Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Medicinal importance of Cassia alata L. (Fabaceae): A comprehensive review Turista, Dora Dayu Rahma; Lathifah, Qurrotu A’yunin; Puspitasari, Eka; Murtadlo, Ahmad Affan Ali; Aini, Nur Sofiatul
Genbinesia Journal of Biology Vol. 3 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Generasi Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55655/genbinesia.v3i2.68

Abstract

Cassia alata included in the Fabaceae family which spread in tropical and humid areas. All part of the C. alata contains phytochemical so that C. alata is potential medicinal plants. Leaves extract was reported to produce flavonoids, alkaloid, tannin, and cynogenic glycoside. Stems extract contains alkaloid, flavonoid, saponins, oxalate, pheno, and tannin. Roots extract contains alkaloid, saponins, flavonoids, tannins, and phenols. Flower contains saponin, tannin, anthraquinones, flavonoid, glicoside, steroid, and volatile oil. C. alata has been reported to be antiinflamatory, antioxidant, antibacterial, antifungal, antiviral, antiparasitic, antitumor, anticancer, antidiabetic, hepatoprotective, and have a laxative effect. The aim of this study is to give a sneak peek view on C. alata’s taxonomy, distribution, phytochemical, pharmacological activities, and the toxicological effects.
Analysis of cholesterol and triglyceride levels in obese patients Pratiwi, Chalies Diah; Puspitasari, Eka; Hermawati, Andyanita Hanif
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 8 No. 01 (2023): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v8i01.1061

Abstract

Obesity is excessive fat accumulation in the body. Continuous obesity and excessive food intake can cause metabolic system disorders in the form of hypercholesterolemia. Analysis of cholesterol and triglyceride levels in obese patients needs to be carried out to assist them in making healthier lifestyle changes. This study aims to analyze cholesterol and triglyceride levels in obese patients. The research method used is experimental with a laboratory approach. The samples to be analyzed were 20 obese people obtained by purposive sampling technique in the Tulungagung area. The research instruments used were height and weight check sheets and cholesterol and triglyceride test results sheets. Research data analysis technique by examining cholesterol and triglyceride levels using a MicroLab C-300 spectrophotometer and will be analyzed descriptively quantitatively. The results showed that 15 patients had normal cholesterol levels (75%) with criteria <200 mg/dl and 5 patients had high cholesterol levels (25%) with criteria >200 mg/dl, while there were 17 patients with normal triglyceride levels (85 %) with criteria <150 mg/dl and 3 patients had high triglyceride levels (15%) with criteria >150 mg/dl. The conclusion of this study is that people who are obese do not necessarily have high cholesterol and triglyceride levels. However, when a person weighs > 80 kg, it is recommended to start paying attention to a healthier lifestyle.
Pendidikan: Tren Keterampilan Berpikir Kritis melalui LKPD yang Terintegrasi PBL Puspitasari, Eka; Abdullah, Abdullah; Wati, Mustika
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2387

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa di Indonesia menjadi permasalahan utama dalam pendidikan, yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang lebih fokus pada pengajaran berbasis guru dan kurangnya penerapan model yang dapat mengembangkan keterampilan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tren pemanfaatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis di konteks pendidikan Indonesia. Studi ini menggunakan metode analisis bibliometrik dengan aplikasi Biblioshiny, yang dieksplorasi dari tahun 2014 hingga 2024 melalui basis data OpenAlex. Proses penelitian dimulai dengan pengumpulan data dari 742 artikel yang relevan, diikuti pem-filteran untuk memastikan kecocokan dengan kriteria penelitian, yaitu tahun publikasi antara 2014-2024, artikel ilmiah terpublikasi dengan akses terbuka, menggunakan bahasa Indonesia, memiliki metadata yang lengkap, serta berlokasi di Indonesia, sehingga tersisa 232 artikel untuk analisis lebih lanjut. Metode analisis mencakup frekuensi publikasi tahunan, sitasi per artikel, identifikasi sumber teratas, serta analisis kata kunci yang sering muncul. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam publikasi terkait LKPD dan PBL sejak 2015, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 37,87%. Meskipun demikian, terjadi penurunan jumlah publikasi pada tahun 2024, dengan rata-rata sitasi per artikel menurun menjadi 0,22. Temuan ini mencerminkan pentingnya inovasi lebih lanjut dalam penerapan PBL dan LKPD untuk mendukung peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik, terutama dalam konteks pembelajaran abad ke-21.
Validasi: LKPD Terintegrasi Model Problem Based Learning untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Materi Asam Basa Puspitasari, Eka; Abdullah, Abdullah; Wati, Mustika
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2405

Abstract

Pendidikan di abad ke-21 menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi validitas dari pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang terintegrasi dengan model Problem Based Learning (PBL) dalam melatih keterampilan berpikir kritis untuk materi asam basa. Metode pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Hasil validasi menunjukkan rata-rata skor validitas LKPD sebesar 96,27, yang menandakan LKPD ini sangat valid dan siap digunakan dalam pembelajaran. Meskipun hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD tidak perlu direvisi, para validator merekomendasikan beberapa saran perbaikan saran-saran dari validator tetap dipertimbangkan agar kualitas dan efektivitas LKPD dapat ditingkatkan lebih lanjut. Saran tersebut termasuk peningkatan dalam penyajian kegiatan, seperti memperbaiki tampilan dan layout LKPD agar lebih menarik bagi peserta didik. Selain itu, disarankan untuk menambahkan beberapa kalimat instruksi sebelum melaksanakan kegiatan agar peserta didik lebih memahami langkah-langkah yang harus diikuti dalam proses pembelajaran. Rekomendasi penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan studi yang membandingkan efektivitas LKPD ini dalam meningkatkan pemahaman konsep Asam Basa serta keterampilan berpikir kritis di berbagai tingkat pendidikan.
Efektivitas Pemberian Makanan Pendamping ASI Dalam Peningkatan Status Gizi Anak Usia 6-59 Bulan Dewi, Suci Zakia; Marlenywati, Marlenywati; Budiastutik, Indah; Trisnawati, Elly; Puspitasari, Eka
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 14 No 3 (2025): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v14i3.1919

Abstract

Background: Complementary feeding (MP-ASI) is provided from 6-24 months to meet children's nutritional needs no longer fulfilled by breast milk alone. In Indonesia, suboptimal MP-ASI practices contribute to nutritional problems and growth disorders in children.Purpose: To analyze the effect of MP-ASI provision on improving children's nutritional status.Methods: Quasi-experimental one-group pretest-posttest design on 30 children aged 6-59 months in the Tayan Health Center working area, Sanggau Regency. Measurements conducted in April and August 2025. Nutritional status assessed using BB/U, TB/U, BB/TB, IMT/U, and LK/U indicators. Data analyzed with Wilcoxon Signed-Ranks Test (p<0.05).Results: Significant pre-post intervention differences (p=0.000). Most children (86.7%) improved nutritional status: BB/U good nutrition rose from 83.3% to 90%, BB/TB normal 63.3% to 73.3%, TB/U normal 63.3% to 73.3%, IMT/U good nutrition stable at 90% with 3.3% overweight risk, LK/U normal 70% to 80%. Conclusion: MP-ASI with nutrition education and active feeding effectively improves children's nutritional status and supports growth disorder prevention.
Risiko Kesehatan Kerja pada Kelompok Mamalam PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat Winata, Rivaldi Andika; Trisnawati, Elly; Saleh, Ismael; Marlenywati; Puspitasari, Eka
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4146

Abstract

Kelompok Tani Mamalam di PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat menghadapi berbagai risiko kesehatan kerja, terutama bahaya fisik dan ergonomi, namun implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih minim. Hal tersebut berdampak pada penurunan produktivitas dan pendapatan keluarga apabila pekerja mengalami gangguan kesehatan. Kelompok Tani Mamalam adalah program pemberdayaan masyarakat dan reklamasi lahan pascatambang PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat, yang berfokus pada pertanian (hidroponik, organik) dan peternakan. Pekerja dalam program ini menghadapi berbagai risiko kesehatan kerja, meliputi: (1) Risiko ergonomis berupa Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat gerakan repetitif saat penyiapan lahan; (2) Risiko fisik seperti tekanan panas dan kulit terbakar akibat aktivitas ladang; dan (3) Risiko biologis berupa paparan penyakit infeksi saat merawat ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keparahan masalah kesehatan serta menganalisis tingkatan risiko bahaya yang dihadapi oleh pekerja Kelompok Tani Mamalam.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 52 pekerja yang dipilih menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen lembar observasi dan kuesioner, dan penilaian analisis risiko menggunakan matriks risiko. (100%), gerakan repetitif (100%). Bahaya biologis, yaitu Infeksi Demam Berdarah dan Malaria (0%) iritasi kulit dan gatal-gatal (38,5%) dan psikososial (beban kerja berlebih) dialami oleh 38,5% pekerja, sementara bahaya kimia tidak ditemukan (0%). Bahaya ergonomi dinilai berisiko 'Tinggi', sedangkan bahaya fisik dan biologis berisiko 'Sedang'. Ketiadaan tindakan pengendalian dan edukasi K3 menjadi akar masalah utama dari tingginya risiko kesehatan yang teridentifikasi pada pekerja, Maka, diperlukan implementasi program K3 yang mencakup edukasi dan pengendalian teknis, terutama untuk risiko ergonomi yang tinggi.
RISIKO KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA AKTIVITAS BEKERJA KELOMPOK MAMALAM DI PT. ANTAM TBK. UBPB KALIMANTAN BARAT Hakim, Fajar; Saleh, Ismael; Trisnawati, Elly; Marlenywati, Marlenywati; Puspitasari, Eka
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2895

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) sering dialami pekerja, terutama akibat aktivitas berulang dan posisi kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja kelompok Mamalam di PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif analitik, melibatkan 52 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi kerja (p = 0,006), lama postur kerja (p = 0,011), dan jenis postur kerja (p = 0,015) dengan keluhan muskuloskeletal. Sedangkan faktor usia, jenis kelamin, masa kerja, kebiasaan merokok, olahraga, dan peregangan tidak menunjukkan hubungan bermakna (p > 0,05). Kesimpulannya, durasi kerja yang lama dan postur tidak ergonomis menjadi penyebab utama keluhan muskuloskeletal, sehingga penerapan prinsip ergonomi dan pengaturan waktu kerja yang seimbang sangat diperlukan untuk mengurangi risiko MSDs dan menjaga kesehatan pekerja.