Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Aspek Lingkungan, Ekonomi, dan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan Lereng Ambeso Kabupaten Tana Toraja Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Skema Hutan Kemasyarakatan Rohiman, La Ode; Syamsinar, Syamsinar; T. Baso, Andi Kasirang; Said, Amal; Yunus, Awaluddin
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i10.32512

Abstract

Perhutanan Sosial merupakan salah satu bentuk penyelesaian permasalahan tenurial dengan memberikan akses legalitas pengelolaan kawasan hutan negara kepada masyarakat yang salah satunya melalui skema Hutan Kemasyarakatn (HKm). World Resources Indonesia (WRI) menetapkan indikator keberhasilan pelaksanaan Perhutanan Sosial mencakup aspek lingkungan, ekonomi, dan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Aspek Lingkungan, Ekonomi, dan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Lereng Ambeso Kabupaten Tana Toraja dalam pelaksanaan Perhutanan Sosial skema Hutan Kemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan wawancara terhadap seluruh 44 anggota KTH, dilengkapi dengan analisis data deskriptif dan teknik skoring berdasarkan indikator keberhasilan dari World Resources Indonesia (WRI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lingkungan dan ekonomi KTH Lereng Ambeso berada dalam kategori "Sangat Baik" dengan nilai skor masing-masing 150,00 dan 167,57. Sementara itu, aspek kelembagaan berada dalam kategori "Cukup Baik" dengan skor 105,00. Temuan ini mengimplikasikan bahwa meskipun KTH Lereng Ambeso telah berhasil dalam aspek lingkungan dan ekonomi, masih diperlukan penguatan pada aspek kelembagaan, seperti peningkatan frekuensi pertemuan dan capaian rencana kerja, untuk memastikan keberlanjutan program Perhutanan Sosial secara optimal.
Usaha Tani Padi (Oryza sativa L.) dalam Perspektif Kelembagaan Adat: Peran Komunitas Buluttana di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan M. Zain, Majdah; Fitrianti, Fitrianti; Ibrahim, Helda; Yunus, Awaluddin
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v10i2.307

Abstract

This study aims to explore more deeply how the structure and role of Buluttana customary institutions can adapt to existing social, economic, and policy changes, and find solutions that can strengthen the sustainability of their agricultural management amidst globalization and modernization. The type of research is qualitative descriptive, with a historical approach. The source of research data is primary data, namely data sourced from the results of observations, interviews and documentation from customary leaders, community leaders, and the community in Buluttana, Secondary data is data that the author obtained through reading and literature, as well as other information related to this research and using purposive sampling techniques. Data collection methods were obtained using interview methods, observation, documentation, literature studies, and the use of questionnaires. Respondents in this study were 60 farmers. The results of the study showed several substantive things, namely that the determination of planting time in Buluttana traditional farming begins with holding a deliberation, land processing is carried out by mutual cooperation using agricultural tools in the form of hoes and small tractors (dragonfly tractors), seed selection is carried out through a selection process involving traditional elders or senior farmers, Buluttana traditional communities rely more on natural fertilizers sourced from the surrounding environment, such as manure, straw ash, rotten leaves and compost that are processed traditionally, irrigation water management is not only technical, but also social and spiritual through the existence of traditional figures called pinati, determination of harvest time is based on observations of the ripeness of rice grains, which is usually carried out by experienced farmers or traditional figures and the majority of the rice harvest is stored for personal consumption where only a small portion is sold to the local market or through informal channels such as barter or sold to neighbors and relatives. The conclusion of this study is that the rice farming pattern in the Buluttana traditional community shows the full involvement of all respondents in every stage of agricultural activities as a whole..
Peran Kelompok Tani dalam Pengendalian Hama Penyakit Terpadu (PHT) Usahatani Padi di Kecamatan Makale Tampang, Bertha; Yunus, Awaluddin; Ibrahim, Helda
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober : JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v4i2.7474

Abstract

The issue of global food security is increasingly pressing amidst climate change, population growth, and environmental degradation. The agricultural sector, particularly rice production, faces threats from pests and diseases that reduce crop yields and farmer incomes. Climate change exacerbates pest attack patterns, increasing crop losses. In addition, excessive use of chemical pesticides leads to pest resistance and negative impacts on ecosystems and human health. This study used a descriptive method with a qualitative approach, and the study population included farmers who cultivate rice fields and farmer groups that have received Integrated Pest Management (IPM) in Makale District, Tana Toraja Regency, with a population of 325 families. Respondents were randomly selected at 15% of the total population, with a sample of 49 farmers consisting of three farmer groups. The results showed that the role of farmer groups in IPM implementation in Makale District includes extension and training (65.5%), facilitating access to information and resources (69%), decision-making (67.5%), and conflict management and IPM cooperation (66.5%). Therefore, it is necessary to strengthen the implementation of the rice farming system, with support from the Government and the Tana Toraja Regency Agriculture Service to optimize the development of rice farming businesses.
STRATEGI MULTI-SALURAN DAN EFISIENSI PEMASARAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) : STUDI KASUS PETANI DI KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN Mustamar, Ernawati Binti; Yunus, Awaluddin; Said, Amal; Ibrahim, Helda
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 14 No. 2 (2025): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi geografis Kabupaten Bulukumba menunjukkan peluang besar bagi pengembangan usahatani semangka. Efisiensi pemasaran menjadi perhatian utama karena saluran pemasaran yang beragam mempengaruhi nilai jual dan keuntungan yang diterima petani. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi saluran pemasaran semangka dan menganalisis efisiensi pemasarannya di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - September Tahun 2025, selama 3 bulan di Kecamatan Gantarang dan Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba dengan menggunakan pendekatan deskriptif, metode campuran (kualitatif dan kuantitatif). Populasi penelitian terdiri atas petani semangka, pedagang pengecer, pedagang besar, dan penyuluh pertanian, dengan jumlah responden utama sebanyak 60 petani yang dipilih melalui teknik purposive sampling, serta 5 informan pendukung. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta secara kuantitatif melalui perhitungan margin pemasaran, farmer’s share, dan R/C ratioHasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran semangka di Kabupaten Bulukumba terdiri atas tiga saluran utama, di mana Saluran I merupakan yang paling efisien dengan R/C ratio 21,67 dan farmer’s share 61,5%, sedangkan Saluran II memiliki R/C ratio 16,25 dan farmer’s share tertinggi 76,9%, serta Saluran III menjadi yang paling rendah efisiensinya dengan R/C ratio 7,50. Sebagian besar petani menggunakan kombinasi saluran pemasaran, yaitu 65% memilih kombinasi Saluran II & III, 20% kombinasi I & III, 11,67% kombinasi I & II, dan 3% memanfaatkan seluruh saluran untuk memperluas pasar dan mengurangi risiko.
PENINGKATAN KINERJA PENYULUH KEHUTANAN PADA PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI KABUPATEN GOWA (STUDI KASUS KELOMPOK TANI HUTAN DI KECAMATAN TINGGIMONCONG) Ayyub, Erwin; Ibrahim, Helda; Yunus, Awaluddin; Zain, Majdah M
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.66552

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengurai peningkatan kinerja penyuluh kehutanan pada program pengembangan hutan kemasyarakatan (HKm) melalui kompetensi penyuluh dalam berkomunikasi dengan kelompok tani perhutanan (KTH), pengetahuan teknis penyuluh pada pengelolaan hutan, kompetensi interpersonal, serta keterampilan penyuluh memecahkan masalah terkait pengelolaan HKm di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif yang melibatkan responden kelompok tani hutan (KTH) sebanyak 25 orang dipilih secara purposive sampling, dan 4 orang penyuluh kehutanan sebagai informan penelitian yang terlibat dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan di Kecamatan Tinggimoncong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh kehutanan atas  pengelolaan hutan (HKm) ditinjau dari aspek kompetensi penyuluh dalam berkomunikasi, pengetahuan teknis, kompetensi interpersonal dan keterampilan penyuluh dalam memecahkan masalah, berada pada kategori  “sangat baik”, dengan skala rata-rata presentase (90,8%). Penelitian ini memberikan rekomendasi peningkatan kompetensi penyuluh melalui pelatihan berkala, peningkatan keterampilan pemanfaatan teknologi informasi (e-extension) upaya mendukung penyuluhan yang lebih efektif dan efisien.Kata kunci: Peningkatan Kinerja, Penyuluh  Kehutanan, Pengembangan Hutan Kemasyarakatan.AbstractThis study aims to analyze the improvement in the performance of forestry extension workers in the community forestry development program (HKm) through the extension workers' competence in communicating with forestry farmer groups (KTH), their technical knowledge of forest management, their interpersonal skills, and their problem-solving skills related to HKm management in Tinggimoncong Subdistrict, Gowa Regency. The research method used was a quantitative survey involving 25 forest farmer group (KTH) respondents selected by purposive sampling and four forestry extension workers as research informants involved in community forest management in Tinggimoncong Subdistrict. The results showed that the performance of forestry extension workers in forest management (HKm), in terms of their competence in communication, technical knowledge, interpersonal competence, and problem-solving skills, was in the “very good” category, with an average percentage scale of 90.8%. This study recommends improving the competence of extension workers through regular training, improving their skills in utilizing information technology (e-extension) to support more effective and efficient extension servicesKeywords: Performance Improvement, Forestry Extension Workers, Forest Development, Community Development.
Cyber Extension Sebagai Media Penyuluhan Pertanian Untuk Meningkatkan Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap Petani : Cyber Extension As A Medium For Agricultural Extension To Enhance Farmers Knowledge, Skills, and Attitudes Hammam Syihab, Habib; Yunus, Awaluddin; Rahman, Syamsul
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 4 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peineilitian ini beirtuijuian uintuik meingkaji peimanfaatan Cybeir Eixteinsion seibagai meidia peinyuiluihan peirtanian yang dapat meiningkatkan peingeitahuian, keiteirampilan, dan sikap peitani. Meitodei peineilitian yang diguinakan adalah kuialitatif deingan peindeikatan deiskriptif, yang meilibatkan wawancara dan obseirvasi teirhadap peinyuiluih peirtanian dan peitani di Balai Peineirapan Standar Instruimein Peirtanian Suilaweisi Seilatan. Hasil peineilitian meinuinjuikkan bahwa Cybeir Eixteinsion eifeiktif seibagai meidia peinyuiluihan, deingan 100% peinyuiluih meilaporkan peiningkatan peingeitahuian peitani. Seilain itui, 84% peitani meingalami peiningkatan keiteirampilan dan 91% meinuinjuikkan peiruibahan sikap positif seiteilah meimanfaatkan meidia ini. Manfaat uitama dari Cybeir Eixteinsion adalah peiningkatan akseisibilitas informasi peirtanian, meiskipuin teirdapat hambatan seipeirti kuirangnya infrastruiktuir inteirneit dan keiteirbatasan peingeitahuian teiknologi di kalangan peingguina. Deingan deimikian, Cybeir Eixteinsion beirpeiran peinting dalam meinduikuing peingeimbangan peingeitahuian, keitrampilam dan sikap peitani.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN NILAI PELANGGAN PADA PEMASARAN DIGITAL DI KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS PADA USAHA CYCLEVALUE DI KOTA MAKASSAR) Zunia Syafitri, Noor Aeni; Zain, Majdah Muhyiddin; Ibrahim, Helda; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.67855

Abstract

Abstrak Strategi pengembangan bisnis terus mengalami perubahan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai dan keberlanjutan usaha. Media sosial memainkan peran penting dalam lanskap bisnis di Indonesia termasuk sektor agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam meningkatkan nilai pelanggan dan loyalitas pada usaha agribisnis Cyclevalue di Kota Makassar. Permasalahan yang diidentifikasi adalah bagaimana media sosial berkontribusi terhadap pembentukan nilai pelanggan yang terdiri atas nilai fungsional, psikologis, dan moneter melalui model AIDLA (Awareness, Interest, Desire, Loyalty, Advocacy). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data primer diperoleh melalui kuesioner kepada pelanggan Cyclevalue dan dianalisis menggunakan Skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap dimensi nilai pelanggan dan loyalitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa media sosial memiliki peran positif hingga sangat positif terhadap pembentukan nilai pelanggan dan loyalitas pada setiap tahap AIDLA. Nilai pelanggan yang tinggi mempengaruhi pada meningkatnya loyalitas dan advokasi pelanggan terhadap merek Cyclevalue. Temuan ini memperkuat teori bahwa media sosial berfungsi sebagai alat strategis dalam membangun hubungan dengan pelanggan. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi pemasaran digital bagi UMKM agribisnis.Kata kunci: Agribisnis, AIDLA, Media Sosial, Nilai Pelanggan, Pemasaran Digital.Abstract Business development strategies continue to evolve in an effort to increase business value and sustainability. Social media plays an important role in the business landscape in Indonesia, including the agribusiness sector. This study aims to analyze the role of social media in increasing customer value and loyalty in the Cyclevalue agribusiness in Makassar City. The problem identified is how social media contributes to the formation of customer value, which consists of functional, psychological, and monetary value through the AIDLA model (Awareness, Interest, Desire, Loyalty, Advocacy). This study uses a quantitative descriptive method, with primary data obtained through a questionnaire for Cyclevalue customers and analyzed using a Likert scale to measure respondents' perceptions of customer value and loyalty dimensions. The results show that social media has a positive to very positive role in the formation of customer value and loyalty at each stage of AIDLA. High customer value influences increased customer loyalty and advocacy towards the Cyclevalue brand. These findings reinforce the theory that social media serves as a strategic tool in building relationships with customers. This study contributes to the development of digital marketing strategies for agribusiness MSMEs. Keywords: Agribusiness, AIDLA, Customer Value, Digital Marketing, Social Media. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN JENEPONTO sheti, sulva; Musdalipa, Musdalipa; Rahman, Syamsul; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.69532

Abstract

Abstrak Jagung adalah komoditas penting yang berperan besar dalam perekonomian daerah, terutama di Kabupaten Jeneponto. Desa Gunung Silanu merupakan salah satu daerah yang menghasilkan jagung hibrida, namun penggunaan faktor-faktor produksi masih kurang optimal, sehingga memengaruhi hasil usaha pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, jenis benih yang digunakan, penggunaan pupuk, pengalaman berusahatani, dan jumlah tenaga kerja terhadap produksi jagung hibrida di Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diambil dari 30 petani jagung hibrida yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda menggunakan model fungsi produksi Coob-Dauglas, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, semua faktor independen memengaruhi produksi jagung menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai F-hitung sebesar 22,659 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil analisis Secara parsial menunjukkan bahwa luas lahan, pengalaman berusahatani, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung, sedangkan penggunaan benih dan pupuk tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefesien determinasi (R²) sebesar 0,825 menunjukkan bahwa 82,5% perubahan produksi jagung dapat dijelaskan terhadap faktor-faktor yang diteliti. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa pengelolaan faktor-faktor produksi perlu dioptimalkan, terutama luas lahan, pengalaman para petani, dan tenaga kerja, agar produksi jagung hibrida di Desa Gunung Silanu dapat meningkat.Kata kunci: Jagung Hibrida, Faktor Produksi, Produksi Jagung, Regresi Linear Berganda, Jeneponto.Abstract Corn is an important commodity that plays a major role in the regional economy, especially in Jeneponto Regency. Gunung Silanu Village is one of the areas that produces hybrid corn, but the use of production factors is still less than optimal, thus affecting agricultural business results. This study aims to determine the effect of land area, type of seed used, fertilizer use, farming experience, and number of workers on hybrid corn production in Gunung Silanu Village, Bangkala District, Jeneponto Regency, using a quantitative method with a case study approach. Data were taken from 30 hybrid corn farmers selected by purposive sampling, then analyzed using multiple linear regression using the Coob-Dauglas production function model, the results of the study showed that simultaneously, all independent factors affecting corn production showed a significant influence with an F-count value of 22.659 with a significance level of 0.000. The results of the partial analysis showed that land area, farming experience, and number of workers had a significant effect on corn production, while the use of seeds and fertilizers did not show a significant effect on production. The analysis results showed that the coefficient of determination (R²) of 0.825 indicated that 82.5% of changes in corn production could be explained by the factors studied. The conclusion of this study states that the management of production factors needs to be optimized, especially land area, farmer experience, and labor, so that hybrid corn production in Gunung Silanu Village can increase.Keywords: Hybrid Corn, Production Factors, Corn Production, Multiple Linear Regression, Jeneponto.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT SANTRI BERUSAHA DI BIDANG PERTANIAN Rahman, Nurul Umayyah; Bakri, Suardi; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.68823

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat santri dalam berusaha di bidang pertanian di Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Islam Ganra Soppeng yang merupakan pondok pesantren Umum tapi memiliki lahan dan greenhouse pertanian yang kurang termanfaatkan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya pemanfaatan lahan pertanian dan fasilitas greenhouse yang tersedia, yang diduga disebabkan oleh kurangnya minat santri terhadap sektor pertanian. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik proportional stratified random sampling, dan melibatkan 65 santri tingkat aliyah sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam berbasis kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh variabel yang diuji sikap terhadap pertanian, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, motivasi, pelatihan dan kewirausahaan,fasilitas pesantren, serta nilai-nilai Islam hanya variabel motivasi yang memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap minat santri dalam berusaha di bidang pertanian. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan internal merupakan faktor utama dalam menentukan minat santri, sementara faktor lingkungan belum memberikan kontribusi signifikan secara individu. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan psikologis dengan konteks pembelajaran pesantren, sehingga menghasilkan pemahaman komprehensif mengenai pembentukan minat santri terhadap usaha pertanian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pemberdayaan dan program kewirausahaan pertanian yang lebih efektif di lingkungan pesantren.Kata kunci: Minat Santri, Motivasi, Kewirausahaan Pertanian, Pesantren, Faktor Internal.Abstract This study aims to analyze the factors influencing students’ interest in agricultural entrepreneurship at the Islamic Boarding School of Perguruan Islam Ganra Soppeng.The research was motivated by the underutilization of agricultural land and greenhouse facilities, which is presumed to be linked to the low interest of students in the agricultural sector. A descriptive quantitative approach was employed, using proportional stratified random sampling,involving 65 senior students as respondents.Data were collected through in-depth interviews guided by structured questionnaires and analyzed using descriptive statistics,correlation tests, and multiple linear regression.The findings reveal that among all examined variables attitude toward agriculture, subjective norms, perceived behavioral control, motivation, training and entrepreneurship,pesantren facilities,and Islamic values only motivation had a significant partial effect on students’ interest in agricultural entrepreneurship.This result indicates that internal drive is the most influential determinant, while environmental factors do not significantly contribute individually. The novelty of this research lies in its integration of psychological constructs with the unique educational context of Islamic boarding schools, providing a comprehensive understanding of how students’ interest in agriculture is shaped. The findings are expected to serve as a foundation for designing more effective empowerment strategies and agricultural entrepreneurship programs within the pesantren environment.Keywords: Students’ Interest, Motivation, Agricultural Entrepreneurship, Islamic Boarding School, Internal Factors.