Tri Mulia Herawati
Program Studi Profesi Ners, Fakultas Kesehatan, Universitas Mohammad Husni Thamrin

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Nilai Elektrolit Darah Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Khusus Daerah X Nurdiani, Catu Umirestu; Latifah, Imas; Rahayu, Cahyawati; Kristianingsih, Yuli; Herawati, Tri Mulia
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i2.1884

Abstract

Elektrolit darah adalah gabungan dari zat kimia yang terurai menjadi ion yang bermuatan positif atau negatif, seperti natrium, kalium, dan klorida. Ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan manifestasi gangguan jiwa. Hal ini terjadi karena keseimbangan elektrolit dikaitkan dengan gangguan afektif pada orang dengan gangguan jiwa. Contoh gangguan elektrolit darah yaitu hipernatremia, hipokalemia, dan hiperkloremia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai elektrolit darah pada orang dengan gangguan jiwa, mengetahui persentase abnormalitas berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis data sekunder dengan menghitung rata-rata dan persentase nilai elektrolit darah abnormal yang disajikan dalam bentuk tabel disertai narasi. Data yang digunakan sebanyak 182 orang dengan gangguan jiwa. Pengambilan data dilakukan di laboratorium RSKD X bulan April 2023. Didapatkan hasil pemeriksaan elektrolit darah: rerata natrium 139,18 mmol/L, rerata kalium 3,57 mmol/L, dan rerata klorida 103,9 mmol/L. Hasil abnormal natrium yaitu 8 pasien perempuan (10%) dan 4 pasien berumur >59 tahun (lansia) (21%), kalium yaitu 47 pasien perempuan (57%) dan 63 pasien berumur 19-44 tahun (dewasa) (51%), dan klorida yaitu 37 pasien perempuan (45%) dan 16 pasien berumur 45-59 tahun (pra lansia) (48%). Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi tambahan bagi institusi mengenai judul yang sama dan disarankan memperluas cakupan penelitian. Didapatkan persentase nilai abnormalitas pemeriksaan natrium pada orang dengan gangguan jiwa di RSKD X yaitu 13 pasien (7%), pemeriksaan kalium yaitu 91 pasien (50%), dan pada pemeriksaan klorida yaitu 74 pasien (41%).Kata kunci : Elektrolit, Darah, Orang dengan Gangguan Jiwa
Gambaran Nilai Elektrolit Darah Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Sakit Khusus Daerah X Nurdiani, Catu Umirestu; Latifah, Imas; Rahayu, Cahyawati; Kristianingsih, Yuli; Herawati, Tri Mulia
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i2.1884

Abstract

Elektrolit darah adalah gabungan dari zat kimia yang terurai menjadi ion yang bermuatan positif atau negatif, seperti natrium, kalium, dan klorida. Ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan manifestasi gangguan jiwa. Hal ini terjadi karena keseimbangan elektrolit dikaitkan dengan gangguan afektif pada orang dengan gangguan jiwa. Contoh gangguan elektrolit darah yaitu hipernatremia, hipokalemia, dan hiperkloremia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai elektrolit darah pada orang dengan gangguan jiwa, mengetahui persentase abnormalitas berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis data sekunder dengan menghitung rata-rata dan persentase nilai elektrolit darah abnormal yang disajikan dalam bentuk tabel disertai narasi. Data yang digunakan sebanyak 182 orang dengan gangguan jiwa. Pengambilan data dilakukan di laboratorium RSKD X bulan April 2023. Didapatkan hasil pemeriksaan elektrolit darah: rerata natrium 139,18 mmol/L, rerata kalium 3,57 mmol/L, dan rerata klorida 103,9 mmol/L. Hasil abnormal natrium yaitu 8 pasien perempuan (10%) dan 4 pasien berumur >59 tahun (lansia) (21%), kalium yaitu 47 pasien perempuan (57%) dan 63 pasien berumur 19-44 tahun (dewasa) (51%), dan klorida yaitu 37 pasien perempuan (45%) dan 16 pasien berumur 45-59 tahun (pra lansia) (48%). Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi tambahan bagi institusi mengenai judul yang sama dan disarankan memperluas cakupan penelitian. Didapatkan persentase nilai abnormalitas pemeriksaan natrium pada orang dengan gangguan jiwa di RSKD X yaitu 13 pasien (7%), pemeriksaan kalium yaitu 91 pasien (50%), dan pada pemeriksaan klorida yaitu 74 pasien (41%).Kata kunci : Elektrolit, Darah, Orang dengan Gangguan Jiwa
The Importance of Emotional Intelligence in Education: Preparing an Emotionally Resilient Generation Karolis Anaktototy; Samsudin Samsudin; Muhamad Sopyan; Tri Mulia Herawati; Meriyati Meriyati
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.7680

Abstract

Education is an important foundation in shaping individuals to face the complex dynamics of life. However, the focus on academic achievement often ignores the emotional aspect. In this case, emotional intelligence (EQ) emerges as a key factor in preparing the younger generation to face life's challenges. This research explores the importance of emotional intelligence in education, with the aim of preparing an emotionally resilient generation. The research method used is a qualitative type with descriptive and comparative studies. This research collects data from various sources, including literature reviews and relevant documents. Qualitative and comparative analysis was carried out to understand the concept of emotional intelligence and its implementation in education.The research results show that the integration of emotional intelligence in the educational curriculum strengthens students' social skills and helps them cope better with stress. The role of parents and the school environment in supporting students' emotional development is also highlighted. Students with good emotional intelligence tend to achieve better academic results, emphasizing the positive impact of EQ development in education. Thus, this research provides insight into the importance of strengthening emotional aspects in learning. This not only improves academic performance, but also prepares students to face life's challenges with strong confidence and fortitude.