Mukti Dono Wilopo
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Biodiversitas Rumput Laut Alami di Perairan Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu Mukti Dono Wilopo; Nurlaila Ervina Herliany; Maya Anggraini Fajar Utami; Delvi Saputri
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.12-17

Abstract

  ABSTRAK                                                                                                                         Pantai Teluk Sepang mempunyai potensi rumput laut namun belum diketahui identifikasi jenis dan persen tutupannya.Penelitian ini dilakukan sebagai informasi pendukung dalam pemanfaatan rumput laut secara berkelanjutan oleh masyarakat wilayah pesisir di Kota Bengkulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2021 di Perairan Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis–jenis rumput laut dan untuk menganalisa struktur komunitas rumput laut di Perairan Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu yang meliputi indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi, kerapatan serta tutupan persentase. Metode yang digunakan adalah metode survei, dan pengambilan data menggunakan transek kuadrat ukuran 50 x 50 cm. Jenis rumput laut yang ditemukan sebanyak 20 spesies yang termasuk ke dalam 3 kelas yang berbeda, yaitu kelas Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta. Jumlah jenis rumput laut yang terbanyak berasal dari kelas Chlorophyta sebanyak 10 spesies, diikuti Rhodophyta sebanyak 7 spesies, dan Phaeophyta sebanyak 3 spesies. Persentase tutupan jenis rumput laut pada stasiun 1 berkisar antara 0,15 – 6,50%, pada stasiun 2 berkisaran antara 0,24 – 16,58%, pada stasiun 3 berkisar antara 0,13 – 15,99%, dan pada stasiun 4 berkisar antara 0,56 – 10,77%. Hasil pengukuran parameter kualitas perairan menunjukkan bahwa secara keseluruhan perairan Pantai Teluk Sepang masih berada pada kisaran yang layak untuk mendukung pertumbuhan rumput laut.   Kata kunci : Rumput laut, identifikasi, persen tutupan, pantai teluk sepang   ABSTRACT   Teluk Sepang Beach has the potential for seaweed, but the identification of its types and percentage of coverage are currently unknown. This research was conducted to provide supporting information for the sustainable use of seaweed by coastal communities in the city of Bengkulu. The research was carried out in October 2021 in the waters of Teluk Sepang Beach, Bengkulu. The objectives of this study were to identify the types of seaweed and analyze the community structure of seaweed in the waters of Teluk Sepang Beach, Bengkulu, including diversity index, uniformity, dominance, density, and percentage coverage. The method used was a survey method, and data collection was done using quadrat transects with a size of 50 x 50 cm. A total of 20 species of seaweed were found, which were classified into three different classes, namely Chlorophyta, Phaeophyta, and Rhodophyta. The highest number of seaweed species was from the Chlorophyta class with 10 species, followed by Rhodophyta with 7 species, and Phaeophyta with 3 species. The percentage coverage of seaweed species at station 1 ranged from 0.15 - 6.50%, at station 2 it ranged from 0.24 - 16.58%, at station 3 it ranged from 0.13 - 15.99%, and at station 4 it ranged from 0.56 - 10.77%. The results of water quality parameter measurements showed that overall, the waters of Teluk Sepang Beach were still within the suitable range to support the growth of seaweed.   Keywords: identification, percentage cover, seaweeds, teluk sepang beach
Optimalisasi kinerja teaching staff menuju akreditasi internasional di Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Rahmi Yuristia; Priyono Prawito; UlNurmeiliasari fah Nurmeiliasari; Fahrurrozi Fahrurrozi; Mukti D Wilopo; Agung H Lukman; Ulfah Anis; Ayub Sugara
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v11i1.57699

Abstract

Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu didorong untuk menyiapkan berbagai keperluan dokumen yang nantinya akan dievaluasi dalam proses akreditasi internasional tersebut. Adapun jumlah program studi yang diikutsertakan pada proses akreditasi ini berjumlah 11 dari 12 program studi yang ada di lingkungan Fakultas Pertanian baik program sarjana, magister, dan doktor, dengan satu program studi tidak diikutsertakan karena belum mencapai usia satu tahun sejak didirikan. Asesmen kinerja staf pengajar Fakultas Pertanian dalam hal publikasi hasil penelitian menjadi salah satu aspek yang dapat memberikan input bagi penilaian akreditasi tersebut. Produktivitas tenaga pengajar dalam publikasi ilmiah didorong oleh beberapa faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal, misalnya motivasi, keaktifan, beban kerja, insentif, dan alokasi pendanaan penelitian dan publikasi. Sehingga, upaya institusi dalam mendorong kinerja dosen untuk publikasi karya ilmiah menjadi aspek yang cukup vital. Berdasarkan uraian di atas, publikasi ilmiah dosen dan upaya institusi dalam mendorong produktivitasnya tersebut sangat penting dalam rangka menunjang persiapan akreditasi internasional bagi institusi perguruan tinggi. Sehingga, asesmen kinerja dosen dalam publikasi ilmiah dan upaya Fakultas Pertanian dalam mengoptimalkan publikasi penelitian staf pengajarnya ini sangat relevan dan penting untuk dilakukan.
Struktur Komunitas Fitoplankton Di Perairan Kabupaten Kaur Maestro Munru; Mukti Dono Wilopo; Yar Johan; Dewi Purnama; Person Pesona Renta
Jurnal Kelautan Vol 16, No 2: Agustus (2023)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v16i2.10212

Abstract

ABSTRAKFitoplankton merupakan salah satu jenis plankton tumbuhan yang berperan sebagai produsen primer dan menjadi parameter kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas fitoplankton di perairan Kabupaten Kaur bagian selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2019 dan Oktober 2020. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dalam pengumpulan data. Lokasi sampling ditentukan secara purposive. Hasil struktur komunitas fitoplankton di perairan Kabupaten Kaur bagian selatan, ditemukan tiga kelas fitoplankton pada tahun 2019, yaitu Bacillariophyceae, Dinophyceae, dan Cyanophyceae. Pada tahun 2020 juga ditemukan tiga kelas fitoplankton yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, dan Cyanophyceae. Kelimpahan rata-rata fitoplankton pada tahun 2019 sebesar 1045,41 ind/l, pada tahun 2020 rata-rata kelimpahan sebesar 2560,15 ind/l. Pada tahun 2019, keanekaragaman fitoplankton dikategorikan sedang, keseragaman dikategorikan tinggi, dan dominansi dikategorikan rendah. Pada tahun 2020, keragaman, keseragaman dan dominasi dikategorikan rendah. Fenomena busa tebal yang menutupi lokasi penelitian pada tahun 2019 berasal dari muara sungai yang merupakan lokasi pembuangan limbah dari kegiatan tambak udang di Desa Wayhawang, dan di lokasi penelitian teridentifikasi fitoplankton beracun yaitu Nitzchia sp. dan Pseudo-nitzschia.Kata Kunci : Struktur Komunitas, Fitoplankton, Perairan Kabupaten KaurABSTRACTPhytoplankton is a type of plant plankton that acts as a primary producer and becomes a parameter of water quality. This study aims to analyze the structure of the phytoplankton community in the waters of the southern part of Kaur Regency. This research was conducted in December 2019 and October 2020. This research method was conducted using a survey method in data collection. The sampling location was determined purposively. The results of the phytoplankton community structure in the waters of the southern Kaur Regency, it was found that there were three classes of phytoplankton in 2019, namely Bacillariophyceae, Dinophyceae, and Cyanophyceae. In 2020, three classes of phytoplankton were also found, namely Bacillariophyceae, Chlorophyceae, and Cyanophyceae. The average abundance of phytoplankton in 2019 was 1045.41 ind / l, in 2020 the average abundance was 2560.15 ind / l. In 2019, the diversity of phytoplankton was categorized as moderate, uniformity was categorized as high, and dominance was categorized as low. In 2020, diversity, uniformity and dominance will be categorized as low. The phenomenon of thick foam that covers the research location in 2019 originates from the river estuary, which is the location of disposal waste from shrimp pond activities in Wayhawang Village, and at the research location a toxic phytoplankton was identified, namely Nitzchia sp. and Pseudo-nitzschia.Keywords: Community Structure, Phytoplankton, Kaur Regency Waters.
Komposisi Nutrisi Rumput Laut Coklat (Phaeophyta) dan Merah (Rhodophyta) Asal Perairan Teluk Sepang Kota Bengkulu herliany, vivien; Utami, Maya Angraini Fajar; Wilopo, Mukti Dono; Permatasari, Nurul
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.2.147-153

Abstract

Seaweeds have potential uses as functional foods. But until now, there is still few information about the nutritional composition of seaweeds, especially from Teluk Sepang Beach, Bengkulu City. This study was held to examine the chemical characteristics of brown and red seaweeds from Teluk Sepang Beach, Bengkulu City. This research was carried out in November 2021-March 2022. This research used descriptive exploratory method by analyzing the proximate composition of 8 species of seaweeds (4 species of brown seaweeds and 4 species of red seaweeds). Water, protein, crude fat, ash and crude fiber content refer to the AOAC (2016) procedure while carbohydrate content is calculated based on by difference. The chemical characteristics of seaweeds (water content, ash, crude protein, crude fiber, crude fat and carbohydrates content) varied from one species to another. But in general the proximate composition of all seaweeds species was still in the range of values ​​found in seaweeds. The largest composition in seaweesd is carbohydrates (13.644% - 69.91±0.71%) and ash, which have an important role for humans nutrition and the food industry. The content of protein (0.97±0.33%. - 2.88±0.23%) and crude fat (0.19±00% - 4.12±0.32%) in seaweeds is relatively low so it can be used as low fat foods. Crude fiber in seaweeds(1.16±0.16% - 7.65±0.53%) showed that seaweeds can be used as functional foods.  
Pola Pertumbuhan Kerang Lokan Geloina erosa, Solander 1786 di Muara Jenggalu Kota Bengkulu Nella Tri Agustini; Nisa Nurul Suci, An; Iresta Wardani, Firdha; Dono Wilopo, Mukti; Putri Sari , Yenni; Abdurrahman Mahfudz, Akbar
JURNAL ENGGANO Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.9.2.226-233

Abstract

Kerang lokan Geloina erosa merupakan salah satu kelompok Bivalvia yang hidup dan berkembang di Ekosistem Mangrove. Kerang ini telah dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai biota konsumsi dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Salah satu daerah penghasil kerang lokan di Kota Bengkulu adalah Muara Jenggalu, terletak di Jalan Jenggalu Kelurahan Lingkar Barat Kota Bengkulu. Permintaan masyarakat yang cenderung meningkat setiap tahun menyebabkan meningkatnya eksploitasi terhadap kerang lokan. Pemanfaatan kerang lokan dieksploitasi secara langsung di ekosistemnya yaitu ekosistem mangrove. Pengambilan kerang lokan secara terus menerus dan banyaknya aktivitas manusia di sekitar kawasan Muara Jenggalu dikhawatirkan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan ketersediaan stok kerang lokan di ekosistem mangrove Muara Jenggalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat dan nisbah kelamin kerang lokan di Muara Jenggalu Kota Bengkulu. Pertumbuhan kerang lokan di Muara Jenggalu bersifat allometric negative (<3) dimana pertumbuhan panjang cangkang lebih dominan daripada pertumbuhan berat. Persentase jumlah kerang lokan berjenis kelamin jantan yaitu 61,96% dan berjenis kelamin betina 38,04%.
Pola Pertumbuhan Kerang Lokan Geloina erosa, Solander 1786 di Muara Jenggalu Kota Bengkulu Nella Tri Agustini; Nisa Nurul Suci, An; Iresta Wardani, Firdha; Dono Wilopo, Mukti; Putri Sari , Yenni; Abdurrahman Mahfudz, Akbar
JURNAL ENGGANO Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.9.2.226-233

Abstract

Kerang lokan Geloina erosa merupakan salah satu kelompok Bivalvia yang hidup dan berkembang di Ekosistem Mangrove. Kerang ini telah dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai biota konsumsi dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Salah satu daerah penghasil kerang lokan di Kota Bengkulu adalah Muara Jenggalu, terletak di Jalan Jenggalu Kelurahan Lingkar Barat Kota Bengkulu. Permintaan masyarakat yang cenderung meningkat setiap tahun menyebabkan meningkatnya eksploitasi terhadap kerang lokan. Pemanfaatan kerang lokan dieksploitasi secara langsung di ekosistemnya yaitu ekosistem mangrove. Pengambilan kerang lokan secara terus menerus dan banyaknya aktivitas manusia di sekitar kawasan Muara Jenggalu dikhawatirkan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan ketersediaan stok kerang lokan di ekosistem mangrove Muara Jenggalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat dan nisbah kelamin kerang lokan di Muara Jenggalu Kota Bengkulu. Pertumbuhan kerang lokan di Muara Jenggalu bersifat allometric negative (<3) dimana pertumbuhan panjang cangkang lebih dominan daripada pertumbuhan berat. Persentase jumlah kerang lokan berjenis kelamin jantan yaitu 61,96% dan berjenis kelamin betina 38,04%.
Pengembangan Sistem Digital Image Colorimetry (DIC) Untuk Pemantauan Polutan Nitrogen Di Perairan Mulia Ramadhani, Adella; Dono Wilopo, Mukti; Johan, Yar; Iresta Wardani, Firdha; Firdaus, M. Lutfi
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 3 (2025): October
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.3.794-800

Abstract

The presence of ammonia in waters needs to be monitored because of its toxic nature, especially in the form of free ammonia (NH₃). High concentrations of free ammonia can disrupt the balance of aquatic ecosystems, reduce dissolved oxygen levels, inhibit the growth of aquatic organisms, and even cause mass mortality in fish and other biota. The purpose of this study is to build the Digital Image Colorimetry system for detecting ammonia and assess the accuracy of the DIC method compared to the well-known established spectrophotometric method. Analysis from 5 locations of saline water, salinity and pH levels were still within normal limits, ranging from 33-34 ppt for salinity, while pH is 7.5-7.9. The ammonia content at the sampling point was still considered safe, in accordance with the quality standard (0.3 ppm). The results of ammonia concentration measurements using the DIC method and the spectrophotometric method show a neglegible level of difference and have an accuracy value above 90%. These findings indicate that DIC can be used as an alternative method for measuring ammonia, especially for rapid analysis in the field.