karir perawat dengan bekerja sama dengan bidang keperawatan dan memfasilitasi forum diskusi atau pertemuan rutin antara perawat, manajemen, dan komite untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem jenjang karir. Kata kunci: Sistem Jenjang Karir, Motivasi Kerja Perawat
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Dengan Motivasi Karyawan Sebagai Variabel Intervening Di RSKIA Sukma Bunda Tahun 2025 Naldi, Efriza; Jak, Yanuar; Sumijatun, Sumijatun
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.7917

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan pelayanan rumah sakit sangat bergantung pada kinerja karyawan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan, dengan motivasi sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 78 karyawan RSKIA Sukma Bunda, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan analisis menggunakan path analysis. Berdasarkan pra-survei di RSKIA Sukma Bunda, ditemukan permasalahan terkait kurang terciptanya komunikasi antar karyawan, ketidakpuasan terhadap kompensasi, dan masih kurangnya promosi jabatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa capaian skor ideal variabel gaya kepemimpinan adalah 75,89% (kategori baik), kompensasi 67,11% (kategori baik), motivasi kerja 81,90% (kategori sangat baik), dan kinerja karyawan 75,69% (kategori baik). Secara statistik, gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi (β sama dengan 0,310 atau p sama dengan 0,009) dan kinerja (β sama dengan 0,216 atau p sama dengan 0,030). Kompensasi berpengaruh terhadap motivasi (β sama dengan 0,350 atau p sama dengan 0,003), namun tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja (β sama dengan 0,063 atau p sama dengan 0,527). Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja (β sama dengan 0,58 atau p sama dengan 0,000), serta memediasi pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja. Disarankan agar manajemen memperkuat gaya kepemimpinan transformasional dan demokratik, menyempurnakan sistem kompensasi yang adil, serta meningkatkan motivasi karyawan melalui penghargaan dan pengembangan karier. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Kompensasi, Motivasi, Kinerja.
Analisis Biaya Operasional Pengelolaan Laundry di Rumah Sakit Tk. Ii 04.05.01 dr. Soedjono Magelang Rahmanto, Ery; Sumijatun, Sumijatun; Sangadji, Ismail
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8141

Abstract

Pengelolaan laundry rumah sakit merupakan salah satu elemen penting dalam menjamin standar kebersihan, kenyamanan pasien, serta mencegah risiko infeksi HAIs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya operasional pengelolaan linen di Unit Laundry Rumah Sakit Tk. II.04.05.01 dr. Soedjono Magelang periode 2022–2024, dengan fokus pada penerapan cost control, kelengkapan dokumen, serta perbandingan biaya produksi dengan alokasi biaya operasional rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, serta analisis data sekunder biaya laundry, kemudian dilakukan triangulasi menggunakan analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema (Spradley, 1980). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya operasional laundry cenderung meningkat tiap tahun (Rp310 juta pada 2022, Rp350 juta pada 2023, dan Rp378 juta pada 2024), dengan proporsi pengeluaran melebihi standar industri (2–3% dari total biaya operasional rumah sakit). Biaya produksi per kilogram cucian juga menunjukkan kenaikan signifikan, meskipun terjadi penurunan efisiensi pada tahun 2023 yang kemudian sedikit membaik pada 2024. Penerapan cost control dan sistem dokumentasi sudah berjalan, tetapi masih belum optimal dalam mendukung monitoring dan pengendalian biaya secara efektif. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengelolaan linen di RS Tk. II.04.05.01 dr. Soedjono Magelang tergolong cukup efektif dari sisi kualitas layanan, tetapi masih belum efisien dalam penggunaan biaya. Disarankan adanya penguatan sistem cost control dengan memperhatikan buffer anggaran sehingga , perbaikan kelengkapan dokumen berbasis digital, serta otomatisasi terhadap mesin dan tenaga kerja agar biaya laundry dapat ditekan sesuai standar industri, tanpa mengurangi mutu layanan kebersihan rumah sakit. Kata kunci: biaya operasional, laundry rumah sakit, cost control, efisiensi, linen