Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Edukasi Tentang Keteraturan Kunjungan Antenatal Care Suganda, Yohana; Gusmadewi, Gusmadewi; Radhia, Mekar Zenni; Silvia, Elwitri; Zaini, Hanifa; Sari, Endang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59963/2023.v1i1/329/5/juramas

Abstract

Antenatal care aims to see how the fetus grows and develops and aims to improve the welfare of the mother and fetus. WHO's efforts to reduce the number of high-risk pregnancies include routine examinations for all pregnant women, as well as follow-up examinations for mothers with moderate comorbidities and complications, obstetric and neonatal examinations for women with severe comorbidities and complications. Yeoh et al, (2016) stated that as many as 26% of women with high-risk pregnancies never had an Antenatal Care examination or visit. while 80% of pregnant women experience no complications, and carry out regular Antenatal Care visits according to the recommended re-visit schedule. Pregnant women who do not regularly carry out prenatal checks will have a risk of experiencing pregnancy complications such as chorioamnionitis, placental abruption and a 10x greater risk of giving birth to a baby with a low birth weight, a 12x greater risk of fetal death and a 10x greater risk of maternal death
Hubungan Peran Suami dengan Self-efficacy Ibu Hamil dalam Mengatasi Mual dan Muntah Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman, Kota Pariaman Mekar Zenni Radhia; Tita Oktya; Leza Fidyah Restiana; Endang Sari; Hanifa Zaini S
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54657

Abstract

Mual dan muntah merupakan keluhan yang umum dialami ibu hamil pada trimester pertama dan dapat mempengaruhi kondisi fisik maupun psikologis ibu. Salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam mengatasi keluhan tersebut adalah self-efficacy, yaitu keyakinan ibu terhadap kemampuannya dalam mengelola kondisi kehamilan. Peran suami sebagai sumber dukungan sosial dapat berkontribusi dalam meningkatkan self-efficacy ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran suami dengan self-efficacy ibu hamil dalam mengatasi mual dan muntah dalam kehamilan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 46 orang ibu hamil trimester kedua yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pariaman. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Agustus 2025 dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner peran suami dan self-efficacy ibu, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61% suami memiliki peran yang baik, sementara 39% memiliki peran kurang. Selanjutnya 59% ibu hamil memiliki tingkat self-efficacy tinggi dan 41% berada pada kategori rendah. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara peran suami dengan self-efficacy ibu hamil dalam mengatasi mual dan muntah kehamilan (p value = 0,008). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran suami berhubugan dengan self-efficacy ibu hamil dalam mengatasi mual dan muntah kehamilan.
Factors Influencing Pregnant Women’s Knowledge Regarding the Utilization of the Maternal and Child Health (MCH) Handbook at PMB Bd. M Bojong Gede in 2025 Oktya, Tita; Simanjuntak, Roniarta; Radhia, Mekar Zenni; Yolanda, Silvia; Pratiwi, Vita
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 5 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i5.588

Abstract

Introduction: High-quality maternal and child health services are essential for reducing maternal and child mortality. The Maternal and Child Health (MCH/KIA) handbook can be effective when mothers and families actively learn and apply its guidance in daily life. Objective: To identify factors influencing pregnant women’s knowledge regarding the utilization of the MCH handbook at PMB Midwife M, Bojong Gede, during July–August 2025. Method: This survey used a cross-sectional design with total sampling. A total of 55 pregnant women participated. Variables assessed included maternal age, education, occupation, attitude, and other related factors. Data were analyzed using statistical association tests. Results and Discussion: Significant relationships were found between maternal age and knowledge, education and knowledge, maternal occupation and knowledge, and attitude and knowledge regarding MCH handbook utilization. These findings suggest that socio-demographic characteristics and maternal attitudes shape how well pregnant women understand and use the handbook. Conclusion: Four of six examined variables significantly influenced knowledge. Health providers should target mothers with limited understanding to strengthen counseling and promote MCH handbook use across pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, family planning, and child development