Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pelatihan Penerapan Good Manufacturing Practice (Gmp) Proses Produksi Selai Pisang Di Desa Bulotalangi Kecamatan Bulotalangi Timur Kasim, Rahmiyati; Dahlan, Sakinah Ahyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu-ibu rumah tangga sering kali menjadi penggerak utama dalam memproduksi dan mengolah makanan di rumah. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memahami prinsip-prinsip GMP agar dapat menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan yang tinggi dalam proses produksi makanan sehari-hari. Metode pelatihan disajikan dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi. Dalam pelatihan ini, peserta pelatihan dibekali dengan pengetahuan tentang berbagai aspek penting, mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas, proses pengolahan yang benar, hingga teknik pengemasan yang tepat, semuanya dengan tujuan untuk menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan memenuhi standar keamanan pangan. Potensi bahan baku yang banyak tersedia di Desa bulotalangi, serta didukung dengan sumber daya manusia yang produkstif dan memiliki latar belakang Pendidikan yang cukup tinggi sehingga kegiatan pelatihan ini dapat dipahami dan diterapkan serta memotivasi peserta pelatihan untuk membuka usaha industry rumah tangga berbasis pisang yang menerapkan GMP.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Petani dalam Menekan Cemaran Aflatoksin pada Jagung Hibrida Dahlan, Sakinah Ahyani; Sirajuddin, Zulham; Rahman, Rival
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025 (Maret)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i1.4938

Abstract

Aflatoxin is a type of fungus that infects corn kernels and can reduce their quality. Aflatoxin contamination can lead to a decline in corn prices at the collector level, negatively impacting farmers' income. To address this issue, efforts are needed to enhance farmers' understanding and skills in cultivation techniques and post-harvest handling to suppress aflatoxin growth. One of the measures taken is training farmers in Good Agricultural Practices (GAP) and Good Handling Practices (GHP). This program aims to expand farmers' knowledge and equip them with proper cultivation techniques and appropriate post-harvest handling methods. The training materials cover aflatoxin control strategies, suitable storage methods, and cultivation practices that help maintain corn quality. The training results indicate that this initiative positively contributes to increasing farmers' awareness and knowledge regarding the importance of applying correct techniques to prevent aflatoxin contamination. By implementing better techniques, farmers are expected to minimize the risk of corn price declines caused by aflatoxin contamination. This can help them maintain price stability and increase their income from higher-quality harvested corn.
Pemanfaatan Biji dan Tepung Sorgum Menjadi Produk Olahan Turunan Sorgum di Desa Tulabolo Barat, Kabupaten Bone Bolango Dahlan, Sakinah Ahyani; Arsyad, Karlena; Sirajuddin, Zulham; Apriliani, Silvana; Rahman, Rival; Saman, Widya Rahmawaty
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.3.395-403

Abstract

This community service project aimed to enhance the nutritional quality of processed food products by diversifying those made from sorghum. In Gorontalo, sorghum cultivation and processing into ready-to-eat food products were well-established. Active community participation in developing sorghum commodities was vital, prompting initiatives to process sorghum into widely recognized products. During training sessions, it was emphasized that all team members, from workers to management, needed to be knowledgeable and skilled in implementing Standard Sanitation Operational Procedures (SSOP) and Good Manufacturing Practices (GMP) to improve cleanliness and sanitation. The participants, primarily mothers from West Tulabolo Village, produced local food items from sorghum seeds, such as sorghum drinks, sorba, onde-onde, and fried bananas. While sorghum seeds were the main ingredient for sorghum drinks and sorba, sorghum flour was used for onde-onde and fried bananas. The program concluded with an evaluation of participants' acceptance of the products, showing high ratings of very much liked for nearly all aspects, including taste, texture, aroma, and color. This training was intended to guide the community in exploring entrepreneurial opportunities and fostering the development of village-based small and medium enterprises (UKM Desa).
The Effect of Light Exposure Duration on the Oxidative Stability and Sensory Profile of Avocado (Persea americana)-Based Mayonnaise Dahlan, Sakinah Ahyani; Radjak, Maryam; Isra, Muhamad
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 4 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.4.546-558

Abstract

Avocado-based mayonnaise presents a novel formulation aimed at reducing the saturated fat content typically associated with conventional emulsified condiments. This investigation sought to delineate the impact of light exposure duration on the oxidative integrity and sensory parameters of mayonnaise derived from Persea americana. Employing a completely randomized design (CRD) comprising a single experimental factor—duration of light exposure (0, 24, 48, and 72 hours) each treatment was replicated thrice to ensure experimental reliability and statistical robustness. Analytical endpoints included moisture content, pH, peroxide value, free fatty acid (FFA) concentration, and sensory attributes (color and aroma). Statistical analyses involved ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test at a 5% significance threshold. The results revealed that prolonged exposure led to a statistically significant decline in sensory acceptance (color score: 6.07 to 3.47; aroma score: 6.20 to 3.67) and elevated oxidative markers including moisture content, peroxide value, and FFA. Among the tested conditions, treatments L1 and L2 preserved compositional and sensory quality within permissible SNI standards for FFA (<3%). The study underscores the necessity of light-protective packaging in mitigating oxidative degradation in avocado-based emulsions and emphasizes the relevance of optimizing environmental exposure parameters during storage and distribution of lipid-rich food emulsions.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK PISANG KEPOK Limonu, Marleni; Dahlan, Sakinah Ahyani; Ahmad, Lisna; Lanur, Syima Lanur; Hippy, Nur'ais; Duhe, Salma T; Kaku, Sunaryo
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.29070

Abstract

Pisang merupakan buah klimakterik yang tetap mengalami pematangan dan kerusakan setelah panen akibat aktivitas respirasi dan metabolisme. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lama penyimpanan (0, 3, dan 7 hari) serta suhu penyimpanan (ruang, dingin, dan beku) terhadap kualitas pisang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kadar air meningkat pada suhu ruang (65,87%-74,09%), stabil pada suhu dingin (66,05%-68,45%), dan menurun sedikit pada suhu beku (66,23%-66,08%). Tekstur cenderung menurun pada suhu ruang dan dingin, tetapi meningkat pada suhu beku. Susut bobot bertambah signifikan pada suhu ruang hingga hari ke-7 (4,80-15,10%), sementara kenaikan lebih kecil terjadi pada suhu dingin (3,96-9,64%) dan beku (3,14-6,97%). Warna L, a*, dan b* menunjukkan variasi sesuai suhu penyimpanan, dengan ΔE tertinggi pada suhu ruang (69,63), diikuti suhu dingin (49,10) dan beku (41,29). Penelitian ini memberikan wawasan tentang pengaruh penyimpanan terhadap kualitas pisang berdasarkan suhu dan waktu.
PENGARUH JENIS BAHAN PENGISI KEMASAN PADA TRANSPORTASI DARAT TERHADAP MUTU PEPAYA(Carica papaya L.) SELAMA PENYIMPANAN Rauf, Ardila Sebrina; Kasim, Rahmiyati; Dahlan, Sakinah Ahyani; Saman, Widya Rahmawaty; Ahmad, Lisna; Engelen, Adnan
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.28614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan pengisi kemasan pada transportasi darat terhadap mutu fisik dan kimia buah pepaya selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan tiga kali ulangan. Perlakuannya pada penelitian ini yaitu : K0 = Tanpa bahan pengisi; K1= Pelepah batang pisang; K2=Net foam; K3=Kertas Karton. Masing-masing pengangkutan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Data penelitian dianalisis sidik ragam atau Analysis of Variance (ANOVA) menggunakan aplikasi SPSS versi 20,serta dilakukan uji lanjut duncan's multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95% atau α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa kemasan memberikan pengaruh nyata terhadap nilai susut bobot, kekerasan, kerusakan, dan kadar air buah pepaya pada lama penyimpanan hari ke-0 dan ke-3, sedangkan pada lama penyimpanan hari ke-5 tidak memberikan pengaruh nyata pada setiap parameter uji. Getaran mempengaruhi susut bobot, kekerasan, dan kerusakan, diperoleh getaran tertinggi terdapat pada K2 dan K3.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH BUNGA TELANG ( Clitoria Ternatea L.) PADA BERBAGAI SUHU PENYEDUHAN Rajak, Yanti; Antuli, Zainudin; Une, Suryani; Dahlan, Sakinah Ahyani; S. Maspeke, Purnama Ningsih; Ahmad, Lisna; Isra, Muhammad
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.22004

Abstract

ABSTRAKBunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai minuman fungsional berupa teh yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, Total fenol serta Organoleptik teh bunga telang pada berbagai suhu penyeduhan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu suhu penyeduhan 60oC, 70oC, 80oC selama 3 menit. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Negeri Gorontalo, dimana tahapan pertama adalah persiapan bahan baku bunga telang yang merupakan bahan dasar pembuatan Teh bunga telang. Data dianalisis dengan uji statistik Analisis Of Variance (ANOVA) pada taraf α=5% menggunakan program Microsoft Excel 2007, dan data analisis yang berbeda nyata diuji dengan menggunakan metode Duncan Multiple Range Test (DMRT) dan aplikasi SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh bunga telang memberikan pengaruh nyata pada aktivitas antioksidan, warna, aroma. Sedangkan, total fenol, rasa tidak memberikan pengaruh nyata. Teh bunga telang pada berbagai suhu penyeduhan menghasilkan nilai aktivitas antioksidan yang memiliki IC50 sangat kuat pada suhu penyeduhan 80oC sebesar 42,932 ppm, sedangkan pada suhu 60oC memiliki aktivitas antioksidan kuat IC50 sebesar 73,32 ppm, nilai total fenol tertinggi pada suhu penyeduhan 70oC sebesar 1,54 mg/100gr, sedangkan nilai total fenol yang terendah pada suhu penyeduhan 60oC sebesar 1,50 mg/100gr, warna pada suhu penyeduhan 80oC dari segi karakteristik hedonik warna sebesar 5,73 dan rasa sebesar 5,6 sedangkan pada parameter organoleptik aroma yang paling disukai oleh panelis yaitu penyeduhan 60oC yaitu sebesar 5,6 serta penerimaan keseluruhan yang diterima dengan baik.Kata Kunci : bunga telang, aktivitas antioksidan, total fenol, organoleptik.