Claim Missing Document
Check
Articles

Meneguhkan Spirit Kemaslahatan: Masjid, Pemberdayaan dan Transformasi Sosial Widianto, Ahmad Arif; Lutfiana, Rose Fitria
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 5 No. 1 (2021): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v5i1.36

Abstract

Government development programs often encounter obstacles, creating new problems in society. In this context, community empowerment initiatives emerged that took advantage of local institutions that were considered to have bargaining power and were effective in society. Mosques as part of social institutions are also proven capable of carrying out their social functions as facilitators of empowerment. This article aims to map how mosque-based empowerment models and their achievements so far. Through a literature review, this article sorts data from various articles published in 2010-2020 that discuss the topic of mosques and empowerment. This article shows that mosques have various social functions that can fill the void in the role of government in serving the needs of the community. Through their bargaining position, the mosque becomes an effective media or facilitator created social transformation. The models of empowerment by mosques are chosen based on the types of needs and conditions of the community including developing potential, strengthening and protecting the community. This strengthens the social function of mosques which are adaptive and responsive to social needs when government efforts are ineffective.
Penguatan Karakter Generasi Emas Indonesia Melalui Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Nabiilah, Lindiana Nada Salsabiil; Lutfiana, Rose Fitria; Widodo, Rohmad
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 10, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v10.n1.2025.pp31-42

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi P5 di SDN 2 Karangsari dapat membentuk karakter generasi emas pada peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat mengoptimalkan tenaga pendidik dalam mengimplementasikan P5 guna membentuk generasi emas Indonesia. Selain itu, dapat menjadi referensi tenaga pendidik untuk menerapkan implementasi P5 sebagai program penguatan karakter generasi emas. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di sejumlah sekolah yang melaksanakan program P5. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu Implementasi P5 yang dilakukan di SDN 2 Karangsari mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan melalui kegiatan Sampah Kita Menjadi Karyaku merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan peserta didik pentingnya pengelolaan sampah dengan pendekatan kreatif, yaitu mengubah limbah rumah tangga seperti plastik, kertas, dan kardus menjadi kerajinan tangan yang bernilai estetika dan ekonomis. Dalam konteks ini, P5 tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti critical thinking, creativity, collaboration, communication, character dan citizenship.Kegiatan "Sampah Kita Menjadi Karyaku" menunjukkan dampak positif yang signifikan. Tidak hanya kebersihan lingkungan sekolah meningkat, tetapi peserta didik juga memperoleh pengalaman berharga dalam mengelola sampah, berpikir kritis dan kreatif, mandiri serta gotong-royong.
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema Gaya Hidup Berkelanjutan di SMPN 5 Kota Malang Surbaningrum, Siti Raiza Dwi; Lutfiana, Rose Fitria; Ibrahim, M.Mansur
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i1.29749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan di SMPN 5 Kota Malang. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya menanamkan kesadaran keberlanjutan di kalangan peserta didik dan konsep student centered. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasu. Informan dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran PPKn, koordinator P5, waka kurikulum, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan dalam P5 memberikan pengalaman langsung bagi siswa, sehingga mereka tidak hanya memahami konsep gaya hidup berkelanjutan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan guru sebagai fasilitator dan dukungan dari sekolah menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini. Dengan dukungan yang lebih terstruktur, program ini berpotensi untuk membentuk profil pelajar Pancasila yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan.This study aims to analyze the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) with the theme of Sustainable Lifestyle at SMPN 5 Malang City. The background of this study focuses on the importance of instilling sustainability awareness among students and the student-centered concept. The method used in this study is a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentary studies. The informants in this study were PPKn subject teachers, P5 coordinators, curriculum vice principals, and students. The results of the study indicate that the project-based learning method applied in P5 provides direct experience for students, so that they not only understand the concept of sustainable lifestyle theoretically, but are also able to apply it in everyday life. The involvement of teachers as facilitators and support from the school are key factors in the success of this program. With more structured support, this program has the potential to shape the profile of Pancasila students who care about the environment and sustainability.
Analisis Karakter Gotong Royong Dalam Ekstrakurikuler Pramuka Budiono; Marhamah, Siti Hana Bahrul; Lutfiana, Rose Fitria
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 7 No 1 (2022): Volume 7, Nomor 1 - Juni 2022
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v7i1.7073

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakter gotong royong dalam ekstrakurikuler pramuka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggali secara menyeluruh dan mendalam tentang penanaman karakter gotong royong dalam kegiatan ekstrakurikular pramuka. Teknik analisis data menggunakan teknik Milles dan Hubberman yang terdiri dari pengambilan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan kemudian uji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi. Hasil penelitian yaitu (1) kegiatan pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang rutin diadakan setiap hari sabtu di Madrasah Tsanawiyah Darussalam; (2) penanaman karakter gotong royong dilakukan oleh Pembina pramuka pada saat pemberian materi (kognitif) dan saat praktik kegiatan pramuka (psikomotor); (3) metode yang digunakan dalam penanaman karakter gotong royong yaitu menggunakan sistem kelompok atau regu yang terdiri dari 4 – 5 peserta didik; dan (4) karakter gotong royong muncul dalam kegiatan ektrakurikuler pramuka meliputi sikap kerja sama, sikap tolong menolong, kekeluargaan, dan solidaritas. Pembentukan karakter gotong royong bagi peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Darussalam merupakan pembiasaan baik dari ekstrakurikuler pramuka yang diikuti.
Internalisasi Nilai-nilai Karakter Kearifan Lokal Tradisi Petik Laut 1 Suro Pantai Sipelot Agustina, Sherly; Syahri, Mohamad; Lutfiana, Rose Fitria
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 8 No 2 (2023): Volume 8, Nomor 2 - Desember 2023
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v8i2.9074

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis Tradisi Petik Laut 1 Suro di Pantai Sipelot Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi Penelitian dalam kajian ini yaitu Pantai Sipelot Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara kepada Kepala Desa Pujiharjo, Pengurus kegiatan Tradisi petik laut serta nelayan yang ikut serta dalam kegiatan petik laut dengan instrument penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara. Teknik analisis data yaitu, reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Makna Tradisi Petik Laut 1 Suro bagi masyarakat Desa Pujiharjo; (2) Ragam nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Petik Laut 1 Suro. Kesimpulan penelitian ini adalah Dalam tradisi petik laut di Pantai Sipelot Desa Pujiharjo, berupaya dalam membangun hubungan solidaritas serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat damai dan rukun. Nilai ragam kearifan lokal dalam yang terkandung dalam tradisi petik laut pantai sipelot yaitu nilai religious, nilai gotong royong, dan nilai sosial. Dalam prosesi tradisi petik laut diawali dengan pembuatan sesaji oleh sesepuh adat, dengan sesaji ditaruh dalam perahu kecil dengan berbagai jenis makanan serta sesaji lainnya untuk dilarungkan. Perahu kecil yang digunakan sebagai tempat sesaji disebut dengan gitik, perahu kecil yang dibuat seperti perahu nelayan tersebut dibuat oleh para masyarakat nelayan setempat. Perahu tersebut diisi dengan sesaji berbagai hasil bumi.
Pelatihan Konten Edukatif Berbasis Nilai Profetik Di Sekolah Putra, Candra Rahma Wijaya; Lutfiana, Rose Fitria
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i2.7069

Abstract

Kegiatan pengabdian ini berfokus pada masyarakat lingkungan sekolah, yaitu siswa MA Baitul Makmur Malang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan dan pengalaman positif siswa. Konten positif dimaksudkan dalam bentuk karya kreatif cerita pendek yang dipadukan dengan nilai profetik agama. Hal ini didasarkan atas kekhawatiran konten-koten negatif yang banyak bermunculan di media sosial. Metode yang digunakan adalah loka karya. Proses yang dilakukan antara lain, a) identifikasi masalahan sosial yang ditemui di sekitar siswa dan nilai agama yang relevan dalam pemecahan masalah tersebut, b) penulisan kerangka cerita berdasarkan ide cerita yang telah diperoleh, dan 3) pengembangan cerita menjadi cerita utuh. Kegiatan ini dilakukan secara luring dengan pendampingan intensif. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Produk akhir dari kegiatan ini berupa antologi cerpen bertema profetik. Buku kumpulan cerpen tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
Penguatan Karakter Generasi Emas Indonesia Melalui Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Nabiilah, Lindiana Nada Salsabiil; Lutfiana, Rose Fitria; Widodo, Rohmad
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 10 No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v10i1.10969

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi P5 di SDN 2 Karangsari dapat membentuk karakter generasi emas pada peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat mengoptimalkan tenaga pendidik dalam mengimplementasikan P5 guna membentuk generasi emas Indonesia. Selain itu, dapat menjadi referensi tenaga pendidik untuk menerapkan implementasi P5 sebagai program penguatan karakter generasi emas. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di sejumlah sekolah yang melaksanakan program P5. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu Implementasi P5 yang dilakukan di SDN 2 Karangsari mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan melalui kegiatan Sampah Kita Menjadi Karyaku merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan peserta didik pentingnya pengelolaan sampah dengan pendekatan kreatif, yaitu mengubah limbah rumah tangga seperti plastik, kertas, dan kardus menjadi kerajinan tangan yang bernilai estetika dan ekonomis. Dalam konteks ini, P5 tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti critical thinking, creativity, collaboration, communication, character dan citizenship.Kegiatan "Sampah Kita Menjadi Karyaku" menunjukkan dampak positif yang signifikan. Tidak hanya kebersihan lingkungan sekolah meningkat, tetapi peserta didik juga memperoleh pengalaman berharga dalam mengelola sampah, berpikir kritis dan kreatif, mandiri serta gotong-royong.
Implications of social media x on students' understanding of civic participation in the context of digital democracy Fortuna, Dewi; Lutfiana, Rose Fitria; Wibowo, Arif Prasetyo
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 6, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v6i2.96241

Abstract

This study is motivated by the growing influence of social media X in shaping students' civic participation patterns in the digital democracy era. The main problem lies in how students understand the meaning of civic participation, the forms of digital participation they engage in and their perceptions of digital ethics in such involvement. The purpose of this research is to analyze in depth students' understanding, participation practices, and ethical considerations in using X as a digital public sphere. This research employed a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews, digital observation, and documentation of online content. The findings reveal that students perceive civic participation not only as formal involvement such as elections, but also through discussions, critiques, and digital campaigns. The forms of participation vary from passive actions such as likes and retweets to more creative expressions such as threads, infographics, and hashtag campaigns. Nevertheless, these practices face challenges such as slacktivism, polarization, and regulatory risks associated with Indonesia's ITE Law. These findings highlight the urgent need to strengthen critical digital literacy, foster ethical media practices, and internalize democratic values in civic education, ensuring that students are not only digitally active but also capable of substantive, ethical, and responsible participation in digital democracy
Strengthening civic engagement of the bukit raya village community through the one thousanda a day donation activity (s3) Andriani, Tutik; Lutfiana, Rose Fitria; Wibowo, Arif Prasetyo
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 6, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v6i2.96242

Abstract

Civic engagement is an important part of building an active and empowered society. However, community participation in social and political matters, especially at the village level, is still relatively low. This study aims to explain the implementation of Thousand Days Alms (S3) activities in Bukit Raya Village, assess the impact of Thousand Days Alms (S3) activities on increasing Civic Engagement of the Bukit Raya Village community, and to recognize the factors that support and hinder the strengthening of Civic Engagement through the Thousand Days Alms (S3) program in Bukit Raya Village. This program is a local initiative based on local wisdom and aims to increase solidarity and social concern, with a daily contribution of Rp1,000,-. For this study, a descriptive qualitative method was used, by collecting data through observation, interviews, and documentation in Bukit Raya Village, East Kalimantan. The informants in this study consisted of program managers, community leaders, local residents, and beneficiaries
PENERAPAN MODEL PBL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PERMULAAN MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS 1 SDN GADINGMANGU I Muarifa, Sulistia; Aspariyah; Fitria Lutfiana, Rose
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 01 (2023): Volume 08 No. 01 Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v8i1.8118

Abstract

Observations in class I at SDN Gadingmangu I found obstacles related to initial writing skills. It can be seen that most of the students in class I have low writing ability. Of the 46 students, 17 students had good writing skills. About 24 children are said to take a long time to write and they still have misspelled and wrong letters. 5 students whose writing is difficult to read. The use of the PBL learning model can help learning become more effective. The material that will be conveyed to students becomes easier to convey. The PBL learning model can make students think more critically with the problems given by the teacher. This classroom action research was carried out using data from observations, interviews, and performance tests. The average value of students' initial writing skills before the action or pre-cycle is 68.78. The results of the assessment in cycle I showed that out of 46 students, 19 students had fulfilled the criteria for successful action. Meanwhile, 27 of them have not reached the criteria for successful action. The average value of beginning writing abilities increased by 71.41 points during the first cycle. The percentage of individuals who met the success criterion was 36.95% in the pre-cycle and 38.150% in the first cycle, a rise of 4.35 percentage points. The results of the assessment in cycle II showed that out of 46 students, 41 students had met the criteria for successful action and as many as 5 students had not met the criteria for successful action. The average value of initial writing skills in cycle I was 71.41 with a percentage of achieving a success criterion of 41.30%, an increase of 47.83% in cycle II.