Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN NILAI PELANGGAN PADA PEMASARAN DIGITAL DI KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS PADA USAHA CYCLEVALUE DI KOTA MAKASSAR) Zunia Syafitri, Noor Aeni; Zain, Majdah Muhyiddin; Ibrahim, Helda; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.67855

Abstract

Abstrak Strategi pengembangan bisnis terus mengalami perubahan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai dan keberlanjutan usaha. Media sosial memainkan peran penting dalam lanskap bisnis di Indonesia termasuk sektor agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam meningkatkan nilai pelanggan dan loyalitas pada usaha agribisnis Cyclevalue di Kota Makassar. Permasalahan yang diidentifikasi adalah bagaimana media sosial berkontribusi terhadap pembentukan nilai pelanggan yang terdiri atas nilai fungsional, psikologis, dan moneter melalui model AIDLA (Awareness, Interest, Desire, Loyalty, Advocacy). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data primer diperoleh melalui kuesioner kepada pelanggan Cyclevalue dan dianalisis menggunakan Skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap dimensi nilai pelanggan dan loyalitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa media sosial memiliki peran positif hingga sangat positif terhadap pembentukan nilai pelanggan dan loyalitas pada setiap tahap AIDLA. Nilai pelanggan yang tinggi mempengaruhi pada meningkatnya loyalitas dan advokasi pelanggan terhadap merek Cyclevalue. Temuan ini memperkuat teori bahwa media sosial berfungsi sebagai alat strategis dalam membangun hubungan dengan pelanggan. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi pemasaran digital bagi UMKM agribisnis.Kata kunci: Agribisnis, AIDLA, Media Sosial, Nilai Pelanggan, Pemasaran Digital.Abstract Business development strategies continue to evolve in an effort to increase business value and sustainability. Social media plays an important role in the business landscape in Indonesia, including the agribusiness sector. This study aims to analyze the role of social media in increasing customer value and loyalty in the Cyclevalue agribusiness in Makassar City. The problem identified is how social media contributes to the formation of customer value, which consists of functional, psychological, and monetary value through the AIDLA model (Awareness, Interest, Desire, Loyalty, Advocacy). This study uses a quantitative descriptive method, with primary data obtained through a questionnaire for Cyclevalue customers and analyzed using a Likert scale to measure respondents' perceptions of customer value and loyalty dimensions. The results show that social media has a positive to very positive role in the formation of customer value and loyalty at each stage of AIDLA. High customer value influences increased customer loyalty and advocacy towards the Cyclevalue brand. These findings reinforce the theory that social media serves as a strategic tool in building relationships with customers. This study contributes to the development of digital marketing strategies for agribusiness MSMEs. Keywords: Agribusiness, AIDLA, Customer Value, Digital Marketing, Social Media. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN JENEPONTO sheti, sulva; Musdalipa, Musdalipa; Rahman, Syamsul; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.69532

Abstract

Abstrak Jagung adalah komoditas penting yang berperan besar dalam perekonomian daerah, terutama di Kabupaten Jeneponto. Desa Gunung Silanu merupakan salah satu daerah yang menghasilkan jagung hibrida, namun penggunaan faktor-faktor produksi masih kurang optimal, sehingga memengaruhi hasil usaha pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, jenis benih yang digunakan, penggunaan pupuk, pengalaman berusahatani, dan jumlah tenaga kerja terhadap produksi jagung hibrida di Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diambil dari 30 petani jagung hibrida yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda menggunakan model fungsi produksi Coob-Dauglas, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, semua faktor independen memengaruhi produksi jagung menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai F-hitung sebesar 22,659 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil analisis Secara parsial menunjukkan bahwa luas lahan, pengalaman berusahatani, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung, sedangkan penggunaan benih dan pupuk tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefesien determinasi (R²) sebesar 0,825 menunjukkan bahwa 82,5% perubahan produksi jagung dapat dijelaskan terhadap faktor-faktor yang diteliti. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa pengelolaan faktor-faktor produksi perlu dioptimalkan, terutama luas lahan, pengalaman para petani, dan tenaga kerja, agar produksi jagung hibrida di Desa Gunung Silanu dapat meningkat.Kata kunci: Jagung Hibrida, Faktor Produksi, Produksi Jagung, Regresi Linear Berganda, Jeneponto.Abstract Corn is an important commodity that plays a major role in the regional economy, especially in Jeneponto Regency. Gunung Silanu Village is one of the areas that produces hybrid corn, but the use of production factors is still less than optimal, thus affecting agricultural business results. This study aims to determine the effect of land area, type of seed used, fertilizer use, farming experience, and number of workers on hybrid corn production in Gunung Silanu Village, Bangkala District, Jeneponto Regency, using a quantitative method with a case study approach. Data were taken from 30 hybrid corn farmers selected by purposive sampling, then analyzed using multiple linear regression using the Coob-Dauglas production function model, the results of the study showed that simultaneously, all independent factors affecting corn production showed a significant influence with an F-count value of 22.659 with a significance level of 0.000. The results of the partial analysis showed that land area, farming experience, and number of workers had a significant effect on corn production, while the use of seeds and fertilizers did not show a significant effect on production. The analysis results showed that the coefficient of determination (R²) of 0.825 indicated that 82.5% of changes in corn production could be explained by the factors studied. The conclusion of this study states that the management of production factors needs to be optimized, especially land area, farmer experience, and labor, so that hybrid corn production in Gunung Silanu Village can increase.Keywords: Hybrid Corn, Production Factors, Corn Production, Multiple Linear Regression, Jeneponto.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT SANTRI BERUSAHA DI BIDANG PERTANIAN Rahman, Nurul Umayyah; Bakri, Suardi; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.68823

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat santri dalam berusaha di bidang pertanian di Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Islam Ganra Soppeng yang merupakan pondok pesantren Umum tapi memiliki lahan dan greenhouse pertanian yang kurang termanfaatkan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya pemanfaatan lahan pertanian dan fasilitas greenhouse yang tersedia, yang diduga disebabkan oleh kurangnya minat santri terhadap sektor pertanian. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik proportional stratified random sampling, dan melibatkan 65 santri tingkat aliyah sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam berbasis kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh variabel yang diuji sikap terhadap pertanian, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, motivasi, pelatihan dan kewirausahaan,fasilitas pesantren, serta nilai-nilai Islam hanya variabel motivasi yang memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap minat santri dalam berusaha di bidang pertanian. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan internal merupakan faktor utama dalam menentukan minat santri, sementara faktor lingkungan belum memberikan kontribusi signifikan secara individu. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan psikologis dengan konteks pembelajaran pesantren, sehingga menghasilkan pemahaman komprehensif mengenai pembentukan minat santri terhadap usaha pertanian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pemberdayaan dan program kewirausahaan pertanian yang lebih efektif di lingkungan pesantren.Kata kunci: Minat Santri, Motivasi, Kewirausahaan Pertanian, Pesantren, Faktor Internal.Abstract This study aims to analyze the factors influencing students’ interest in agricultural entrepreneurship at the Islamic Boarding School of Perguruan Islam Ganra Soppeng.The research was motivated by the underutilization of agricultural land and greenhouse facilities, which is presumed to be linked to the low interest of students in the agricultural sector. A descriptive quantitative approach was employed, using proportional stratified random sampling,involving 65 senior students as respondents.Data were collected through in-depth interviews guided by structured questionnaires and analyzed using descriptive statistics,correlation tests, and multiple linear regression.The findings reveal that among all examined variables attitude toward agriculture, subjective norms, perceived behavioral control, motivation, training and entrepreneurship,pesantren facilities,and Islamic values only motivation had a significant partial effect on students’ interest in agricultural entrepreneurship.This result indicates that internal drive is the most influential determinant, while environmental factors do not significantly contribute individually. The novelty of this research lies in its integration of psychological constructs with the unique educational context of Islamic boarding schools, providing a comprehensive understanding of how students’ interest in agriculture is shaped. The findings are expected to serve as a foundation for designing more effective empowerment strategies and agricultural entrepreneurship programs within the pesantren environment.Keywords: Students’ Interest, Motivation, Agricultural Entrepreneurship, Islamic Boarding School, Internal Factors.