Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Article Review: Evaluasi Penggunaan Antibiotik Menggunakan Metode ATC/DDD Pada Pasien Demam Tifoid Salsabila Zaneta Aurelia; Mirza Junando; Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti; Dwi Aulia Ramdini
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.528

Abstract

Demam tifoid adalah infeksi yang disebabkan oleh Salmonella enterica subspecies enterica serovar Typhi (Salmonella typhi) dan masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 1,6% dari total populasi. Antibiotik merupakan pilihan utama dalam terapi demam tifoid, tetapi munculnya strain Salmonella typhi yang resisten, termasuk jenis Multi Drug Resistant (MDR) dan Extensively Drug Resistant (XDR), telah meningkatkan tantangan dalam pengobatan penyakit ini secara efektif. Article review ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid dengan metode Anatomical Therapeutic Chemical (ATC)/Defined Daily Dose (DDD), yang diukur dalam DDD/100 patient days, sebagai indikator efektivitas dan rasionalitas terapi antibiotik. Studi ini menggunakan pendekatan literature review, dengan artikel yang diperoleh melalui pencarian di Google dan Google Scholar menggunakan kata kunci "Evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Anatomical Therapeutic Chemical (ATC)/Defined Daily Dose (DDD) pada pasien demam tifoid" yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi. Hasil Article review dari 8 artikel menunjukkan bahwa antibiotik sefalosporin generasi ketiga, seperti seftriakson (83,80 DDD/100 patient days) dan sefiksim (76,4 DDD/100 patient days), serta golongan fluorokuinolon seperti levofloksasin (30,00 DDD/100 patient days), memiliki nilai DDD/100 patient days tertinggi, yang menunjukkan penggunaan antibiotik yang kurang selektif. Oleh karena itu, diperlukan penerapan Antibiotic Stewardship Program (ASP) untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik dan mengurangi resistensi bakteri.
Literature Review: Modifikasi Bahan Aktif Farmasi (BAF) Dengan Metode Kokristal Zahra Fadilatusya'adah; Afriyani; Dwi Aulia Ramdini; Ramadhan Triyandi
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.540

Abstract

Rute oral menjadi pilihan utama untuk penghantaran obat karena kemudahan dan penerimaan pasien yang baik, namun rute ini memiliki tantangan yaitu bioavailabilitas nya yang rendah akibat kelarutan yang buruk. Salah satu solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan kelarutan dan disolusi dari obat adalah dengan pembentukan kokristal, yaitu material yang terdiri dari zat aktif dan koformer yang berinteraksi melalui ikatan non-kovalen. Tinjauan ini ditujukan untuk memberikan ulasan mengenai kokristalisasi sebagai metode untuk memperbaiki sifat fisikokimia Bahan Aktif Farmasi (BAF). Tinjauan ini merujuk pada beberapa sumber referensi dari berbagai literatur terkait definisi kokristal, koformer, dan metode pembuatan kokristal. Kokristal merupakan metode yang efektif dan berpotensi meningkatkan kelarutan, disolusi, stabilitas, dan bioavailabilitas sehingga efek terapeutik dari suatu zat aktif dapat meningkat tanpa mengubah aktivitas farmakologinya. Aplikasi metode kokristal pada pembentukan kokristal asam usnat-N-Methyl-D-Clucamnie terbukti mampu meningkatkan kelarutan dan laju disolusi sebanyak 24 kali dan 23 kali lebih besar dibandingkan dengan senyawa murninya. Terdapat beragam metode pembuatan kokristal seperti, solvent drop grinding, dry grinding, slurry, solvent evaporation, spray drying, dan metode anti-solvent, dengan keunggulannya masing-masing dalam meningkatkan sifat zat aktif. Pemilihan metode pembuatan kokristal disesuaikan oleh sifat dari bahan aktif farmasi, koformer yang digunakan, dan ketersediaan dari teknologi yang mendukung.
Efektivitas Handrub Berbahan Alkohol Dengan Handrub Benzalkonium Chlorida Terhadap Angka Kuman Pada Tangan Perawat : The Effectiveness Of Alcohol Handrub With Benzalkonium Chlorida Handrub On Germs Numbers On The Hand Of A Nursing Tuntun, Maria; Siti Aminah; Dwi Aulia Ramdini
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v14i1.5051

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian mengetahui efektivitas handrub berbahan alkohol dengan handrub benzalkonium chlorida terhadap angka kuman pada tangan perawat. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan desain one group pre test – post test. Subjek penelitian adalah perawat yang bekerja di ruang rawat inap RS. Imanuel Kota Bandar Lampung, yang dibagi 2 kelompok yaitu kelompok handrub berbahan alkohol dan kelompok handrub benzalkonium chloride, dengan waktu 30, 60, 90, dan 120 detik dan pengulangan sebanyak 6 kali. Bakteri diidentifikasi sampai genus/spesies bakteri. Data dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan Penurunan angka kuman terbanyak setelah mengaplikasikan handrub berbahan alkohol yaitu pada waktu 30 detik (73,91%), sedangkan setelah mengaplikasikan handrub benzalkonium klorida yaitu pada waktu 120 detik (37,00%). Efektivitas waktu pada 30, 60 dan 90 detik didapatkan perbedaan yang signifikan penggunaan handrub berbahan alkohol dibandingkan handrub benzalkonium klorida, dengan p-value 0,000; 0,001 dan 0,03. Sedangkan waktu 120 detik didapatkan p-value 0,044. Genus/spesies bakteri terbanyak adalah Bacilus sp (28,8%) diikuti S. epidermidis (21,7%) dan P. mirabilis (13,1%), yang paling sedikit P. peneri (9,1%).
Patient Satisfaction with Pharmaceutical Services at the Outpatient Pharmacy Installation of Hospital X, Bandar Lampung City Yasmin Al Illyyin; Oktafany, Oktafany; Dwi Aulia Ramdini; Ihsanti Dwi Rahayu
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal EduHealt, Edition July - September , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the main referral hospital in Lampung Province, evaluating the quality of pharmaceutical services at Hospital X is necessary. Periodic assessment of patient satisfaction is essential to maintain service quality in accordance with expectations. Therefore, this study aims to evaluate the level of patient satisfaction with pharmaceutical services at the Outpatient Pharmacy Installation of Hospital X in Bandar Lampung City. This study employed a cross-sectional survey design, with a purposive sampling technique applied to outpatients or their companions during April–May 2025. Data were collected using the SERVQUAL questionnaire, which consists of five dimensions: tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The instrument was tested for validity (r count > r table) and reliability (Cronbach's alpha ≥ 0.6), and was declared valid and reliable. The data were analyzed by calculating the gap between patients' expectations and perceptions for each service dimension. A total of 354 respondents expressed being very satisfied with the tangibility (85.3%), reliability (87.7%), assurance (84.1%), and empathy (82.5%) dimensions, and satisfied with the responsiveness dimension (75.8%). All dimensions showed negative gaps (−0.534), with the largest gap in responsiveness (−0.84), indicating a significant discrepancy between patient expectations and experiences. The smallest gap was in reliability (−0.36), indicating that this dimension was closest to meeting patient expectations. Overall, outpatient satisfaction with pharmaceutical services at the Pharmacy Installation of Hospital The responsiveness dimension has the highest gap and should be the primary focus for improvement in order to enhance service quality.
UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK KALAMANSI (Citrus microcarpa Bunge) Citra Yuliyanda Pardilawati; Afriyani; Dwi Aulia Ramdini
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i2.447

Abstract

Jeruk kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) telah banyak digunakan sebagai bahan makanan. Kulit buah jeruk kalamansi diketahui mengandung komponen aktif seperti minyak atsiri, fenol dan flavonoid. Senyawa tersebut memungkinkan adanya potensi kulit jeruk kalamansi digunakan sebagai agen antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antioksidan dari ekstrak etanol dan minyak atsiri kulit buah jeruk kalamansi secara in vitro. Ekstrak etanol dan minyak atsiri kulit buah jeruk kalamansi dibuat masing-masing dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan destilasi uap air. Aktivitas antioksidan diukur dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl- 1-picrylhydrazyl). Ekstrak etanol kulit buah jeruk kalamansi mengandung metabolit sekunder flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid. Karakterisasi minyak atsiri kulit buah jeruk kalamansi dengan GC-MS diketahui mengandung α-pinene, α-myrcene, dlimonene, L-α- Terpineol, 1,6-Cyclodecadiene. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah jeruk kalamansi termasuk dalam kategori kuat dengan nilai IC50 57,49 ppm, sedangkan aktivitas antioksidan minyak atsiri kulit buah jeruk kalamansi tergolong sangat kuat dengan nilai 35,74 ppm. Kulit buah jeruk kalamansi memiliki potensi sebagai antioksidan.
Factors Influencing the Success of Electronic Prescription Implementation in Indonesia: A Literature Review Audry Lintang Hasanuddin; Rasmi Zakiah Oktarlina; Dwi Aulia Ramdini; Oktafany, Oktafany
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 04 (2025): Jurnal EduHealt, Edition October-December , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electronic prescribing, or e-prescribing, is a digital system that allows doctors to create prescriptions and send them to specific pharmacy computers connected to an electronic prescription network, facilitating direct communication between physicians and their practices. Rapid technological advances in healthcare have made it easier for doctors to prescribe medications electronically, eliminating the need for handwritten prescriptions. In e-prescribing, prescriptions are sent over a secure internet network, requiring user authentication through a username and password. Benefits of implementing electronic prescribing include reducing medication errors in prescription interpretation, increasing prescription processing efficiency, and improving the quality of healthcare services. Implementing electronic prescribing often faces challenges, such as inadequate funding, negative perceptions of the technology, lack of computer skills, and complexity in data entry. This article aims to identify factors influencing the successful implementation of electronic prescribing in Indonesia. A literature review using scientific databases including Google Scholar, PubMed, and NCBI has been conducted. Various factors have been identified that can influence the effectiveness of electronic prescribing, including organizational elements, technological aspects, and human resources. Understanding these factors can guide policy development and the assessment of healthcare workers in implementing electronic prescribing, resulting in effective electronic prescribing.
Pengaruh Pemberian Pill Card terhadap Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Puskesmas Rawat Inap Satelit Bandar Lampung Audry Lintang Hasanuddin; Rasmi Zakiah Oktarlina; Dwi Aulia Ramdini; Oktafany Oktafany
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i1.2004

Abstract

Hypertension is one of the most common non-communicable diseases in Indonesia. Hypertensive patients must have high self-efficacy to comply with antihypertensive medication so that blood pressure can be controlled and complications prevented. Therefore, intervention is needed to improve therapy compliance. One intervention that can be given is the provision of pill cards. This study was a quasi-experimental design with a pre-intervention post-intervention control group design. Sampling was conducted using non-probability purposive sampling from July to September 2025. A total of 106 respondents were divided into two groups, with 53 respondents in the control group and 53 respondents in the intervention group. The control group was only given the MMAS-8 questionnaire, while the intervention group was given pill cards and the MMAS-8 questionnaire. In the intervention group, prior to intervention, 25 patients (47.2%) had low compliance, 21 patients (39.6%) had moderate compliance, and 7 patients (13.2%) had high compliance. After the intervention, there was a significant increase, with 21 patients (39.6%) showing high compliance, 26 patients (49.1%) showing moderate compliance, and 6 patients (11.3%) showing low compliance. Providing pill cards to outpatients with hypertension can improve patient medication adherence. Based on the results of the Wilcoxon Signed Ranks Test, a value of (p<0.001) was obtained, indicating that H0 was rejected and there was a significant effect.