Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

REKONSILISASI DALAM PENYELESAIAN PELANGGARAN HAM BERAT MELALUI KOMISI KEBENARAN DAN REKONSILIASI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PERTIMBANGAN DPR Cynthia Claudia; M Hendri Yanova
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 6 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i6.3132-3140

Abstract

Penelitian ini bertujuan Mengkaji dan menganalisis kedudukan lembaga rekonsiliasi dihubungkan dengan asas legalitas dalam hukum acara pidana dan pertimbangan DPR dapat membatalkan hasil dari Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, sifat penelitian preskriptif yakni menguji kembali menurut teori hukum terhadap norma yang dianggap masih kosong. Hasil penelitian ini menunjukkan Kedudukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi didalam sistem penegakan hukum di Indonesia adalah sebagai lembaga Independen yang bertugas didalam penyelesaian sengketa kejahatan hak asasi manusia di masa lalu guna menjadikan indonesia sebagai salah satu negaara yang memenuhi hak asasi manusia masyarakatnya dan menyelesaikan permaslaahan hak asasi manusia yang belum selesai secara cepat dan tepat dan memenuhi nilai keadilan di Indonesia. Komisi juga  bisa  memperdalam  kesaksian  korban  secara  utuh  dengan  melihat  pada  kesaksian  korban  yang  tidak  bisa  terungkap  imelalui  iproses  ipengadilan.  iKomisi  juga  ibisa  imenghadirkan  isemua  isaksi  dan  korban  yang  belum  sama  sekali  di  dengar  kesaksiaannya.  Karena  dalam  sebuah  pencarian  kebenaran  sekecil  dan  sedikit  apapun  kesaksian  dari  saksi  dan  korban  penting  untuk  didengar  dan  dicatat. Komisi juga kemudian dapat memberikan Kompensasi kepada pelaku kejahatan hak asasi manusia dimasa lalu yang mengakui kejahatan nya dimasa lalu didalam proses rekonsiliasi sehingga ini dapat mempercepat proses pemberian keadilan secara hukum. Dewan Perwakilan Rakyat bisa saja kemudian membatalkan hasil daripada Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi dengan catatan bahwasanya Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi melaksanakan tugas dan fungsinya tidak sesuai dengan Undang-Undang. Atau dalam proses rekonsiliasi, ternyata terdapat kekeliruan dari Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi yang dimana itu kemudian akan berpengaruh kepada hasil dan menciderai nilai keadilan bagi para pihak dan tidak sesuai dengan asas Kepastian Hukum.
Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-Qur’an Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova; Muhammad Iqbal Ansari; Anisa Wulandari; Muhammad Naufal Ridha Ashsofi; Salma Kumala Dewi; Mohammad Sofyan Sauri
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyalitas.v9i1.5020

Abstract

Strengthening religious character in elementary school-aged children is a fundamental aspect in shaping their personality, morals, and social attitudes from an early age. This community service program aims to share knowledge and implement methods for strengthening religious character in students at the Raudatussalam Kindergarten (TPA) and identify supporting factors and obstacles encountered in its implementation. The results of the activity indicate that strengthening religious character in the Raudatussalam Kindergarten is implemented through the inculcation of religious values ??in daily school activities, teachers' exemplary religious behavior, and the integration of religious values ??into the learning process and non-academic activities. Key supporting factors include educator commitment, a conducive TPA environment, and parental involvement in student character development. Obstacles identified include limited learning time and differences in students' religious backgrounds. In this implementation process, strengthening religious character can be effective if it is carried out consistently and integrated between the school, family, and social environment.